Woro-woro di buku 176

Hari Selasa ini (17 Maret 2009), salah satu bebahu padepokan merayakan tanggap warsa. Begitu mendengar bahwa acara akan diadakan di padepokan maka dengan tergopoh-gopoh Ki GD dan bebahu yang lain mengakhiri mesu diri nya. Semoga besok semua bebahu dan para cantrik bisa bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Ki Arema.

Sampaikan ucapan ulang tahun kepada Beliau. Beliau pula lah yang menyediakan beberapa pusaka rontal untuk kita pelajari bahkan berkenan untuk memberikan tuntunan langsung berupa retype.

Monggo lho.. yang jago nembang ayo nembang.. yang jago nari ayo nari.. yang jago puisi nggih monggo. Kita ramaikan padepokan dengan keahlian yang kita punya.

Siapkan diri masih ada waktu untuk mencari kado.

Komentar akan dibuka tepat pukul 00.01 WM (Waktu Mataram)  nanti malam
(semoga kitab juga sudah siap diwedar saat itu :) )

Sumber : buku 176

Iklan

Woro-woro di buku 167 dan 168

Kisanak semuanya..

Panjenengan pernah retype rontal ADBM ?

Silahkan sampaikan kesan dan cerita seputar retype ADBM di halaman ini. Perlu diketahui, bahwa retype merupakan salah satu bentuk dukungan kita terhadap padepokan ini dan khususnya pada karya besar SH Mintardja.

Retype bukan hanya ketik ulang. Tapi juga mengedit, terutama di jilid-jilid awal dimana masih memakai ejaan lama. Membaca kembali, karena terkadang banyak kesalahan cetak atau pun perulangan alinea. Sehingga setelah pekerjaan retype dilakukan, Ki GD masih menyempatkan diri untuk mengecek kadar kesalahan yang ada. Ini lah yang membuat keluarnya ADBM ketikan agak lama dari pada yang dalam bentuk DJVU.

Namun, apakah lamanya retype dan proofiing boleh membuat Kisanak mencaci maki padepokan dan menggunakan kata-kata kotor ? Jangan-jangan itu juga yang membuat mas Rizal menutup padepokannya. Apakah kebaikan cantrik-cantrik yang sudah nyeken, ngetik ulang, ngedit, unggah, dan sharing info tentang ADBM menjadikannya itu HAK kita untuk menuntut cepat ?

Boleh saja mengulik-ulik supaya kitab segera dikeluarkan.. itu wajar. Tapi jika kata-kata kotor dan kurang ber-etika yang disemburkan.. menurut Senopati, itu sudah kelewatan.

Mohon maaf.

Bukan bermaksud berkeluh kesah atau apa pun namanya. Kitab tetap diusahakan terbit tiap hari. Namun retype tidak bisa secepat itu. Sekali lagi ini semata-mata perlu waktu yang lebih lama untuk proofing. Bagi Kisanak yang pernah retype sejak jaman Ki Rizal atau jaman adbm2 .. Senopati kangen saat-saat itu.

Selamat membaca Kisanak. Tetap tersenyum 🙂 dan jangan lupa mesu diri. Monggo

ttd
Senopati

Nb : komen kotor tidak akan Kisanak baca karena sudah Senopati hapus. dan penulis komen juga baru sekali komen.

Sumber : Buku 167 dan 168