Buku IV-26

326-00

Laman: 1 2

Telah Terbit on 7 Agustus 2009 at 15:58  Comments (130)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iv-26/trackback/

RSS feed for comments on this post.

130 KomentarTinggalkan komentar

  1. Absen

    • Numpang ndusel Ki,

      • Monggo, di sekecaaken

        • kulo nggih nderek ndusel dateng mriki..

          • Numpang duduk Ki Jogotirto …
            karo nyambi moco koran

            • Numpang moco koran Ki Widura

              karo nyambi uro-uro

              • nJenengan pilih Pos Kota punopo Suara Merdeka?

                • enduse …l

  2. Ikut di sini aja deh, di gandok sebelah pada ngomongin selingkuh. Dadi isin aku…. Kesindir….

    • Lebih baik kita ngomongin dualingkuh aja yuk!

  3. antri… no 3

  4. Antri No papat ketoke. Tapi ojo melu selingkuh koyo paneran Benowo.

  5. Maksude Pangeran Benowo

  6. Maksudnya sih Pangeran Benowo/ Ki Benowo

  7. antri juga ah.. tapi masih sepi.. 🙂

    • untuk ki gede nyi seno dan para sesepuh adbm saya selalu mengucapkan terima kasih,ternyata cantrik2 adbm tambah hebat2 karena sdh lama menempa diri.. 😀 ..
      antri skalian pamit..
      Salam

      • sakjane sinten tho panjenengan meniko…

        gek tumon ono pandan urip ning sawah….

        • hiks…
          lali karo adike

          • mBoten lali Ki,
            aja-aja Ki Pandanalas lan Ki Pandan Sawah, apa ya tunggal priyayine, tunggal wetone, tunggal pacabrakane…he he he

            • Ni Pandan Sawah tak Lamare wae ;kan mari ….
              Paling-2 Ki Pandanalas, mblayu sipat kuping.

          • Sampun ketingal kok Ki.

            wonten tembung ingkang mboten saget dipun “colong”

            hiks..

        • lhah…kulo niki tangkled saestu,….

          malah didakwo ngangge aji kakang kawah adi ari2…

          pancen awrat dados cantrik mbelink…..

          • hiks… 🙂

            • Ha ha …

              • kok ktawa ki..
                alhamdulillah dah sehat ya ki?jadi rame kalo ada ki arema.slamat berjaga2 ki.. 🙂

                • Alhamdulillah.
                  TQ.

            • Nimas pandan sawah…

              pripun nek tak rewangi ngluku sawahe…hiks

              xixixixixi….

              • ah kau.. 🙂

                • Haiyaa ..
                  kowe ..
                  olang
                  utan

                  ola
                  iso
                  nlucu
                  .

            • wilis…wilis…

              bengi2 koq yo kluyuran neng kene…

              iki jatahe priyayi kakung sing podho “ngrondho”…

              ndang balek,…

              • ya sdh,aku pamit dulu.. 🙂

  8. Melu nyangkruk, absen, dan pastinya ngantri rontal.

    • walah wis suwee banget gak nemu kata cangkruk … nyangkruk … nyuwun sewu ki ismoyo bade tumut nyangkrung wonten mriki angsal nopo mboten njih … matur suwun sakderengipun …
      sampun dangu mboten komen wonten padepokan … salam adbemrs mawon kagem sedoyo …

      • Nyumangga-aken Ki Lazuardi,

        Mangga…..

  9. nomer sepuluh

  10. HadiR … no-74 … he he he

  11. hadiiir

  12. Ternyata gandhok 326 sudah buka. Dalam gambar sampul itu tampak ada perempuan berkelahi menggunakan selendang. Nampaknya itu Wiyati, bukan Rara Wulan. Akan tetapi, siapakah lawannya?

    Saya hanya menebak wong kitab 325 saja belum baca, apabali kitab 326. Hehehe.

  13. Ikut ngantri, Nyi..

  14. antli lagi

  15. Tumben gandhok 326 ini masih sepi. Biasanya kalau lihat gandhok sudah buka, di dalamnya sudah pating dhesek cantriknya.

  16. Ketika Perempuan Selingkuh

    Perselingkuhan adalah insiden terbesar yang bisa jadi penyebab perceraian. Rasanya kita mudah mengerti hal itu.

    Paul Amato, seorang profesor psikologi yang bekerja sebagai penasihat dalam National Healthy Marriage – Amerika Serikat, punya pendapat tentang perselingkuhan secara umum. Yaitu, kesetiaan merupakan pokok utama norma pernikahan, dan pengkhianatan atau perselingkuhan (infidelity) dianggap sebagai kesalahan paling besar yang bisa terjadi.

    Para ahli percaya bahwa ikatan perasaan adalah alasan utama penyebab perempuan berselingkuh. Sedangkan lelaki? Tentu saja karena pesona fisik. Bagaimanapun, pengkhiantan badani atau “sekedar” perasaan, keduanya tidak dapat diterima masyarakat.

    Penilaian ini juga berlaku bahkan di negara yang cukup liberal seperti Amerika Serikat. Dalam survey di tahun 2006 terungkap bahwa hampir 90% orang dewasa di Amerika Serikat mengatakan bahwa kendati ikatan fisik atau perasaan tidak diperhitungkan sebagai faktor penyebab, perselingkuhan tidak dapat diterima secara moral.

    Namun ada fakta menarik yang bisa kita lihat di dalam masyarakat. Yaitu, perempuan selingkuh akan lebih sulit untuk dimaafkan suaminya dibanding bila yang memiliki affair adalah sang istri. Tiada ampun bagi perempuan yang selingkuh.

    Sama seperti lelaki, salah satu penyebab perempuan berselingkuh adalah adanya kesempatan untuk melakukan. Bila seorang perempuan berselingkuh, maka sang suami akan terus dihantui tentang masalah keabsahan posisinya sebagai ayah dalam pernikahan tersebut. Kontras dengan perempuan, para ayah bisa ragu tentang status kebapakannya karena mereka memang tidak mengandung.

    Para lelaki yang sakit hati, akan berkonsentrasi untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya mengapa perpisahan lebih mungkin terjadi, bila yang melakukan pengkhianatan adalah sang perempuan.

    Namun bagaimanapun, baik lelaki atau perempuan sama terlukanya setelah mengetahui pasangannya selingkuh. Bedanya, lelaki akan merasakan harga dirinya atau kejantanannya runtuh secara lebih besar dibanding dengan kesedihan atas ikatan pernikahan itu sendiri.

    Seperti perempuan, lelaki yang menjadi korban perselingkuhan akan mengalami gangguan emosi dan memiliki surut rasa percaya permanen kepada pasangannya. Dan bila ingin memperbaiki, harganya adalah kerelaan mengikuti proses penyembuhan yang pasti tidak akan terjadi dalam waktu sebentar.

    Namun Amato mengatakan penyembuhan relasi setelah perselingkuhan terjadi bahkan bila pelakunya adalah sang perempuan – adalah sangat mungkin terjadi.

    Begini pesan Prof. Paul Amato:
    ” …Re-establishing trust takes time, but if both spouses sincerely want the marriage to continue and are willing to work on it, then it is possible to have a healthy relationship again” .

  17. Politik Asmara Mataram

    Ketika Majapahit surut (tahun 1527), Jawa menjadi daerah chaos dan tidak mengenal satu kekuasaan tunggal. Walisongo mulai turut meramaikan pengaruh di pesisir Utara dan Pasukan Portugis telah telah mendarat di Sunda Kelapa. Keadaan kacau balau, perang tidak terelakkan untuk merebut kekuasaan tunggal hingga pulau Jawa bermandi darah. Daerah-daerah merdeka pun bermunculan dan menjalankan sistem demokrasi desa diantaranya adalah Tanah Mangir dengan penguasa Ki Ageng Wanabaya. Saat bersamaan, Ki Ageng Pamanahan (Sutowijaya) berhasil sepenuhnya menaklukkan kerajaan Pajang dan mendirikan kerajaan Mataram Islam yang berpusat di Kota Gede (Sekarang Yogyakarta) dengan menobatkan anaknya Panembahan Senopati menjadi Raja (1575-1601).

    Waktu terus berlalu dan hegemoni Mataram makin lama semakin tak terelakkan, hampir seluruh Jawa yang dulu menjadi kekuasaan Majapahit satu satu ditaklukkan. Namun wilayah merdeka di Mangir seperti slilit (kotoran di gigi) atau bahkan duri di dalam daging bagi Mataram, mengingat luas Mangir hanya kecil dan berada dalam kantong kekuasaan wilayah Mataram, ibarat Jerusalam atau Kosovo, dalam sudut pandang geopolitik kondisi ini akan mengganggu hankam dan kewibawaan Mataram. Berbagai ultimaltum agar membayar upeti sebagai tanda kesetiaan kepada Mataram selalu ditolak mentah-mentah, karena tanah Mangir yang dulu di bawah Majapahit, sekarang menjadi tanah merdeka dan tidak ada kewajiban tunduk kepada siapapun.

    Ki Ageng Wanabaya memiliki senjata pusaka yang sangat dahsyat yaitu Tombak Baru Klinthing yang terbuat dari seekor lidah naga yang dibubuhnya saat melingkar di gunung Merapi, jika tombak yang sangat sakti itu diarahkan pada siapa saja, maka kematian yang akan terjadi. Bahkan Tombak Kyai Pleret yang menjadi andalan Mataram pun tidak mampu menandingi.
    Konflik tidak terelakkan, terlebih lagi janji Ki Ageng Pamanahan kepada Joko Tingkir (Sultan Hadi Wijaya) untuk menguasai sepenuhnya bekas kekuasaan kerajaan Pajang, hingga Ki Ageng Pemanahan memerintahan kepada Panembahan Senopati untuk menyuruh anaknya yaitu Pembayun melaksanakan misi intelejen yang sangat rahasia menyamar menjadi seorang penari. Berkedok sebagai penari tayub akhirnya mampu meluluh-lantakkan hati, wanabaya dibuat kasmaran habis-habisan, lalu mengangkat menjadi istri.

    Sebuah perkawinan rekayasa yang dibuat oleh Mataram dalam rangka menghancurkan kekuasaan Mangir dan daerah-daerah lain yang turut membantu Mangir. Asmara senantiasa memabukkan, dalam kondisi demikian Wanabaya tak mampu menjernihkan daya pikirnya, larut oleh rasa berahi dan cinta. Maka, lelaki keras dengan tubuh tegap sentosa itu pun dengan mudah diperdaya.

    Pada suatu kesempatan pembayun melaksanakan tugasnya, mengusap tombak pusaka sakti baru klinthing dengan sampur sonder ikat pinggang ledek. Di saat tombak pusaka sudah berkurang kesaktiannya, bertepatan pula dengan kehamilan Pembayun, maka mengakulah bahwa sebenarnya dirinya putri mahkota anak panembahan senopati. Dengan berat hati, Ki Ageng Wanabaya melaksanakan permintaan agar sungkem ke mertua ke Mataram. Di saat sungkem, Kepalanya ditatapkan ke batu gilang oleh Panembahan Senopati. Seketika itu Ki Ageng Wanabaya menemui ajalnya. Setelah kejadian tersebut, Senopati mengangkat Mangir menjadi menantu untuk memadamkan pemberontakan.

    Jenazahnya separo dimakamkan, di luar batas pemakaman Kotagede dan separo di dalam sebagai simbol status pemberontak dan status menantu bersama Batu Gilang yang membekas lekukan oleh dahi Ki Ageng Wanabaya. Sedangkan pusaka tombak baru klinthing kini tersimpan di Keraton Kasultanan Yogyakarta.
    Di sisi lain, Pambayun yang sejatinya cinta mati dengan rival ayahnya itu tak mampu menahan kata hatinya, sampai pada detik-detik menjelang pertempuran pasukan Mangir melawan Mataram. Tahun 1581 Tanah Mangir menjadi kekuasaan Mataram sepenuhnya.

    Namun para setia Ki Angeng Mangir tetap berucap:

    ”Tak disangka, Pambayun, dalam keindahan dadamu yang membusung itu ternyata kau simpan juga beribu laknat tanpa akhir. Tak kusangka bibir elok itu menjadi tempat bersemayam berjuta lebah dengan sengatnya. Kenapa dulu kau hiasi leher jenjangmu dengan kupu-kupu bersayap pelangi?”

    Sumber : Ilmu Penelitian

  18. Alhamdulillah ….

    Atas doa ki sanak semua, saya sudah diperbolehkan keluar dari tahanan rumah untuk menjenguk padepokan.

    Terimakasih atas doa dan perhatian yang telah diberikan selama saya tidak bisa menjenguk padepokan.

    Telah ketinggalan banyak sekali, dan belum sempat membaca komen dan ngunduh rontal yang telah diwedar.

    Saat ini masih sekedar menjenguk dan menyapa, belum boleh berlama-lama.

    Nuwun.

    Arema.

    • Puji syukur Alhamdulillah, Ki Arema telah sehat dan kembali bergabung dengan kami disini. Kondisi terakhir padepokan yaitu sakaw telah melanda para cantrik. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah sekarng ini para cantrik sedang gemar selingkuh ….hehehe.

      • Trimakasih Ki.
        Mudah-mudahan tidak lama lagi rontal bisa diwedar.

    • Ki Arema, meh tak parani … kok langsung waras …. ya syukur…. aku ora perlu repot …. mampir … Sengkaling Indah ….

      Opo … wedi .. tak tekani …. makane langsung diwaras-warasno ……

      Sugeng Siang Ki, monggo di sekecaaken … lenggahe …

      • He he ….

        sido mudik ta?

        • rong dino engkas Ki,
          Yen kitabe ora diwedar sesuk wengi …
          Aku kudu poso nganti ..
          duel-e SG x AS.

    • sugeng rawuh ki,…kulo wingi pados nomer hp-ne,..kadosipun mboten kepanggih….
      njih mpun… sing penting sak niki mpun seger waras toto tentrem kerto raharjo….

      • Istirahat ki, mboten kepareng dipun sambangi. Pulisinipun kereng sanget.
        matur suwun

        • SOkur Ki Arema sampun radi dangan..
          Polisi nipun ketat tapi taksih saged sekedik2 inguk2 padepokan nggih..?

          • Alhamdulillah Ki.

            sekedap-sekedap sampun pareng Ki.

        • syarate namung setunggal…
          nek ngunjuk kopi….mboten parenk ketinggalan susunipun…..hiks

          • Kojur Ki

            Sakmeniko malah mboten pareng blas ditambahi kopi.
            Susu thok, week…., mboten eco.

            • wah…enak tho…asyik tho…

              wakakakakaaaa……

              nyuwun sewu ki,..nembe kumat mbelingipun…hiks

              • :mrgreen:

                • Asli?

                  Tergantung sing duwe sopo?

                  Sing wis keno silet? opo sing wis keslomot putung rokok?

                  Hushhh

  19. Ikut antri juga ach.

  20. Wah, penake nunggu nang gandok sebelah endi yo? ….

  21. Absen Ki Gd/Nyai Seno

  22. hadir……… nyi arema……

    • 👿

  23. Perbandingan ilmu

    ki widura ilmunya sudah melewati ilmu Swandaru Geni
    jauh diatas ilmu sekar mirah, murid sumangkar
    Ilmu murid ki widura dari padepokan orang bercambuk sudah diatas ilmu sekar mirah, diatas ilmu kanuragan untara
    untung tohpati, sidanti sudah mati kalau masih hidup, ilmunya akan jauh dibawah rara wulan dan mungkin sejajar dengan Sukra
    Ilmu ki Sadewa kini sudah tidak berarti
    jangan dipikir, telan saja

    • ilmu Ki Widura merupakan penyatuan antara ilmu Ki Sadewa dan ilmu Orang Bercambuk.

      • Sanes … Ki Is,
        Gabungan antara ilmune Michael Jackson kalian Michael Angelo ….

        Jurus moonwalk-nya sanggup menyaingi ginkangnya AS..

  24. sdh terlalu banyak, kitab untuk minggu ini tunda minggu depan

    • Minngu depan, kan dimulai hari minggu besuk.. Setuju Ki Lateung..

      • setuju ki latheung…
        kitab untung seminggu besok.. diberikan hari minggu depan alias minggu besok…

        • ki latheung hadir lagi???
          ono opo iki??

  25. abseng sek………….

  26. maap.. Senopati betul-betul sedang banyak tugas..

    jadi harap dimaklumi dan dimohon kesabarannya, kitab belum bisa diwedar !

    • punopo nembe mandegani densus 88 memburu pelaku bom harakiri engkang taksih nyolowadi….

      hiks,…maklum …sasaran berikutnya khan istana keprabon…

    • Tugas kejar setoran Ki.
      Harap dimaklumi.

      Rontal yang ini (301-328) sepertinya Nyi Seno harus konvert: pdf-jpg-djvu. Tidak tahu ya kalau ada software yang bisa konvert pdf-djvu langsung.
      Ya.., paling tidak satu rontal perlu sekitar 1-2 jam untuk memprosesnya.
      Tinggal berapa waktu yi Seno yang tersisa diantara beban tugas pribadinya (kantor dan rumah tangga)

      apa gitu ya…, embuh ding.

      • Sampun dangan Ki,
        Mugiyo tansah pinaringan saras.

        kula semanten ugi, wongsal-wangsul dateng dokter, Alhamdulillah sampun mantun.

        • Pangestunipun Ki.

          Nanging taksih dereng pulih kados wingi uni.
          Taksih kedah kontrol seminggu sepindah.

      • Untuk mengubah langsung dari pdf ke djvu, bisa menggunakan server gratis Any2djvu. Saya sudah coba berkali-kali mengubah pdf menjadi djvu berhasil baik. Waktu yang diperlukan relatif tidak lama, tergantung besar kecilnya ukuran file pdfnya dan sibuk tidaknya server tesebut.

        Sekedar info.

        Salam

        • Trima kasih Ki.
          Saya cobanya.

  27. Syeh van Tanjungpinang

    Orang Singapura rata-rata doyan plesiran ke pulau Batam. Saban akhir pekan bukan main tingkat hunian hotel disana. Sejalan dengan waktu karena berjubelnya turis luar dengan kekuatan dollar, selain crowded, biaya hidup sehari-hari menjadi mahal.

    “Batam allready expensive- similar to Singapore, many Singaporean go there.. Price ups..” – Itu yang bicara supir truk yang menyewakan kendaraannya untuk mengangkut barang pindahan rumah tangga bulan Juni 2009. Ia lalu memilih Tanjungpinang di pulau Bintan.
    Ingat kota pantun, ingat Gurindam dan jangan lupa Pulau Penyengat, yang konon dulu ada spesies tawon mampu membuat pelaut jaman dulu langsung “ditutup amal bhaktinya di dunia. Kecuali doa anak-anaknya yang sholeh dan sholeha.”

    TJS (65), seorang supir taksi Singapura yang lain sepertinya tidak mau ketinggalan merapatkan barisan penggemar kota Gurindam. Iapun menyempatkan menghibur diri ke kota diselatan Bintan. Ada bir murah, ada seafood “reasonable price” – dan yang paling penting kalau sudah banyak makan masakan laut semacam cumi, kerang, oyster berlada hitam seketika dia berubah menjadi tawon jantan kepingin menyengat disana sini.

    Lumrahnya seusia dia adalah mencari “lentera jiwa“, kata Gde Permana. Atau dalam bahasa kota Gudek “nggolek dalan pepadang” – alias mencari jalan pencerahan. Dia malahan tetap sibuk “nggolek dalan bayi” – artinya mencari “liang tempat bayi keluar..” – tentu yang nir- muhrim.

    Cuma kalau sajak Gurindam kadang di akhiri hurup sama semisal

    Barang siapa mengenal yang tersebut
    Tahulah ia makna takut
    Barang siapa meninggalkan sembahyang
    Seperti rumah tiada bertiang

    Maka TJS mencari “lawan” entah mengapa doyan nama perempuan mirip gurindam. Selalu diawali hurup A atau E.

    Perempuan terakhir yang dilakukan pencoblosan zonder bawaslu apalagi dpt ini dilakukan dalam bilik tertutup tanpa saksi. Konon lebih dari dua putaran. Hanya perlu satu orang yang bisa ditekuk dilipat yaitu Evi.

    Evi sendiri tidak tamat sekolah, namun kepada Sri, teman merangkap Mucikari ia minta dicarikan “konco turu” alias teman tidur yang tajir agar duitnya bisa ditabung untuk sekolah. Klise memang.

    Sri, ibu dari 3 anak termasuk pandai memanfaatkan kesempatan, apalagi sedang musimnya kawinan berbulu membantu kaum Dhuafa bawah usia ke tempat tidur. Kak Seto bilang itu Phedofilia.

    Maka zonder banyak bicara, TJS pun bisa melepaskan dorongan SATET – ini istilah pak Guno dari Poskota “Saluran Asmara Tegangan Tinggi..” kepada anak “bau kencur” usia 14tahun.

    Biaya berapa diminta Evi pun diluluskan asalkan satu saja permintaan TJS, adegan cumbana-smaradana bandot gaek melahap daun muda bisa didokumentasikan secara digital sebagai sarana “doping” agar voltase yang anjlog ke 110 bisa dicharge naik 220volt, syukur 240V.

    Tetapi polisi mengendus bahwa sebelum Evi masih ada perempuan lain yang dipasok oleh SRI dan semua adegan ranjang direkam dan “bocor” ke luar. Inilah yang membawa supir taxi Singapora ini berhadapan dengan institusi BUAYA.

    Buaya adalah istilah kepolisian ketika merasa privasinya disadap oleh Cicak (KPK). Di depan polisi buaya dia tidak bisa berkelit dengan pembenaran pakai ayat-ayat berbahasa asing, ataupun ikutan tradisi negara yang nuun jauh disana agar bisa mendapat simpati.

    Setelah diperiksa lebih lanjut, ketahuan bahwa Sri bukan saja mucikari akan hajat “SATET” TJS, juga SOULMATE daripada TJS, alias istri daripada TJS yang mana daripada menikahinya, daripada selama sepuluh kali lebaran. Luar biasanya SRI sendiri nampak hamil 8 bulan yang menurut pengakuannya hasil hubungan dengan anak remaja brondong putus sekolah.

    Suami cari perawan bau kencur, Istri cari anak muda. Kedudukan satu-satu di mata mereka. Ini baru namanya keluarga penggemar “Wong Cilik”

  28. Merespon adanya kata Gurindam dari tulisan Ki Ismoyo, kok ya gatel saja ingin ikut nimbrung, mumpung malam minggu sembari nunggu kitab.

    Gurindam itu jenis puisi lama yang berasal dari India (katanya). Isinya berupa nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatu sebab akibat.
    Contoh :

    Kurang pikir kurang siasat
    Tentu dirimu akan tersesat

    Barang siapa tinggalkan sembahyang
    Bagai rumah tiada bertiang

    Jika suami tiada berhati lurus
    Istri pun kelak menjadi kurus

    Silahkan Ki jika ada yang mau menambahkan ….

    • Ki Gajah Sora,

      Mungkin juga merupakan puisi lama dari India, tapi yang dimaksud disini, apalagi yang ditulis oleh Ki Gajah Sora merupakan buah karya asli anak bangsa Indonesia, dan gurindam yang ditulis oleh Ki Gajah Sora merupakan sebagian dari buah pena Raja Ali Haji yang terkenal dengan GURINDAN DUA BELAS nya.

      • Ya benar, Ki Ismoyo. Kreasi Raja Ali Haji memang merupakan warisan yang luar biasa dan mengagumkan. Penyampaiannya singkat, namun maknanya dalemmm.

    • Dengan bapa jangan durhaka
      Supaya Allah tidak murka

      Dengan ibu hendaklah hormat
      Supaya badan dapat selamat

      Dengan anak janganlah lalai
      Supaya boleh naik ke tengah balai

      Dengan kawan hendaklah adil
      Supaya tangannya jadi kapil

  29. Hati-hati mencari kawan
    Jangan-jangan menjadi lawan

    Jika anak tidak dilatih
    Jika besar bapaknya letih

  30. Tak bukak gandok 26, njebul wis ono sing pada comment, menanti…. dibawah pohon kamboja… datangnya … Kitab 25 dan selanjutnya………..

  31. Selamat pagi Ki Ismoyo, Ki Gajah Sora. Tadi nginguk ke gandok 325 taksih dereng wedar kitabipun. Momggo bade nyapu latar rumiyin

    • nyapu mundur sinambi midangetaken bojazz …. lingsir wengi…

      saged tengkluk-tengkluk….

      • Latare sampun semenan sedoyo, mboten saged nyapu mundur Kang. Nyapu latar teng enggene kulo kedah sinambi disiram toya. Yen mboten debune malah tambih katah.

      • judule gentos mawon mpun….

        nyiram latar mundur…ngiras midangetaken qosidah …”turi-turi putih…”

  32. gurindam 12 adalah yg terindah karangan Raja Ali Haji……….
    kerabat lg tuh…..

    • Alangkah enak dan indah membaca gurindam 12,
      Apalagi makannya sambil makan gurameh.

      Sorry gak nyambung!!!

      • Blas ..memang gak nyambung…hehehe.

  33. tetap menunggu.. 🙂

    • nyuwun sewu Ni….

      kolo wau ndalu mboten saged nderek wungon,….wonten pagebluk engkang medoti kabel2 listrik….hiks

      pareng….. still on the way to jungle…

      • selamat beraktivitas ki..

  34. Mergo sepi mungkin pada pulang kampung untuk nyadran ya?

  35. yo wis latihan sabar.

  36. Wah gandok 2 sudah dibuka. Lho? Siapa yang nakal ya?

  37. ???????????????????????????

  38. Lho kok ujug-ujug wis ana sing nakalan sapa ya ???

  39. Ki Sanak,
    Monggo dateng gandhok sebelah, kendurenipun dateng mriko, sampun ditenggo dateng gandhok mriki, mboten kumanan berkatipun -jumat-sampai-minggu-

    Monggo..

  40. Mohon pencerahan, jika pakai Iphone,
    bgmn caranya membuka & membaca
    downloadan ADBM ini? Terimakasih.

  41. Kumpul …. kumpul ….

  42. Sayang ya, ADBM rupanya diperuntukkan hanya kepada orang orang yg pinter komputer, orang yang awam seperti inin hanya bisa bengong dan bingung,gimana caranya buka isi cerita ini. Buku-buku sebelumnya cukup mudah untuk diakses. Terpaksa deh menelan ludah untuk bisa baca kisah2 selnjutnya.
    Selamat ya bagi yg bisa baca….

    • Ki, komputernya diinstal dulu dengan program DJVU, nati saya ajari mbukaknya…

    • ??? cara untuk mendownload dan membacanya, monggo di lihat di https://adbmcadangan.wordpress.com/download/ atau juga bisa di klik di link diskusi (untuk file djvu)

      untuk yang retype, mohon bersabar, karena tampaknya yang bersemangat tinggal ki sunda… 🙂

      • Trima kasih ki wawan dan ki banuaji atas infonya, saya dah beberapa hari blingsatan gimana cara baca kitab 26 ternyata pake format djvu. Kemarin saya telusuri dan dengan beberapa petugas sandi alhamdulillah bisa ketemu.
        Buat cantrik-cantrik pemula seperti saya yang baru bisa pasang kuda-kuda, monggo baca dipetunjuk cara baca file djvu dan cara ngunduhnya.
        Program djvu-nya bisa cari digoogle.

        Monggo……….

        Sekali lagi terimakasih

      • Untuk yang membutuhkan retype, silakan membuat komen di gandok yang diinginkan. Insya Allah saya akan mewedarkan hasilnya. Dimohonkan kesabarannya, karena kemampuan saya yang terbatas.

        • Terimakasih ki sunda atas kesediaannya ngopeni kami para cantrik-catrik pemula, hari ini alhamdulillah saya sudah bisa buka djvu

        • ki, njenengan sedang me-retype kitab berapa? sudah lama saya tidak melatih driji, nih… :mrgreen:

          • sudah kitab ke-31, hanya dalam format pdf. Harus reconvert lagi ke word.
            Silakan mempertajam skill retype Ki sanak 🙂

            • kalau begitu, pakai cara lama, saya hitung mundur dari 396, ya…

              • Sip.

  43. saya kok kesulitan mendapatkan file iv-26 ini, mohon agar dibantu dong

    • iv-26 dirapel di gandok sebelah, ki sanak…

  44. walah suwe ga sambang padepokan…
    kangen…

  45. Sugeng dalu poro ki sanak lan nyi sanak sedoyo wargo enggal ndherek absen

  46. ngikut menyambangi padepokan tercinta..
    kangen jg…

  47. senajan-durung-lulus-niyate-melu-antri.

  48. Nyapu gandok sik, siap-siap menyambut retype dr Ki Sunda…hehehe…

    * ngarep.com

  49. Nyapu gandok lagi….

    * ngelirik Ki Sunda… 😀

  50. Melu ngenteni aaahhh ….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: