Woro-woro di kitab 193

Nampaknya semakin banyak cantrik yang kritis terhadap “lubang-lubang” dalam cerita Api Di Bukit Menoreh. Hal ini menunjukkan semakin berkembangnya pola pikir kita dan juga menunjukkan betapa besar rasa memiliki terhadap cerita Api Di Bukit Menoreh.

Senopati mengusulkan permainan yang menarik.

Silakan Ki Sanak yang merasakan ada kejanggalan dalam cerita, untuk mengungkapkan kegelisahannya dalam bilik komentar. Dengan dibatasi bahwa kejanggalan di kitab tertentu, misal 193, ya hanya boleh di komentari di halaman kitab itu berada. Maksudnya, jangan kejanggalan di kitab 100 diungkap di bilik komentar 193.

Nah terus siapa yang akan menanggapinya?

Ya para cantrik juga.

Kita disini tidak ada yang lebih pandai dari yang lain. Silakan mencoba memahami dari sosok penulisnya atau dari sisi sejarah saat itu atau dari budaya setempat, dan sebagainya untuk meng-counter kejanggalan yang diungkapan. Mohon kedewasaannya untuk tidak Out Of Topics (OOT). Sudah paham ??

Nama permainan ini Devil’s Advocate.

Monggo.

ttd

Senopati

Iklan
Published in: on 2 April 2009 at 05:35  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,

Api di Bukit Menoreh

Blog ini dihadirkan sebagai bagian dari misi ambisius yaitu untuk menghadirkan API DI BUKIT MENOREH (ADBM), adi cerita milik bangsa sendiri, ciptaan sang maestro, Singgih Hadi Mintardja atau SH Mintardja, ke dunia siber. Meskipun ada beberapa situs yang menyediakan cerita ADBM, saya harus menyebut Mas Rizal adalah pelopornya. di sini.

Tidak hanya ia yang memulai pertama kali, tetapi saya berkeyakinan bahwa ADBM di situs lain mengambil bahan dari blognya Mas Rizal. Kini blog API DI BUKIT MENOREH-nya Mas Rizal vakum beberapa lama. Mas Rizal sendiri, entah kemana, entah dimana, entah bagaimana, tidak ada kabar beritanya. Komunitas ADBM sudah lama menantikan, merindukan Mas Rizal. Kita semua berharap bahwa Mas Rizal dalam keadaan sehat wal afiat tak tak kurang suatu apa.

Sementara menanti kemunculan kembali Mas Rizal, dengan semangat pasukan Sangkal Putung, kami mencoba melanjutkan ADBM ini. Sebelumnya, kami sempat bermarkas sebentar di http://adbm2.wordpress.com yang masih berpenampilan seadanya dan compang-camping. Lalu, kami pindah ke sini. Anakmas Sukra-lah yang telah menyediakan markas yang cantik ini. Semoga kehadiran blog ini mampu menjadi penawar bagi kerinduan kita pada Mas Rizal. Lebih jauh, semoga bisa menjadi bagian proyek ambisius tersebut.

Karya: S.H. Mintardja
Gambar Kulit: Herry Wibowo
Ilustrasi: Sudyono
Penerbit Kedaulatan Rakyat Jogjakarta