Woro-woro dari buku 165

Seorang cantrik yang bernama Ki Decky Lihu yang tinggal di Banjarmasin, sempat melakukan napak tilas ke Mataram dengan keluarganya. Serta berkenan membagikan pengalamannya kepada Ki GD dan para kadang sekalian sebagai berikut :

Ki GD yang baik,

Liburan sekolah akhir tahun kemarin sengaja saya ajak anak-anak ke Jogya, mencoba melihat sekaligus napak tilas ke makam R. Sutawijaya, Ki GD Pemanahan, Sultan Hadiwijaya, serta ke kampung ndalem. Berikut saya kirim foto2 tersebut. Akan tetapi foto di dalam makam tidak ada karena tidak diperbolehkan. Sayang, tidak sempat napak tilas ke sangkal putung dan menoreh, dan lebih sayang lagi saya pulang ke banjarmasin tanggal 5 januari, seandainya ditunda satu – dua hari saja mungkin sempat menghadiri pemakaman Ny. Soehartini.
Mohon pencerahan dimana tepatnya letak situs sangkal putung dan menoreh saat ini ?
Terima kasih atas pencerahannya dan atas segala kebaikan Ki GD.

Decky Lihu – Banjarmasin

ki-decky

Berikut adalah photo-photonya :
Di lokasi petilasan
lokasi

situs

lokasi-menu

Batu Gilang
batu-gilang

Batu Gatheng
batu-gatheng

Batu Genthong
batu-genthong

Makam Raja-raja
makam-raja

di-gerbang-dengan-ki-juru

ruang-dalam

Sumber : Buku 165

Iklan

Ular-ular di buku 107

Pernah denger tentang mesin waktu ?
Jika ada yang namanya mesin waktu, kita bisa pergi ke manapun tempat yang ingin kita tuju dalam sekejap. Bahkan pergi ke kapan pun tempat yang ingin kita capai, misalnya pergi ke Alas Mentaok dimana kerajaan Mataram sedang mulai berdiri.
Wah tentu sangat mengasyikkan.

Ato .. kita bisa pake ilmu Ngrogoh Sukmo. Ilmu langka yang mungkin saja dimiliki oleh beberapa cantrik disini. Namun sayangnya cuma sukma kita aja yang berjalan-jalan. Sedang raga kita tidak. Apesnya lagi kalo di Mataram kita tersesat karena tidak tahu jalan. Kalo Mataram sekarang (baca : Jogja) tentu banyak terdapat petunjuk jalan. Nah kalo jaman Mataram dulu ??? Bisa-bisa raga kita yang sedang kosong diisi oleh sukma-sukma yang gak jelas.

Tapi jangan khawatir, Ki Gede telah memberikan peta Mataram pada para cantrik. Jadi tidak usah takut tersesat. Silakan diunduh. Oh ya, kitab 107 sekarang ada dibelakangnya.

Monggo.

Nb : juga ditulis disini.

Api di Bukit Menoreh

Blog ini dihadirkan sebagai bagian dari misi ambisius yaitu untuk menghadirkan API DI BUKIT MENOREH (ADBM), adi cerita milik bangsa sendiri, ciptaan sang maestro, Singgih Hadi Mintardja atau SH Mintardja, ke dunia siber. Meskipun ada beberapa situs yang menyediakan cerita ADBM, saya harus menyebut Mas Rizal adalah pelopornya. di sini.

Tidak hanya ia yang memulai pertama kali, tetapi saya berkeyakinan bahwa ADBM di situs lain mengambil bahan dari blognya Mas Rizal. Kini blog API DI BUKIT MENOREH-nya Mas Rizal vakum beberapa lama. Mas Rizal sendiri, entah kemana, entah dimana, entah bagaimana, tidak ada kabar beritanya. Komunitas ADBM sudah lama menantikan, merindukan Mas Rizal. Kita semua berharap bahwa Mas Rizal dalam keadaan sehat wal afiat tak tak kurang suatu apa.

Sementara menanti kemunculan kembali Mas Rizal, dengan semangat pasukan Sangkal Putung, kami mencoba melanjutkan ADBM ini. Sebelumnya, kami sempat bermarkas sebentar di http://adbm2.wordpress.com yang masih berpenampilan seadanya dan compang-camping. Lalu, kami pindah ke sini. Anakmas Sukra-lah yang telah menyediakan markas yang cantik ini. Semoga kehadiran blog ini mampu menjadi penawar bagi kerinduan kita pada Mas Rizal. Lebih jauh, semoga bisa menjadi bagian proyek ambisius tersebut.

Karya: S.H. Mintardja
Gambar Kulit: Herry Wibowo
Ilustrasi: Sudyono
Penerbit Kedaulatan Rakyat Jogjakarta