Surat Cinta dari Ki Gd

Surat Cinta Ki Gd

Laman: 1 2

Published in: on 8 September 2009 at 11:18  Comments (102)  
Tags: , , , , , , ,

Woro-woro di kitab 193

Nampaknya semakin banyak cantrik yang kritis terhadap “lubang-lubang” dalam cerita Api Di Bukit Menoreh. Hal ini menunjukkan semakin berkembangnya pola pikir kita dan juga menunjukkan betapa besar rasa memiliki terhadap cerita Api Di Bukit Menoreh.

Senopati mengusulkan permainan yang menarik.

Silakan Ki Sanak yang merasakan ada kejanggalan dalam cerita, untuk mengungkapkan kegelisahannya dalam bilik komentar. Dengan dibatasi bahwa kejanggalan di kitab tertentu, misal 193, ya hanya boleh di komentari di halaman kitab itu berada. Maksudnya, jangan kejanggalan di kitab 100 diungkap di bilik komentar 193.

Nah terus siapa yang akan menanggapinya?

Ya para cantrik juga.

Kita disini tidak ada yang lebih pandai dari yang lain. Silakan mencoba memahami dari sosok penulisnya atau dari sisi sejarah saat itu atau dari budaya setempat, dan sebagainya untuk meng-counter kejanggalan yang diungkapan. Mohon kedewasaannya untuk tidak Out Of Topics (OOT). Sudah paham ??

Nama permainan ini Devil’s Advocate.

Monggo.

ttd

Senopati

Published in: on 2 April 2009 at 05:35  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,

Woro-woro di buku 167 dan 168

Kisanak semuanya..

Panjenengan pernah retype rontal ADBM ?

Silahkan sampaikan kesan dan cerita seputar retype ADBM di halaman ini. Perlu diketahui, bahwa retype merupakan salah satu bentuk dukungan kita terhadap padepokan ini dan khususnya pada karya besar SH Mintardja.

Retype bukan hanya ketik ulang. Tapi juga mengedit, terutama di jilid-jilid awal dimana masih memakai ejaan lama. Membaca kembali, karena terkadang banyak kesalahan cetak atau pun perulangan alinea. Sehingga setelah pekerjaan retype dilakukan, Ki GD masih menyempatkan diri untuk mengecek kadar kesalahan yang ada. Ini lah yang membuat keluarnya ADBM ketikan agak lama dari pada yang dalam bentuk DJVU.

Namun, apakah lamanya retype dan proofiing boleh membuat Kisanak mencaci maki padepokan dan menggunakan kata-kata kotor ? Jangan-jangan itu juga yang membuat mas Rizal menutup padepokannya. Apakah kebaikan cantrik-cantrik yang sudah nyeken, ngetik ulang, ngedit, unggah, dan sharing info tentang ADBM menjadikannya itu HAK kita untuk menuntut cepat ?

Boleh saja mengulik-ulik supaya kitab segera dikeluarkan.. itu wajar. Tapi jika kata-kata kotor dan kurang ber-etika yang disemburkan.. menurut Senopati, itu sudah kelewatan.

Mohon maaf.

Bukan bermaksud berkeluh kesah atau apa pun namanya. Kitab tetap diusahakan terbit tiap hari. Namun retype tidak bisa secepat itu. Sekali lagi ini semata-mata perlu waktu yang lebih lama untuk proofing. Bagi Kisanak yang pernah retype sejak jaman Ki Rizal atau jaman adbm2 .. Senopati kangen saat-saat itu.

Selamat membaca Kisanak. Tetap tersenyum šŸ™‚ dan jangan lupa mesu diri. Monggo

ttd
Senopati

Nb : komen kotor tidak akan Kisanak baca karena sudah Senopati hapus. dan penulis komen juga baru sekali komen.

Sumber : Buku 167 dan 168

Ular-ular buku 159

kakang kawah adi ari-ari ato kakang pembarep adi wuragil adalah ilmu yang mampu memunculkan sosok bayangan semu sehingga membuat lawan menjadi kebingungan dengan adanya sosok lain yang serupa dengan lawan yang sedang dihadapi.

intinya adalah membuat lawan kebingungan sehingga tidak sempat berpikir wajar.

dua cantrik di padepokan telah mengakui menggunakan ilmu itu dengan alasan tertentu. sukra sebagai petugas saat itu telah menanyakan kepada kedua cantrik tersebut dan juga mengingatkan agar menggunakan ilmu ini bukan untuk membuat onar padepokan dan mereka menyetujuinya.

mereka juga menyadari bahwa jika mereka tidak diperbolehkan untuk ngangsu kawruh di padepokan maka sosok-sosok semu yang mereka ciptakan juga tidak akan dapat ditemui di padepokan lagi. dengan kata lain, jika IP Address mereka di banned oleh akismet maka mereka tidak bisa comment lagi.

jadi ditegaskan lagi. tolong dijaga sosok semu yang hendak diciptakan. hendaknya untuk tujuan baik dan bukan untuk membuat keruh suasana padepokan.

nuwun.

ttd
Senopati

ps : tidak perlu nyebut nama kan ?

Sumber : Buku 159

Ular-ular di buku 136

gila..Ā klik sebanyak 1 juta kali.. untuk padepokan kecil yang baru dibuka ini sangat-sangat menggembirakan.. terlebih lagi banyak cantrik baru.. benar-benarĀ pujian harus disematkanĀ pada para cantrik semua.

ketika Sukra menyampaikan kabar tentang adanya ā€œpadepokan sejuta cantrikā€, Ki Gede langsung berkata ā€ Wow, good news. Bonus Ok.ā€
Ini berarti akan ada bonus (baca: adbm jilid 137) yang diwedar bersamaan dengan diedarkannya kitab 136.

untuk halaman ini kami nyatakan .. dengan iniĀ kitab 136Ā diserahkanā€¦

monggo
(dan matur nuwun sanget)

Sumber : Buku 136

Published in: on 9 Maret 2009 at 10:31  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , , , ,