Buku 41

Koneksi internet Mas Herry lagi letoy. Jilid 41 baru saya terima 1/4 pertama dan 1/4 terakhir.
Jadi mohon maaf kalau kehadiran Jilid 41 agak terlambat.
Nah sambil menantikannya, ada baiknya saya sampaikan juga update informasi retype sehingga para relawan bisa mengantisipasi supaya tidak dobel2:
Proof sudah sampai Jilid 36.
Jilid 37 : Retype + proof (komplit)
Jilid 38 : Retype sampe hal 23 (yg pengen pakai kover ambil aja terus ditempel sendiri)
Jilid 39 : Sudah dibooking Mas Iwan
Jilid 40 : Sudah dibooking Mas Jebeng

Iklan

Laman: 1 2 3 4 5 6

Telah Terbit on 1 November 2008 at 21:31  Comments (18)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/jiid-41/trackback/

RSS feed for comments on this post.

18 KomentarTinggalkan komentar

  1. Sedikit Tips & Trick untuk retype/edit hasil konversi.

    Semoga berguna. Bagi yang sudah expert, silahkan menambahkan kiat-kiatnya. Dengan tips2 ini, proses retype/konvert lebih cepat dan menghemat tenaga.

    Tahap pertama, menurut saya cukup membantu adalah mengcopy seluruh text ke dalam “template”, yaitu contoh buku yang di upload mas D2 di buku 19. Di “template” tersebut sudah ada set up margin, spasi dan paragraph, jadi tinggal edit text saja.

    Tahap kedua:
    Di word, menggunakan menu Find dan di Replace. Replace saya beri tanda ->

    untuk tanda petik buka, tergantung tanda yang muncul di text apakah tanda ~, atau —

    ~(di copy dari text) -> ”

    atau
    — (dicopy dari text) -> ” (tanda petik/kutip buka)

    . — (dicopy dari text) -> .” (tanda petik/kutip tutup)

    atau
    .~ (dicopy dari text) -> .”

    tj -> c (tj diubah c dulu, replace all)
    j -> y (j harus diubah ke y dulu, replace all), baru
    dy -> j
    ch -> kh

    akan2 -> akan-akan
    orang2 -> orang-orang
    benar2 -> benar-benar
    olah2 -> olah-olah
    tiba2, dst -> tiba-tiba
    (karena kata2 ulang tsb ada antara 20 – 40 per buku).

    Kadang-kadang hasil konvert kurang akurat seperti
    adanya tanda tanda yang tidak terbaca.

    Tanda <, ^, ■ atau tanda lainnya, di find (dengan copy dari text) kemudian direplace dengan blank (dihilangkan)

  2. Mau nanya…, biar gaptek juga ga apalah. Kalo ngambil cover jilid 38 di mana ya..? Tararenkyu sebelumnya.

    D2: Kover sudah dipost. Silahkan menikmati.

  3. […] 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49, […]

  4. kok buku Bagian 4: buku-41-60-79 gak bisa dibuka atau disave, pake klik kanan juga gak bisa

    D2: Silahkan coba lagi.

  5. Mas Edy,
    Hasil konvert buku 41 sangat bagus, sangat memudahkan retype.
    Apakah memungkinkan kualitas scan untuk konvert dan untuk di “unggah” dibedakan ya?
    Dengan kualitas scan tinggi, menurut saya hasil konvert akan seperti yang Mas Edy tampilkan.

  6. ohm jebeng…

    Memang selama ini saya selalu coba dan selalu mencoba.

    Salah satu yg mempengaruhi hasil konvertan adalah hasil scan itu sendiri. Apabila hasil scan dari bukunya tidak cacat, dalam arti tidak terpotong huruf2nya, maka converter itu akan bisa menyesuikan font (huruf) yang dibacanya, tentunya seting font dalam converter itu sendiri harus disesuaikan dengan bahan yang akan di convert.

    Yang kedua, yang mempengaruhi hasil convert-an adalah besar file itu sendiri (dalam hal ini adalah resolusinya), semakin besar resolusi akn semakin bagus hasilnya.
    Bahan dalam bentuk DJVU file, yang Ohm DHE DHE tayangkan, resolusinya kecil sekali (Maap Ohm Dhe Dhe). Makanya kalo mengkonvert dari file itu, hasilnya pasti tidak sesuai yang kita harapkan, terutama bagi temen2 yang akan meng-editnya. Mesti banyak kata2 (huruf2) yang harus diketik ulang.
    Tapi, meskipun kecil sizenya, tetapi kalo masih bisa dibaca, maka hasil konvertan masih readable.. dengan catatan sebelum mengkonvert diperbesar dulu size ato resolusinya.

    Salah satu contoh hasil scan yg susah dibaca converter adalah pada buku ADBM 37 hal 14… converter betul2 dibuat binun oleh hasil scanan tersebut.. Lha wong saya sendiri juga binun bacanya hehe.. (Maap Ohm Dhe Dhe, mesti komplen ke Tukang scan-nya)

    Ohm Jebeng,
    Saya perbesar sizenya pake ACDsee. Saya selalu perhatikan hasil resizenya, selama masih belum pecah, akan saya perbesar terus, tujuannya untuk membantu reader membaca dan mengenal huruf per huruf (font) yang ada pada bahan yang akan di convert.

    Ohm Jebeng,
    Kalo ohm perhatikan convertan buku 41, susunan baris kalimat dan alenia, serta spasinya itu, mungkin mirip dengan bahan atau hasil scane bahannya, karena memang pada converter saya set demikian. Jadi akan lebih mudah bagi temen2 yang akan mengeditnya.

    Satu lagi Ohm, sebelum di save ke doc, hasil convert saya save dulu ke txt. Tujuannya untuk menyeragamkan (menyamakan) ukuran font-nya.

    Demikian ohm jebeng, sekedar sharing saja. Mungkin ada temen2 punya cara yang lebih bagus lagi, saya akan ngikuuuuuuttt…..

  7. Aku ada sedikit pengalaman, dengan solo djvu 3.1.
    scan document dengan dengan *tif resolusi 200 colour,
    melalui solo djvu 3.1. simpan dengan resolusi 400 maka akan dihasilkan size kecil resolusi tinggi. (teks terbaca penuh), namun semua juga tergantung kualitas teks master bukunya, karena buku adbm yang tersebut dicetak pada tahun 70 an jadi kebanyakan kualitasnya sudah berkurang banyak teks yang tidak gandeng (berlubang) atau bahkan terbloks hitam.
    Sayang aku tak punya masternya.

  8. Bener Ohm Rudito,
    Memang YANG PALING MEMPENGARUHI, yang pertama adalah masternya (karakter / font apakah sesuai dengan conventer yang dipakai). Makanya pada converter disediakan beberapa pilihan huruf (font), yang nantinya si pengguna tinggal memilihnya.

    Dalam proyek PENAYANGAN ADBM ini kan melewati beberapa tahap. Tahapannya pun kadang berbeda. Tahapan yg dianggap cepat yaitu : Dari me-scane dari masternya (dlm JPG file), terus di convert (yg hasil akhir dalam bentuk doc file), trus di edit, di proof, trus kalo Ohm Dhe Dhe seutuju dgn hasil proof, baru ditayangkan hasilnya… ikut numpang mejeng deh nama yg ikut menyelesaikan (tentunya per buku..hehe)

    Ada tahapan yang paling cepat, yaitu dari me-scan masternya langsung dalam bentuk doc file. Tapi yang ini belum pernah kita lakukan. Kerena menurut saya, tugas yg nyecan akan lebih lama… jadi yg melalui tahap ini tuk sementara kita lupakan. Lagian yang menyediakan diri untuk retype / edit masih banyak… gitu kira2.

    Yang mempunyai pengaruh lainnya yaitu scanernya, apakah scanernya bisa membuat hasil scan-nya sesuai dengan masternya. Kalo hasilnya sudah tidak sesuai, atau tidak utuh bentuk hurufnya (font-nya), maka conventer itu sendiri akan menjadi binun, mau ikut huruf apa? itu mungkin pikiran conventernya.

    Trus masalah resolusi. Hal ini masih bisa diatasi untuk menghasilkan hasil convertan yg readeble. Dengan catatan hasil scan dari masternya tidak terlalu kabur. Jadi nantinya kalo filenya diperbesar tidak seperti kabut di kaca bis ato mobil kalo lagi kena ujan… jadi kalo memandang keluar tidak jelas… gitu kira2

  9. Mas Edy,
    saya msh binun neh.. bgmn caranya resize?
    Contohnya saya punya scan buku 38, misal halaman 54-55 itu besarnya 250 kb. Sudah tak otak atik zoom sampe 300% dan resolusinya sampai 500dpi, waktu di read terus dikonvert hasilnya kok masi pfzxkcfyt gitu…
    sementara masih diakali dipaste di doc terus di pdf, hasil scan agak di melar-kan, tetapi ya itu tadi hasilnya masih perlu banyak edit-an.

    Kasih tahu dong, via email saja kali langkah-langkahnya untuk resize scan dg ACDsee

    D2: Setahu saya Eddy konvert dari file JPG. File JPG itu yg diresize (zoom?) dg ACDsee. Lalu baru dikonvert. Hasilnya memang sangat2 memuaskan.

  10. Lho….????
    Sutawijaya kok ngono ya……?????
    apakah selamanya politik itu kejam…..?????
    (yang bertanya kang Fals)

    • sing njawab sinten ki ?
      (sing jelas dudu aku, soale pas pelajaran niku kula mbolos je)

      • “KEJAM terlihat dari LUAR, SANTUN terasa dari DALAM”

        • koyok pegadaian ki ndul

          • Menghilangkan MASALAH tanpa MASALAH .

            • ki mangku apal tibake 😆

              • sering antri

                • :lol::lol::lol::lol::lol:

                  • oba


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: