Buku IV-06

306-00

Halaman: 1 2

Telah Terbit on 24 Juli 2009 at 18:52  Comments (159)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iv-06/trackback/

RSS feed for comments on this post.

159 KomentarTinggalkan komentar

  1. numero uno

    • nomer loro. he he

      • nomer tilu…xixixi …

        • Nomer papat …… xixixixix …

          • nggak weruh nomor piro, pokoke melu antri..

          • lah pripun tho..xixi

            sak niki nembe ngantri sakaw…

  2. numero two/

  3. nomer saksake sing penting kitab ndang di wedar.

    Antri. Matur nuwun sak derengipun.

  4. weladalah rontal gropyokan.. ndherek bingah. dherek absen..

    Ki Trupod?
    Ki Arema?
    Ki Djojos?
    Ki Ismoyo?
    Ki Manahan?
    Ki PLS?
    lst…

    • hadir

    • melu nyangkruk nang nang gardu padepokan induk

    • Habis magrib Ki Arema ketiduran.
      Bangun-bangun sudah banyak gandok yang dibuka.
      He he . . ., ikutan ngunduh 304 dan menunggu rontal berikutnya.

      • SERANGAN SORE……hiks

  5. Sampai diperingatke sama penjaga gandhok: “Anda mengirim komentar terlalu cepat. Sabar”…

    • Betul Ki, sampai-sampai di rontal IV-04 banyak hadirnya ………

      Terima kasih Nyi ……

  6. eh tumben sepuluh besar ?

  7. ini biasanya mulai dibuka pas habis maghrib ya?

  8. Nderek pangajeng -ajeng……..

  9. Atas info dari Ki Ismoyo bisa masuk 10 besar kayanya.

    • Pa De Djo, ………. kados pundi kabaripun panjenengan dalah kluwargi? Mugio karahayon ingkang tansah pinganggih lan tansah pinaringan sih katresnanipun Gusti Allah.

      • Alhamdulillah Ki Trupod sami sehat sedoyo. Mugi njenengan sekeluargi dipun paringi wilujeng lan tansah wonten perlindungan Allah Ingkang Maha Pengasih.

  10. hadir lahhh

  11. Hadir. Menemani Ki Suluh ronda di perkemahan 306.

    • Kelingan karo “Gajah Sora” ne NogoSosro Sabuk Inten

      • Orangnya tentu tinggi-besar ya Ki

        • nek pandan alas pawongane kuru-cendek-ireng-kucel-selengekan-mbelink….

          • tur jomblo?

            • Wis…, jan gak ana sing isa di pek.
              he he … ra pareng nesu lho ki. Guyon

            • njih ki ..ndereaken…

              kulo namung nunggoni jambu tumibo keno angin koq ki….

              • Angine ngalor ngidul, jambune kok ya ra ono sing nibo ing pangkone Ki PLS..

                Opo sak lawase kudu nunggoni tibaning jambu?

              • ngestoaken ki…

                nasib dadi wong kabur kanginan…

                uripe gumantung arahing angin….

  12. Wes dibuka kabeh regole tinggal kitabe jan mak kenyus tenan keokeokeo…

  13. Tombo ngantuk mas….

    TANDA TANGAN PROKLAMASI

    Pada suatu hari waktu pelajaran Sejarah.Ibu guru sebutlah namanya ibu Winda, bertanya kepada salah satu muridnya yang sedang ketiduran dalam kelas. Murid itu bernama Anton R.

    Bu Winda : “Anton kenapa kamu tidur?
    Antonius : “Saya ga tidur kok bu!

    Bu Winda : ” Kalau begitu coba kau jawab pertanyaan ibu, Siapa yang menandatangani teks PROKLAMASI ?!”

    Anton R yang kebingungan karena baru bangun tidur menjawab dengan spontan,” Bukan saya bu…mungkin dia kali (sambil menunjuk temannya si Djudju yang duduk di sebelahnya).

    Bu Winda naik pitam,”Tadi kamu bilang tidak tidur,sekarang ibu tanya pertanyaan yang mudah seperti itu kamu malah tidak bisa jawab. Sekarang kamu keluar kelas dan langsung pulang.!!!

    Ayah Anton R sebutlah namanya Alan R bingung melihat Anton R pulang cepat sambil menangis.
    Ayah : ” Kenapa kamu pulang cepat sambil menangis?
    Anton R: ” Huhuhuhu…. aku diamarahi bu guru karena nggak bisa menjawab pertanyaan dari bu Guru, huhuhuhuhu. ….”
    Ayah : “Emang apa pertanyaannya? ”

    Sambil menangis Anton R menjelaskan kejadian di sekolah,Ayah Anton kaget dan marah.
    Keesokan harinya Ayah Anton datang ke sekolah dengan maksud ingin ketemu dengan bu Winda yang mengusir Anton. Sesampainya di sekolah sang ayah marah-marah.
    Ayah : “Kenapa kemarin anak saya yang bernama Anton dikeluarin dari kelas,hanya gara2 pertanyaan sepele itu?
    Bu Winda :” Wajar kan pak…,Masa yang menandatangani TEKS PROKLAMSI aja dia nggak tau!!
    Ayah : “Kan Anton sudah bilah kalau yang menandatangani Teks Proklamasi itu bukan dia,saya juga bukan!!” Lalu dengan emosi yang meluap ,Anton dan ayahnya pak Alan R pulang ke rumah.Di perjalanan mereka ditegur pak lurah kebetulan namanya Felix.
    Pak Lurah : “Lho,pak.Abis dari mana? Kok wajahnya lesu banget? Tuh si Anton kok menangis?
    Ayah Anton : “Si Anton diusir sama gurunya.”
    Pak Lurah : Lho,Kenapa?
    Ayah Anton: “Karena ga bisa jawab pertanyaan bu guru”
    Pak Lurah : “Lho,emang pertanyaanya apa toh? kok sampe di usir segala?
    Ayah Anton : “Bu guru bertanya siapa yang menandatangani teks Proklamasi?

    Dengan gaya sok penting pak Felix sang Lurah berkata,: “MANA? MANA? MANA TEKS PROKLAMASI NYA, BIAR TAK TANDATANGANI AJA. BEGITU AJA KOK REPOT….!

    Ayah dan Anton : @@@@^%&$#&()

  14. Penandatangan proklamasi itu harus berdua. Monggo Ki Suluh..

    • Yah…. namanya juga tombo ngantuk Ki GS

  15. Tamba ngantuke sing pada gendeng, sing tanda tangan teks proklamasi mestine mbah surip… tak gendong he 5x

  16. Hadir menanti rontal di edarkan

  17. Dari milis tetangga.

    Filosofi pensil, inspirasi kehidupan.

    5 kualitas dari sebuah pensil.

    Kualitas pertama, pensil mengingatkan kita kalo kita bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini.
    Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.

    Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil itu.
    Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita.
    Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.
    Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik.

    Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk meggunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah.
    Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek.
    Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

    Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya,melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal negatif atau kekurangan di dalam diri kita.

    Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan.
    Seperti juga kita, harus sadar kalau apapun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan atau tanda, apakah itu kesan baik atau buruk.
    Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.

    • Terimakasih Ki atas ular-ularnya.

  18. absen nderek antri …..

  19. Luar biasa filosofi pensilnya, Ki TS.

  20. Lho kok ki TS. Maksudnya ki ST.

    • Ha.ha.ha…

      Semakin malam aja ya Ki GS

  21. Jika Yang Maha Kuasa Menarik Perhatian Kita

    > Dikisahkan, seorang mandor bangunan sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat. Suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan..
    >
    > Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor.
    >
    > Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja. Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada dikantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja dilantai bawahnya..
    >
    > Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.
    Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu
    itu.

    > Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.
    >
    > Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah SWT seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya.
    >
    > Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya.
    >
    > Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya,menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.

    > Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalaman menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik
    perhatian manusia agar mau mendongak keatas.
    >
    > Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.
    >
    > Dengan demikian, pengalaman-pengalaman menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita.
    >
    > Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah
    >
    > Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.
    >
    > Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia.
    >
    > Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya. Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah yang tak ternilai harganya.
    >
    > Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Allah menjatuhkan “batu” kepada kita ?.

    Uaahhhh…emmm

    • Bagus sekali ujar-ujarnya ki.., nambah wawasan tentang karunia Ilahi.

    • Betul Ki.
      Memang banyak diantara kita yang kurang mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

  22. Acapkali manusia kadang terlupa untuk mensyukuri nikmat yang diterimanya. Lupa itu manusiawi ya, Ki?

    • Setujuhhhh… Ki

  23. sudah diunduh rontal IV-05 dan IV-06

    Terima kasih Nyi Seno

  24. Wuihhhhhhhh edan tenan, bukan saja para caleg yang melakukan serangan fajar.Nyi Senopun melakukannya.

    Suwun Nti Seno, Ki Gede .

    Salam

  25. Terimakasih Nyi.
    Sudah diunduh.
    Wah…, gak jadi tidur nih….

  26. Pamit dulu ah…
    Mendalami rontal 305 dan 306 sebelum tidur.

  27. telima kasih 306

  28. saya kila kuatlik gak taunya hatlik pamit mundul mau baca kitab, pokoknya telima kasih 😀 😀 😀

  29. Sudah di unduh …. matur nuwun

  30. we lha … langsung digelontor 3 kitab to. Maturnuwun Nyi Senopati

  31. Habis solat Jum’at langsung ngunduh 305 & 306

    Makasih Nyi Seno serta sesepuh padepokan ….

  32. Alhamdulillah, Nyi Seno gerak cepat…sekali langsung 3
    Absen dan langsung ngunduh, terima kasih.

  33. matur nuwun kitabnya Nyi,
    bangun tidur langsung dapat combo 😀

  34. langsung grudukan kitab …byuh byhu byuhh

  35. Matur Nuwun

  36. nderek ngunduh…suwun

  37. ooooo ternyata ada sepur lewat…

    trims lagi…

  38. Wah… mimpi opo iki? 3 kitab sekaligus… 304,305,306.
    Matur nuwun Nyi…

    • bukan mimpi bukan angan Ki,

      tapi glegekan…he he he.

      • alhamdulillah kitabnya lancar jaya

    • Mimpi digigit ular 3 ekor, besar sekali

  39. Episode 27
    Bebendu di Grasino
    ________________________________________
    Melihat keadaan anaknya yang demikian justru kemarah an sang wiku menjadi surut. Padepokan ini jauh dari manapun, Sang Wiku heran, siapa yang menghamili anak nya ? Lah, tadi sisihannya sudah terlanjur kena supo to mondroguno. Dengan penuh kesabaran anaknya ditanyai lagi :

    “Nduk, apakah biyungmu tahu kalau kamu sedang nggarbini ?“ Dengan tersedu Anjani mengangguk.
    Terasa ada godam menghantam hati sang Wiku, sisihan nya yang tak bersalah telah jadi tumbal.

    “Baiklah ndhuk, jika pria itu satria, satria mana. Jika raja, keratonnya dimana ?“

    Ditanya begitu Anjani malahan menangis meraung-raung sampai kamisosolen, megap-megap tidak bisa bernafas. konsentrasi Resi Gutomo makin buyar. Beliau kasihan melihat pembayun kinasih megap-megap sampai basah kuyup begitu, menyesal telah mengutuk istrinya dan marah bukan alang kepalang kepada duratmoko yang menimbulkan bencana pada keluarga ini. Sang pendeta tidak memperhatikan bahwa kedua putranya keadaannya tidak jauh berbeda dengan Anjani. Keduanya pucat pasi dan bermandikan keringat karena ketakutan yang amat sangat. Rasanya mau lari tetapi kaki mereka tindihen seolah terpasung. Bukan main girisnya kedua pemuda itu menyaksikan kedahsyatan supoto mondroguno ayahandanya.

    Pelan-pelan anaknya yang disayangnginya dibaringkan ke bale. Sang Resi mengambil air dan diminumkannya ke Anjani. Tetapi batin Sang Wiku serasa mau pecah karena marahnya kepada sang duratmoko yang menjadi biang kerok kekeliruan yang fatal. Sekali lagi dengan sabar Anjani ditanya. Akan tetapi setiap kali ditanya, Anjani menjadi seperti orang ayan, badannya kejang2. begitu ber-ulang2 lama kelamaan Sang Brahmana kehilangan kesabaran. Anjani makin ketakutan sehingga ia pingsan. Sambil merawat anaknya Resi Gutomo matak aji, mengenakan kaca mata x-ray untuk melihat apa yang sudah winarah. Selama Sang Wiku matak aji, Guwarso dan Guwarsi makin gemetaran. Tetapi, kaki mereka seolah tertindih pasung.

    Setelah beberapa saat sang Wiku matak aji, beliau kaget bukan alang kepalang ketika mengetahui apa yang sudah winarah. Dengan gemetar menahan marah, sang Wiku menunjuk kedua putranya sambil membentak dengan lantangnya :

    “Munyuk kabeh kowe !“

    Untuk kedua kalinya kutukan sang Gutomo mengandung Supoto Mondroguno. Seketika itu juga, Guwarso & Guwarsi malih rupa menjadi kera ! Begitu hebatnya Supoto Mondroguno sehingga menimbulkan radiasi.

    Anjani yang sedang pingsanpun kena tuah, muka dan tangannya berujud kera. Jembawan, Mendo, Anilo, Srobo, dan semua yang berada di padepokan Grasino kena radiasi Supoto Mondroguno, menjadi kera semua.

    Jadi, siapakah duratmoko yang menghamili Anjani ? Salah satu, jika bukan Guwarso pasti Guwarsi. Karena keduanya secara fisik kembar, bahkan sang wikupun tidak tahu, yang mana yang membuat Anjani bunting. Yang pasti anak2nya melakukan incest, kelonan dengan saudara sekandung !

    Bumi gonjang ganjing, langit ….. blah, …. blah, …. blah ….
    Èèèèèèng … ing …. èèèèèèèèèèèng …..
    Wiku Gutomo sama sekali tidak menduga demikian. Waktu mencium adanya wanita hamil, pikirannya hanya satu, pasti bininya. Sesudah melihat yang sudah winarah, bukan main kagetnya sang Wiku ketika mengetahui bahwa anak-anaknya bergiliran ngeloni mbakyunya. Itu bukan perilaku manusia, itu sato kewan ! Itu polah kethèk ! Dan terjadilah supoto mondroguno.

    Cerita tadi adalah sanepo atau simbol. Dewi Windardi disupoto menjadi tugu dan dibuang jauh bukanlah benar-benar menjadi tugu. Tetapi hanya tamsil bahwa ia telah dipegat dan diusir dari padhepokan karena dituduh berselingkuh dengan pria lain. Padahal, mungkin Dewi Windardi tidak berbuat apa-apa, sebatas kirim SMS saru atau megal-megol ikut kuis siapa berani.

    Dewi Windardi merasa sangat bersalah telah mentelan tarkan anak-anaknya. Ketika Anjani menceritakan keadaannya, posisinya sulit. Apalagi ia tahu bahwa yang menghamili kalau bukan Guwarso ya Guwarsi. Itu sebabnya beliau tidak bisa berkata sepatah katapun. Diam bagaikan tugu.

    Semula mbakyu dengan adik2nya sebatas main cublak2 suweng, ijet2an, kerokan, sebagaimana lumrahnya anak remaja. namun, dengan tiadanya pengawasan, wes, ewes, ewesssssssss …. bablas jaka dan prawannya.

  40. Matur nuwun Ki Gede/ Nyai Seno atas diwedarnya kitab 305/306 Bakal Glekeen dino iki.

  41. hatur nuhun…kitab 306na ngiring disedot

  42. Episode 28
    Anoman takon Bopo.
    ________________________________________
    Karena hamil tanpa suami, Resi Gutomo terpaksa menjelaskan kepada masyarakat bahwa Anjani dihamili Dewa. Jika bilang anaknya dibuntingi saudara kandungnya sendiri pasti menimbulkan heboh. Mengapa Dewa ? Karena Dewa tidak bisa protes dituduh menghamili orang !

    Dalam kisah aslinya, Anjani yang berwajah kera bertapa wudo mblegendong di sungai. Ada Dewa lewat dan jadi nepsong. Akibatnya mengalami ejakulasi dini dan spermanya diemplok Retno Anjani sehingga bunting.

    Apakah tidak terbalik ? Jika Anjani belum jadi kera kemudian dikeloni, masih masuk akal. Sebab masih ayu. Lha, kalau wajahnya sudah jadi munyuk, bagaimana Dewanya bisa ejakulasi dini ? Itu Dewa kebangetan, lihat munyuk saja bisa ejakulasi dini !

    Kalau kita dituduh menghamili Wulan Guritno, Sophia Latjuba, atawa yang cakep-cakep, kita tidak protes. Malah bisa untuk umuk. Tetapi kalau kita dituduh menghamili wanita yang tampangnya mirip Tessi Srimulat, apakah tidak misuh-misuh…ha ha ha.

    + Ki Dalang, kalau dengan ejakulasi dini saja anaknya begitu sakti, bagaimana kalau ejakulasinya ‘penuh’ ?

    – Ya, lebih sekti lagi !

    + Kalau ejakulasinya ‘telat’ ?

    – Jadi mlicèt ! Malah perih ….

    + Kalau ejakulasinya cuma keluar angin doang, piyé ?

    – mBuuuuuh …..

    Kasus anak tanpa bapa banyak terjadi dalam pewayangan. Misalnya Adipati Karno yang diaku sebagai anak Dewo Suryo. Sebenarnya, waktu masih muda Dewi Kunthi mbeling. Kelonan dengan entah siapa sampai bunting. Karena anak raja, bilang saja dibuntingi Dewa. Gitu aja kok repot. Anjani lebih beruntung karena hanya anak pendito yang sederhana.

    Ia melahirkan anak tidak perlu bilang bahwa masih perawan. Kunthi lebih rumit karena mau besanan dengan maharaja dari Astino. Akan sangat memalukan kalau ketahuan sudah tidak perawan. Apa akal ? Gampang, bilang saja anaknya lahir lewat kuping, habis perkara. Bathoro Suryo masih lebih beruntung dari pada Dewa yang dituduh membuntingi wanita berwajah munyuk.

    + Ki, kok tidak lahir lewat hidung saja, ya ?

    – Mbuh ! Tak bandhem bathukmu sampai metoto, Jo !

    + Wo, nggih.

    Dalam kisah aslinya, anak-anak Gutomo menjadi kera karena rebutan Cupu Manik Astogino. Kalau jaman sekarang kira-kira rebutan hometheatre yang ada tv, hp,vcd,dvd & sound systemnya. Hanya karena rebutan elektronik kena bebendu menjadi kera ? Jika begitu Resi Gutomo sangat bengis. Atau, kesalahan yang dibuat anak-anaknya tentulah begitu fatalnya.

    Lagi-lagi kita bicara bahasa simbolis. Mereka bukan benar-benar menjadi bedhès tetapi mengalami demosi (lawan kata promosi) dari ras Arya yang (dianggap) unggul menjadi ras lain yang digambarkan sebagai kera. Guwarso cs dikucilkan dari komunitas Arya dan harus menjadi warga etnis lain yang (dianggap) lebih asor yaitu Wanoro.

    Sesudah mengalami bebendu, Guwarso & Guwarsi diiringi dengan Jembawan dan lainnya suwito ke negara Poncowati sebagai prajurit. Guwarsi yang kemudian berganti nama menjadi Subali dan Guwarso yang menjadi Sugriwo meniti karir dibidang kemiliteran di kerajaan Poncowati. Kedua-duanya karirnya cemerlang. Subali dengan pembawaanya yang spesialistik menjadi prajurit profesional elite yang mumpuni. Semacam Kopasus. Sedangkan Sugriwo yang berpembawaan generalis menjalankan ‘dwifungsi’. Ikut cawe2 dibidang politik.

    Retno Anjani tinggal di pertapan Grasino merawat Ayahandanya yang nelongso dirundung sesal. Anaknya yang diberi nama Senggono Anoman dikirim ke Akademi Militer Panglawung. Gubernur Militernya Bhatoro Bayu, Dewa angin. Kemana-mana selalu membawa minyak angin. Hobinya karaoke nyanyi Angin Mamiri dan suka nonton DVD Gone with the Wind. Salah satu dosennya berasal dari RI. Namanya Dr. Peranginangin. Karena prestasinya yang ruar biasa, Anoman menjaadi salah satu alumni Panglawung terbaik. Alumni istimewa ini diberi atribut berupa kain poleng. Bermotifkan kotak catur dengan warna merah hitam dan putih.

    Alumni lain yang berpredikat istimewa adalah Radèn Brotosumarto …. ééééé klèru …. Radèn Brotoseno. Ada lagi alumni yang tidak diberi kain poleng walau juga istimewa. Malahan kesana kemari selalu telanjang bulat. Kalau jalan anunya gondal gandul luar biasa besarnya. Apalagi kalau tegak. Wuah….

    Alumni istimewa ini namanya Liman (gajah) Setubondo. Yang tlolar tlolor tadi namanya belalai.

  43. POLLING: SUKSES ATAU GAGALKAH AGUNG SEDAYU ?

    — Jadi Panembahan merasa meskipun seujung duri, berharap bahwa Ki Lurah akan menang ?–
    — Jika kami menunjuk Ki Lurah Agung Sedayu, bukan berarti bahwa kami sedang memutuskan hukuman mati bagi Ki Lurah Agung Sedayu. — jawab Panembahan Senapati.
    — Jika demikian, Panembahan yakin bahwa Ki Lurah akan menang dalam perang tanding ini ? — Jika kepercayaan Panembahan begitu tinggi kepada Ki Lurah, kenapa sampai saat sekarang ini masih juga seorang Lurah prajurit ? —
    Panembahan Senapati termangu-mangu sejenak. Namun kemudian katanya — Matahari sudah menjadi semakin tinggi. Apa sebenarnya yang ingin paman lakukan. ? —

    —–Kitab iv-04 —-

    Ternyata pertanyaan yang selama ini ada dalam benak pemirsa muncul juga di pikiran SHM sehingga ia tuangkan dalam percakapan saat AS akan bertempur melawan Ki Tumenggung.
    Dan Panembahan Senapati hanya termangu-mangu tak mampu menjawab…

    So, para ADBMers tercinta, bagaimana menurut Anda?
    Sukses atau gagalkah tokoh kita ini di mata Panembahan Senapati?
    – Dari sudut olah kanuragan, kemampuannya hanya
    selapis tipis dibandingkan Panembahan Senapati
    – Dari segi jasa dan pengorbanan terhadap mataram,
    AS telah berjasa sejak berupa Alas Mentaok.
    – Pengangkatan sebagai Lurah didasarkan oleh
    pertimbangan Panembahan sebagai balas jasa
    dan untuk menghindari konflik di Tanah Perdikan
    Menoreh di masa depan saat akan SG dewasa.
    – Anehnya, sekalipun tidak pernah gagal dalam
    tugasnya, tugas yang diemban oleh AS sepertinya
    hanya tugas-tugas remeh yang pantas dilakukan
    prajurit biasa. Di antaranya jaga barak,
    latihan, dan melakukan tugas sandi ke Pati.
    Untara tidak mungkin melakukan tugas sandi
    sendiri, tapi sesuai kedudukannya akan
    memerintahkan anak buahnya untuk melakukan
    tugas itu.
    – Selama 10 tahun bertugas, pangkatnya tidak
    pernah naik. Tetap lurah. Padahal Untara
    memperkirakan dengan kemampuan AS, ia akan
    segera naik pangkat menjadi senapati panji
    dan bahkan tumenggung.

    Tolong berikan masukan pendapat Anda, termasuk orang sukses atau gagalkah tokoh kita ini?

    NB :
    Dari semua tokoh, yang paling apes tentu saja Sabungsari. Ia menjadi prajurit sejak sebelum Mataram berdiri. 15 tahun setelah Mataram berdiri, ia masih prajurit ketika memadamkan pemberontakan Madiun. Setelah itu ia bertugas dalam kelompok Gajah Wulung. 10 tahun kemudian, dalam masa pemberontakan Pati, ia masih prajurit di bawah pimpinan Untara. Tragisnya lagi.. MASIH BUJANGAN, padahal berdasarkan hitungan sejarah, berarti umurnya sudah hampir 50 tahun.

    • ngenes maleh kulo ki….
      kawit jaman demak ngantos sakniki…taksih nanem jagung terus….

      • Sebenernya kalo membaca cerita ini dan diperhitungken dengan hitungan riel memang ada hal-hal aneh dan “mengecewaken” kok Ki. Tetapi pada akhirnya saya hanya menikmati jalannya cerita dengan mengesampingkan “fakta” hitung-hitungan tadi.

        Tapi yang membuat saya senang pagi ini Ki, adalah saya bisa mbaca 3 buku sekaligus.

        Matur suwun kagem para punggawa padepokan, kangge doyo lan upoyo nipun supados poro cantrik tansah saged maos ADBM meniko.

      • Apiknya, blog adbm…

        tempat para cantrik membahas, dialog, berkomentar, menguraikan, menganalisa, saling mengisi, tentang isi buku cerita yang telah dibacanya atau juga masalah lain yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, dongeng, gojeg, canda, mesem, merengut, ngakak, kadang dengan emosi yang meledak-ledak, tapi kemudian cepat surut…sareh.

        Hebatnya, tidak pernah : saling menjatuhkan, mengejek dan tetap setia dan rajin mengunjungi, kadang lama tidak nampak jatidiri nya, tapi tau-tau nongol, nginguk, karena kerinduannya terhadap blog adbm.

        Namun, adakah masih tetap demikian, jika adbm sudah sampai kepada kitab yang ke-396
        …….???

        • ada ki….
          generasi penerus harus dipersiapkan dari sekarang….

          • Generasi penerus untuk menanam jagung, dengan jenis jagung dan cara yang lebih canggih…

            • Terus ke Pelangi di Singosari Ki.

    • Secara tersirat beberapa kali Ki Patih Mandaraka pernah meminta agar AS menjadi seorang prajurit.
      Dengan demikian mungkin Ki Patih mempunyai dasar untuk manikkan pangkat dan derajat AS.

      Tapi sejak awal tokoh kita ini selalu dibayangi keraguan, punya kemampuan yang amat tinggi tapi ragu dalam mengambil keputusan, bahkan untuk diri dan keluarganya sendiri. Ingat sampai-sampai mas nya sendiri Ki Untara sampai jengkel dibuatnya, melihat kehidupan AS yang penuh ketidak pastian, sampai ngenger di Tanah Perdikan.

      Sampai menjadi Lurah Prajurit Pasukan Khusus pun, secara tidak kasat mata merupakan paksaan dari Panembahan Senopati, dengan berbagai pertimbangan akhirnya tokoh kita mau menjabatnya.

      Kenapa hanya pangkat Lurah Prajurit, sebenarnya lah AS belum pernah memasuki jenjang militer, jika tiba-tiba saja menjadi senopati atau tumenggung akan menjadi buah iri dengki dan sirik bagi yang tidak sependapat. Walaupun ia mempunyai kemampuan kanuragan hanya selapis tipis di bawah Panembahan Senopati. Tapi itulah tokoh kita, tanpa pamrih.

      Ingat, seorang Sabungsari jelas punya karir dibidang militer/keprajuritan mungkin kemampuan kanuragannya tidak dibawah Ki Untara, strategi perang mungkin jauh dibawah Ki Untara. Tapi ya begitu, masih saja tetap seorang prajurit, walaupun sering membuat prestasi dalam bidang yang ia geluti.

      Semuanya, berpulang pada yang membuat cerita almarhum Ki SHM, kita tidak bisa menebak apa yang ada dibenak Ki SHM saat menulis cerita ini, selain setting Mataram Islam, apakah juga ada setting ke kepribadian seorang Ki SHM. Sayang beliau sudah lebih dahulu menghadap Yang Maha Kuasa.

      Ada sisi yang mendebarkan, tapi mungkin ada sisi yang tidak memuaskan sidang pembaca, ada sisi yang diambil inti, saripati ceritanya, tapi mungkin bagi sidang pembaca ada sisi cerita yang saling silang menyilang tidak ketemu. itulah cerita.

      Namanya juga cerita, namun bagaimanapun kita harus acungkan jempol, salut dan apresiasi kepada almarhum Ki Singgih Hadi Mintardja, yang dengan begitu produktif telah menelorkan karya-karyanya yang begitu digemari dan dicari masyarakat Indonesia. Wallahu salam bi sawab.

      Nuwun.

      • Memang bagaimanapun pembaca hanya bisa dibuat degdegan dengan jalan cerita pengarang. Kalau ngga mau begitu, ngarang aja sendiri hehehe…
        Yang pasti, ADBM adalah salah satu kisah paling menarik (menurut saya, dan pasti juga menurut seluruh ADBMers) di antara beragam kisah-kisah lain.
        So, biarpun sering gregetan, ‘terpaksa’ terus dilanjutin bacanya.
        Mungkin itu yang disebut sakauw ya? Ngga bisa berhenti sekalipun ngga logis.
        Salut buat Ki SHM yang mampu membuat banyak orang sakauw dengan kisahnya.
        Setelah beliau, siapa lagi yang akan menyusul dengan karya-karya fenomenal?

        • sampai2 khabarnya ( dari komen para cantrik ) disebutkan bahwa karya2 ki SHM secara lengkap ada di Perpustakaan Nasional Australia ( apa betul ? ), jika betul, maka menurut saya (menurut para cantrik pasti beda ) hal ini terjadi karena penghargaan pihak Australia terhadap ki SHM yang telah berhasil merubah sejarah Islam Jawa, sehingga era Pajang & Mataram Islam dikisahkan oleh Ki SHM tanpa istilah dan nafas Islam sedikitpun. Penghargaan serupa tentunya akan diberikan kepada ki GD yang telah menobatkan ki SHM sebagai seorang MAESTRO sekaligus ki GD telah menciptakan 3.000.000 cantrik
          Sampai kitab 110-an cerita adbm memang jempol, sampai kitab 170-an masih lumayan, kitab selanjutnya tinggal nunggu AS vs SG

  44. Trims Nyi Seno ….

  45. Terima kasih Ki GD dan Nyi Seno. Kita sudah diunduh.

  46. matur nuwun,,,
    selamat pagi semua…

  47. On 24 Juli 2009 at 22:52 djojosm Said:

    Mungkin ilmu ikhlas di padepokan akan terjawab nanti Ki setelah kita membaca Pelangi di Singosari.
    Dimana Kuda Sempana dan Mahesa Agni sama-sama mencintai Ken Dedes dari sejak muda sampai tua. Tanpa mengharapkan balasan cintanya. Mereka berdua terus melindungi Ken Dedes dan anak cucunya.
    Bahkan Kuda Sempana rela menjadi pekatik keluaraga tsb sampai ahir hayatnya.
    Engga spoiler kan Ki.

    On 25 Juli 2009 at 07:46 Truno Podang Said:
    Punopo panjenengan kagungan buku Kuda Sempana lan Mahesa Agni – nipun Ki Djojos? Kulo jhian sampun kemlecer malih, amargi riyin nate maos ning rikolo taksih lare alit, lan sa’mangke kesupen-pen isinipun. Namung riyin nggih rumaos remen sanget kalihan isi ceritanipun.
    Nuwun,

    • Sami kaliyan kula Ki, yen miturut lagunipun Kuburan “lali lali emut”.
      Kula sampun kesupen critanipun, namung kemutan dateng Mahesa Agni lan turunipun kadosa Mahesa Cempaka – Mahesa Bungalan.
      Menawi mboten klentu serialipun :
      Pelangi di Langit Singasari – Bara Diatas Singgasana – Sepasang Naga di Satu Sarang – Hijaunya Lembah Hijaunya Lereng Pegunungan.
      mbok menawi saksampunipun serial ADBM, padepokan mriki saged dipun sambung kaliyan serial Pelangi.

    • Nuwun sewu sanget Ki Trupod kulo nyerat namung berdasarkan sisa laskar pajang ingkang wonten memori mawon Ki. Untuk memancing agar bebahu padepokan tertarik untuk mengumpulkan lagi ksah tsb.

  48. Ketika terjadi kemacetan upload kitab, rasanya enggak sabar dan selalu bertanya2, kapan kitab akan keluar,,, ketika bosan menunggu,,,saya patah arang dan tidak menengok-nengok padepokan beberapa hari,,,eh ternyata,,,hari ini saya hadir, langsung unduh 3 kitab dari 304 s.d. 306,,,luar biasa,,,maka kenyanglah saya hari ini,,,terimakasih Nyi Seno,,,terimakasih Ki Gede,,,mohon maaf karena sudah patah arang,,,tidak mengunjungi padepokan untuk beberapa hari,,,,

  49. absen, absen, absen
    unduh, unduh, unduh
    nuwun, nuwun, nuwun
    pamit, pamit, pamit
    ——————-
    (berlaku untuk IV-04, IV-05, IV-06)

    • Idem.
      Salam,
      Ki Trupod

      • berangkat kantor Ki?

  50. glek glek glek..
    masih belum mudeng dengan cerita ki warangka, timbang laras…dsb yang nampaknya ceritanya belum ketauan ujungnya mau nyambung dimana..

    ilmu cambuk pamuncak yang bisa mengeluarkan seleret merah spt kekuatan sorot mata memang tdk pernah lagi dikeluarkan oleh AS……
    tdk juga saat bertempur dengan SWA…,
    mungkin nanti saat bertempur sama siapa ya?.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: