Ular-ular buku 143

Blog ini dihadirkan sebagai bagian dari misi ambisius yaitu untuk menghadirkan API DI BUKIT MENOREH (ADBM), adi cerita milik bangsa sendiri, ciptaan sang maestro, Singgih Hadi Mintardja atau SH Mintardja, ke dunia siber.

Kalimat itu ada dibagian awal padepokan ini. Mungkin para cantrik terlewat ketika memasuki regol padepokan. Kalimat ini menegaskan bahwa tidak ada kamukten atau pamrih pribadi yang ingin diperoleh Ki GD dengan diadakannya padepokan ini. Sama sekali tidak. Jadi mohon tidak diperpanjang dengan menjelek-jelekkan orang lain. Boleh saja membuat kalimat-kalimat yang bertujuan membuat kitab segera diedarkan. Tetapi mohon agar lebih disaring lagi. Tidak semua cantrik bertelinga tebal ada beberapa yang berkuping tipis sehingga terkadang ledekan bisa dianggap sebagai ejekan.

Juga bayangan-bayangan semu yang beberapa kali ditonjolkan. Dengan memberikan link-link atau tautan-tautan palsu, Ki GD mohon agar lebih dikurangi. Banyak yang merasa bahwa itu pintu buntulan. Tapi sekali lagi Ki GD nyatakan bahwa cuma sekali dan cuma sekali saja pernah terjadi pintu buntulan itu diterobos. Tidak akan terjadi lagi.

Dan akhirnya, sesuai rencana semula, dengan ini Kitab 143 diedarkan.

Monggo.

Update :
Terimakasih sekali kepada Ki Banuaji atas ketikan untuk jilid 143. Ini lah yang Senopati sebut, “jika kayu bakar habis ya segera memotong kayu.”

Sumber : Buku 143

Iklan
Published in: on 15 Maret 2009 at 18:17  Comments (1)  
Tags: , , , , , , , ,