Woro-woro di kitab 194

Devil’s Advocate .. ada kah yang bisa memberikan definisi yang bagus ?

Ki Widura telah memberikan definisi yang sangat jelas dan gamblang tentang Devil’s Advocate. Demikian juga Ki Djojos danKi Anggara.

“Jadi secara sederhana Devil’s Advocate bisa didefinisikan sbb: Pengacara yang menentang posisi lawan, namun hanya sekedar menguji keabsahan posisi tersebut.”

Contoh sederhana adalah Ki Sanak berperan sebagai dosen penguji skripsi untuk teman yang akan diuji besok pagi. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pedas berupa kelemahan dalam skripsinya, Ki Sanak telah berusaha mencari kelemahan dari skripsi teman Ki Sanak itu dan kemudian bersama-sama menutupinya dengan solusi sehingga bisa ada perbaikan.

Pertanyaan Ki tqmrk :

hal ini juga janggal: nasib Ki Pringgajaya. Tapi, bgmn akhir kisah Ki Pringgajaya? apa Ki SHM lupa?

bisa dijadikan permulaan untuk memulai permainan ini.

jawabannya bisa seperti ini :
dalam suatu cerita adalah wajar untuk memunculkan tokoh yang kemudian dilupakan. hal ini bisa karena :

  1. si tokoh, Pringgajaya, dimasukkan untuk memperkenalkan sosok Tumenggung Prabadaru, semacam tokoh antara untuk memunculkan tokoh utama ; atau
  2. Pringgajaya memang belum dimunculkan lagi. karena akan dijadikan tokoh dalam peristiwa yang lain. atau disimpan untuk menjadi tokoh kunci sebuah alur cerita lain; atau
  3. kan emang sudah mati di sungai ; atau
  4. jika setiap tokoh yang muncul harus diceritakan matinya ya malah jadi biografi dong.
  5. dll

Inilah yang Senopati maksud sebagai permainan Devil’s Advocate dimana kita sebagai penggemar Api Di Bukit Menoreh bersama-sama belajar memahami serial ini. Dengan mencari lubang-lubang cerita ADBM  untuk kemudian menutupi kelemahan itu :)

Akhir kata, sekali lagi terima kasih untuk Ki Widura atas penjelasannya.

Wajar dong .. kalo kitab 194 dititipkan kepada beliau.

Iklan

Woro-woro di kitab 193

Nampaknya semakin banyak cantrik yang kritis terhadap “lubang-lubang” dalam cerita Api Di Bukit Menoreh. Hal ini menunjukkan semakin berkembangnya pola pikir kita dan juga menunjukkan betapa besar rasa memiliki terhadap cerita Api Di Bukit Menoreh.

Senopati mengusulkan permainan yang menarik.

Silakan Ki Sanak yang merasakan ada kejanggalan dalam cerita, untuk mengungkapkan kegelisahannya dalam bilik komentar. Dengan dibatasi bahwa kejanggalan di kitab tertentu, misal 193, ya hanya boleh di komentari di halaman kitab itu berada. Maksudnya, jangan kejanggalan di kitab 100 diungkap di bilik komentar 193.

Nah terus siapa yang akan menanggapinya?

Ya para cantrik juga.

Kita disini tidak ada yang lebih pandai dari yang lain. Silakan mencoba memahami dari sosok penulisnya atau dari sisi sejarah saat itu atau dari budaya setempat, dan sebagainya untuk meng-counter kejanggalan yang diungkapan. Mohon kedewasaannya untuk tidak Out Of Topics (OOT). Sudah paham ??

Nama permainan ini Devil’s Advocate.

Monggo.

ttd

Senopati

Published in: on 2 April 2009 at 05:35  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,