Woro-woro buku 184

Ki Sanak ..
pada buku 184 ini ada tokoh baru yang muncul. Satu tokoh yang menarik baik dari sisi olah kanuragan maupun dari sisi kejiwaannya. Menarik.. karena sejarah tidak terlalu mencatatnya meski beberapa tempat masih menyebut namanya dengan hormat. Siapa dia ?

Seiring dengan munculnya tokoh baru kita akan kehilangan satu bebahu padepokan. Sebagaimana kita pahami, anakmas Sukra hanya diberi wewenang selama Ki GD, yang tentu saja didampingi Senopati pengapit nya, mesu diri. Dan dengan berakhirnya masa mesu diri ini berakhir pula tugas anakmas Sukra.

sukraSekedar refresh, dan juga buat nambah pengetahuan cantrik-cantrik baru, anakmas Sukra adalah salah satu bebahu awal saat padepokan ini berdiri. Jatuh bangunnya padepokan ini anakmas pahami. Saat padepokan masih 2000 hits per hari hingga sekarang ini yang minimal  8500 hits per hari. Saat masih retype, dibagi per halaman kitab per orang via email, sampai dengan djvu yang satu buku satu hari. Semua pekerjaan juga sudah pernah anakmas Sukra lakukan, dari retype sampai convert ke djvu. Perubahan setting padepokan ini juga beliau yang menjadi ketua panitianya. Dengan begitu besar yang telah dilakukannya, kami mengucapkan banyak terima kasih.

Hal ini agar mendapat perhatian oleh para cantrik baik yang lama maupun yang baru. Teladanilah apa yang sudah dilakukan anakmas Sukra itu. Jangan terlalu menuntut banyak kepada bebahu padepokan. Lakukanlah terus apa yang bisa kita lakukan untuk padepokan seperti yang selama ini dilakukan anakmas Sukra. Baik menyebarkan virus, retypeconvert, mengirim photo/gambar, maupun menulis komentar. Semata-mata demi ADBMers dan penyebaran filsafat SHM.

Akhir kata,
matur nuwun.. terimakasih buat para cantrik semua.

Ini kitab 184.

Monggo.

ttd
Senopati

Sumber : Buku 184

Published in: on 24 Maret 2009 at 13:51  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , , ,

Api di Bukit Menoreh

Blog ini dihadirkan sebagai bagian dari misi ambisius yaitu untuk menghadirkan API DI BUKIT MENOREH (ADBM), adi cerita milik bangsa sendiri, ciptaan sang maestro, Singgih Hadi Mintardja atau SH Mintardja, ke dunia siber. Meskipun ada beberapa situs yang menyediakan cerita ADBM, saya harus menyebut Mas Rizal adalah pelopornya. di sini.

Tidak hanya ia yang memulai pertama kali, tetapi saya berkeyakinan bahwa ADBM di situs lain mengambil bahan dari blognya Mas Rizal. Kini blog API DI BUKIT MENOREH-nya Mas Rizal vakum beberapa lama. Mas Rizal sendiri, entah kemana, entah dimana, entah bagaimana, tidak ada kabar beritanya. Komunitas ADBM sudah lama menantikan, merindukan Mas Rizal. Kita semua berharap bahwa Mas Rizal dalam keadaan sehat wal afiat tak tak kurang suatu apa.

Sementara menanti kemunculan kembali Mas Rizal, dengan semangat pasukan Sangkal Putung, kami mencoba melanjutkan ADBM ini. Sebelumnya, kami sempat bermarkas sebentar di http://adbm2.wordpress.com yang masih berpenampilan seadanya dan compang-camping. Lalu, kami pindah ke sini. Anakmas Sukra-lah yang telah menyediakan markas yang cantik ini. Semoga kehadiran blog ini mampu menjadi penawar bagi kerinduan kita pada Mas Rizal. Lebih jauh, semoga bisa menjadi bagian proyek ambisius tersebut.

Karya: S.H. Mintardja
Gambar Kulit: Herry Wibowo
Ilustrasi: Sudyono
Penerbit Kedaulatan Rakyat Jogjakarta