Buku III-95

295-00

kitab 295

Telah Terbit on 9 Juli 2009 at 00:19  Comments (128)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iii-95/trackback/

RSS feed for comments on this post.

128 KomentarTinggalkan komentar

  1. Hadir Ki

    • Lhoo..tibakne wis mlebu….tak kiro lawange isih kancingan.

      • Ki Ismoyo Hadir..

        • Ki Widura sing nembe jame nyontreng.

          • Ki Arema? Ki Pandan?

            • nderek absen ki….

              • Nunut ndlosor KI,

            • He he
              Ketiduran, tidak iku ronda.
              Terima kasih Ki, dicontrengkan.

        • Ki Trengginas,

          matur nuwun sampun dipun contrengaken…eh absen untuk hadir.

          nuwun

  2. Hadir Ki …isi buku

    • Iki gandok kok lego tenan…sedulur kabeh lungo nang endi ? Ki Ibun…monggo main gaple sinambi nenggo rencang2.

  3. Masih Kosong….

  4. Isi buku hadir

  5. walah aku baru besuk ngirim contrengnya
    ikut antri

  6. Wah tak kira koper diwedar, kitab dibagi…
    Ya wis tak penthelengi we….

  7. pindahke gandhok kene wae, mangga Ki pandan

    Pemimpin yang Adil dan Amanah

    Pemimpin hendaknya berlaku adil, berbuat kebajikan, dan membantu karib kerabat. Melakukan pencegahan terhadap perilaku keji dan tercela. Menghindar dari kemungkaran, perbuatan terlarang dan aniaya, anarkis, juga dari perlakuan yang melampaui batas.

    Adil, adalah pakaian setiap pemimpin, tidak semata diucapkan. Adil, adalah suatu perbuatan, yang didambakan setiap orang. Karenanya, menjadi kewajiban setiap pribadi untuk menegakkan dan mempertahankannya. Agama mengajarkan bahwa setiap orang adalah pemimpin.

    Seorang penguasa adalah pemimpin dari rakyatnya. Seorang suami menjadi pemimpin atas istri, keluarga dan rumah tangganya. Seorang pekerja (khadam) adalah pemimpin atas harta yang di amanahkan oleh majikannya. Maka, konsekwensinya adalah, setiap pemimpin memikul tanggung jawab untuk berlaku adil dan amanah dalam menjaga rakyat yang di pimpinnya.

    Pemimpin yang adil, semestinyalah bersikap merendah (tawadhu’) terhadap rakyat yang dipimpinnya. Maknanya adalah, kepentingan (aspirasi) rakyat wajib di utamakan. Hanya ada satu, demi kemashlahatan rakyat banyak.

    Pemimpin, tidak untuk kepentingan kelompok atau golongan, tetapi untuk kemashlahatan orang banyak. Yang tersua di kebanyakan paham sekuler sering di bangun dinding batas antara pemimpin disatu pihak dan rakyat di sisi lain, dengan konsep bahwa Agama adalah amanah Tuhan (teologis), sementara pemerintahan adalah amanah rakyat belaka.

    Kepemimpinan sesungguhnya adalah amanat dari Allah SWT, yang wajib di tunaikan sebagai ibadah di tengah kehidupan masyarakat (rakyat)-nya, atau hablum min an-naas. Pakaian pemimpin adalah adil, sebagai ciri taqwa. Konsep ini bukan teologis semata, tetapi sangat humanis universal. Dalam pandangan Islam, seorang pemimpin pemegang tampuk kekuasaan yang melalaikan kepentingan rakyatnya adalah pemimpin yang sangat dicela.

    Insya Allah, dari hasil pemilu Presiden yang masih dalam tahap penghitungan, siapun yang terpilih tentunya karena memperoleh mandat dan amanah dari rakyat, juga amanat dari Sang Maha Pencipta, kiranya dapat menjadi pemimpin yang melaksanakan kepemimpinan yang adil, sebagai amal ibadah di tengah kehidupan rakyatnya dan juga dapat melaksanakan amanah, utamanya untuk kepentingan, aspirasi, demi kemashlahatan rakyat banyak. Amin.

    Sungguh celakalah para pemimpin yang melupakan dan menganggap enteng aspirasi rakyat banyak. Sesungguhnya setiap pemimpin dihadapan Allah SWT, akan diminta pertanggungan jawab terhadap rakyat yang dipimpinnya.

    disarikan dari “warisan tokoh”

    • matur suwun ki….

      • Punggung saya … he..hee …
        juga bokong Ki Pandanalas ….. 🙂

        • Daku …
          Maka kau kucontreng balik ….

          • Iki mesti kelingan pas llus SMA biyen

        • kulo koq mboten paham hubungane….

          • dipaham-pahamne Ki,

  8. Sugeng dalu Ki Sanak

    Monggo ngrasani kenapa Pati berperang dgn Mataram

    Historis hubungan keduanya :

    1. Kedua orangtuanya saudara seperguruan
    2. Keduanya tidak melanjutkan karir militer /
    penguasa di Panjang , dgn alsan masing-masing
    3. Istri Panembahan kakak Adipati Pragola

    Dari awal sepertinya keluarga Panembahan ingin merangkul keluarga Ki Penjawi untuk menjadi satu kesatuan, caranya dgn menikahi Kakak Adpati Pagola sebagai Permaisuri, yang nantinya akan meneruskan garis menjadi Raja di Jawa.

    Apakah seorang Pragola sangat marah dan menyatakan perang hanya karena seorang wanita yang benama Retno Dumilah, ada beberapa hal bisa dianalisa dgn membayangkan jaman sesuai jamannya :

    1. Pragola jengkel karena merasa , ibarat darah para
    prajurit belum mampat , tega-teganya sang
    Panembahan berasyik masyuk di peraduan.
    2. Seperti kata SHM, Pragola jengkel karena sang
    Panembahan seolah akan menduakan dan menutup
    jalur Kakaknya menjadi raja / pengganti
    Panembahan.
    3. Pragola jengkel didahului sang Panembahan untuk
    memmperoleh Sang Putri ratna Dumilah.

    Sepertinya analisa ke tiga yang paling memungkinkan, kalau itu berhubungan dgn kata Ambisi
    Beberapa analisa mungkin bisa di simpulkan :

    1. Seperti kata SHM,Pecahnya Madiun karena politik
    Wanita . Dan itu dibalas oleh Panembahan Mas,
    membalas talas dgn talas. Politik wanita dengan
    Politik Wanita . Targetnya tentu Pati, berarti
    Panembahan Mas sudah tahu keinginan Pragola dalam
    hal Retno Dumilah.
    Disini Retno Dumilah bukan sekedar wanita, dia
    adalah Madiun dan kelompok persekutuan Bang wetan
    (Surabaya, Tubam, Kediri, Pasurusn dll ), yang
    dapat dirangkulnya menjadi kekuatan yg ngegirisi

    2. Berdirinya Mataram beda dgn Pajang, mataram
    seolah memberontak, sedangkan Pajang memadamkan
    awan panas seorang Penangsang.Berdirinya Pajang
    lebih direstui oleh Adpati lainnya.

    3. Adipati Pragola menganggap kalau Mataram mampu
    Pati pasti juga mampu, apalagi Pati lebih dulu
    berdiri.
    Dasarnya jelas , kekuatan Mataram telah diketahui

    Kalau bicara ambisi tentu kadang bukan dirinnya sendiri, namun juga lingkungan sekitarnya. para Kawula, sanak kadang dll.

    Namun kita hanya membayangkan kejadian-kejadian yang mungkin lebih dahsyat dari cerita SHM. Untuk menaklukan daerah lain butuh prajurit sangat banyak disertai bantuan logistik yang sangat besar.
    Semua masih manual paling digerakkan Kuda dan kerbau.

    Dan mungkin masih banyak AS,SG,GP yang tercecer ,jadi …….. ide ADBM dari SHM walau hanya khayalan dan merunut beberapa cerita rakyat…. sangat heubat terutama jilid-jilid awal.

    Nyuwun sewu kalau salah

    Suwun

  9. Antriiiiiiiiiiiiiiii

  10. antli

  11. Hadir tumut absen

  12. Absen lan ngantri Ki,
    Monggo di lajengke olehe jagi gandok, kulo tak ndlosor pojokan gandok…

  13. nampaknya ki SHM di buku 293 sedang ngalindur…
    kok si sukra dinamain lagi nama sukra??… bukankah sejak di buku sebelumnya juga nama tuh anak pembantu rumah AS SM memang si sukra??… mohon koreksi

    • Di buku-2 sebelumnya saya belum pernah membaca, mungkin kelewatan. Cuma di komentar para cantrik memang pernah disinggung kalau anak badung itu namanya sukra.
      Mungkin cantrik lain ada yang lebih jeli dari kita 🙂

      • Memang betul.
        Ki SHM kelupaan memberi nama anak itu. Selama ini hanya menyebutnya dengan anak itu, pembantu di rumah AS, dan sebagainya.
        Yang menyebut sukra adalah yang sudah pernah membaca jilid setelahnya. Coba diteliti lagi.

        • Tidak apa2 lupa sedikit…kesalahan kecil Ki.
          Seperti lupanya kalau dijild 105 Swandaru sudah tahu kalau cambuknya AS menggetarkan jiwa saat menolong Ki Sumangkar, tapi gak inget sampai saat nolong Khanti di jilid 290an.

  14. Ikut antri dulu…

    Sugeng enjang, Sedherek…

  15. ngunduh dulu kitab nya

  16. ikutan antri ….

  17. Sugeng enjang ki sanak.
    Mugi-mugi sedaya tansah pinaringan kawilujengan.

    • Ndherek nepangaken Ki Arema. Kepareng nyuwun pirsa, panjenengan asli piyayi Malang apa domisiline sing ana Malang?

      • Monggo Nyi.
        Aslinipun Mediun Nyi, sakmeniko madepok wonten Malang.

        • Dalam gadah alamat sing komplet Nyi, mbok menawi wonten sederek sing pingin besanan …

          • Woooo……
            Sampun nyontreng Ki.

            • Ngapunten njih Ki Arema, kula namung penasaran kemawon. Kula asli Malang nanging domisili Jakarta.

              • Mbote menopo.
                Anak kulo mbajeng inggih wonten Jakarta.

          • hiks….

        • Aslinipun Kecamatan Pacar, nggih, Ki?

          xixi

          • ki…sinten sing gek nggolek mantu…hiks

  18. Sugeng enjing Ki Sanak sedaya. Ndherek antri.

  19. Wah….
    telat aku…, ketinggalan sepur…

    • kliru panggonan. mau nulis di gandok 94 kok mlebu ndik kene.

  20. absen……met pagi semuanya….

  21. Ngisi daftar hadir Ki/ Nyi
    Sugeng enjang sederek cantrik sedoyo

    • Monggo, Ki… kok taksih sepi Nggih..?

      • Sami kemlekeren kitab 293-294 Ki.
        Nopo wonten bonus malik Ki anatram? Mugi-mugi quick count kedaden jadi real count. Mangke wonten bonus besar-besaran. Leres toh Nyai Seno?

        • Sampun dipun unggah kalih Ki mBodo, Ki..

  22. leyeh-leyeh sinambi nunggu kitab

  23. lagi semangat, jadi sudah di upload…
    monggo di sedot

    • Iki lho. Ki mbodo wis medar loantar 295, monggo diundhuh.

  24. Maturnuwun…………
    Ki Mbodo memang sembodo…

  25. Wah… hari ini benar-benar panen. Kitab 293, 294, 295… mungkinkah dengan 296?

  26. Suwun-suwun.

  27. trimakasih 294 – 295 nya…
    hadir untuk 296 dst…

  28. mantap tenan ..absen langsung ngunduh

  29. Terima kacih

  30. thx..

  31. Maturnuwuuun.

  32. Matur nuwun…
    hi-hi-hi—— asyik…. ada bonus pilpres

  33. Terima kasih kitabnya Nyai …

  34. Ketok e jagone menang ketok 2, dadi bonus metu…..
    Eh, ora dhing…. Syukuran Pemilu isa dirampungke kanthi ( dudu bojone wasana lho…) aman lan tertib ya….
    Matur nuwun…. matur nuwun…..

  35. Jan ampuh tenan quick count iki.
    Kitab mengalir tanpa henti. Matur nuwun Ki anatram, Ki Gede, Nyai Seno.

    • Maturnuwun kalih Ki Gede, Nyi Seno, Ki mBodo mawon….
      Kulo nggih namung ndherek antri kemawon kok…..
      Monggo dipun rahapi kitabipun…

  36. sehari 3 kitab saya akan dukung
    LANJUTKAN !!!!!! 😀 😀 😀 ;D 😀
    telima kasih

    • Ralat: salah ucap sehari mestinya sehali
      Begitukah anakmas leak

      • nek wonten sing salah koq cepet pirso lho….hiks

        • Lha nJenengan sing ngajari ngaten kok.

          • score jadi 1 : 1

            hiks….

            • he…he…he…untuk mengholmati yang ikut mencontleng, belusaha bicala yang baik dan benal

  37. terima kasih Ki Gede dan nyi Seno

  38. matoer noewoen & landjoetken bagi2 kitabnya…

  39. terimakasih….

  40. terima kasih….

  41. hatur nuhun ……..

  42. hatur nuhun pisan… katampi kitabna…

  43. matur suwun bonus nyontreng-ipun

    • jagone menang ra?

  44. Bonus pemimpin terpilih,…. , matur nuwun ki

  45. buku ADBM 294 hal 10:
    “Memang sulit untuk mencabut sebuah janji…meskipun janji itu diberikan kepada pidak pedarakan sekalipun, namun harga sebuah janji adalah sangat tingi”

    • janji kaliyan sinten ki….

      • Janji nglamar Luna maya untuk Ki Pandan alas … wakak wakak wakak

        • Janji nglamar Ni I*****+ Ni *****?

        • @ki WDR….matur suwun ki mpun dipun lamaraken..hiks

          @ki Anatram … sinten mentrik sing kados bintang meniko…hiks (loro ra kuat aku)

  46. Hadir lagi Ki……
    Sekali lagi terima kasih….

  47. terima kasih Ki ….

  48. Wah jan nyenengke ati tenan…
    Kitab datang bertubi tubi….
    Matur nuwun Nyi..

  49. matur nuwun

  50. sby menang………..

    • Hanya bisa mengucapkan selamat.. Ingat janjimu..!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: