Woro-woro di buku 167 dan 168

Kisanak semuanya..

Panjenengan pernah retype rontal ADBM ?

Silahkan sampaikan kesan dan cerita seputar retype ADBM di halaman ini. Perlu diketahui, bahwa retype merupakan salah satu bentuk dukungan kita terhadap padepokan ini dan khususnya pada karya besar SH Mintardja.

Retype bukan hanya ketik ulang. Tapi juga mengedit, terutama di jilid-jilid awal dimana masih memakai ejaan lama. Membaca kembali, karena terkadang banyak kesalahan cetak atau pun perulangan alinea. Sehingga setelah pekerjaan retype dilakukan, Ki GD masih menyempatkan diri untuk mengecek kadar kesalahan yang ada. Ini lah yang membuat keluarnya ADBM ketikan agak lama dari pada yang dalam bentuk DJVU.

Namun, apakah lamanya retype dan proofiing boleh membuat Kisanak mencaci maki padepokan dan menggunakan kata-kata kotor ? Jangan-jangan itu juga yang membuat mas Rizal menutup padepokannya. Apakah kebaikan cantrik-cantrik yang sudah nyeken, ngetik ulang, ngedit, unggah, dan sharing info tentang ADBM menjadikannya itu HAK kita untuk menuntut cepat ?

Boleh saja mengulik-ulik supaya kitab segera dikeluarkan.. itu wajar. Tapi jika kata-kata kotor dan kurang ber-etika yang disemburkan.. menurut Senopati, itu sudah kelewatan.

Mohon maaf.

Bukan bermaksud berkeluh kesah atau apa pun namanya. Kitab tetap diusahakan terbit tiap hari. Namun retype tidak bisa secepat itu. Sekali lagi ini semata-mata perlu waktu yang lebih lama untuk proofing. Bagi Kisanak yang pernah retype sejak jaman Ki Rizal atau jaman adbm2 .. Senopati kangen saat-saat itu.

Selamat membaca Kisanak. Tetap tersenyum 🙂 dan jangan lupa mesu diri. Monggo

ttd
Senopati

Nb : komen kotor tidak akan Kisanak baca karena sudah Senopati hapus. dan penulis komen juga baru sekali komen.

Sumber : Buku 167 dan 168

Api di Bukit Menoreh

Blog ini dihadirkan sebagai bagian dari misi ambisius yaitu untuk menghadirkan API DI BUKIT MENOREH (ADBM), adi cerita milik bangsa sendiri, ciptaan sang maestro, Singgih Hadi Mintardja atau SH Mintardja, ke dunia siber. Meskipun ada beberapa situs yang menyediakan cerita ADBM, saya harus menyebut Mas Rizal adalah pelopornya. di sini.

Tidak hanya ia yang memulai pertama kali, tetapi saya berkeyakinan bahwa ADBM di situs lain mengambil bahan dari blognya Mas Rizal. Kini blog API DI BUKIT MENOREH-nya Mas Rizal vakum beberapa lama. Mas Rizal sendiri, entah kemana, entah dimana, entah bagaimana, tidak ada kabar beritanya. Komunitas ADBM sudah lama menantikan, merindukan Mas Rizal. Kita semua berharap bahwa Mas Rizal dalam keadaan sehat wal afiat tak tak kurang suatu apa.

Sementara menanti kemunculan kembali Mas Rizal, dengan semangat pasukan Sangkal Putung, kami mencoba melanjutkan ADBM ini. Sebelumnya, kami sempat bermarkas sebentar di http://adbm2.wordpress.com yang masih berpenampilan seadanya dan compang-camping. Lalu, kami pindah ke sini. Anakmas Sukra-lah yang telah menyediakan markas yang cantik ini. Semoga kehadiran blog ini mampu menjadi penawar bagi kerinduan kita pada Mas Rizal. Lebih jauh, semoga bisa menjadi bagian proyek ambisius tersebut.

Karya: S.H. Mintardja
Gambar Kulit: Herry Wibowo
Ilustrasi: Sudyono
Penerbit Kedaulatan Rakyat Jogjakarta