Buku III-82

282-00

Telah Terbit on 27 Juni 2009 at 00:06  Comments (260)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iii-82/trackback/

RSS feed for comments on this post.

260 KomentarTinggalkan komentar

  1. kok sudah pada kemulan sarung di gardhu
    kan masih sore lagi belum menjelang malam
    apa karena kitab belum diwedar ya……….

  2. Biasane nek dino sabtu, pemimpin padepokan liburan, jadi kitab bakal diwedar hari senin sekaligus dengan rapelan kitab hari ini, minggu dan senin.

    Cuma hari ini keyaknya lain, karena orang yang sudah diserahi tugas akan memberikan kebijakan lain.

    Kita tunggu saja.

  3. absen sore. masih belum kawedhar..

  4. Absen menjelang maghrib. belum kawedar juga.

  5. Masih setia…
    Aku masih setia…
    Kepada dirimu…..

    • Oooohhh……

  6. Duh, lha kok hampir tiap malam minggu, wedarnya kitab kok ikut nungguin malam minggu habis ya….
    Padahal acaraku malem minggo ga ada je….

    • Ada mas.. ya nungguin padepokan itu..

      • Mau ikut dak dok, njilid bendel 281 – 300 minder dulu. Takut ga laku…

  7. @ki hernowo

    nunggu malam habis mungkin terkait dengan upaya 1 putaran ki

    • Ki jaka pekik sanpeyan kok ngajak rembakan kulo,lhawong kulo nembe mlebet gandok sakmeniko, jangan-jangan jenengan maos kenampakan semu ki

      • nuwun sewu bukan ngajak rembakan ki, cuma pengaruh arya penangsang (zaman modern arya penangsang sdh mencukur kumisnya) yang berusaha mempertahankan kekuasaan dengan segala cara terasa sekali ki, justru khawatir akan memperpanjang penantian kita di malam minggu ini

  8. selamat bermalam minggu para cantrik….

    ikut nunggu di pojok padepokan ini…

    • malam ki ichsan..

  9. Kalau malam minggu gini Raras ngapain dirumahnya ya, nonton TV belum ada, paling2 negelamunin Sabungayam, eh, sari…..

    • sambil menjahit selendang ki

  10. Kalau orang kampung, bikin goreng-gorengan, tempe goreng, ketela goreng, rebus air anget bikin teh, kemudian petan..

    • Kuwi yen priyayi putri, Ki
      lah njur yen priyayi kakung sing dipetani napanipun……….?

      • hiks….

  11. “Menanti walaupun merupakan pekerjaan yang menjemukan dan membuat hati jadi gelisah, tapi
    hal ini pun sesuatu yang indah, bila tiada kegelisahan di kala menanti, darimana akan muncul
    kegembiraan setelah bertemu?”

  12. Matour nuwun Ki GD, rapelan kitab sampun di seduooot.

    • Sugeng ndalu Ki Joko Brondong di Bumi Ratu Atut… Sudah lama tdk berjumpa..

    • sing diseduooot opo ki ?

      • sing disedot es jus ki

        • wah nek es jus 282 itu mesti enak.

          • monggo kulo sedote masz
            (es jus :maksudte)

          • Soale Ki joko brondong sdh beberapa waktu. jadi begitu hadir langsung nyedot kitab2 kmrn

  13. jUS 282 MENGKO DIWEDAR JAM 24.00

    • Tul, seperti malam minggu kemarin ya….

      • salah, sebentar lagi akan diwedar, biasanya Nyi Seno waktunya dirubah-rubah

        • Mari kita buktikan sama2 Ki….
          Kalau lebih cepet, saya juga ikut seneng lho….

          • Hari ini tampaknya Nyi Seno yang akan medar lontar 282. Bisa jadi tengah malam diwedarnya.
            Mudah-mudahan lebih cepat ya.

            • lebih cepat lebih baik, untuk dilanjutka… nggih, Ki..

            • Nggih…
              Yang pro cantrik, mengharap wedaran lontar dilanjutkan, lebih cepat lebih baik, tidak usah menunggu tengah malam.

    • nampaknya memang betul ki, perlu menunggu 5 jam lagi,

      • lebih baik menunggu 5 jam ki dari pada 5 tahun lagi yo opo yo

        • Luwih cepet, luwih apik…

  14. Malem mingguan sambil nunggu wedarnya lontar 282.

    • Nggih.. kulo rencangi, smpun jam 1.16am waktu pasifik

      • Lho…, nJenengan wonten pundi to Ki. NZ?

        • Njih, Ki… Panjenengan titis banget.. sementara nyantrik ugi teng mriki…

          • Woooo…

            Monggo, menawi sampun ngantuk, sare kemawon.
            Wong wedaripun lontar dereng tampu kok.

            • Mboten menopo2, Ki.. sinambi gletakan..

    • lebih enak malem mingguan sambil baca lontar 282 ki, sejenak melupakan kepahitan hidup selama 5 tahun terakhir ini, mugi mugi Ki Arema setuju

      • setuju…..

  15. arep nyegat jeng seno neng longkangan

  16. jangan2 diwedhar jam 00.00 WIB

  17. belum ada tanda tanda….,
    tanda tanda belum ada…,
    ada tanda tanda belum..?
    tanda belum ada tanda.

  18. weks.. blum di wedar juga..
    tetap see n wait,xixixixi…
    selamat malam minggu para cantrik semua..
    jangan jemu2 menunggu kitab di wedarkan.. 😀

  19. mungkin menunggu 2,670,000 cantrik, sementara sudah sekitar 2,668,534 cantrik

    “Tak tunggu ra pindah2” (fans mbah surip)

  20. Super Togog

    Ing ngarsa sung tuladha Ing madya mangun karsa Tutwuri hanjegali
    Jejer Kerajaan Cendana-pura, patih Pragota menghadap Raja Suyudana, yang sedang duduk gelisah, tampak sedih bahkan rada-rada panik.
    “Duh Romo Prabu, ada apa kok kelihatan stress betul? Apakah dengan kekayaan kita yang 470 miliar dollar masih kurang berbahagia?” tanya patih Pragota dengan sembah.
    “Aku punya hobby mengumpulkan dollar. Makin banyak, rasanya kok makin kurang terus. Karena itu, saya siap untuk jadi raja terus-terusan, agar dollarku terus bertambah-tambah”, gitu mantuku!
    “Tapi Romo Prabu sudah Tua, Ompong, dan Pikun! Romo harus lengser!”.
    “Aku memang mau lengser jadi pandito. Tapi yang ngganti saya siapa? Apa si Mega? Apa si Jatmiko? Nanti saya kan diarak ke pengadilan rakyat, dibongkar korupsiku, dirayah kekayaanku………digebukin, weleh! weleh!”
    “Bukan mereka Romo! Saya sudah mengatur strategi rekayasa, yang akan menggantikan Romo kelak itu saya sendiri! Romo Prabu akan saya sembunyikan di istana yang mewah, bisa ongkang-ongkang jadi pandito menikmati kekayaan yang sak abreg-abreg itu!”
    “Lho! Itu ide bagus sekali. Aku akan merasa aman dan tentram kalau digantikan mantuku sendiri! Dibantu anak cucuku.Pesanku, teruskanlah hobby ngumpilin dollar, agar bisa jadi terkaya nomor satu, melampaui Bolkiah dan Bill Gate!”
    “Jangan sangsi Romo. Hobby kita memang sama! Tapi untuk itu, Romo harus menyerahkan jimat super-semar untuk menegakkan kekuasaan, juga untuk menggebuk Mega dan Jatmiko serta segala setan-setan prodem itu !!!”
    “Lho! Lha jimat super-semar itu kan ngggak ada. Itu cuma bohong-bohongan saja! Itu dokumen palsu, aslinya juga nggak ada. Mosok orang Kurowo punya SEMAR! Itu kan miliknya Pandowo!” Kurowo itu punyanya si TOGOG!
    “Lho??!!, -Lha Romo Prabu dulu ketika naik ke singgasana pakai jimat apa?”
    “Aku pakai jimat bohong-bohongan buat mbodohin orang, jimat milik Kurowo, namanya jimat SUPERTOGOG !!!
    Tancep-kayon.

    • Pakde, “tancep kayon” iku artine opo yo ?

      Ojo diguyu lho, wong pancen nggak ngerti, yo kudu takon.

      • Tancep kayon

        Pertanda pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk berakhir.

        Kayon: lambang gunung, lambang hutan, isyarat untuk awal, juga merupakan isyarat untuk akhir ( penutup). Dari jauh bentuk itu mirip sebuah siluet segi tiga di bawah cahaya. Tapi dari dekat akan kelihatan di gunungan itu tersembunyi (dalam ukiran yang renik) pohon-pohon rindang dengan cabang yang merangkul dan pucuk yang tinggi menyembul. Ada sebuah gapura dengan tempat kunci berbentuk teratai. Ada sepasang raksasa bersenjata yang tegak simetris. Ada harimau, banteng, kera, burung merak dan burung-burung lain. Juga wajah seram banaspati.

        Dengan kata lain, di gunungan itu tersimpan bermacam hal, tapi bertaut dalam satu misteri, sesuatu yang angker, tapi juga teduh: sebuah wilayah kehidupan yang lain. Ketika arena di luarnya memaparkan kisah intrik, nafsu, dan perang yang tak henti-hentinya, di kerimbunan yang agung itu hidup berlangsung anteng dan syahdu. Dalam kayon, waktu yang mengalir detik demi detik seakan-akan tak ada lagi. Di dalam gunungan, arus menit dan jam seakan-akan diinterupsi dan distop. Segala hal seakan-akan berada di luar waktu.

        Biasanya menjelang fajar pagelaran wayang kulit akan selesai dan suara gamelan semakin pelan, tancep kayon. Ki Dalang menancapkan lambang gunung itu di tengah-tengah layar yang terbuat dari batang pohon pisang. Kisah berakhir, meskipun sebenarnya banyak hal belum diutarakan. Pertunjukan wayang kulit semalam suntuk itupun selesai.

        • Kira-kira gitu Ki Sarif

          wah mohon maaf ketikkannya gak diteliti, sampai-sampai hurufnya tebal semua, ma’af bukan unsur kesengajaan.

          • oalah iku to. nggih paham Ki.

  21. ………..

    • Ki Mahesa

      Saya coba membaca hasil retype dari Ki Mahesa di halaman 198-201. Belum lihat yang selanjutnya. Rupanya, file yang terkirim terpotong separuhnya. Apakah memang hanya separuh, atau terpotong karena karakter ayng terlalu banyak.
      Jika terpotong, apa tidak sebaiknya ditambahkan lanjutnnya?

  22. Lha, rak tenan tha… durung diwedar…
    Trus nunggu disambi ngapa iki…

  23. Ngisi daftar hadir lagi……terima kasih….

  24. Di sebuah padhepokan, seorang kyai sedang memberikan ilmu kepada seorang santrinya.

    Kyai : “Coba engkau pejamkan matamu dan bayangkan Indonesia ini ada dalam jiwamu. Lihatlah tanah air yang indah ini. Ribuan pulau dengan segala macam sumberdaya alamnya. Minyak, gas, batu bara, emas, permata. Ungkapkanlah dengan satu kata saja wahai santriku! Ungkapkan dengan jujur!”

    Santri : …. “Alhamdulillah!”

    Kyai : “Kemudian bayangkanlah jutaan rakyat miskin yang antri BLT. Ribuan buruh pabrik dengan upah yang ala kadarnya. Ungkapkanlah dengan satu kata, nak!”

    Santri : … … “Subhanallah”

    Kyai : “Lalu bayangkanlah wajah para pejabat yang korup, wajah pejabat yang meringis merasakan nikmat jepitan selangkangan wanita-wanita sintal. Bayangkanlah wajah anggota dewan yang menerima cindera mata berupa koteka emas. Bayangkanlah wajah jaksa, hakim yang suka suap. Ungkapkan dalam satu kata, santriku!”

    Santri : “… As… As… Astaghfirullahaladzim….”

    Kyai : “Jujur, sekali lagi jawablah dengan jujur!”

    Santri : “…As… Ass… Assssuuuuuuu…… ASUUUUUUUUUUU!!!”

    Sang Kyai pun memeluk tubuh santrinya dengan tersenyum dan menangis bahagia.Sang Kyai bahagia mempunyai generasi penerus yang masih bisa berkata jujur tentang negeri Indonesia

    dikutip dari http://www.slametwidodo.com/

    • Kyai : Jujur wae lhe kitabe hurung diwedar
      Cantrik : As……. ????

  25. Orang yang berilmu sejati tidak akan sakit apabila dicela, dan tidak bangga jika disanjung dalam menghadapi rintangan hidup hendaknya tetap teguh. Menuntut ilmu sejati harus didasari kesucian hati, jangan menganggap dirinya merasa lebih dan jangan pula meremehkan orang lain. Janganlah menganggap orang lebih rendah dan jangan pula mencari kejelekkan atau kekurangannya.
    diambil dari Suluk Sujinah

  26. Eling dan Waspada

    Mangka kanthining tumuwuh, salami mung awas eling, eling lukitaning alam, dadi wiryaning dumadi, supadi nir ing sangsaya, yeku pangreksaning urip.
    Pedoman penting dalam proses pengembangan diri adalah dengan selalu ingat dan waspada. Ingat akan kekuasaan-Nya yang dapat dibaca melalui keberadaan alam dan terpancar dari jagad raya. Kemampuan dalam “eling”, akan menjadi kekuatan dalam menjalankan kehidupan agar terhindar dari segala kesulitan, dan juga sikap ini adalah suatu cara untuk memelihara hidup.
    Anakku, rajinlah melatih kepekaan hati, teguhkan niat siang maupun malam, untuk memperteguh upaya memerangi hawa nafsu, agar engkau menjadi manusia utama. Asahlah dirimu dalam keheningan, walau belum berhasil, jangan pernah kau menyerah. Bila tanda-tanda keberhasilan telah tampak, ibarat pisau, akan luar biasa tajamnya. Gunung penghalang seakan mampu kau babat sehingga lenyap segala rintangan.
    Sedangkan yang dimaksud oleh kata waspada adalah tahu akan tirai kehidupan, paham akan kekuasaan tunggal, tunggal baik siang maupun malam, yakni Sang Maha Pencipta, zat pengabul segala keinginan yang kekuasaannya meliputi alam semesta.
    Janganlah ceroboh. Coba engkau perhatikan dan ingat-ingat dengan seksama, setiap kata yang kau ucap, tentu terasa bahwa ucapanmu bukanlah sepenuhnya atas kehendak pribadi. Menyadari hal itu, teguhkan niat dan bulatkan tekad hingga paripurna.
    Singkirkanlah keraguan-raguan hati dan waspadalah dalam “memandang”. Itulah jalan menuju keberhasilan. Kekanglah godaan nafsu sedari kecil, berlatihlah demi meraih kemenangan. Jangan terbiasa melakukan hal-hal yang buruk, hal-hal yang tak ada guna dan manfaatnya, lebih-lebih terjerat oleh hasrat kegemaran. Maka dari itu berhati-hatilah karena hidup penuh godaan. Rintangan hendaklah kau waspadai.
    Ibarat orang melangkah di atas jalan berbahaya, manakala kurang hati-hati bisa jadi kakinya akan terkena duri, bahkan dimungkinkan terantuk batu cadas, maka terlukalah ia. Di jaman sekarang, telah sangat dianggap wajar, bertobat di saat derita telah melekat. Meski menguasai sekeranjang ilmu, manakala tak seiring dengan kehendakNya, maka ilmu tersebut hanya digunakan untuk mengejar ambisi dan harta brana. Percumah !.
    Ki Jero Martani

  27. weleh weleh cantrike do tambah pinter

    • Ki Bende…..eehh Ki Bancak,
      ngisi waktu sinambi nunggu wedarnya kitab yang belum kunjung hadir…..

  28. Kulonuwuuun…
    Nang endi yo kitab 281 disimpen?
    Arep mlebu gandok-e wae kok gak iso, maklum wis rong dino sakau.
    Bojoku bingung nggoleki, bareng aku tekan omah la kok yo melu bingung.
    Biasane kan ono fasilitas “cari”, tapi saiki ra ono..
    Wiiss jian sakau tenan…

    • Ki Ubaid,

      Diatas/paling atas ada tulisan seperti ini :
      https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iii-82/#comment-37049

      Untuk mencari gandok yang lain, diganti saja angkanya
      Misalnya mau masuk ke gandhok iii-81
      angka iii-82 diganti seperti ini /buku-iii-81
      Mudah-mudah ketemu, cobalah…….!!!

      • Aja sakau Ki,

        saya gitu juga, tapi tak coba utak-atik eeh ketemu juga, dicoba Ki mudah2an berhasil.

        • Walah bener Ki Ismoyo..hehe
          Maklum lagi muleh soko segara, ombake gede. Sampe ga duwe akal maneh.
          Matur nuwun Ki…tak DL kitab-e trus moco ngethu…

          • Selamat memperdalam ilmu adbm,

            Waahhhh, nek suami isteri duwe hobby padha iba senenge, bojoku ora-ee, sibuk ngurusi anak muride, malah ngelok-e yen adbm isteri kedua…hahaha

            • Bojoku cuma bantu DL trus kirim email nang laut thok. ADBM ra hobby blas, hobby-ne facebook..

  29. absen lagi……………

  30. wis wayah sepi wong..kitab..e sepi..

  31. absen juga ah…..
    biarpun sudah wayah sepi uwong, tatapi ternyata padepokan masih tetap ramai.
    ayo.. dilanjut…

    • Malam Ki.
      Piye kabare?

  32. Wah serius nih… kitab belum diwedar juga…
    padahal di puncak lagi dingin nih, rencananya mau tiduran sambil mangku labtop baca 282…

  33. lawang ngareo durung dibuka
    lawang samping yo durung dibuka
    opo maneh lawang mburi …emmm
    yo wes tak tunggu nang emperan wae…

  34. lawang ngarep durung dibuka
    lawang samping yo durung dibuka
    opo maneh lawang mburi …emmm
    yo wes tak tunggu nang emperan wae…

  35. Podo tindak nyang ngendi to yo poro begawan nek malem minggu.., kok nganti nyah ene kitab durung di wedar ?

  36. Pada hal dari siang seharian sengaja ngga mampir ke gandok maksudnya malem saja mampir trus ngunduh…
    e durung di wedar juga..

  37. ya udah besok aja sekalian dua kitab lumayan bisa buat ngisi liburan biar ngga nglayab ….

  38. Pareng rumiyin…

  39. wow belum muncul nomoer urut
    berarti masih lama dunk
    tetep di tunggu

  40. Gardune kok sepi nyenyet ngene to yo.
    Sing jaga pada turu mlungker kemulan sarung.
    Liyane neng endi to, nganglang ayake.

    • Lontar durung diwedar, gandok 283 wis dibukak.
      Para cantrik istrirahat disik wae, mungkin diwedar sesuk.
      Sing ronda, monggo pada jagongan.
      Saya pamit….

  41. Angka 1 we durung metu apa meneh 2, 3 ….
    Moga2 wae metune terus mbubrul kaya laron nek bar bengi udan….

  42. absent

    • absent1

      • absent 3

        • absent 4

          • absent 5

            • absent 6

              • absent 7

                • absent 8

  43. Sugeng dalu poro cantrik

  44. siten nggih engkang rondo

  45. matur nuwun Nyi Seno

  46. endi tho ?????

  47. matur nuwun Nyi………

  48. KI Hernowo : Nggone wonten pundi ?

  49. Ngantuk ah….

  50. belum atau sudah di wedar ya kitabnya???

    jadi bingung 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: