FORUM DISKUSI

Untuk menampung ide, gagasan, kritik, dlsb, para ADBMers bisa menggunakan halaman ini.

Telah Terbit on 10 Oktober 2008 at 08:00  Comments (144)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/forum-diskusi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

144 KomentarTinggalkan komentar

  1. KI GD, Kitab no. 114, 115 dan 132, nyarinya di mana, kok aku nggak ketemu, mohon pencerahan agar makin memguasai jurus-jurusnya..
    matur nuwun sangett…

  2. Salam Sejahtera Ki Gede dan semua Cantrik,mohon maaf baru tergerak hati ini untuk urun retype, kebetulan saya sering ada waktu luang, mungkin bisa bantu-bantu tapi bagaimana caranya mohon petunjuk Ki Gede.

    # tinggal retype dan tulis di dalam kolom komentar di halaman kitab tersebut berada. nanti akan dipindahkan ke ruang dalam. cara lebih “mudah” bisa diliat di beberapa komentar cantrik. Ada yang menggunakan ABBYY Fine Reader (convert dari DJVU menjadi Word) atau manual mengetik ulang sambil menggunakan jurus totokan 10 bahkan 11 jari. silahkan.. mana yang enak menurut kyai Waja. terimakasih atas kesediaannya. ditunggu lho..

  3. @ ki podang abang : coba lebih teliti lagi…cermati apa yg tersirat….
    kitab 114 terselip di dalem odol yg dibawa ki widura
    kitab 115 dibawa rara wulan karena kesabarannya dlm masa penantian
    kitab 132 tercecer di halaman….

  4. Matur Suwun Ki Gede, Saya mau mencoba lirik-lirik dulu di komentar para cantrik untuk belajar tata cara retype, kalo ki gede kekurangan tenaga untuk scanning saya juga bersedia tapi saya tidak punya scanner lho, adapun padepokan saya di daerah pejaten,mungkin kalo tenaga saya diperlukan, saya juga siap meluncur ki gede.

  5. Kang Fuzi aku sudah download kok dakbisa instal ya

  6. Nyai Seno,
    Sebelumnya hatur nuhun kitab yang ke-145 nya.

    Memperhatikan surat tugas yang di limpahkan ke Nyi Senopati dan keinginan saya untuk menyimpan kitab dalam bentuk lain (seperti yang diutarakan di halaman ini, 1 Februari), maka ada beberapa pertanyaan:
    1. Bisakah kitab itu disimpan di padepokan sini, atau di kademangan lain dan link nya di disini?
    2. Bisakah saya mendapat kitab versi Ki Dejepu sebelumnya (71 ke bawah)? Ki Pede’ep menulis halaman demi halaman dan sampai saat ini yang telah disalin adalah kitab 126 s/d 143. Walaupun belum sempurna.
    3. Mungkin Nyai Seno bisa memberi jadwal tugas kepada saya? Sekedar sumbangsih saya terhadap padepokan ini.

    Hatur Nuhun,
    Wassalam.

  7. Sebelumnya mohon maaf buat Ki GD, Senopati, dan seluruh pengelola padepokan ADBM ini.

    Rasa-rasanya spoiler sudah mulai mewabah dan sudah mulai tidak terkendali.
    Sepertinya larangan adanya spoiler sudah tidak diindahkan oleh beberapa orang cantrik karena ingin menunjukkan kemampuan ilmu terawang yang sudah dipelajarinya.

    Untuk itu, sekali lagi mohon maaf, saya memberanikan diri urun rembug mengusulkan agar sekalian saja dibangun bilik khusus untuk para cantrik yang sudah belajar ilmu terawang dan bayangan semu, ataupun yang tertarik dengan ilmu-ilmu tersebut agar bakatnya dapat tersalur tanpa membuat cantrik lainnya yang tidak tertarik dengan ilmu-ilmu tersebut menjadi bingung, tersesat, ataupun resah karena sebenarnya tidak ingin terganggu dengan adanya bayangan-bayangan semu tersebut.

    Matur nuwun

    $$ berdasarkan berkas serah terima dari Anakmas Sukra baru ada 2 komentar bernilai SPOILER yang layak untuk dihapus. meski ada beberapa spoiler yang cukup diedit. jadi masih terkendali. perlu juga diumumkan bahwa banyak cantrik yang juga menjaga agar tidak terjadi spoiler.
    oh ya.. jika ada yang pengen kenal dengan Gladiator Aki-Smet monggo lakukan spoiler disini.

  8. @ Ki sunda …
    apabila ki sunda berkenan untuk adbm jilid 1 s/d 70 dapat diunduh di http://www.4shared.com/dir/12644361/54e3fae5/sharing.html
    Mohan maaf n izin nya ki DG …
    matur nuwon

  9. @Ki Zacky_74,
    Hatur nuhun atas sharingnya. Mudah2an dgn kitab yang ada ini, saya ikut meramaikan padepokan ini.
    Insya Allah, kitab hasil Ki Pede’ef ini bisa dinikmati secepatnya.

    Sebelumnya mohon maap & izin juga dari Ki GD & Nyai Senopati.

    Wassalam.

  10. dejevu itu makanan apa ya?boleh dikirimkan ke saya

  11. Serial ADBM terhenti di jilid 396 karena pengarangnya meninggal dunia. Namun demikian kalau nggak salah dulu pernah saya baca di harian Kedaulatan Rakyat dalam wawancara semasa Pak Singgih masih ada, bahwa beliyau sudah membuat pokok-pokok alur cerita seial ADBM ini sampai tamat.

    Entah ada dimana pokok-pokok alur cerita itu sekarang karena sampai saat ini ternyata cerita serial ADBM ini masih belum ada tanda-tanda untuk dilanjutkan oleh penerusnya/keturunannya.

    Saya sangat berharap agar adbmcadangan.wordpress.com dapat menjadi jembatan untuk melacak kembali catatan-catatan Pak Singgih (alm) tersebut, sehingga kalau benar catatan-catatan tersebut ada, maka akan membuka peluang untuk melanjutkan cerita yang terputus tersebut (Seperti halnya Agung Sedayu yang berusaha menemukan kembali puncak ilmu perguruan Ki Sadewa yang secara tidak sengaja telah terhapus olehnya)

  12. Ini hanya keinginan untuk mengungkapkan perasaan yang paling dalam sejak pertama kali mulai nyantrik di padepokan ini.

    Awal nyantrik di paepokkan ini begitu berkesan sangat menyenangkan, para cantrik bergotong royong bahkan berebutan untuk membantu terciptanya podepokkan yang damai. Para cantrik berusaha membantu agar padepokkan ini tetap hidup terus dengan saling berkomunikasi dan mengisi.

    Setiap komentar-komentar selalu terasa segar dan sebagai selingan dalam menunggu dikeluarkannya kitab.

    Tetapi akhir-akhir ini yang ada pada padepokkan adalah komentar yang saling menghujat, saling menjelekkan dan terus terang untuk baca komentar jadi sangat malas… tidak ada yang menarik, yang ada adalah bikin telinga yang tipis jadi cepat merah.

    Datang kepadepokkan lebih enakan hanya ngambil kitab dan kemudian pergi.

    Hanya kadang terbayang dimanakah padepokkannku yang dahulu, yang selalu guyub rukun dan penuh canda tawa dari para cantrik yang penuh kreasi dan humor.

    Suasana yang ada sekarang sangat tidak enak walau mungkin yang berbuat ini hanya satu orang dengan tujuan meramaikan suasanna, sesuai dengan apa yang pernah kakang mas sukra tanyakan pada yang punya bayangan semu lebih dari satu.

    Dengan suasana yang ramai seperti ini apakah tujuan dari padepokan ini sudah tercapai.

    Sebernarnya tanpa perselisihan yang di buat untuk meramaikan suasanapun padepokan ini sudah ramai sendiri, tetapi dengan suasana yang adem ayem dan menyenangkan.

    Ini merupakan unek-unek yang ada Ki GD, semoga podepokan ini terus berkembang dengan suasana yang menyenangkan. mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan..

    Trima kasih selalu untuk Ki GD, Nyi Retma, Ki Arema, Ki Herri Warsono, Ki Kasdullah dan Kang Mas Sukro.

  13. setuju dengan dik_nunu …..
    dulu suasana di padepokan adem ayem … saling membantu memecahkan petunjuk2 ki GD dan Ki sukra … poro cantrik pada semangat … komentarnya menyegarkan … senda gurau nya dalam persodaraan yg saling menghormati ….. aH begitu MeWaRnakaN hari …
    matur suwon ..

  14. Nyi Seno,
    saya usul bagaimana kalau di padepokan ini juga dipasangkan peta yang dapat menunjukkan dari mana saja para cantrik ini berasal. Semoga dengan demikian para cantirk dapat lebih saling mengenal. metur nuwun.

    $$ gimana caranya? mohon diajari. tapi jika kisanak mau klik gambar cantrik yang sedang online maka akan terlihat sebaran dari cantrik padepokan.

  15. bu lik senopati,
    wah, ya peta seperti itu yang saya maksudkan. saya malah baru tahu kalau ternyata sudah ada heheehhe…. tapi biasanya yang saya sering lihat itu petanya sudah terpampang, jadi tidak perlu mengklik ikon cantrik yang online. matur nuwun, bu lik.

  16. gandok kitab 173 terkunci rapat

    komen neng kene wae

  17. Seperti di Buku Nogososro Sabuk Inten
    http://mimbar2006.blogspot.com/2006/03/daftar-pemain-nagasasra-dan-sabukinten.html

    disitu dirangkum
    – nama para tokoh utama,
    – Daya Linuwih yang terlibat dalam cerita ini serta pemiliknya
    – Senjata yang terlibat dalam konflik ADBM

    Ada bagusnya di ADBM juga dibuat demikian.

    # sudah pernah kita bahas Ki Lurah. kalo tidak salah keputusannya adalah ditunda sampai dengan kitab selesai dibagikan. dengan alasan untuk menghindari spoiler. moga Ki Lurah Basman dapat memahaminya.

  18. apakah ada di antara para cantrik yang mengetahui perjalanan ‘cambuk’ sebagai senjata untuk masa sekarang ini apakah masih digunakan? kalau boleh tahu, perguruan-perguruan silat mana saja di masa sekarang ini yang menggunakan cambuk sebagai salah satu senjatanya? mohoon pencerahannya. nuwun

  19. Ki Mentok salah satu perguruan yang menggunakan cambuk hingga sekarang adalah perguruan Jathilan… 🙂 😀 :Mrgreen:

  20. yang saya tahu perguruan yg memakai cambuk adalah perguruan jaran kepang. he he he

  21. Usul :
    Gimana kalau pada keterangan “Halaman Lain”
    dibikin sub dari keterangan tsb
    Maksudnya spt ini :

    Halaman Lain :
    – Halaman Kamus Jawa
    – Halaman Unduh
    – Halaman EYD
    – Halaman Diskusi
    – Halaman Cerita
    – Halaman Statistik
    – Halaman Retype (new)
    – Wisata ADBM

    Bukankah maksud dibikin situs ADBM ini untuk menyebarluaskan virus ADBM, dan memudahkan cantrik2 baru yg baru bergabung mencari/melihat2 apa yg ada di ADBM ini.

    Saya kira keterangan tsb diatas juga menambah daya tarik halaman depan.

    S belum didapat tampilan yang menarik Ki

  22. Mohon bantuannya, bagaimana caranya agar saya mendapatkan seri II-50 sampai dengan seterusnya(saya masih belum bisa mendownloadnya) saya berharap dapat di bantu

    Terima kasih atas perhatiannya

  23. ki Gd saya mohon tulung sanget, kulo mboten saget unduh seri II-50 lan seteruse pripun nggehh.matur nembah nuwun

  24. sugeng dalu ki Gd, matur nembah nuwun kulo pun saget download lan buka file le nipun,mese pinten menit wau trus langsung saget, matur nembah nuwun sanget nggeh

  25. Leren rumiyen ki GD pun Unduh dugi 189, Namung 186 dereng ke panggeh,nembah nuwun

  26. Ngikut gabung ya ki Gede

  27. Setelah baca sampai jilid 250-an di akhir2 kisah selalu dikatakan bahwa Agung Sedayu sering melakukan pengembaraan bersama P.Senopati dan P. Benawa. Bahkan kalimat2 itu terlallu sering disebutkan secara berulang-ulang oleh Ki SHM. Pengembaraan ini sangat mempengaruhi wawasan dan ilmu Agung Sedayu ….

    Nah ….tapi rasa2nya kok kurang tepat. Pengembaraan yang mana yang bareng dengan P Senopati yang berhasil meningkatkan ilmu AG? kalo dengan P Benawa pun ..rasanya kurang tepat juga, P Benawa mengupgrade ilmu AG dengan memberi petunjuk saja ..tidak dengan mengembara bareng …sehingga dapat ilmu kebal racun plus ginkang.

    Berbeda dengan Glagah Putih yang benar2 sering melakukan perjalanan dinas bersama Raden Rangga. Bahkan sering sekali latihan bersama…..tapi tidak dengan AG vs PS+PB…..

    Ada pendapat???

    • He he…

      Namanya saja cerita kisanak. Kalau tidak begitu ya tidak seru.

      Kalau pengembaraan, jelas AS sering dengan PS. Perhatikan pada masa sebelum makarnya Sidandi di Menoreh. Memang tidak dijelaskan ada tambahan ilmu, tetapi persahabatan dengan PS tentu menggambarkankan betapa hebatnya AS. Mungkin begitu maksudnya

      Kalau dengan PB, saya kira tidak diceritakan pengembaraaan dengan PB ini. Tetapi memang ada petunjuk untuk meningkatkan ilmu, khususnya kebal racun

      Mungkin mmaksudnya ya itu tadi, tidak banyak orang yang bisa bersahabat dengan pangeran, bahkan yang kemudian jadi raja. Hanya orang-orang hebat atau yang setataran dengan PS dan PB saja yang bisa bersahabat dengan akrab. Kalau petani mpencari rumput, paling hanya dikenal dan disapa saja. Apa begitu ya…, embuhlah…, wong cima kira-kira.

      ya …., seperti di dunia nyata mungkin ada juga yang membanggakan dirinya pada waktu masih remaja sering bermain dengan P. Harto, Gus Dur, Bu Mega, P. Habisi, P. SBY, dll.

      Apapun, apa peduli kita. Cerita sudah dibuat, yang mengarang sudah tidak ada. Kita tinggal menikmati saja, setuju-tidak setuju mau apa lagi. Suka? dibaca, tidak suka? ya lewatkan saja.

      begitu saja kok repot. He he…, maaf

      • Masa perkenalan dan persahabatan AS, PS dan PB, khususnya dengan PS dimulai sejak hadirnya Ki Ageng Pemanahan di Sangkal Putung dan terjadi pertengkaran antara RS vc Sidanti, AS vs Ki Argajaya yang kemudian dibantu RS di Prambanan, berlanjut AS dibawa mencari pangalaman oleh Kiai Gr, makarnya Sidanti di tanah perdikan menoreh, kemudian dilanjutkan dengan ikut babad alas mentaok sampai RS Ngabehi Loring Pasar jumenengan menjadi PS di mataram.

        Pengarang tidak menceritakan secara detil tentang pengembaraan yang dilakukan oleh As, RS dan PB sebagaimana pengembaraan dan penurunan ilmu RR kepada GP, kebetulan diceritakan mendapat tugas khusus dari PS untuk mencari pedhepokan nagaraga.

        Dengan sering menyebut dan bahkan mengulang-ulang tentang pengembaraan AS & PS dengan berbagai laku untuk meningkatkan ilmu kanuragan AS yang tidak digambarkan secara mendetil, mungkin pengarang bermaksud menyerahkan kepada sidang pembaca untuk memaknai, menganalisa dan berkesimpulan. Membaca sebuah hasil karya seseorang menurut hemat saya pribadi toh tidak hanya terpaku pada yang tersurat, tetapi juga yang tersirat.

        Namun semuanya bergantung dari aspek sudut mana sidang pembaca memandang dan memaknainya hasil sebuah cerita, dan semuanya benar, semua juga tidak ada yang salah. Namun toh tetap dicari dan digemari, terbukti satu atau dua hari gak muncul wach, pada sakaw.

        Sebagai contoh ,disinilah menariknya sebelum mendapat jilid lanjutan, sudah mulai dengan bayangan apa yang terjadi selanjutnya, inilah yang tersirat dan belum tersurat.

        Sebagimana Ki Arema, namanya juga cerita.
        aku dewe yo gak reti………embuh ding.

        • Saya dulu membaca ADBM ini mulai jilid 127 …sehingga percaya saja pas dikatakan bahwa bahwa pengembaraan AG dengan PS+PB menambah ilmunya AG. Nah setelah baca dari awal, kok cuman perjalanan ke hutan Mentaok saja yang kira2 berupa pengembaraan AG dan PS. Sedangkan dengan PB malah tidak ada ceritanya.

          Bukannya mau repot mengkritisi cerita ADBM ..tapi ya gitu ..dalam pembuktian …eh ternyata tidak terbukti …:D

          Malah baru tahu bahwa ilmu AG yang aneh2 malah datangnya dari kitab Ki Waskita yang malahan jarang disebut-sebut dibandingkan dengan PS+PB …

          Ini karena saya mulai baca dari tengah …dan saat dimulai dari awal hingga ke tengah lagi …ya gitu deh …kesannya.

  28. Mas DD dan rekan2 adbmers

    mohon cara buka setelah hal 141 dst ngak bisa dibuka hanya ada hal 1.2….10

    nah saya ngak bisa baca,

    mbok yao diterangkan step by step cara buka agar tidak ketinggalan

    tulung yo yg ngerti, klo ada yg punya copy-an dlm bentuk wordpdf juga boleh…

    sudah keteteran nih….

    kirim ke my71joe@yahoo.co.id

    terima kasih

  29. Enyong ndue abby fine reader versi portablenya, lali link gon ngunduh, nek gelem email enyong, mahesa_as77@yahoo.com

  30. Untuk menutup rasa penasaran para Cantrik, sepertinya perlu dibuat tim untuk meneruskan ADBM yang terpenggal karena berpulangnya Ki SH Mintardja. Dari hasil peneropongan telik sandi banyak para Cantrik yang mumpuni untuk membuat kisah yang menarik dengan gaya bahasa yang tidak jauh berbeda dengan ADBM. Gimana Nyi Seno, Ki Gede dan poro Pinisepuh Padepokan, nuwun sewu kalau usulan ini tidak bermutu !

    • saya setuju dengan usulan ki jokowono. sekaligus untuk menjawab beberapa pertanyaan yang menggelitik sepanjang petualangan glagah putih & rara wulan (sd buku iv-82), misalnya:

      – bagaimana nasib sabungsari, apakah jadi menikah
      – apa saja kegiatan ki ajar gurawa dengan kelompok gajah liwungnya
      – berkali-kali dalam petualangannya, glagah putih & rara wulan mondar-mandir ke mataram, tetapi hampir atau tidak pernah mengunjungi orang tua/mertuanya. bagaimana hubungannya mereka, juga dengan raden tejaprabawa.
      – dll.

      sokur kalau hal-hal tsb sudah diungkap hingga buku iv-96. atau bisa dipertimbangkan untuk diungkapkan dalam buku iv-97 dan seterusnya yang disusun oleh para cantrik mumpuni dan pinisepuh padepokan adbm.

      semoga bermanfaat.

  31. mau tanya ,
    ini kok susah banget di download ya,
    udah pake cara yang diperintahkan tapi tetep ga bisa,
    padahal pengen banget,
    hhe

    tiap download yang muncul cuma gambar,
    itu solusinya gmna ya ,
    maturnuwun

    • Kalau software sudah diunduh namun masih ada kendala, biasanya unduhan tidak sempurna (saya sering alami itu). Biasanya, itu cuma soal koneksi internetnya. Dulu, saya selalu lihat seluruh file sebelum menutup koneksi ADBM. Kalau belum sempurna, saya ulang lagi. Kalau lagi banyak yang unduh, bisa jadi kendala seperti ini muncul.
      Kalau masih penasaran karena belum bisa membaca seluruh kitab ADBM, bisa saja minta kiriman seri ADBM kepada cantrik lain.

  32. Ki GD, Nyi Seno, para cantrik & mentrik, setelah sekian lama hanya bisa mengunduh, tanpa tahu isi dari kitab yang diedarkan, alhamdulillah akhirnya beberapa minggu ini bisa lagi mengikuti perjalanan AS dkk. Tentu saja, walaupun dikebut tetap saja terseok-seok. Perjalanan baru sampai di padepokan Ki Sekar Lawang. Hem, jauh ya?

    Walaupun begitu, perjalanan ini telah ditulis kembali oleh Ki Pede’ep untuk koleksi. Bagi yang berminat, silakan diunduh di (bagian 31 dari 40):
    http://www.4shared.com/dir/21388075/285f6f90/AdBM_IV_001-010.html

    • (bagian 32 dari 40)
      http://www.4shared.com/dir/21866352/b3631f79/AdBM_IV_011-020.html

      • ADBM IV_21 sampai seterusnya di,ana kang

        • Buka halaman 2, ada komen Nyi Seno…trs klik pada garis penghubung hari-hari….monggo !

        • Oops. punten ah. belum sempat di upload. Lagi termenung di gandok IV-96, bersama cantrik lain yang sepertinya sedang “Menunggu Godot”. Dengan lakon yang lain 🙂

          Insya Allah secepatnya ditayangkan.

          • okey… tank tunggu kang !!!!

    • (bagian 33 dari 40)
      http://www.4shared.com/dir/23049513/fdea462b/AdBM_IV_021-030.html
      Monggo. Semangat lagi setelah ada PdLS

      • trima kasih ki sunda, tak tunggu lanjutannya okey ????

        • KI Sunda mana lanjutan dari ADBM 31 versi PDF,

          • Ma’af. Belum sempat konversi. Insya Allah, akan diupload segera. Mohon bersabar. 🙂

            • Retype ADBM IV tetep jalan terus kan Ki ?

    • (Bagian 33 dari 40)
      http://www.4shared.com/dir/25628310/e21b2fc1/AdBM_IV_031-040.html

      Akan diunggah per kitab.

      • seharusnya bagian (bagian 34 dari 40)

  33. to ki sunda & all AdBMers..
    Trims berat buat para sepuh/pinisepuh padepokan dan AdBMers semuanya atas usaha yang sangat luar biasa dalam mewujudkan blog AdBM yang kita cinta ini..
    Trims juga buat ki Sunda..atas konversi filenya..cozz terus terang dengan keterbatasan Piranti yang saya punya jadi agak kesulitan membuka file dengan eksistensi yang rumit (djv,dll)..
    Teriring salam&doa
    dodo

  34. apakah ada setelah episode ke 396

  35. saya penggemar baru,tidak tahu banyak tentang intrnet,tapi kayaknya nyaman yang sekarang.hatur nuhun ka kang dd.

  36. Saya agak bingung dengan AdBM buku yang ke 100 ini karena tidak ada tampilan apa-apa.. Apakah buku ini sudah tergabung di buku 99 atau 101 ya? karena kalo dibaca itu rasa2nya ngurut ga ada alur cerita yang hilang. Mohon penjelasan kepada para Senopati yang tahu masalah ini. Terima kasih…
    ttd:
    Cantrik angkatan 2010

    • mohon maaf… maksudnya buku ke 300, bukan yang ke 100, Tks..

      • lho iya…

        wah ki gede, nyi seno, ki seno.. kosong ini lho halaman 300..

        ki agung pw, sementara bisa unduh di gandok fb-nya ki zacky, ini alamatnya..

        http://www.4shared.com/file/L8r27Sln/adbm-300.html

      • Gak kosong kok
        tinggal klik halaman 2, dapet deh…

  37. masih kosong kok ki…

    ini alamatnya https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-IV-00/

    isinya : Maaf, tidak ada tulisan yang memenuhi kriteria Anda.

  38. Butuh pencerahan nih Ki. Setelah sekian minggu compie rewel, akhirnya sekarang dah sembuh. Dan harus instal ulang semua aplikasi termasuk ABBY Reader.

    Ada masalah ketika melakukan retype. Waktu check spelling, dictionary language-nya saya setting ke ‘Indonesian’ selalu kembali ke ‘English’.
    Bagaimana setting-nya agar ‘dictionary language’-nya tetap ‘Indonesian’ ?

    Tulungin saya Ki, kasihan juga para cantrik yg menunggu lama di gandok 373.

    Matur nuwun sak derengipun…

  39. Butuh pencerahan nih Ki. Setelah sekian minggu compie rewel, akhirnya sekarang dah sembuh. Dan harus instal ulang semua aplikasi termasuk ABBY Reader.

    Ada masalah ketika melakukan retype. Waktu check spelling, dictionary language-nya saya setting ke ‘Indonesian’ selalu kembali ke ‘English’.
    Bagaimana setting-nya agar ‘dictionary language’-nya tetap ‘Indonesian’ ?

    Tulungin saya Ki, kasihan juga para cantrik yg menunggu lama di gandok 373.

    Matur nuwun sak derengipun…

  40. test

  41. wah rame banget nih ..

  42. Saya kenal cerita ADBM ini sejak kecil. Ayah saya sendiri kebetulan penggemarnya. Berawal dari pinjam-pinjam ke teman, akhirnya beliau rutin beli bukunya di terminal Senen. Saya, karena senang baca, melihat ada buku nganggur (setelah dibaca ayah saya, bukunya diletakkan di meja kerjanya) ikutan baca. Tapi karena mulai ngikutin cerita ini di pertengahan, yang lebih terasa dekat adalah Glagah Putih, bukan Agung Sedayu. Sampai-sampai berangan-angan, seandainya punya kakak laki-laki seperti mereka. hehehe… Saat SMA, ayah tidak pernah lagi beli buku ADBM, mungkin waktu itu Kiai S.H. Mintardja juga sudah wafat, dan saya tidak pernah lagi baca cerita ini. Tapi para tokohnya tetap hidup dalam kenangan saya. Beberapa hari yang lalu, saat sedang iseng mencari info tentang ‘Bukit Menoreh’ ketemu situs ini. Senangnya… bukan main. Apalagi bisa baca ceritanya legkap dari awal. Cuma… saya gak pernah bisa downloadnya. Jadi terpaksa sabar, kopas cerita di blog ini ke file word di laptop. Gpp… yang penting tetep ketemu ‘teman lama’. Terimakasih untuk Mas Rizal, Senapati dan para ADBMers, karena telah menghidupkan kembali cerita ini di dunia maya.

    • mbakyu kinanti ini adiknya mas kumambang ya ?

      • bukan mas. kakak laki-laki saya satu-satunya namanya aris, bukan kumambang. dan dia, setahu saya, bukan penggemar kisah ini. salam kenal dari tangerang…

        • Ikut kenalan dunk .

  43. bukan mas. kakak laki-laki saya satu-satunya namanya aris, bukan kumambang. dan dia, setahu saya, bukan penggemar kisah ini. salam kenal dari tangerang…

    • ..Ikutan kenalan donk….apa mbaknya masih ga bisa download ?
      dipadepokan sini banyak koq petunjuk cara downloadnya…

      • Oh sudah, mas. Saya malah sudah gabung di grup FBnya. Soalnya saya gak sabar pengen baca akhir ceritanya, karena belum tersedia format doc hasil retype (kalau tidak salah retype ‘terhenti’ di pertengahan cerita), saya cari linknya. Hasil baca-baca komen, dapet deh! Akhirnya semua format djvunya sudah saya download. Terima kasih perhatiannya, ki.

        • Wah….kalo gitu bisa gabung juga dong dilinknya padepokan ini…sekedar info semua karya SHM ada disini, padepokan induk adalah Adbm, kemudian gandok kanan Pelangi Singosari, gandok kiri Gagakseta disini ada terusannya Adbm …

          • kalo ki kartu ini adiknya siapa ya wkkkk

            • adiknya Kangnjeng Kyai Menggung .

  44. lho…., gambarnya kok hilang ya?
    sepertinya dulu ada gambarnya
    he he he …..

    • jangan2…ada yang ngembek…eh…ngambik ! 😀

      • iya dulu ada gambarnya mancal warna

        • sama mancal….sepeda ! 😀

          • Ssssstt, gandok sini hora pareng gawe dodolan, eeh kleru….hiks,

            ono woro2 sing unine kayak ngene :
            “Untuk menampung ide, gagasan, kritik, dlsb, para ADBMers bisa menggunakan halaman,pripitan,sentong ini”

          • kalo sekedar manCAL ide….bolehLAH !!!

            ki Karto, ki AS….bisa lanjut melanjutken
            pancal-pancalan, 🙂 😀

  45. Kula nuwun ndherek tetepangan…

  46. para sedherek Ki Sadewa itu sebenarnya sinten …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: