Buku III-87

287-00

Laman: 1 2

Telah Terbit on 2 Juli 2009 at 00:34  Comments (396)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iii-87/trackback/

RSS feed for comments on this post.

396 KomentarTinggalkan komentar

  1. antri 388.

  2. hadir Ki..

  3. nginceng gandhok 288 dari kejauhan sudah rame.. ternyata bukan gandhok 288 ning gandhok 287 wis ra muat nampung para cantrik sampai luber-luber tekan tritisan 288

  4. ngiring antri ah…..

  5. Masuk, Sudah ada tulisan yang memenuhi kriteria
    Anda…………………….Absen Hadiir !!!!!

  6. Bentar ya…Sabar nunggu….

    Kitab 287 langsung wedar dg kata-kata ini….ternyata kata2 sabar nunggu itu ditujukan buat para cantrik yg akan nunggu kitab berikutnya…

    So sing sabar sederek sedoyo…sewengi ngenteni ning ngarep lawang nunggu sing gowo kunci, sampe masuk angin hik hiks

  7. Biasanya kalo telat akan diwedar 2 atau 3 kitab sekaligus …. untuk jumat-sabtu n minggu

    • Itu sudah menjadi komitmen Nyi Seno sejak dulu. Sabar saja Ki.

  8. Absen Ki,
    Tadi mau masuk gandok 388 kok pintunya masih tutup, ya udah nderek ndresel mriki mawon karo mirengaken guyonan para cantrik.

  9. Maaf, belum dibuka gandhok untuk memuat tulisan komentar Anda.

    Diharap bersabar sauntara wektu, bahasa inggrisnya
    Diharap bersabar sementara waktu (sementara tapi agak lama)

  10. Sambil nunggu gandok 288, ada sedikit ngundomono Capres yang kepilih trus jadi Pres, kira-kira mikir nggak yo..para PNS yg justru sudah melewati masa kerja lebih 20 tahun menunjukkan tren tidak bisa nabung dari gajinya, tapi justru mempunyai kecenderungan punya utang di Bank..
    Kira-kira pendapat saya ini bener nggak? kira-kira di kiri-kanan poro cantrik (yg kebetulan PNS)ada nggak yg seperti itu..jng2 ngundomono saya ini salah, mohon dimaafkan..!
    Salam
    Ki Wongso

    • Kalo saya meninjaunya secara umum saja Khi, ….. kesejahteraan PNS dewasa ini cukup baik dengan kenaikan yang secara berlanjut, ditambah gaji 13. Mengenai kecenderungan hutang, ……. tergantung individunya dalam menghadapi godaan duniawi dewasa ini. Semakin tidak tergoda, artinya hidup dengan wajar2 saja, semakin bahagia hidupnya. Kalo kita hidup selalu melihat ke atas, atau ingin hidup wah, di luar kemampuan kita, maka berapapun penghasilan kita, akan selalu kekurangan. Apalagi di sekitar kita, banyak sekali perbankan yang siap mengucurkan duit buat memenuhi ambisi kita. Akhirnya begitu gajian, uang gaji kita habis buat ngembaliin cicilan kartu kredit kita. Siapa yang salah??? Yah kita sendirilah yang salah yang tidak tahan godaan duniawi. Berhutang boleh2 saja tetapi harus cermat berhitung.

      • Kalau saya boleh urun pendapat, menurut saya cukup itu relatif. Tergantung standar kecukupan yang kita tetapkan untuk diri kita sendiri. Terlepas dari cukup atau tidak, jujur saja, menurut pengamatan saya, saat ini teman-teman PNS di lingkungan saya keadaan ekonominya menjadi lumayan lebih baik dibandingkan sekian tahu yang lalu. Saya nggak mau menyebutkan kurun waktu, kuatir dikira kampanye πŸ™‚

        • Saya nambahin sedikit Ni, walaupun saya bukan PNS tetapi mantan pacar PNS. Tak sawang yang taraf hidupnya lebih baik, PNS Pemko, Pemkab dan Pemprov. Tetapi kalau PNS lainnya walau ada kenaikan penghasilan tapi tidak seberapa, yach masih begitu….begitu saja.

          • nek kulo punopo njih termasuk PNS (Pria Ndak Sakaw…hiks)

            • @ ki wongsosubali..
              panjenengan betul ki,,,sabagian cantrik yg melihat PNS sekarang mungkin bisa berpendapat PNS sekarang “relatif” sejahtera,maksudte mungkin dibanding beberapa tahun sebelumnya,,,seinget saya diawal2 jd PNS buat byr kost aja ngos2an..apalagi punya kartu kredit…walah..kalau kredit diwarung sebelah si iya…
              kuncinya cm satu,,mencoba selalu mensyukuri yg ada..
              soal janji2 capres…walah…jgn terlalu berharap…

              • Setuju,

                Apapun diri kita, kuncinya adalah bersyukur.. bercukup – disyukuri.. berlebih – disyukuri.. tidak usah lihat atas, nanti ada lubang keperosok, lihatlah yang dibawah, sehingga kita bisa bersyukur…

  11. selamat siang semua para cantrik..
    ada kisah menarik ni..
    Kisahnya ‘ubaid bin ‘umair dengan seorang wanita yang cantik.

    Dulu ada seorang wanita cantik di makkah dan dia memiliki suami.Pada suatu hari wanita itu melihat wajahnya di cermin,lalu dia terkagum-kagum sendiri dengan kecantikannya.Maka berkatalah ia kepada suaminya: “Apakah engkau berpendapat ada seorang laki2 yang melihat wajah ini tetapi tidak tergoda?”
    Suaminya menjawab:”ya”.
    Wanita itu bertanya lagi: “Siapa orangnya?”
    Suaminya menjawab: “‘ubaid bin ‘umair”.
    Wanita itu berkata : “Kalau begitu izinkan saya untuk menggodanya!”.
    Suaminya menjawab: “Sungguh telah aku izinkan engkau untuk menggodanya”.
    Maka datanglah wanita itu untuk menjumpai ‘ubaid bin ‘umair sebagai wanita yang ingin meminta fatwa.’Ubaid berduaan dengan wanita itu di salah satu sisi Masjidil Haram.Wanita itu menampakkan wajahnya di hadapan ‘Ubaid seolah-olah menampakkan bulan purnama.
    Berkatalah ‘Ubaid kepada wanita itu: “Wahai hamba Allah”.
    Wanita itu berkata:”Sungguh saya telah tergoda denganmu,maka perhatikanlah kebutuhan saya”.
    ‘Ubaid berkata: “aku akan bertanya kepadamu tentang sesuatu.Jika engkau jujur,niscaya aku akan memperhatikan keperluanmu”.
    Wanita itu berkata: “Setiap kali engkau bertanya kepadaku tentang sesuatu,pasti saya akan berkata jujur kepadamu”.
    ‘Ubaid berkata: “Beritahukanlah kepadaku andaikata malakul maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu,apakah engkau suka jika aku memenuhi kebutuhanmu ini?”
    Wanita itu menjawab: “Tidak”
    ‘Ubaid berkata: “Engkau jujur”
    ‘Ubaid berkata lagi: “Andaikata engkau telah di masukkan ke dalam kuburanmu lalau engkau di dudukkan untuk menjawab pertanyaan dua malaikat,apakah engkau suka bila aku memenuhi kebutuhanmu ini?”
    Wanita itu menjawab: “Tidak”
    ‘Ubaid berkata: “Engkau jujur”
    ‘Ubaid berkata lagi: “Andaikata manusia telah di berikan buku catatan amal mereka,sementara engkau tidak tahu apakah engkau akan menerima buku catatan amalmu dengan tangan kananmu ataukah dengan tangan kirimu,sukakah engkau jika aku memenuhi kebutuhanmu ini?”
    Wanita itu menjawab: “Tidak”
    ‘Ubaid berkata: “Engkau jujur”
    ‘Ubaid berkata lagi: “Andaikata engkau hendak menyebrang shiroth,sedangkan engkau tidak tahu apakah engkau selamat atau tidak,sukakah engkau jika aku memenuhi kebutuhanmu ini?”
    Wanita itu menjawab: “Tidak”
    ‘Ubaid berkata: “Engkau jujur”
    ‘Ubaid berkata lagi: “Andaikata engkau berdiri di hadapan Allah untuk menjawab pertanyaan2,apakah engkau suka kalau aku memenuhi kebutuhan-mu ini?”
    Wanitu itu menjawab: “Tidak”
    ‘Ubaid berkata: “Engkau jujur”
    Kemudian ‘Ubaid berkata kepada wanita itu: “Bertaqwalah wahai hamba Allah,karena sesungguhnya Allah telah memberikan nikmat kepadamu dan telah berbuat baik kepadamu”.
    Maka kembalilah wanita itu kepada suaminya.Lalu suaminya bertanya kepadanya: “Apa yang telah engkau lakukan?”
    Wanita itu berkata kepada suaminya: “Engkau pahlawan dan kami pun palawan”.Kemudian wanita itu pun tekun shalat,puasa dan ibadah yang lainnya.
    Suami wanita itu berkata: “Apa hubunganku dengan ‘Ubaid bin ‘Umair?Dia telah merusak hubunganku dengan istriku.Dulu istriku bagai pengantin baru,tetapi sekarang di ubahnya menjadi seorang biarawati”.

    Nah,ki sanak semua.. apa faidah yang bisa di ambil dari kisah ini?? jangan sekali2 iman kita goyah,selalu ingatlah kepada Allah,jangan sekali2 kita berpaling dari-Nya.
    Mudah2an bisa bermanfaat bagi saudara2ku para cantrik semua,dan bisa di ambil faidah yang baik dari kisah ini. Tetaplah bersemangat dalam hal dunia lebih2 dalam hal akhirat.
    Terus tetap di ingat2 yah?? jangan mudah goyah iman kita, πŸ™‚

    Salam

    • Ya ni.
      Tetap diingat-ingat, wejangan dari Ni Ishela.

      • nderek ngenger petuah…

        niki punopo saestu Ni/Nyi/Ki ishella? engkang pundi sakjatosipun

        • kulo puniko ni sanes ki.nuwun… πŸ™‚

      • Nggih, mbah!

    • Bener-bener cerita sing bermanfaat nemen nggo wong-wong ayu kaya enyong.

    • Subhanallah, ……….. luar biasa Mentrik yang satu ini. Matur nuwun ni,…….. jangan bosan2 mengeluarkan pitutur2, dan pelajaran2 yang baik, untuk kebaikan kita bersama.
      Dan saya kira kiriman anda itu tidak hanya bermanfaat bagi para cantrik, tapi juga bagi para mentrik.
      Nuwun,
      Truno Podang

      • yakin ki ..nek ishella meniko mentrik…hiks..

        mlayuuuuuu…………..

      • πŸ™‚

  12. pundi kitabpipun ke gede

  13. Nggih Ki Ishella,
    Saya juga lagi latihan sabar dan semangat nenggo wedaripun kibab kok. (Nanging sok keturon nang pojokan gandok…).

  14. hadirrr

  15. woro-woro
    poro cantrik sedoyo
    Nyu Seno kelangan kunci
    mulo gandok 288 dereng saget dibuka…
    kangge poro cantrik engkang saged nemokaken kunci gandok 288 dipun aturi mbikak gandokipun, lan poro cantrik sedoyo badhe dipun anugrahi bonus…..
    suwun

    • Yen putri dipundut dados sedulur sinorowedi, yen kakung ????????? ra wani aku

  16. Terima kasih Ni Ishella, kebetulan waktu Khotbah Jum’atan tadi di mesjid saya ketiduran. jadi khotbah dari ni Ishela sebagai gantinya.
    Tapi untuk urusan ADBM kadang-kadang nggak sabar juga.
    Lha njuk gek arep ngopo ????.

    • kerja dulu aja ki,insya Allah ntar juga di wedar..
      sabar.. sabar.. πŸ™‚

  17. Wah, blaik tak kiro Ki Ishella, tibake Ni Ishella to!
    Nyuwun pagapunten Ni…

    • oo… njih.. boten nopo-nopo

      • nek diparingi muach ala cantrik mbelink… kerso mboten?

      • panggraitaku negndikan yen aku ngerti mentrik siji iki…hiks

        • Wach Ki Pandan, maneges Ki napa Ni ?
          Wis jan tenan yen ana putri njur di rubung kaya semut oleh manisan, ning yo wis jamak lumrahe.

          Ning yoo apa tenan Ni apa Ki, nek ningali tandange kaya kakung jee…

          • wah,gayanya ki ismoyo kaya orang magelang,hihihii..
            selamat menanti kitab selanjutnya..

        • sudah tau aku??? ya aku ishella,ya jelas sudah tau.gak usah make pranggaita segala.emang aku ishella… πŸ™‚

          • Mboten pareng mrengut lho Ni Ishella.
            Ini kan cuma guyon, gojeg dan ilmu pangira-ira…agar padhepokan tambah gayeng.

            • walah ki ismoyo,maaf lagi sempat masuk gandok sini.aku gak marah,gak mrengut gak knapa2 kok.. πŸ™‚

        • tandange rak kados Ni Ken Padmi,…

          tak awat2i tata gerak olah-ilate koq kadosipun wonten gathuk-pancenge kaliyan perguruan Gunung Kidul….

          punopo panjenengan ugi gadah panggraito kados mekaten ki Ismoyo ?

          • ki pandanalas ini kok ada2 aja.udah.. nunggu kitab di wedar aja..

            • injih Ni Ishella..ngestoaken dawuh…

              ojo ngasih kapusan maneh karo Nyi Untari karo Ni Aulianda….. jelas priyayi kakung tulen 100%

          • sanes Ki,

            Ni Ishella mboten sami Ni Ken Padmi, tandange radha lembut sekedik….yen pintere meh padha.

            • niku amargi sing setunggal ngangge boso banyumasan…
              sing setunggal maleh ngangge boso gaul…

            • lajeng kulo meniko kedah ngagem bahasa nunopo nggih?? xixixixi… raose boten sekeco menawi ngagem boso jawi,kulo kirang saget boso jawi ingkang krama inggil,dadose kulo ngagem bahasa indonesia mawon.hihihii…
              nyuwun pangapunten.. πŸ™‚

              • Lha iki, iso ngono.
                Lumayan kok,

            • On 3 Juli 2009 at 14:25 ismoyo Said:
              Wach Ki Pandan, maneges Ki napa Ni ?
              Wis jan tenan yen ana putri njur di rubung kaya semut oleh manisan, ning yo wis jamak lumrahe.

              hiks…. ki Arema nderek ngrubung…

              • Walah…

                njur salah tompo iki.

                Wong Ni Ishela iki kaya anakku (putri)sing nomer telu je.

                Gawene nuturi bapakne.

              • wah…ojo2 pancene niki ki…hiks

  18. Nginguk lagi, nginjen lagi, belum lagi

  19. bukaan gandok 288 ngenteni komen ke-287 gandok iki….

    • Kang PLS aku mau isuk ngirim lagu ke alamat di yahoo tolong di chek ada engga. Tks

      • sampun ki..matur suwun…bojazz jowo asyik tenan..
        nek wonten koleksi lentunipun mbok dikentun kemawon ki…

        • Monggo mangke dipun kintun, bade di ripping rumiyin saking audio cd.

          • Wah… kadose kok gayeng niku, kulo mbok nyuwun

            • monggo Ki alamat emil nopo?

              • matur nuwun sanget Ki Djojosm. meniko emailipun.
                malhafb@yahoo.com.
                Kang Moho Kuwaos engkang maringi piwalesan. Amin

      • @Ki Djojosm,
        Kula mbok dipun kirimi Ki lagunipun. Lha puniko alamat emil kawulo : homramusa@yahoo.com
        Nuwun,
        Trupod

        • @ Ki PLS, Ki Mrantasi , Ki Trupod

          Sampun kulo kirim melalui Gmail sareng Yahoo, nanging yang melalui Gmail ditolak karena file atachment terlalu besar. Mohon di cek ulang kalo belum terkirim nanti dikirim ulang agak maleman. Nuwun

          • matur suwun ki..sampun kulo sedot 2 karung….

  20. tumut ngantri ugi tumut ngunduh kitab 287.

  21. Gandok 288? Covere bae durung ana….

  22. Sugeng sonten, keng wayah nderek ngantri Ki.

  23. Arep mulih saka cangkulan mbukak internet sedela, ech kitab durung wedar, yo wis diterusna nang gubuk wae mengko sedela engkas…….

    • Ki sampun besuk Pinten teng gandok sbelah dereng?.

      • sampun Ki,
        wingi maca komen saking Ki Djojosm, lajeng nginguk gandhok-e mas Dino, langsung ngunduh 45-47, matur nuwun Ki…..

  24. Selalu Hadir…………

    • Gandok sebelah kapan di buka ya……..???????

  25. hhhhhhmmmmmm…….kok belum juga ya???

  26. Kunci gandok sebelah masih belum ketemu ?….wah…ono rapelan….

    • kuncine takseh kesingsal ki… bade di duplikataken rumiyin …

  27. bersiaplah tanda-tanda…….sudah ada….

  28. Kyai Tirto, kawulo tansah siap wiwit dalu, enjing siang sonten ngantos meh dalu malih.

  29. mo tanya ki sanak, kamar sebelah sudah dibuka belum ya..??

  30. Sekedar GUYONAN
    Sambil Nunggu BILIK Sebelah WEDAR Kitab :

    Ketinggalan Kereta ………………………….
    Alkisah di stasiun kereta api, ada tiga orang yang baru turun dari bis, dua orang tidak membawa barang apapun alias lenggang dan satu orang membawa tas koper yang besar, berlarian mengejar kereta api yang baru berjalan.

    Ketiga orang itu berlarian dengan sangat kencang mengejar kereta api yang baru berjalan tersebut. Singkat cerita, dua dari tiga orang tersebut berhasil mengejar kereta dan naik, tinggal satu orang yang membawa kopor tidak dapat mengejar kereta api itu.

    Setelah istirahat sebentar orang yang ketiga ini tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, orang-orang yang ada di stasiun heran melihat orang ini, lalu ada salah satu calon penumpang kereta lain yang bertanya, β€œPak kok ketinggalan kereta malah tertawa?” Lalu jawab si bapak, β€œBagaimana saya tidak tertawa, wong yang dua orang tadi itu hanya mengantar saya ………………………………”

    He3……..He3……..Lumayan Buat TOMBO

    • Bha ha ha, bha ha ha, bha ha ha, ……….. asli lucu,……. Ki Trupod sampai sakit megangi perut.
      Kesuwun Ki Rangga Yudha Pramana!.

  31. Pilih mana?
    a. Segera dikeluarkan
    b. dirapel
    c. di tahan samapai sakaw berat
    d. bukan salah satu di atas

    pilihan lateung jelas…….

    • segera dikeluarkan + rapel 3 kitab …

    • Horeeeee … biasanya klo ki lateung keluar… kitab mo wedar …

    • Apa bener ni Ki Lateung asli….ini ya

      • Kalau tidak, pasti sudah di Akismet Ki.

      • Iya, saya juga meragukan Ki….
        Baunya lain…

      • Biasanya sih Ki Lateung, bahasanya kayak anak muda zaman sakniki, bahasa SMS.
        Yang ini bahasa teratur……..agak kagok, bukan trademarknya Ki lateung.
        Tapi yaa mungkin sudah berubah kali…

    • Hiya kayaknya bahasanya kok memakai bahasa baku ya. Gak seperti biasanya.
      Kalo aku pilih d. Ki ZLateung, ……Pro Rakyat Padepokan, Lebih Cepat Diwedar Lebih Baik, ……”Lanjutkan!”.

  32. MANUSIA DIANTARA DUA TANGISAN

    Detik waktu bersama kelahiran seorang bayi dihiasi tangisan .Nyaring berkumandang menghiasi telinga si IBU. Merakah tersenyum hatinya gembira penawar sakit dan lesu serta berjuang dengan Maut. Lalu mulailah sebuah kehidupan yang baru didunia dengan sebuat resiko pahit dan kejamnya kehidupan ini, bercucurkan darah dan tetes air mata.

    Air mata adakalanya penyubur hati, penawar duka. Adakalanya buih Kekecewaan yang menhimpit perasaan dan kehidupan ini. Air mata seorang manusia hanyalah umpama air kotor diperlimpahan. Namun setetes air mata kerana takut kepada ALLAH persis permata indahnya gemerlapan terpancar dari segala arah dan penjuru. Penghuni Syurga ialah mereka yang banyak mencucurkan air mata Demi ALLAH dan Rasulnya bukan semata karena harta dan kedudukan.

    Pencinta dunia menangis kerana dunia yang hilang. Perindu akhirat menangis kerana dunia yang datang.

    Alangkah sempitnya kuburku, keluh seorang batil, Alangkah sedikitnya hartaku, kesal si hartawan (pemuja dunia).

    Dari mata yang mengitai setiap kemewahan yang mulus penuh rakus, mengalirlah air kecewa kegagalan. Dari mata yang redup merenung Hari Akhirat yang dirasakan dekat, mengalirkan air mata insaf mengharap kemenangan, serta rindu akan RasulNya.

    “Penghuni Syurga itulah orang-orang yang menang.” (al- Hasr: 20)

    Tangis adalah basahan hidup,justeru:Hidup dimulakan dengan tangis, Dicela oleh tangis dan diakhiri dengan tangis.Manusia sentiasa dalam dua tangisan. Sabda Rasulullah s.a.w. “Ada dua titisan yang ALLAH cintai, pertama titisan darah para Syuhada dan titisan air mata yang jatuh kerana takutkan ALLAH.”

    Nabi Muhammad bersabda lagi : “Tangisan seorang pendosa lebih ALLAH cintai daripada tasbih para wali.”

    Oleh karena itu berhati-hatilah dalam tangisan, kerana ada tangisan yang akan mengakibatkan diri menangis lebih lama dan ada tangisan yang membawa bahagia untuk selama-lamanya. Seorang pendosa yang menangis kerana dosa adalah lebih baik daripada Abid yang berangan-angan tentang Syurga mana kelak ia akan bertakhta.

    Nabi bersabda : “Kejahatan yang diiringi oleh rasa sedih, lebih ALLAH sukai dari satu kebaikan yang menimbulkan rasa takbur.”

    Ketawa yang berlebihan tanda lalai dan kejahilan. Ketawa seorang ulamak dunia hilang ilmu, hilang wibawanya. Ketawa seorang jahil, semakin keras hati dan perasaannya.

    Nabi Muhammad bersabda : “Jika kamu tahu apa yang aku tahu nescaya kamu banyak menangis dan sedikit ketawa.”

    Seorang Hukama pernah bersyair : “Aku heran dan terperanjat,melihat orang ketawa kerana perkara-perkara yang akan menyusahkan,lebih banyak daripada perkara yang menyenangkan.”

    Salafussoleh menangis walaupun banyak beramal,takut-takut tidak Diterima ibadatnya, kita ketawa walaupun sedar diri kosong daripada amalan.

    Lupakah kita

    Nabi pernah bersabda : “Siapa yang berbuat dosa dalam ketawa, akan dicampakkan ke neraka dalam keadaan menangis.”

    Kita gembira jika apa yang kita idamkan tercapai. Kita menangis kalau Yang kita cita-citakan terabai. Nikmat disambut ria, kedukaan menjemput duka.

    Namun,Allah s.a.w. telah berfirman : ” Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu,pada hal ianya amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (AL BAQARAH : 216)

    Bukankah Nabi pernah bersabda: “Neraka dipagari nikmat, syurga dipagari bala.”

    Menangislah wahai diri, agar senyumanmu banyak di kemudian hari. Kerana engkau belum tahu, nasibmu dihizab kanan atau hizab kiri.Di sana, lembaran sejarahmu dibuka satu persatu, menyemarakkan rasa malu berabad-abad lamanya bergantung kepada syafaat Rasulullah yang dikasihi Tuhan. Kenangilah, sungai-sungai yang mengalir itu banjiran air mata Nabi Adam yang menangis bertaubat, maka suburlah dan sejahteralah bumi kerana terangkatnya taubat. Menangislah seperti Saidina Umar yang selalu memukul dirinya dengan berkata:

    “Kalau semua masuk ke dalam syurga kecuali seorang, aku takut akulah orangitu.”

    Menangislah sebagaimana Ummu Sulaim apabila ditanya : “Kenapa engkau menangis?” “Aku tidak mempunyai anak lagi untuk saya kirimkan ke medan Perang,” jawabnya.

    Menangislah sebagaimana Ghazwan yang tidak sengaja terpandang wanita rupawan. Diharamkan matanya dari memandang ke langit seumur hidup,lalu berkata : “Sesungguhnya engkau mencari kesusahan dengan pandangan itu.”

    Ibnu Masud r.a.berkata : “Seorang yang mengerti al Quran dikenali waktu malam ketika orang lain tidur,dan waktu siangnya ketika orang lain tidak berpuasa, sedihnya ketika orang lain sedang gembira dan tangisnya di waktu orang lain tertawa. Diamnya di waktu orang lain berbicara, khusuknya di waktu orang lain berbangga, seharusnya orang yang mengerti al Quran itu tenang,lunak dan tidak boleh menjadi seorang yang keras, kejam, lalai, bersuara keras dan marah.

    Tanyailah orang-orang soleh mengapa dia tidak berhibur : “Bagaimana hendak bergembira sedangkan mati itu di belakang kami,kubur di hadapan kami,kiamat itu janjian kami, neraka itu memburu kami dan perhentian kami ialah ALLAH.”

    Menangislah di sini, sebelum menangis di sana!!!………….

  33. something happen nih..

    • yes…

    • sing leres : something happen this ….

  34. PRIA MEMANG SUSAH ……

    Pria memang susah untuk di buat bahagia
    Masalah-masalah yang timbul pada pria
    Jika kamu memberlakukannya dengan baik,
    Dia pikir kamu jatuh cinta kepadanya.
    Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.

    Jika kamu berpakaian bagus,
    Dia pikir kamu sedang mencoba untuk menggodanya.
    Jika tidak dia bilang kamu kampungan.

    Jika kamu berdebat dengannya,
    Dia bilang kamu keras kepala.
    Jika kamu tetap diam,
    Dia bilang kamu nggak punya otak.

    Jika kamu lebih pintar daripada dia,
    Dia akan kehilangan muka.
    Jika dia yang lebih pintar,
    Dia hebat

    Jika kamu tidak cinta padanya,
    dia akan mencoba mendapatkanmu.
    Jika kamu mencintainya,
    dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.

    Jika kamu beritahu dia masalahmu,
    dia bilang kamu menyusahkan.
    Jika tidak,
    dia bilang kamu tidak mempercayai mereka.

    Jika kamu cerewet pada dia,
    kamu seperti seorang pengasuh baginya.
    Tapi jika dia yang cerewet pada kamu,
    itu karena dia perhatian.

    Jika kamu langgar janji kamu,
    kamu tidak bisa dipercaya.
    Jika dia yang ingkar janjinya,
    dia melakukannya karena terpaksa.

    Jika kamu merokok,
    kamu adalah cewek liar.
    Kalau dia merokok,
    dia adalah seorang gentleman.

    Jika kamu menyakitinya,
    Kamu sangat kejam.
    tapi kalau dia yang menyakitimu,
    itu karena kamu terlalu sensitif dan
    terlalu sulit untuk dibuat bahagia!!!!

    • Emangnya kita kayak gini ya ????

      • emanknye cowok apaan?

        • Cowok bingung atau cewek bingung ?….

          • dua-duanya hi hi hi

  35. absen sore,,,,
    said hadir……,

    • ki said Said …

      suwe ora jamu
      jamu godong telo
      suwe ra mertamu
      teko pisan ****o

      • nopo niku ki…ken** ?

        • diterjemahke piyambak kemawon..kulo namung ngoyoworo

          • teko pisan wis dadi RONDO

  36. Hadir……….

  37. Hadir…………

  38. Hadirrr…………….

  39. Kapan wedarrrrrrrrrrrrrrrrrr……….. suabarrrrrrrrrrrrrrr…………..

    Hadirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…………

    • tidak akan pernah

  40. Ass. Wr. Wb.
    Selamat malam semuanya….
    Tunggu wedar…

  41. Sudah berapa klik ya….??? ..mudah2an cepat wedar…
    Terima aksih

    • wis diwedar ki….

      • Maksudnya III-88….gandoke masih digembok….

      • III-87

  42. Gandok sebelah masih belum buka juga…..
    Nunggu berapa klik ??

  43. kok lama yo.ah ah ah ga tahan kapan keluare jilid 288

  44. Nampaknya hari ini Kitab Libur, Besok langsung di RAPEL

  45. ngentheni mode on

  46. Adddaaaaaaa……………….!!!!!!!!!!

    • nanti malam juga wedar,
      tak usah khawatir, pasti ngunduh…Ki.

      • Mudah2an tidak terlalu malam…untuk bekal “ngilmu” waktu tugas luar kota….

      • Amiiiiiiin

        • ngapusi

  47. Ngelmu

    Ilmu dapat diraih dengan beberapa syarat. Syarat utamanya adalah kesungguhan yakni bersungguh-sungguh dalam memperteguh niat, untuk menumbangkan terlebih dahulu nafsu angkara. Nafsu besar yang selalu membelit diri dan meliput tiga alam – alam gaib, antara dan nyata. Jikalau nafsu ini tak dapat dikendalikan terlebih dahulu, maka dia akan menjadi sumber yang akan merebak jadi petaka.

    Akan sangat berbeda dengan mereka yang gemar dalam bertapa. Dia akan memiliki sikap pemaaf terhadap pelaku kesalahan, selalu sabar karena menekuni jalan kebajikan. Tak tergiur akan godaan hati yang menyesatkan, terliputi keistimewaan oleh karena mendapat rahmat cinta, cinta kasih Hyang Widhi yang makin melimpah hingga menggunung. Semoga dapat bertemu dengan manusia seperti itu, karena dialah yang sangat layak diteladani dan didengar segala nasihatnya.

    Tidak seperti zaman sekarang ini, banyak kaum muda membanggakan diri, karena baru mampu memaknai ayat. Belum tuntas menafsirkan ayat terburu berlagak mumpuni bagai seorang alim dari mesir. Sombong, sering meremehkan kemampuan orang lain. Yang seperti ini, tergolong orang yang mengaku-ngaku, (padahal) kemampuannya nyaris tak ada. Nilai-nilai budaya sendiri ditolak, sementara tetap lebih memilih mencari ilmu jauh hingga ke Mekah.

    Tidakkah ia mengetahui bahwa inti yang tengah dicari sesungguhnya melekat pada diri ?. Dengan syarat ketekunan, dimanapun ilmu pada dasarnya tiada beda. Asalkan jujur dalam upaya meraih kecerdasan bathin, tatkala terkabul, niscaya terbukalah pintu kewibawaan hidup.

    Ilmu diterima melalui pembuktian dan berfungsi setelah melalui pengendalian diri. Dalam hal pengendalian diri, para tokoh tanah Nusantara, sejak jaman dahulu selalu berpegang pada tiga hal, yaitu ikhlas dalam arti tiada rasa sesal saat kehilangan, sabar tatkala terkena fitnah oleh sesama manusia, dan rela menderita serta pasrah pada kuasa Sang Pemberi Hidup. Hyang Maha Agung terpatri kuat di setiap detak jantung. Ia bertakhta di dalam persemayaman suci.

    Lain halnya mereka yang gemar mengumbar hawa nafsu, tiada habis mengumbar cerca tapa alasan terhadap suatu masalah. Hasratnya hanyalah marah, bak raksasa murka gemar menganiaya. Segenap kesalahan terperam dalam diri. Sifat cela disembunyikan dibalik kata-kata. Mengira bahwa tak seorangpun mengetahui. Kemurkaan diandalkan demi terhindarnya diri dari dakwaan. Belum memiliki kelebihan namun terburu merasa di atas rata-rata. Relung hatinya tersumbat oleh nafsu. Ruang pemikirannya yang sempit terpenuhi pamrih. Mustahil orang seperti itu berupaya mendekatkan pada Tuhan.

    Walau berat, kumpulkanlah ilmu-ilmu bathin Nusantara, karena dia niscaya akan menjagamu dari azab derita. Jangan hanya mengumpulkan harta apalagi mengumbar angkara, karena engkau akan sibuk menjaga harta itu dan akan sibuk menangkis serangan akibat angkara yang engkau umbar.

    Diinspirasi dari rangkaian tembang Pucung di Serat Wedhatama. Dirangkai kembali oleh Ki Jero Martani

    • yup,benar banget!!!
      πŸ™‚

      tetap selalu menunggu kitab..

      • sampai tua

    • Ki Ismoyo,
      dongeng nggak laku.

  48. wah gandok sebelah masih belum dibuka..ya..
    nderek antri..

  49. Kulo nderek antri III-88, wis kemecer buanget

    • nganthi ngiler kemences

  50. lelaki oh lelaki

    Lelaki
    Legowo
    Letih lelah
    Layani
    Lelaku wanita

    Lelaki
    Lupa luluh
    Luka laranya
    Lantaran
    Lelaku wanita

    Lelaki
    Luka hati
    Luluh lantak
    Lantaran
    Lelaku wanita

    Lelaki
    Letih lelah
    Lari ke tepian hati
    Linglung hadapi
    Lelaku wanita

    Lelaki
    Ladang
    Lahan
    Lika liku
    Lelaku wanita

    Lelaki oh lelaki
    Lara sunggguh
    Lakonmu
    Bukankah mereka tercipta dari tulang rusukmu ?.
    Bukankah mereka adalah bundamu dan juga bunda dari anak-anakmu ?.

    sudah pernah dimuat, tetapi gak apalah sekedar selingan menunggu kitab wedar

    • Lelaki…
      Lalen..

      Lelaki…
      Leno…

      Lelaki..
      Lemes..

      Lelaki…
      Lamur..

      Lelaki..
      Oh lelaki…

      • dasar wong lanang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: