Buku IV-02

302-00

Laman: 1 2

Telah Terbit on 21 Juli 2009 at 16:37  Comments (281)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iv-02/trackback/

RSS feed for comments on this post.

281 KomentarTinggalkan komentar

  1. jatah lontar, kulo diparingi lontar wektu kesasar wonten tlatah caket padepokane ki arema :
    Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang
    mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan
    menciptakan
    segala yang ada?”.

    Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang
    menciptakan
    semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali
    lagi. “Ya,
    Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

    Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti
    Tuhan
    menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip
    kita
    bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa
    berasumsi bahwa
    Tuhan itu adalah kejahatan.”

    Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
    tersebut.
    Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi
    dia
    telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos (dalam arti tidak ada).

    Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya
    bertanya sesuatu?”

    “Tentu saja,” jawab si Profesor

    Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu
    ada?”

    “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak
    pernah
    sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

    Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
    Menurut
    hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
    Suhu
    -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi
    diam
    dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata
    dingin
    untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

    Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

    Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

    Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
    tidak
    ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita
    pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
    memecahkan
    cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang
    gelombang
    setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap
    suatu
    ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
    Kata
    gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

    Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu
    ada?”

    Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang
    telah
    kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV.
    Banyak
    perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara
    tersebut
    adalah manifestasi dari kejahatan.”

    Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda
    salah,
    Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
    Seperti
    dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk
    mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.
    Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
    Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang
    timbul dari
    ketiadaan cahaya.”

    Profesor itu terdiam.

    Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

    • Pantesan Albert Einstein bisa nyiptain bom atom..

      • he..heee….ki adhie…hebatnya lagi…waktu msh kecil einstein itu tulalit….

      • KI.

        Sepertinya teori Realitifitas Eisnten memang manjur.

  2. wilujeng enjing ka sadayana…. katampi kitabna ,,, hatur nuhun

  3. matur suwun, kita sudah di unduh ..

  4. Matur Nuwun……..Kitab 302
    Rabu, 22 juli 2009

  5. matur thanks…..

  6. Matur nuwun kitab sampun diunduh.

  7. Sekedar menyegarkan pikiran, sambil menunggu kitab selanjutnya di wedar.

    Tersebutlah tiga Drakula yang bengis sedang adu ke-BENGIS-annya (Drakula Tua, Drakula SeTU ( 1/2 tua ) dan Drakula Muda).

    Mereka mengadakan lomba dengan juri masing-masing Drakula itu sendiri. Setelah sepakat aturan main, Drakula tertua tidak sabar, langsung melesat pergi dan 15 menit kemudian kembali dengan muka berlumuran darah.

    Drakula Tertua: “Ente semua tahu dusun di belakang hutan itu khan…hosh…hosh!!” dengan napas terengah-engah.

    “Tahu..tahu…!!” jawab Drakula yang lain.

    “Penduduknya..Habis gue isap darahnya”,Kata Drakula Tertua.

    Kedua Drakula membatin,”Gile juga nih si Tua, masih sangar dan menakutkan”

    Drakula Setu panas hatinya, tanpa ba-bi-bu lagi, melesat dia dengan cepat. Tak sampai sepuluh menit, dia kembali dengan muka dan baju berlumuran darah.

    “He lu..lu berdua, tahu nggak desa dibelakang bukit sana!” teriak drakula setengah tua.

    “Iya tahu..”, jawab mereka berdua.

    “Penduduknya sampai binatang peliharaannya, habis gue sikat”, sambil ngos-ngosan dan petantang-petenteng.

    Drakula Muda darahnya mendidih, tanpa komentar apapun langsung tancap Gas, kabur melesat. Tidak sampai 1 MENIT, dia sudah kembali dengan muka berlumuran darah, sama hidungnya jadi pesek.

    Drakula Tua dan Setu dalam hati membatin,”Wah..wah..wah, ternyata kita kalah sangar dan kalah buas dengan drakula junior ini”

    Dengan muka menyeringai menahan sakit, Drakula muda bertanya kepada keduanya,” Kalian melihat tiang listrik dibelokan sana nggak?”

    “Kami melihatnya!” serempak keduanya menjawab.

    Eh dengan enteng dan tanpa perasaan, Drakula muda berkata,”GUA KAGAK LIHAT!”

  8. Telur dan Padi Rebus

    Tersebutlah dua pemuda kampung yang merantau ke kota untuk mengadu untung. Ketika sampai di kota keduanya merasa lapar dan dahaga, sedangkan uang bekal tak punya, sudah habis sama sekali. Malangnya, perut tak mau kompromi, sudah keroncongan sekali. Akhirnya keduanya nekad menuju warung dan masing-masing pesan dua telur rebus. Setelas menghabiskan telur rebus, mereka menunggu kesempatan kabur. Ketika pemilik warung sedang konsentrasi dengan pekerjaan lainnya, buru-buru kedua pemuda itu ngaciir.

    Setahun kemudian, kedua pemuda itu mendapatkan pekerjaan yang diimpikannya. Penghasilan yang diperoleh cukup, bahkan sebagian bisa ditabung. Berduapun teringat pada pemilik warung yang dikibulinya, dan sepakat menemui tukang warung untuk membayar hutang mereka.

    Kepada tukang warung mereka mengaku mempunyai hutang, lalu mereka menyodorkan dua puluh ribu rupiah. Tapi si pemilik warung tidak langsung menerima dan bertanya terlebih dahulu.

    “Apa yang kalian makan waktu itu ?”

    “Waktu itu, masing-masing kami makan dua butir telur rebus,” jawab salah seorang dari kedua pemuda.

    “Kalau begitu, aku tak menerima bayaranmu. Sebab, uangmu belum cukup membayar kerugianku,” lanjut pemilik warung.

    Tentu saja sang pemuda terkejut dengan jawaban si tukang warung. Sebab, harga empat telur rebus tak akan melampaui angka dua puluh ribu rupiah yang ia ulurkan. Dengan nada kesal, sang pemuda berkata.

    “Bukankah itu sudah melebihi harga telur-telur tersebut ?”

    “Ya, tapi bukankah saudara telah memakannya selama setahun ? Tidakkah saudara sadari pula, seandainya keempat telur itu kami tetaskan, pasti akan menjadi empat ekor ayam. Jika masing-masing bertelur lagi, lalu menetas sekitar dua puluh atau tiga puluh anak ayam lainnya lagi. Maka, coba sekarang saudara kalkulasikan ! Dengan demikian, masing-masing anda mempunyai hutang dua juta rupiah kepada kami,” jawab tukang warung tak mau kalah.

    Mendengar penjelasan yang tak masuk akal, sang pemuda menolak. Perdebatan terjadi dan pemilik warung pun melaporkannya kepada polisi dan hakim, bahkan telah ditetapkan tanggal sidang pengadilan atas kasus ini, dan kedua pemuda pun resah hati.

    Beruntung Ki Rudin yang kebetulan lewat berpapasan dengan mereka. Kemudian mereka menceritakan persoalan yang dihadapi kepada Ki Rudin. Lama Ki Rudin menyimak penuturan mereka, dan berupaya mencari jalan keluar masalah itu beberapa menit lamanya. Akhirnya, dia berkata kepada sang pemuda.

    “Begini saudara, pada hari pengadilan nanti aku akan datang, dan sebut aku sebagai saksi.”

    Kedua pemuda setuju, ketika pengadilan tiba pemuda itu mencatatkan nama Ki Rudin sebagai saksinya. Akhirnya pengadilan dimulai dari pemilik warung untuk mengungkapkan tuntutannya. Setelah itu, Ki Rudin dipanggil sebagai saksinya, tetapi ia tak muncul.

    Hakim memerintahkan dua polisi untuk segera menyeret Ki Rudin ke pengadilan. Namun kepada polisi Ki Rudin mengatakan bahwa dia sedang sibuk, sehingga tak bisa datang hingga pekerjaannya selesai. Tetapi, polisi tak mau tahu, bahkan memaksa Ki Rudin datang ke pengadilan.

    Sampai di pengadilan, Ki Rudin ditanya oleh hakim dengan nada kesal, “Kenapa saudara tak datang ke pengadilan pada waktu yang ditentukan ?”

    “Saya sangat sibuk, Tuan,” jawab Ki Rudin.

    “Pekerjaan apa yang kamu lakukan hingga sampai tak bisa datang ke gedung pengadilan ?” tanya hakim.

    “Tuan hakim yang terhormat,” kata Ki Rudin mulai menebar siasat, “Besok aku akan menebarkan benih padi dan hari ini aku harus merebus cukup banyak benih padi untuk bisa kutebarkan di sawah.”

    “Ah, menebarkan benih padi yang sudah direbus ?” Tanya hakim, “Apa kamu pikir biji padi rebusan bisa tumbuh ? Alangkah tololnya kamu !” cecar hakim beruntun.

    “Oh, tentu Tuan hakim. Jika telur-telur rebus bisa menetas menjadi ayam, maka biji padi rebus pun bisa tumbuh menjadi tanaman,” jawab Nasrudin senyum tersengih.

    Semua yang hadir di pengadilan terkejut. Mereka kontan teringat pada kasus yang sedang digelar. Berdasar sindiran itu pula hakim merasa mendapat masukan, lalu memutuskan bahwa kedua terdakwa tidak bersalah dan memenangkan perkara, sedangkan si pemilik warung pulang dengan rasa malu dan kecewa.

    disarikan dari Majalah Hidayah edisi 9 Agustus 2009.

    • Ki Ismoyo, panjenengan panci cocok ngagem asmo “Ismoyo”. Kawicaksananipun ngedab-edabi.
      Nyuwun pirsa, gandok 303 dereng kabuka ?
      Matur nuwun.

      • Gandhok 303 dereng buka Ki,

        Mbok menawi kados kalawingi, mbikak langsung wedhar…..karepe he he he.

        nuwun.

  9. numpang tanya pak/bu, betul disini padepokan ADBM?

  10. Guyonan dari Padepokan Sebelah
    Ambil SARInya Buang SARUnya….

    Taruhan TELUR Kotak :
    Seorang wanita tua masuk ke Bank Indonesia (BI) dengan sekoper uang. Ia membujuk supaya dipertemukan dengan Gubernur BI. “Saya akan buka rekening. Uang yang akan saya simpan sangat-sangat BESAR,” katanya. Semula staf bank ragu, tapi akhirnya membawa wanita tua ini ke ruangan Gubernur BI.

    Sang gubernur bertanya, berapa banyak uang yang akan disimpan.
    “Rp.1 milyar,” jawab wanita itu sambil meletakkan koper uang di meja.
    Sang gubernur bank penasaran, “Maaf ibu, saya agak terkejut.Dari mana ibu dapatkan uang tunai sebanyak ini……….?
    “Saya menang tebak-tebakan!” jawab si wanita tua.
    “Well, menebak macam apa, kok taruhannya besar sekali?” sang gubernur penasaran.
    “Mau contoh? Saya yakin telur burungmu bentuknya kotak!”
    “Hah…!” Gubernur BI tergelak. “Ini tebakan paling konyol yang pernah saya dengar, Anda tak mungkin menang dengan tebakan seperti itu ” ujarnya yakin.
    “Ok,mau taruhan dengan saya?” tantang si wanita tua.
    “Siapa takut?, ” jawab gubernur. “Saya bertaruh Rp. 50 juta, karena saya tahu telur saya tidak kotak!”
    “Ok, ini menyangkut uang gedhe. Bisa saya ajak pengacara ke sini besok jam 10 pagi, sebagai saksi?” tanya wanita tua.
    “Tentu saja,” ujar Gubernur BI mantap.

    Malam harinya, ia gelisah. Ia lalu berdiri telanjang di depan cermin. Dia raba-raba telurnya, lalu bergerak ke kiri ke kanan berulang-ulang, memastikan telurnya tidak kotak. Sampai larut malam, akhirnya dia yakin telurnya benar-benar bulat, tidak kotak. Maka ia yakin besok bakal menang taruhan.

    Tepat jam 10 pagi, wanita tua itu datang dengan pengacara ternama, Sitompul namanya. Setelah memperkenalkan pengacara asal Batak itu, ia mengulang kesepakatan kemarin, “Rp. 50 juta untuk tebakan telur burungmu yang kotak?” kata si wanita tua,Gubernur BI pun setuju.

    Setelahnya, wanita tua itu meminta sang Gubernur buka celana supaya semua bisa melihat bentuk telurnya. Kontan, Gubernur BI komplain. Sayang ia tak bisa menolak. Wanita tua ini cuek saja meraih telur si gubernur dan meraba-rabanya.

    “Yah, tak apalah. uang Rp. 50 juta tidak kecil. Biar ibu yakin telur saya tidak kotak.” ujar Gubernur BI deg-degan. Pada detik yang sama saat wanita tua itu meraba-raba telur Sang Gubernur BI, pengacaranya Si Sitompul terlihat lemas sambil membentur-benturkan kepalanya ke dinding.

    Gubernur BI bertanya, “Ada apa dengan pengacara itu?” Wanita tua ini menjawab kalem, “Ndak apa-apa. Saya cuman bertaruh dengannya Rp. 250 juta, bahwa jam 10 pagi ini saya bisa memegang telur presdir Bank Indonesia!”……………………………..
    ……………………………………………
    Sekedar Tombo Ngantuk,

    • Ambil SARInya buang SARUnya………
      Ambil UANGnya buang TELURnya……..

    • Lho… katanya mau nabung 1 M, tapi kok taruhannya cuman 250juta?

      Dikurangi 50 juta yang dimenangkan si Gub BI.. brati duit si wanita tua tinggal 200 juta. Lha yang 800 juta dari mana????

      sekedar comment ajaa… jangan serius2 amat.. 🙂

  11. wah ga nengok sebentar langsung diberondong rontal.
    suwun … kulo ngunduh rontalipun 😀

  12. Kitab IV-02 sudah habis dibaca. Gandok IV-03 belum dibuka. Alamat masih lama ya? Wah…mulai sakaw. Tobat.

    • tobat = ditoto batine
      sing sabar ya Ki…. 🙂

      • Tobat….Tombone Batik

        • ditoto…..diembat.

  13. Bilahi Birahi di Girijembangan

    Syahdan, jaman dulu sekali di pulau Srilangka ada beberapa negara kecil2. Seringkali negara2 kecil tersebut saling berperang memperebutkan wilayah. Diantara negara2 tersebut ada negara kecil Alengko dengan Rajanya Prabu Somali. Putri sulung bernama Dewi Sukaesi telah menginjak remaja dan sudah saatnya menikah. Raja Danarjo dari kerajaan Lokapala yang juga di pulau Srilangka tertarik dengan Dewi Sukesi. Kehendak Sang Prabu dilambari motif politis. Ia ingin Alengko dimerger dengan Lokapala.

    Dewi Sukesi yang hanya sedikit lebih ayu dari Omah atau Yati Pèsèk punya syarat, ia mau dinikahi asalkan diajari ilmu Sastro Jendro Hayuningrat Pangruwating Diyu. Sebuah ilmu yang wingit & pelik. Untungnya Prabu Danarjo anak begawan Dr. Wisrowo yang profesor emeritus kesusastraan dan rektor dari Universitas Girijembangan. Segera dipersilahkannya Woro Sukesi untuk mengikuti kuliah Bopo wiku. Karena anak Raja, Sukesi mendapat keistimewaan kuliah khusus sendiri.

    Sebenarnya nilai Sukesi pas2an, kebanyakan C, beberapa C+, dan ada yang C-. selain kuliah Sastro Jendro yang jadi kuliah pokok, Woro Sukesi juga diizinkan kuliah minor. Boleh Fisika Quantum, Kimia, Geografi, dll. Karena kuliah sudah masuk semester III, Sukesi diizinkan masuk ke perpustakaan pribadi Sang Resi. Semua naskah diperbolehkan dipelajari kecuali sebuah kitab yang diberi warna biru. Buku sakral ini bukan untuk perjaka & perawan. Sebagai mahasiswi yang patuh, Sukesi tidak pernah berupaya mempelajari buku tersebut.

    Pada suatu malam yang kelam Sang Resi berkenan memberikan kuliah minor. Dititahkannya Sukesi mencari textbook diperpustakaan pribadinya, apa saja yang ingin dipelajarinya. Waktu itu hujan dan banyak angin. Suasananya kekes, mendung dan mulai gerimis. Dengan takut2, Woro Sukesi ke perpustakaan yang terletak jauh dari ruang kuliah pribadi. Ketika sampai diperpustakaan, Hyang Bayu – dewa angin – berkelebat dan pet dian perpustakaan mati. Diluar angin mendesis, gerimis makin deras. Ter-gesa2 Sukesi yang dasarnya penakut sekenanya mengambil sebuah buku. Kemudian ia ber-lari2 kecil kembali ke ruang kuliah pribadi. Takut kehujanan.

    Wiku Wisrowo dengan telaten dan penuh kesabaran mengajari Sukesi yang IQnya pas2an. Diluar hujan dan hawa terasa adem. Didalam ruang belajar dian berkebat kebit kena angin. Terpaksa mereka duduk berdempetan agar bisa membaca kitab itu dengan lebih baik. Entah apa yang terjadi, kedua insan yang umurnya terpaut jauh tiba2 menjadi ber-debar2. Nafas menjadi sesak. Buku apa ini, wingit betul ? Embuh, kedua insan itu seolah tidak siuman meneruskan pelajaran dengan lebih nggethu.

    Malam makin larut dan kedua insan itu makin asyik. Mereka merasakan sebagian badannya kruget2 abuh (bengkak) padahal tidak ada tawon kemliwat. Ketika sampai tahap ‘praktikum’, nafas makin ter-sengal2 ! Wé ladhalah …..

    Sensor …. sensor …. sensor ….

    Begitulah kedua insan itu terhanyut meneruskan ‘praktikum’ sampai posisi2 akrobatik. Sampai2 Bopo Resi jatuh krengkangan. Lha, wis kèwut, jé. ‘Praktikum’ dilakukan ber-ulang2 semalaman sampai keduanya kotos2 mandi keringat.

    Sensor …. sensor …. sensor ….

    Keesokan paginya, guru-murid itu teler kelelahan saling berpelukan dalam keadaan nglegeno (bugil). Betapa kagetnya dua insan itu. Apa yang telah terjadi semalaman ? Blaik, …. ternyata buku yang dipelajari tadi adalah KAMASUTRA atau Kamasaru ! Karena mempelajari Sastro Jendro Yuningrat Pangruwating Diyu, kedua insan itu menemui bilahi (petaka) jadi birahi. Wah, wis kebacut ! Bablaské sisan, pénak jé ! Gara2 Bilahi Birahi, kuliah Sukaesi tersendat karena buntang bunting terus, sampai anaknya enam. Bukannya mendapatkan izasah, malah anaknya pating jredhul.

    Dalam Pedalangan, anak2 Sukaesi disebut Komosalah. Dalam versi ini bukan komosalah tetapi komokleru sebab kliru ambil buku saru ! Versi ini bukan versi Srilanka tetapi versi Jln. Paris – Parangtritis dari seorang kawan yang suka glanyongan. Versi Srilangka menyebutkan bahwa Rahwono adalah keturunan Resi Termasyur. Lupa namanya.

    • Kebo ditanduk gudel

      Bukan alang kepalang marahnya Prabu Donopati ketika mengetahui bahwa calon bininya bunting karena dikeloni bapaknya sendiri. Dengan berang Sang Prabu melabrak ayahnya yang trondholo di Universitas Girijembangan. Jedher ! Pintu kantor rektor ditendangnya dengan sekuat tenaga.

      “ Bopo wiku, sampéyan ini bagaimana, sih ? Katanya kuliah sastra kok malah muridnya dikeloni ? “
      “ Sareh, ngger, silahkan duduk …. “
      “ Sudah, nggak usah basa basi, … biar saya berdiri saja, … kok malah nyinau yang saru2 itu pripun, Bopo Resi ? “
      “ Lha, aku sendiri samasekali tidak nggraito apa2. … aku kira sedang belajar anatomi bagian sarap2 sensitip … jebul malah kena bilahi … eh kleru … kena birahi “
      “ mesthinya sampéyan ini mbok nyebut to, wong sudah kèwut (sepuh). Harusnya berdoa di sanggar pamujan di senjakala usia, menunggu kedatangan Sang Hyang Yomodipati. Kok malah … “
      “ Umur itu dumunung dalam pikiran, ngger. Kalau kita berpikir masih muda maka kita akan serasa masih muda. Kalau kita masih merasa going strong, tidak ada yang bisa ngaru biru. Kulawik, anak Prabu, yang harus sering ke sanggar pamujan bukan yang kèwut2 tetapi justru yang masih muda2 … “
      “ Bopo wiku, saya ini sedang marah. Saya kesini bukan untuk kuliah … cewek yang masih belasan tahun kok sampéyan keloni itu rak tidak etis to, kanjeng Resi ? Maksud saya, biar saya peram, kok malah sampéan brakoti dhéwé. “
      “ aku terima salah anak Prabu. Tetapi ketauilah bahwa yang namanya cinta itu buta. Tidak memandang usia. Bisa saja aku yang sudah kèwut jatuh cinta dengan ABG .. “
      “ sudah, sudah, sudah, … saya tidak butuh wejangan, terus anak2 haram itu piyé … ? “
      “ hus ! Tidak ada yang namanya anak haram. Yang ada ortu haram jadah seperti ané. “
      “ Mesthinya anak polah Bopo kepradah atau anak bertingkah bapak lintang pukang. Ini kok kulawik. Bopo polah anak kepradah – babe macem2, anak jadi heboh “
      “ Ho’ oh, ya …. “
      “ wis, wis, wis, …. tak tigas janggamu ! “

      Dengan sepenuh tenaga ditikamkannya senjatanya ke Resi Wisrowo namun sampai berulangkali tetap tidak bisa melukai. Lama kelamaan Sang Prabu Donopati kelelahan sendiri. Donopati merasa sangat malu dengan perilaku ayahnya yang malah ngeloni calon menantunya. Tetapi ia tidak berdaya, wiku Wisrowo terlalu sakti, ia tidak bisa bahkan hanya untuk melukai ayahnya. Akhirnya Donopati putus asa dan ia minta ayahnya membunuhnya karena ia tidak tahan dirundung malu punya ayah seperti itu. Tentu saja Sang Begawan menolak membunuh putranya. Saking marahnya, Prabu Donopati mem-bentur2kan kepalanya ketembok sampai ber-darah2.

      Begawan Wisrowo serba salah. Disatu sisi ia sangat mencintai bini mudanya dan ingin mengecap madunya hidup dengan kembang yang sedang mekar itu. Disisi lain ia adalah pendhito yang seharusnya malu bersikap seperti itu. Ia juga sedih melihat betapa anaknya yang dikasihinya hancur mentalnya.

      Akhirnya, pupus sudah hati Sang wiku. Ia iklas melepaskan kehidupan sorgawinya dengan bini mudanya. Ia iklas menebus kesalahannya dengan ajalnya. Dengan tenang dicopotnya rompi kebalnya, yang dibelinya di Toko Ramai Ngalioboro. Ia sekarang tidak lagi digdoyo. Kemudian Sang wiku membentak putranya

      “ Bocah gembèng ! Begitu saja nangis kayak anak kecil. Itu bukan sikap Raja. Memalukan sekali ! Akupun malu punya anak seperti itu ! Anak gembus ! Ayo, gunakan senjatamu … bunuhlah aku … kalau bisa ! “

      Ditantang seperti itu, kemarahan Donopati meledak lagi. Dengan sekuat tenaga ditusukkannya kerisnya ke dada ayahnya. Blesss, keris menancap telak didada sepuh wiku Wisrowo. Pabu Donopati terpekur memandang jenasah ayahnya. Ia tidak menduga kejadiannya akan seperti itu. Semula ia hanya berniat meledakkan kemarahan dan sama sekali tidak ada keinginan membunuh ayahnya. Tetapi semua berlangsung begitu cepat dan diluar dugaannya.

      Yang tersisa adalah getun …..

      • Ki Ismoyo sejatine inti cerita diatas bukan soal ” Cucak Rowo “.

        Memang kalau soal sing kinyis-kinyis , tidak pandang bulu ,dan umur bukan pantangan malah sebagai tantangan (xi xi xi xi …kalau berani ).

        Juga bukan soal malu, wirang dll. Lha wong wis trisno, apapun statusnya ga masalah, mau pendita,kyai,penguasa, pengusaha dll, (asal jangan over, lha belum akil baliq kok wis diunduh).

        Kalau tidak salah intinya tentang ” Menahan Diri dari rasa Marah ”

        Inilah rasa yang suangat sukar dipahami, sdh banyak cerita,sudah banyak babad, sudah banyak kitab , sudah banyak legenda.

        Namun pada suatu ketika dalam waktu seper seribu detik , rasa itu meluap dan menghancurkan dunia

        Hanya karena emosi sesaat bisa menjadikan ” Rusak susu sebelanga atau Nasi sudah menjadi bubur ”

        Suwun Ki Is pamulange , mbesuk-mbesuk nek anakku mengenalkan temannya aku tak mlebu gandok neng ora nginjen, enake membaca ADBM dll sing penting karyanya SHM.Takut nek berahi ga ketahan , sembilan bulan kemudian muncul bayi laki-laki berwajah sepuluh melambangkan nafsu yang berlebihan,terus bayi perempuan berwajah raksasa yang melambangkan nafsu badaniah yang tak pernah terpuaskan.

        suwun

        • Nek calon mantu arep ditemoni mboten Ki. Aku yo moco wayang mbelinge Ki Ismoyo dadine wedi dewek. Calon mantu kempling pling koyo manohara. Yen ketemu sungkem cipika cipiki.., njur yen kepleset piye Ki Pls? Mlayu aaaah.

          • Merem Ki Djojosm

            • Wah yen iki angel, masiyo merem, tengah wengi, mbulan tanggal 1, ora ana lampu lan listrik ya tetep ketok. Wong wis kebacut klebu memori.

        • Ditengga candhakipun Ki,
          Mugi2 babagan Sarpa Kenaka dipun jlentrehaken kanthi cetha. matur nuwun sakderenge.

      • hiks..
        donyo..donyo..
        jaman saiki malah makin gak karu-karuan..
        🙂

        • Kenging menapa Ni…?

          • hehehehehe..
            cuman sedih mikirin orang2 jaman sekarang yang makin gak karu-karuan ki. termasuk saya..hehehehehhe..

            padahal kiamat makin dekat, hehhh..cuman bisa berdoa aja, smoga selamat dunia akhirat..

            hiks…

        • Sebenarnya cerita di atas juga mengandung makna untuk pengendapan diri, memelihara emosi, memelihara mata, telinga dan perbuatan.

          Tergantung yang membaca bagaimana menguraikannya, vulgar, atau memaknai sebagaimana Ki Raga Tunggal. Jelasnya dari sudut pandang mana ia melihatnya.

          • yah, itulah yang saya sedihkan ki…

            entah mengapa, manusia sekarang sangat susah mengendalikan emosi. begitu mudah dibakar oleh sesuatu hal yang rasanya sangat tidak signifikan dan mengakibatkan kerusakan.

            lihat saja bapak tiri yang menaruh anaknya direl kereta api, ato anak sd yang gantung diri gara2 tidak bisa bayar spp. ato kerusuhan2 yang mudah sekali timbul.

            entahlah, mengapa jarang sekali orang yang memiliki kelapangan hati, pengendapan rasa dan pengendalian diri yang mumpuni saat ini.

            entah mengapa, tak banyak lagi orang yang mampu melihat dari semua sisi dan memaklumi bahwa manusia tidak ada yang sempurna.
            (hiks.. sing terakhir iku curhat ki..hehehehe)

            btw, thx berat seberat diriku untuk pencerahannya ki..

  14. MATA YANG TIDAK MENANGIS DI HARI KIAMAT

    Tentang wajah-wajah yang tampak ceria dan gembira di Hari Kiamat, Rasulullah pernah bersabda, “Semua mata akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga hal. Pertama, mata yang menangis karena takut kepada Allah Swt. Kedua, mata yang dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan Allah. Ketiga, mata yang tidak tidur karena mempertahankan agama Allah.”

    Dahulu, dalam suatu riwayat, ada seorang yang kerjanya hanya mengejar-ngejar hawa nafsu, bergumul dan berkelana di teinpat-tempat maksiat, dan pulang larut malam.Dari tempat itu, dia pulang dalam keadaan sempoyongan. Di tengah jalan, di sebuah rumah, lelaki itu mendengar sayup-sayup seseorang membaca Al-Quran. Ayat yang dibaca itu berbunyi: “Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kenudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang yang fasik (Qs 57: 16).

    Sepulangnya dia di rumah, sebelum tidur, lelaki itu mengulangi lagi bacaan itu di dalam hatinya. Kemudian tanpa terasa air mata mengalir di pipinya. Si pemuda merasakan ketakutan yang luar biasa. Bergetar hatinya di hadapan Allah karena perbuatan maksiat yang pemah dia lakukan. Kemudian ia mengubah cara hidupnya. Ia mengisi hidupnya dengan mencari ilmu, beramal mulia dan beribadah kepada Allah Swt., sehingga di abad kesebelas Hijri dia menjadi seorang ulama besar, seorang bintang di dunia tasawuf.

    Orang ini bernama Fudhail bin Iyadh. Dia kembali ke jalan yang benar kerena mengalirkan air mata penyesalan atas kesalahannya di masa lalu lantaran takut kepada Allah Swt. Berbahagialah orang-orang yang pernah bersalah dalam hidupnya kemudian menyesali kesalahannya dengan cara membasahi matanya dengan air mata penyesalan. Mata seperti itu insya Allah termasuk mata yang tidak menangis di Hari Kiamat.

    Kedua, mata yang dipalingkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Seperti telah kita ketahui bahwa Rasulullah pernah bercerita tentang orang-orang yang akan dilindungi di Hari Kiamat ketika orang-orang lain tidak mendapatkan perlindungan. Dari ketujah orang itu salah satu di antaranya adalah seseorang yang diajak melakukan maksiat oleh perempuan, tetapi dia menolak ajakan itu dengan mengatakan, “Aku takut kepada Allah”.
    Nabi Yusuf as. mewakili kisah ini. Ketika dia menolak ajakan kemaksiatan majikannya. Mata beliau termasuk mata yang tidak akan menangis di Hari Kiamat, lantaran matanya dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah Swt.

    Kemudian mata yang ketiga adalah mata yang tidak tidur karena membela agama Allah. Seperti mata pejuang Islam yang selalu mempertahahkan keutuhan agamanya, dan menegakkan tonggak Islam. Itulah tiga pasang mata yang tidak akan menangis di Hari Kiamat, yang dilukiskan oleh Al-Quran sebagai wajah-wajah yang berbahagia di Hari Kiamat nanti.[]

    (Jalaluddin Rakhmat, Renungan-Renungan Sufistik: Membuka Tirai Kegaiban, Bandung, Mizan, 1995, h. 165-167)

    • Nyi Nunik tergolong yang mana?

    • Di padepokan ini juga banyak mata yang ga tidur, tetapi menunggu wedarnya kitab..hehe

  15. Menyikapi Situs Facebook; Halal atau haram?

    “Bahwa keberadaan fesbuk itu bisa haram dan bisa juga tidak. Jika digunakan untuk menggali ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat, tentu hukumnya tidak bisa dibilang haram. Begitu pula sebaliknya…”

    Kehadiran facebook (fesbuk) dalam dunia maya sejak pertama kali diluncurkan pada 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg telah mencengangkan dunia. Hasil karyanya itu berhasil mensejajarkan diri, bahkan melampaui para pendahulunya seperti situs yahoo, google, friendster dan sebagainya.

    Daya tarik fesbuk memang sungguh luar biasa dan tak main-main. Hamper semua lapisan masyarakat memiliki akun (account) fesbuk, mulai dari orang biasa hingga selebritis dunia; entah itu pesohor Hollywood maupun para santri di Lirboyo, Jawa Timur, baik itu anak sekolah maupun professor.

    Kehebatan situs jejaring persahabatan ini juga telah merasuki penduduk Fairbanks Alaska di belahan bumi utara, hingga Tierra Dell Fuego di bagian ujung Amerika Selatan. Dari mulai Kathmandu Nepal hingga pedalaman Burundi di Afrika.

    Vatikan, tempat agama Katolik berpusat, juga menggunakan jejaring ini untuk menjaga iman umat. Prof.Dr.Din Syamsuddin, misalnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, juga merawat aqidah umat lewat jejaringan ini.

    Fesbuk memang telah menggurita. Setiap hari, penggunanaya (user) selalu bertambah. Pada Oktober 2007, jumlah pengguna aktif sekitar 50 juta di seantero jagad. Sementara pada tanggal 1 Januari 2009, penggunanya berbiak menyentuh angka 150 juta. Sebulan berselang berlipat lagi menjadi 175 juta. Dan kini melejit hingga mencapai lebih dari 200 juta pengguna.

    Sindrom fesbuk juga merembet ke Indonesia. Laporan bertajuk Facebook in Global Markets di situs Insidefacebook.com memastikan bahwa tahun 2008 pertumbuhan fesbuk di Indonesia mencapai lebih dari 645 persen. Jumlah itu menempatkan Indonesia di jejeran atas pertumbuhan pengguna di dunia. Lihatlah Italia yang pertumbuhannya 290%, Argentina 200%, Spanyol 600%, dan Perancis 400 persen.

    Dengan tingkat pertumbuhan 645% di tahun 2008, pengguna fesbuk di Indonesia merupakan yang paling tinggi di Asia; mengungguli China, India, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

    Sedemikian luar biasanya jejaring ini, hingga seorang anak kecil bernama Dinda (anak SD) dalam sebuah sinetron ”Inayah” harus menggunakan fesbuk untuk mencari lelaki sebagai teman curhatnya atau teman dekatnya. Meski hanya sebuah sinetron, tapi ini jelas menggambarkan adanya kristalisasi yang begitu kuat dari sebuah jejaring yang bernama fesbuk ini.

    Namun, seiring dengan itu, kekhawatiran akan kehadiran fesbuk pun mulai merebak. Sebab, fesbuk terkadang disalahgunakan oleh segelintir orang sebagai “ajang perselingkuhan”. Bahkan, ada sebuah kasus dimana seorang cowok harus mengurung pacarnya selama 18 hari di rumahnya hanya gara-gara ia cemburu buta karena si cewek mendapatkan ucapan hari valentine pada 14 Februari dari teman-teman cowoknya.

    Bradenton, Florida, Amerika Serikat, hanya demi mengecek akun fesbuk miliknya, seorang pria berusia berusia 19 tahun yang tidak disebutkan identitasnya merampas sebuah laptop milik seorang pelanggan kedai kopi Starbucks.

    Sedemikian besarnya pengaruh negative fesbuk, hingga menggelitik 700 tokoh Muslim di Surabaya, Jawa Timur untuk mengadakan Bahtsul Masail XI bertajuk Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri se Ja-Tim di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat Lirboyo, Kediri 20-21 Mei 2009. Dalam Bahtsul Masail yang dihadiri oleh 50 pondok pesantren tersebut akhirnya disepakati bahwa hokum fesbuk adalah haram.

    jangan menyimpulkan dulu masih…….bersambung

    • seperti minuman keras saja ya ki…..
      memabukkan…

    • Sejak dulu aku ga suka friendster, kemudian apalagi fesbuk. Juga tidak suka chatting. Jadi ga perlu bingung mengenai status halal dan haram. Tetapi dengan padepokan adbm ini, kita sudah bisa mendapatkan banyak teman yang benar2 memiliki selera yang sama. Tul engga?

    • Met malem,
      Saya malah mau mohon izin agar para penggembira ADBMers dapat memberikan alamatnya di FB, agar saya dapat mengenal lebih dekat dan menjalin silaturrachim kemudian. Atau silahkan ke alamat saya (djoko putranto). Terima kasih.

  16. makasih kitabnya ki seno

  17. Wuaah Ki Ismoyo memang the best disini.

    Aku juga udah daftar di fesbuk karena WIL ku banyak disana (Wanita Idaman selain Istriku yang kusuka).
    Jebul haram tho untung wae paswet-e lali, bejo meneh WIL ku ternyata tidak mau sama aku.

    wuah tinimbang mengko kleru tutuge sesuk wae ngenteni Ki Ismoyo rampung karo ngenteni IV 02. he he he

  18. Aku deg-deg-an

    diparingi tulisan “Your comment is awaiting moderation.”

    Ngentosi IV-02 durung diparingi malah diparingi kados kaya ngoten rak nggih deg-degan tho? bingung tho?.

    Kulo namung nenggo IV-02 kok, kalian ungak-ungak ingkang wonten mriki.

    nuwun

  19. Tetap ronda.. semakin sepi saja nih.. Seharian belum ketemu Ki PLS, kemana ya?

    • ki anatram ronda terus ya?
      jgn2 emang kerjaannya…he..heeee….
      tlatah talun atau tlatah dukun, ki?

  20. Tatkala adbm dari SHM sudah habis, apakah kita masih akan tetap bersama?

    Entahlah. Tetapi saya pikir baik juga bila kita kerja bakti menyusun kelanjutan dari ADBM. Tiap cantrik diharapkan menyumbang satu scene, misalnya bagian cerita glagah putih dirampok sampai akhirnya perampoknya ko. Sedang inti cerita utama tetep disandarkan pada Ki GD dan Nyi Seno.

    Ini hanya sekedar usul. Semoga Ki GD berkenan.

    • ki Paimo yth,

      Bagaimana kalau kita cari penulis yang memiliki kemampuan untuk menulis sebuah serial silat negeri tercinta, dan bersedia, untuk menulis sebagaimana sang maestro ki SHM memberikan karakternya di serial adbm ini.
      Karya akhirnya tentu serial adbm lanjutan dari Jilid I, II, III, dan IV menjadi V, VI, dst sehingga memiliki akhir kisah yang memenuhi aspirasi khayalan kita para penggemar adbm ini dan tentu saja masih memiliki kekuatan kisah sebagaimana karya aseli sang maestro ki SHM. Monggo.

      • Mudah-mudahan kebersamaan akan belanjut terus dengan karya SHM lainnya.

        Misalnya seri Mahesa Agni .

        Suwun

      • usul bagus, mungkin ki ismoyo berminat

      • Sepertinya mencari penulis yang memiliki jiwa seperti SHM agak sulit. Kalaupun ada, tentu sudah akan di-rekrut oleh KR untuk melanjutkan.

        Saya berpikir, setelah kita membaca dari jilid 1 sd 317, maka saya pikir ada diantara kita yang dapat sedikit merasakan gaya penulisan SHM. Jika hal ini benar, maka alangkah baiknya bila cerita ini dapat dilanjutkan.

        Sedang untuk alur cerita, menurut teman saya, SHM punya kerangka lengkap sampai akhir. Mungkin kita dapat menjalin kerja sama dengan putera SHM atau KR (semoga kita diterima dengan baik, dan tidak dianggap pembajak yang menerahkan diri) untuk mendapatkan kerangka cerita dimaksud.

        Nuwun.

  21. trims nyi sena, ki mbodo, ki sukra, ki gd, ki tumenggung sepuh, dan para bebahu lainnya yang belum disebutkan atas beredarnya kitab 302…

  22. Katanya dulu pernah ada film ADBM, ada yang punya gak ya?

    • Yang aku pernah lihat, hanya sebatas cerita agung sedayu bertanding denga sidanti dalam lomba ketangkasan memanah Ki…
      Sudah sangat lama sekali

      • Kayanya belum ada produser yang tertarik bikin film ADBM secara full ya…

        • Dahulu Indosiar berniat untuk membuat Sinetron ADBM, bahkan sampai Casting pemainnya, namun sampai saat ini kabar beritanya hilang begitu saja

  23. Di gandok IV-03 masih tertulis: Maaf, tidak ada tulisan yang memenuhi kriteria Anda. Kata yang kurindukan adalah: Monggo…..

    • @Ki Gede Gajah Sora, ………….
      Apa akhi ada hubungannya dengan Gurame apa gitu, dulu saya nyantrik di padepokan itu, mbaca Nagasasra & Sabuk Inten?.

  24. Ki Truno aya aya wae, saya hanya mengagumi karakter Ki Gadjah Sora yang dibentuk oleh SHM.

  25. Sugeng dalu KI Trupod, Ki Gajah Sora. Saya baru nengok Ki Arema tadi ada di Gandok II-63. Takutnya beliau ketemu petugas sandi dari Pati.
    Monggo lanjutkan.

    • Menyemangati Ki Panembahan Emprit Ki yang menyumbangkan retypenya.

  26. Nuwun sewu Kang Pls kulo nemu komen njenengan sing nggawe kulo meri. Mripat kulo mboten saged mbedaaken Jupe sareng sinten sing maen Bay Watch niku…. kesupen. Terutami antawis bagian ini dan itu.

    On 4 Maret 2009 at 16:32 pandanalas Said:

    Nek mbahas Luna Maya, Aura Kasih, Cinta Laura, Sarah Azhari, Jupe …. we lah… mripatku isih iso jelas ora mblereng,

    • Luna Maya…. Pandan Wangi
      Aura Kasih…. Sekar Mirah
      Cinta Laura…. Rara Wulan
      Sarah Azhari …. Wiyanti–> selingkuhannya Swandaru
      Jupe …. Raras apa ya panjangnya lupa …

      • Julia perek eh salah Perez

        kok seperti kurang cock seperti pandan wangi,
        kayaknya LM agak pecicilan lumayan lenjeh.

      • Pandan Wangi .. Sundari Sukoco
        Sekar Mirah … Sunyahni
        Rara Wulan …. Nurhana
        Wiyanti ……. lha sopo meneh iki,spoiler?

      • kalo yang sepuh udah bicara, kita mesti bilang nggeh aja, pengalaman beliau2 pasti pas.., hehehehehehehehehehheheehehehehhehehehhe
        apalagi Wiyanti…, duh.., gabungan aura kasih-hapy salma- sarah azhari…mana tahan…Swa sampai termehek mehek…

  27. Sugeng ndalu para Ki Sanak, tumut ronda.

    Kentongan,wedang ronde ,jagung rebus.Mudah-mudahan Nyi seno sudah menyelesaiakan convert djvunya , kan info Ki Alphonse file yang dikirim ke Nyi Seno bentuknya PDF.

    Suwun

  28. Nuwun sewu bade off rumiyin pangkokamtib sampun mbengok-mbengok.
    Sugeng dalu sedoyo.

    • Ha ha ha …..
      Monggo Ki ….

      • Paling eunaaak mungkin saya…

        kalau dah buka internet nggak ada yang ngaruh-ngaruhi…..he he he.

        Sugeng dali Ki Arema,
        taksih rondha ?

        • Sugeng dalu Ki.

          Taksih, sawetawis malih
          Sinambi nandhing pacul kangge makaryo mbenjing.

          • Kaleres kala wau enjang Bintan jawah lumayan deres binalut kilat lan petir ngantos PLTD pejah.

            Kemudian pulang nyangkul masih dimintain tolong sama mbok wedok buatin program pembelajaran, badan agak lumayan capek Ki, jam 20.30 tertidur, nembe tangi.

            • Menawi mekaten sugeng ronda Ki, kula nyuwun pamit, badhe tilem, mbenjing enjing sampun wonten pacul ingkang nengga dipun ayahi.

            • Monggo ki.
              Saya masih menemani, meskipun putus-nyambung.

  29. naaahh…
    akhirnya ada yang ngendikan :” Monggo…”
    Apa sudah bisa di unduh…?

  30. Wah…, belum juga ternyata…
    Ya udah pamit dulu., Indovision filmnya bagus bagus…
    Ngunduhnya besok pagi aja..

  31. Baru sekarang merasa ikut sakauw. Bulan kemarin saya masih punya cadangan kitab yang belum dibaca. Sekarang semua rontal sudah tandas.

    • 😀

    • .. cara berjalannya udah mirip swandaru dong
      … salah dikit gampar…..
      hihi

  32. Motivasi Perbuatan

    Alkisah, di suatu kerajaan, Sang Raja merasa masygul …ia merasa hatinya gundah.

    Semenjak ia melanjutkan tugas dan tanggung jawab ayahandanya untuk memerintah dan mengatur agar seluruh rakyat dapat hidup aman, tenteram & sentosa, ia telah berusaha sebaik-baiknya tetapi akhir-akhir ini terasa jenuh. Semua bebannya yang ditanggung nya dirasakan demikian berat, dan hidup menjadi rutinitas tiada akhir dan membosankan. Sehingga sang Raja memutuskan untuk berlibur, menikmati hidup bukan sebagai Raja melainkan sebagai rakyat jelata, sekaligus untuk melihat-lihat dari dekat hasil jerih payahnya selama ini.

    Sepanjang masa liburnya, raja sebenarnya cukup terhibur melihat kemajuan kerajaannya. Ia dapat melihat bahwa rakyatnya hidup berkecukupan, pemerintahan berjalan dengan cukup baik, walaupun ada hal-hal yang masih bisa disempurnakan.

    Tetapi, entah mengapa, semakin menikmati liburannya, rasanya semakin malas untuk kembali ke istana.
    Suatu hari, raja singgah di suatu daerah dan entah kenapa, ia tertarik kepada seorang pemuda yang sedang menanam pohon. Pemuda itu bertubuh kekar & kuat, tetapi ketika bekerja, ia tampak lemas dan tak bersemangat.

    Setelah mengucap salam, sang Raja bertanya kepada sang Pemuda. “Hai kawan, engkau tampak lelah, apakah engkau sakit ? Siapakah yang memaksamu untuk tetap bekerja dalam kondisi sakit ?

    “Saya tidak sakit tuan, hanya saya tidak menyukai pekerjaan ini” jawab sang Pemuda.
    “Aku membantu ayahku untuk menanam tiga ratus pohon zaitun. Jikalau bukan karena ayahku, aku tak akan melakukannya. Bayangkan, tiga ratus pohon zaitun, belum juga seratus pohon, aku sudah tak ingin melakukannya lagi” keluh sang pemuda.

    “Dimana Ayahmu? Mungkin aku bisa bicara dengannya..”

    “Beliau ada di belakang bukit ini” ujar sang pemuda sambil menggerakkan tangannya menunjukkan arah.

    Raja segera bergegas ke belakang bukit, tetapi sesampainya disana, ia tertegun. Dilihatnya, pohon yang telah ditanam jauh lebih banyak dari sang pemuda padahal sang ayah ternyata sudah renta, tetapi tetap bekerja penuh semangat.

    Kagum, Raja menghampirinya. Seraya mengucap salam, Raja bertanya “Wahai orangtua, engkau demikian bersemangat sekali. Apa yang engkau tanam?”

    “Saya sedang menanam pohon zaitun” jawab sang Kakek.

    “Sebanyak ini? Untuk apa? Lagipula, bukankah pohon zaitun baru berbuah 6-7 tahun kemudian ? Melihat usia Kakek, mungkin Kakek tidak bisa lagi mengunyah dan menikmati buahnya, lantas apa untungnya?” Raja semakin heran.

    “Tuan mengajukan pertanyaan yang sama seperti anak saya” ujar sang kakek sambil menghela napas.
    “Tuan mungkin telah berjumpa dengan anak saya, ia anak yang baik, walau ia tak mengerti sepenuhnya alasan saya, tapi tetap membantu karena tak ingin saya mengerjakan semuanya sendirian”.

    “Tuan, saya memang tidak berniat untuk merasakan manfaat dari pohon yang saya tanam ini. Saat pohon ini berbuah, belum tentu saya masih hidup. Saya menanam pohon-pohon ini, karena buah zaitun yang selama ini saya nikmati juga berasal dari pohon yang ditanam oleh orang sebelum saya. Saya ingin membalas kebaikan mereka dengan menanam kebaikan yang sama. Membayangkan buah zaitun yang berlimpah yang bisa dinikmati banyak keluarga, pohon yang hijau, rindang yang memberikan naungan dari terik dan hujan, minyak zaitun yang memberi manfaat, semua itu membuat saya bersemangat untuk menanam pohon sebanyak yang saya bisa”.

    Raja tercenung mendengar jawaban sang kakek. Tak hanya melihat ketulusan dan kebaikan hati sang kakek, juga melihat perbedaan motivasi yang menggerakkan sang Pemuda dan Ayahnya itu. Sementara sang pemuda melihat pekerjaan tsb sebagai beban yang harus ditanggungnya, ayahnya terdorong oleh gambaran indah dari hasil yang akan dicapainya.

    Diakuinya, ia juga melakukan hal yang serupa dengan sang Pemuda.
    Walau ia berusaha memerintah dengan sebaik-baiknya, itu semua dilakukan untuk menghormati kebesaran ayahnya, Raja terdahulu dan agar warisan ayahnya tetap terjaga dengan baik. Itu semua adalah beban yang harus ditanggungnya sebagai penerus tahta..

    Tapi, kini ia bisa melihat bahwa semuanya terserah dirinya, apakah ia memilih melihatnya sebagai beban, atau fokus pada gambaran indah yang bisa dicapainya.

    Raja tersenyum dan berkata “Wahai kakek, ketahuilah bahwa aku sebenarnya adalah Rajamu. Kebaikanmu telah mengajarkan aku. Sebagai ungkapan rasa terima kasihku, terimalah hadiah dariku” lantas ia memberikan pundi uang kepada sang Kakek.

    Dengan hormat, kakek itu menerima hadiah tersebut, tersenyum dan berkata “Wahai Tuan Raja, tadi engkau bertanya “apa untungnya”.
    Lihatlah, belum juga selesai hamba menanam, walau bukan buah dari pohon yang saya tanam, Allah telah memberi rizki satu kantung uang melalui tangan Paduka”.

    Raja kembali tertegun, Ia memang tidak percaya apa yang disebut “kebetulan”, karena kebetulan hanya mungkin timbul dari ketidakteraturan murni (pure chaos), sementara pengalamannya mengajarkan bahwa problem paling kusut pun memiliki pola-pola keteraturan yang memungkinkannya untuk diuraikan. Bukanlah kebetulan kalau hari ini ia bertemu orang tua istimewa itu, dan bukanlah kebetulan pula jika kebaikannya diganjar sepundi uang melalui perantara dirinya. Ia lantas memeluk kakek itu. “Terima kasih atas pengajaran kakek” ujarnya.

    Hari itu juga Raja kembali ke istana, langkahnya ringan dan hatinya senang. Tekadnya makin mantap, untuk segera menanam kebaikan-demi kebaikan.

    Simpul moral dari cerita :

    • Adalah Keputusanmu, Pilihanmu sendiri, apakah Hidup untuk Menanggung Beban, atau Mengejar Tujuan.
    • Kebaikan yang engkau terima saat ini, bisa jadi adalah buah dari kebaikan orang-orang sebelum kamu.
    • Jika engkau berbuat baik, Allah akan membalasnya – walau bukan dalam bentuk kebaikan yang sama, bahkan ketika engkau belum menyelesaikan perbuatan baikmu.

    • realnya …
      pasti ada cantrik di padepokan ini yang belum pernah sekalipun berpengalaman menanam pohon !!. – pohon tanaman keras maksudnye…, bukan pohon cabe!,
      ….
      (pasti alesannnya rumahnya di lt 7 mega apartemen, hehe)

    • Bagus sekali ki ceritanya, hidup itu memang pilihan, tinggal mau memilih melakukan atau tidak. Membuat keputusan atau tidak , melakukan sesuatu yang berguna atau tidak…, termasuk membuat sesuatu yang merusak , tetapi Allah akan selalu memberikan ganjaran atas kebaikan yang kita perbuat juga akan memberikan azab atas perbuatan yang kita yang merusak. Falsafahnya dalam sekali.

  33. Sepi…..
    Yang ronda pada kemana ya.
    Daftar absensi ada 11 tetapi tidak ada nongol di gardu.

    • lagu pada liat taneman di sawah…, sapa tau ga dapet air

  34. Sepi…..
    Yang ronda pada kemana ya.
    Daftar absensi ada 3 tetapi tidak ada nongol di gardu.

  35. Mau nulis yahoo.com keliru yahoo.om …..
    Jadi muncul ….. pesan Your comment is awaiting moderation.

    Rupanya site ini tidak suka ama om .. om … sukanya cuma sama tante .. tante … atau nonik .. nonik ..

    Atau mesti tulis yahoo.ki atau yahoo.nyi …. he he he

    • Sepi…..
      Yang ronda pada kemana ya.
      Daftar absensi ada 6 tetapi tidak ada nongol di gardu.

      • Hadir Ki…

      • 😛

      • 🙂

  36. Sugeng enjing. Absen. Teklak-tekluk nunggu gandok 303 dibuka.

  37. Sugeng enjing malih.. gandok sebelah dereng dibuka, nggih..

  38. Ada yang mencoba ‘ndongkel’ gandok IV-03?…

  39. turut hadir..antri untuk IV-03, sambil berharap bonus-bonus berjatuhan…

  40. Absen pagi sambil menunggu gandok 303.
    Selamat pagi semua Saudara-saudaraku

  41. Wah piwulang Ki Ismoyo bisa dipelajari sambil menunggu 303 disedar.
    Tks Ki sharingnya.

  42. Punika dinten kamis, wekdalipun laku pepe wonten alun-alun. Sinten ngertos dibalang Kitab dening Ki Gede.

  43. Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Ki Ismoyo tuwin para pinisepuh kaliyan para kadang sedaya.

    Hanya masih sedikit bingung dengan rejeki yang kita terima, karena saya pernah berdiskusi dengan atasan saya, rejeki sebenarnya yang kita punya adalah yang bermanfaat bagi sesama, bagaimanapun caranya, walaupun kita tidak menikmatinya.

    Saya sangat bersyukur jika Ki Ismoyo berkenan untuk mengurainya lebih dalam dan bermakna, sehingga bekal kita untuk menjalani hidup…menjadi lebih hidup dan berguna. Suwun, Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

  44. Ass. selamat pagi para kadang, hari baru semangat baru, harapan baru, semoga memberikan hasil yang baik dan barokah bagi para kadang semua, amin. Wass.

    • Amiinnnnn……..

    • nek mboten lepat sakniki hari kemis je,..sanes hari rabu

      • hari baru, bukan rabu??.. Ki Pandanalas kemana saja ya? ra tau ronda..

      • baru – urab – bura – ruba -rabu
        jadi, hari baru ~ hari rabu……hikss

        nyuwun sewu dereng saged nderek ngrondo…

  45. belom tho….

  46. Kamis,23 Juli 2009
    Antri no.222

  47. ikut ngantri, kapan bisa dibaca?

  48. Kulo ingkang sowan Nyi Senopati

  49. ikut antriiiiii 303

  50. Disewakan kamar kos 303

    Lokasi strategis, fasilitas lengkap, khusus cewek 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: