Buku III-79

279-00

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 24 Juni 2009 at 00:20  Comments (213)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iii-79/trackback/

RSS feed for comments on this post.

213 KomentarTinggalkan komentar

  1. Sugeng Enjang Kisanak

  2. Hore dibuka

    • Covernya udah muncul

      • nomer 3

        • jarene wis ngantuk

          • mjih ki..pamit rumiyin…
            sesuk uthuk2 kudu mruput matun teng kebon…
            kuwatir nek jagunge do teng tlecek..mangke dipangani manuk2…

      • .

    • Lho.. endi Ki Widura.
      Apa sik lara untu?

      • Heran dua kali absen kok baru sekarang boleh masuk ….?

        • Yo wis tak mulih wae ….
          Lha wis di-diskualified, sehingga ora oleh ikut perlombaan?

          Segeng sare sederek sedoyo!

    • no sekian

  3. Absen pagi KI

  4. hiks….

  5. Wah isuk-isuk wis rame

  6. Aku kena akismet?
    Atau dicegat sama Satpam?

    Ora opo-2 barangkali dianggap terlibat dengan kelompok Raden Antal … jadi tidak boleh masuk pertama kali …

    • sugeng dalu Ki

      • Sugeng Dalu .. Ki Parto. Teng pundi tho Ki Manahan?

        • sepetine tak nyangkul
          persiapan liburan musim panas

    • wis kakehan nomor siji ki widura,..hihihi

  7. Kulonuwun sederek..sugeng dalu..

  8. sampule wes ketemu
    di cari2 njebule ketemu nang ngisor amben
    wes tak enteni wae

  9. nderek antri

  10. Wah seng rhonda cantrix senior kabeh,seng enom meng aku

    • ketiwasan,…aku gek ngrondo sing enom…

      • We lha, sing piket kok pada mbolos iki piye to.
        Aku pamit pisan wis.

  11. ikut antri ahh…

  12. antli

  13. Alhd. sudah ada cover.
    mudah-mudahan sebelum Minggu sudah kawedar.

  14. subuh2 ayo pada bangun…absen pagi Kisanak!!!

    • wah, isih ngantuk ki. kok digugah. yo.. absen..turu meneh bar absen..

      • huaaaooo onok opo yo ?

  15. Ikutan antri ……….

  16. Sugeng enjing para kadang…..nderek natri Ki GD

  17. Sugeng enjing sederek sedoyo (Ki Biting, Ki Pandanalas, Ki Arema, Ki Widura, Ki Adji, Ki Sarip, Ki Parto, Ki Telik Sandi, Ki Trengginas, Ki Putut Karang Tunggal, Ki Wijaya, Ki Leak, Ki AlGhors, Ki Tqmrk), mugi kaparingan sehat walafiat sangking Gusti Amurbaning Bumi.
    Eh kesupen, sugeng enjing Nyi Seno, Ki GD.

  18. Sugeng enjing sederek sedoyo (Ki Utun, Ki Bramanti), mugi kaparingan sehat walafiat sangking Gusti Amurbaning Bumi.

  19. Sugeng enjang poro kadang padepokan, niki padepokan kok nggih tasih dereng dipun sapu, lha ingkang piket nyapu sinten nggih??

    Ki Kimin, kulo taksih dateng BJM, tigang dinten dateng amuntai, survei, wau enjing jam kalih nembih dugi dateng BJM.

    Kados pundi urusan dateng Jakarta, lancar-lancar mawon??

    @ki Arema, matur nuwun kirimanipun, nembih mawon saged mendet paketipun.

    Nuwun.

  20. absen lah…

  21. Antri dulu …

  22. Sugeng enjang kadang cantrik sedaya.
    mboten saged nderek ngrondha wau ndalu, ngelu demam.

    • ngelu?…..ngeloni sinten tho ki?

      • Sugeng enjang Ki Pandan

        ngeloni bantal guling, Ki
        arep ngeloni bojo wis padha tuwek-e
        arep nggolek sing enom, wedi yan disawat watu karo bocah-bocah……he he he.

        • xixixixi….mksd-e kulo (tulisan kudu “kula” menurut EYDA :Ejaan Yang Disarankan ki Arema)ngeloni niku ngelu mergo sinten…hiks

          • nek ngoten kulo sing salah persepsi Ki,
            memang yang betul ejaan yang disarankan Ki Arema
            tapi nanti kalau nyeratnya KULA nanti dibiaskan jadi Aku Ula…….ha ha ha.

    • Pagi…..
      Semoga cepat sembuh Ki Ismoyo

  23. Hadir …

  24. hadir….ikut menanti…dengan penuh kesabaran n harapan…sing enggal wedar…

  25. Hadir, ikutan antri……..

  26. weee..lah,..tiwas ditunggu-tunggu, ternyata sudah,…
    ada covernya,..:D

  27. Absen dulu…

  28. Juga merupakan jawaban dari pertanyaan Ki Pras.

    Yoook Blogging?

    Weblogs adalah semacam diary atau catatan singkat yang dipublikasikan sebagai content di dalam suatu situs web (Web Site).
    Weblogs merupakan suatu komunitas mirip seperti milis atau online forum, namun bedanya milis atau online forum bisa terkena spamming atau anggotanya tidak bisa mengisi atau mempublish komentar disuatu web, Weblogs bisa diartikan sebagai sarana untuk mempublikasikan suatu komentar dan catatan-catatan singkat secara online dalam waktu cepat, instant, dan dengan segala kemudahan tanpa harus mengetahui kerumitan teknis yang ada di dalamnya.

    Weblog memungkinkan kita berkomunikasi dan menjalin pemikiran, minat, dan opini serta pengalaman menjadi suatu berita atau cerita dan tujuan. Sangat tepat sekali jika dikatakan blog merupakan sarana yang sangat efektif untuk mengkomunikasikan gagasan yang hidup dan aktual.
    Blog sebagai gudang topik, tema, ide, percakapan dan gagasan yang tumbuh kembang bak bola salju waktu demi waktu, hari demi hari, dan bulan demi bulan dan tahun demi tahun dari setiap link yang dibangun”

    Tidak menutup mata akan kenyataan peledakan dunia informasi sejak adanya media internet. Dengan blog semua jalan pikiran, ide-ide kreatif, segala aktivitas dan intervensi dalam bidang yang digeluti dapat langsung ditampilkan ke blog lewat email atau sms, di mana saja dan kapan saja, yang penting terkoneksi ke internet entah menggunakan email client/web-based atau internet-enabled PDA/Smartphone.

    Manfaatkan blogging :
    1.sebagai bentuk ungkapan ekspresi diri yang orisinal tanpa adanya penyuntingan frase.
    2.sarana publikasi instant.
    3.sebagai jurnal online yang terus menerus di- update kontennya.
    4.menampilkan perubahan gaya dan isi/kandungan situs web.
    5.sebagai wadah untuk menciptakan komunitas fans, penggemar, pendukung, dan pasar.
    6.sebagai media mainstream alternatif.
    7.sarana untuk belajar/mengajar mahasiswa.
    8.cara baru untuk berkomunikasi dengan pelanggan.
    9.siapa pun bisa jadi jurnalis.
    10.membuat kita selalu sibuk apalagi kalau lagi luang.
    11.berdialog terbuka sesama anggota keluarga, bahkan yang tidak kenal sekalipun, yang berjauhan atau pun berpacaran dengan kekasih ttc.
    12.cara baru untuk berekspresi singkat dengan suara, gaya yang personal.
    13.Cara baru untuk berbincang-bincang, curhat, etc…etc.
    14.pelengkap resume atau curriculum vitae.
    15.mencegah melamun, bengong, termenung, dengan demikian bisa melakukan aktifitas yang positif, tidak melulu sedih karena di PHC (putus hub cinta).
    16.…………………kalo mau ada yang mau nambah.

  29. Ngikut absen

  30. sugeng ndalu…

  31. Dherek seba, Rebonan. matur nuwun kitab 278 sampun kaundhuh.

  32. wilujeng enjing ka sadayana…. ngiring antri…

  33. Belakangan ini, ilustrasi dan cover membuat hatiku gundah. Selama ini saya mempunyai bayangan atau citra tokoh di ADBM. Komparasi ilustrasi dan cover tokoh-tokoh ADBM belakangan banyak tidak membantu menghidupkan cerita justru setiap kali saya malah merenung:
    1. Kok postur tubuh beberapa tokoh menjadi aneh
    2. Kok pakaian beberapa tokoh juga menjadi berbeda sekali.

    Mungkin si pembuat cover dan ilustrator sudah berganti orang tetapi masih dicantumkan nama lama.

    eh ae….dadak nggresula. Mung gari nyadhong wae!!!

    • Tapi menurut saya Ki, dari jilid 275 ke atas gambar di bagian dalam buku lebih masuk akal lho, GP tidak lagi di gambar sebagai bocah ingusan lagi, malah di jilid 277 kelihatan GP menjadi pemuda yang tinggi dan kekar.., jadi panteslah kalau diceritakan sedang pacaran dengan RW..

  34. Antri esuk-esuk..

  35. Ketika AS telah berhasil menguasai ilmu cambuk tingkat tarakhir, tingkat tiga, AS menunjukkan bahwa pada puncak kemampuannya cambuk itu mengeluarkan sinar sehingga tanpa menyentuh sasaran telah dihancurkan dengan kekuatan yang sangat besar dan bahkan bisa untuk menyerang sekelompok orang. GP saja waktu dipameri tingkat 1 dan tingkat 2 sudah heran apalagi ketika sampat menyaksikan demo yang tingkat 3.

    KG juga mewanti-wanti agar tingkat 3 jangan sampai dilepaskan atau tidak digunakan jika tidak sangat terpaksa.

    Dua kitab terakhir, AS mengatasi Ki Samepa dan Ki Manuhara dengan ilmu cambuk ditingkat 3, tetapi kok tidak keluar sinarnya ya.

    Mungkin karena AS sudah sangat mapan dan mumpuni dalam ilmu cambuk maka AS bisa mengatur, bahwa disetiap tingkat ilmu cambuk masih bisa diurai menjadi lapisan-lapisan kekuatan lagi.

    • tak tambahi nggih Ki Kebo Jenar..

      dulu Ki Jayaraga dengan kekuatan inti air, udara, api bisa memaksa KG mengeluarkan segenap ilmunya sampai lemes. Sekarang ternyata Ki Jayaraga punya ajian lain yang lebih sakti. Kemampuan cambuk AS ternyata sudah mengalahkan ajian ki Jayaraga. Berarti AS sudah lebih sakti dari KG.

      • Salam kenal poro senior ing ADBM, saya Socabirawa ingin bisa gabung dalam bincang-bincang soal seri ADBM. Mohon maaf terlambat karena saya baru saja jadi member padepokan ini.

        Menanggapi tulisan ki Kebo Jenar, saya setuju. Memang AS sudah sangat piawai memainkan cambuk sebagaimana KG yang bisa menebarkan senjata rahasia asapnya Putut Sendawa yg beracun kearah yg sesuai kehendak KG (digulung dg ilmu pusaran angin arah atas dulu, kemudian di tebar ke semua arah, supaya tidak lagi mempengaruhi orang-orang yg ada di bawah). AS sudah bisa melepaskan ilmu cambuknya dengan sekehendak hatinya pula. Memang betul waktu bertempur dg Ki Sanepa dan Ki Manuhara sudah menggunakan puncak ilmu cambuknya, tapi belumlah puncak tingkat 3. Masih puncak tingkat 2 saja. karena menurut saya, jika AS sudah terdesak dan tidak lagi ada jalan, paling-paling yang dilepaskan ilmu sorot matanya itu, mengapa? karena jika puncak ilmua cambuknya level 3 dilepaskan, dapat
        dipastikan Ki Manuhara ataupun Ki Sanepa bakal lumat tak berbentuk…..(ilmu itu terlalu dahsyat, kata Agung Sedayu ketika KG memperlihatkan pertama kalinya kepada AS).

  36. Sugeng enjang…
    Salam kenal poro sanak kadang ADBM ingkang mumpuni, kulo cantrik anyar bade ngangsu kaweruh ing padepokan mriki…Nyuwun sewu niki boso timuran…

  37. selamat pagi semua,numpang antri disini

  38. sedayanipun, nderek antri ugi…..

    • ngikut antri…

  39. wis suwe ora muach

    MMmmmmuuUUuuuuaaAAAAaaaccCCCCCccHHHhhhHHHhh……..

    • sapo sich di mUaCHhhhhhhhh iki…

      • mentriks sing podho ndelik neng mburi wit perdu kae…

    • gubraaaakk….sing krungu wae langsung njungkel…he he e

      • ini tenanan,

        begitu krungu muach nya ki Pandan modem ku langsung mati.

        he..he..he..

        (.. peace ki pandan…)

  40. Padepokan koh sepi temen ya? Ngunduh kitab, terus iseng-iseng ndeleng-ndeleng padepokan, memberi kesempatan para cantrik menikmati wajah indahku, anjog ning etalasene KG sing lagi dodolan kaos. Desaine lumayan cantik (senajan durung secantik Ken Padmi). Tapi ana sing madan mengganggu, yakuwe tulisan “Api di Bukit Menoreh” sing nganggo aksara jawa. Angger tulisane kaya kuwe, vokal “e” sing pertama ning kata “menoreh” diwaca kaya “e” ning tembung “tempe” (dadi menoreh versi batak). Kudune, “taling” sing ning sisih kiwane aksara “ta” dibuang, diganti “pepet” ning nduwure “ta”.
    Pada gumun? Ana cewek setrendy ini koh ngerti aksara jawa? Ora usah gumun! Seliane rupa sing ayu lan awak sing seksi (dudu seksi konsumsi loh!) Ken Padmi pancen duwe otak kaya Agung Sedayu.
    Nah, kan! pada mulai emosi. Padahal nembe diwejang Ki Is soal mengendalikan emosi. Komene sih kayong iya-iyaha. Tapi sing penting bukti, dudu janji. Jarene pan belajar mengendalikan emosi, malah ana sing pan ngeprint nggo dipasang ning ruang kerja ana apa. Tapi nembe maca kejujurane enyong bae wis pada muntab emosine.
    Mbok pada nyonto enyong, senajan dihujat mana-mene, dianggep sombong, tapi tetep sareh lan sabar.

    • Setubuh, eh keliru maksudnya SETUJU

    • Aja salah, maksude enyong ngunduh kitab 278

      • Mbokayu Ken Padmi iki narsis opo percaya diri? hebat tenan

        • Dudu narsis, dudu percaya diri, tapi: bersyukur, Ki! Ngendikane Gusti Allah, angger kita bersyukur, Allah bakal nambahi nikmate. Angger kita kufur, adzabe Gusti Allah nemen kuwate. Enyong diparingi nikmat rupa ayu, merga bersyukur, terus ditambahi ayune. Bersyukur maning, tambah ayu maning. Kabeh priyayi putri sebenere pada ayune. Tapi merga ora bersyukur, dadi ora ditambah. Mung ajeg, standar semono bae.

    • mBak Padmi…

      MMmmmmuuUUuuuuaaAAAAaaaccCCCCCccHHHhhhHH

    • Jan nek isih enom, Ken Padmi pasti tak lamar tenan iki, sayang aku Angkatan 50-an, cocoke tak dadeke mantu, ning anakku sing gede wadon, yo wis melu nyawang wae lah. Nderek antri Ki Gede, Nyai Seno !

      • Priyayi putri siji iki,

        muncul sepisan-sepisan, tapi komentare jan wasis temenan ya, singkat ning padet.

        apa kira-kira kaya wonge, singset apa lemu ginuk-ginuk…..he he he.
        glewehan ya Ni (apa Nyi)

        • wah… ki Ismoyo nganti ngalamunke

          gambaran nJenengan koq pas banget ki…

          pancen mBak padmi kuwi singset-sehat-rapet-ginuk2 ….

          • Ki Pandan,

            Ken Padmi, belum bisa ditebak, masih misterius, nyalawadi, apa kakung apa putri, apa lemu ginak-ginuk, apa singset, apa Ni apa Nyi. Apa malah termasuk yang bisa mancala putra mancala putri…..ilmu yang jarang ada bahkan sudah punah…he he he.

            • Ha ha …

              Kalau lihat “clemang-clemonge” jangan-jangan seperti Tessi

            • bocahe ra wani nethu maneh….

              poro pinisepuh wis mulai curious…senadjan nganggo busono wanito, tandange ngedap-edapi koyo banteng ketaton

      • Ki Jokowono angkatan 50an.
        Kayane sing seneng ADBM angkatan tuwek,anakku angkatan 90an dho ora seneng.

    • Padepokan kok sepi bener ya? Ngunduh kitab, kemudian iseng-iseng melihat-lihat padepokan, memberi kesempatan para cantrik untuk mengagumi wajah indahku, akhirnya sampailah di etalasenya Ki GD yang sedang promo kaos. Desainnya lumayan cantik (walau belum secantik Ken Padmi). Tetapi ada yang terasa mengganggu, yaitu tulisan “Api di Bukit Menoreh” yang bertuliskan aksara/huruf jawa. Jika tulisannya seperti ini, vocal “e” yang pertama pada kata “menoreh” dibaca seperti “e” pada kata “tempe” (jadi menoreh versi batak). Seharusnya, “taling” yang pada sebelah kiri aksara “ta” dibuang, diganti “pepet” di atas “ta”.
      Kagum…? Ada cewek setrendy saya kok bisa mengerti huruf/aksara jawa ? Tidak usah heran ! Selain mempunyai wajah yang cantik dan body yang sexy (bukan seksi konsumsi lho !) Ken Padmi memang mempunyai otak secemerlang Agung Sedayu.
      Nah, kan ! mulai naik emosi. Padahal baru saja diwejang Ki Is soal mengendalikan emosi. Komennya sih seperti meyakinkan (yang ini ngledek aku Ni). Tapi yang penting bukti, bukan janji. Katanya mau belajar mengendalikan emosi, malah ada yang mau print untuk dipasang di ruang kerjanya, ada apa. Tapi baru saja membaca kejujuranku saja sudah sampai keubun-ubun emosinya. Cobalah mencontoh saya, walaupun dihujat sana-sini, dianggap sombong, tetapi tetap sareh dan sabar.

      • terjemahan bebas dari komennya Ni Ken Padmi

        nggak ada yang emosi kok Ni, malah semakin bertambah kagum, jujur…pertama kali membaca komennya ibarat melihat seseorang secara ujud lahiriah, ternyata semakin dicerna isinya mengandung makna yang sangat dalam.

        Hanya mungkin terlalu jujur,polos, vulgar, berani, ceplas-ceplos, tidak pandang bulu, terkadang menggelitik bahkan langsung tertuju pada seseorang……

    • Apakah bentuk wujud seseorang bisa dibaca dari bagaimana dia mengungkapkan kalimat dan kata2 dalam sebuah artikel atau perbincangan tertulis?
      Orang memandang Ken Padmi dari kata2nya, membayangkan bahwa Yu Ken ini seperti Bibi dalam ceritera Suramnya Bayang2/Sayap2 Terkembangnya Ki SHM.
      Dalam ceritera itu Bibi, yang dulunya bergelar Wanita Serigala, adalah seorang wanita yang kekar, berbadan gempal, to the point, ………. tapi ternyata memiliki hati yang lembut.
      Dulunya seorang pembunuh bayaran. Ketika disewa oleh Wiradana untuk membunuh Iswari,istrinya yang sedang mengandung, maka ternyata Bibi ini pada saatnya justru membebaskan Iswari, dan di kemudian hari justru bergabung dengan keluarga Iswari.
      Dalam tulisan2nya Yu Ken Padmi nampak pemberani, blak2an, atau orang seberang mengatakan sebagai berani bicara seronok, ……….. langsung membayangkan Bibi dalam serial SST tersebut. Benarkah demikian? Hanya Yu Ken yang tahu, karena dimedia ini kita satu sama lain tidak mengetahui identitas diri masing2.
      Nyolong Pethek
      Nah kalo ternyata Yu Ken Padmi orangnya kayak Manohara, nah ini yang orang Sunda bilang Nyolong Pethek. He he he, ……….
      Nuwun sewu Yu Ken Padmi,
      Kupat disiram santen,
      Menawi lepat nyuwun ngapunten.
      Ki Truno Podang

      • Bibi – (masa lalu kelam + badan tambun) + Ilmu Nyai Soka + Ketegaran Ki Gede Sembojan + perawakan Iswari + Wajah Riris =< Ken Padmi

        • Penipuan yang tidak bisa dibuktikan ini, fotonya mana?

        • Oalah…
          Aku tak antri….

          Sek, tho… maksude dudu antri Nyi Padmi, tapi ngantri kitab wedaran sing ono gambare Roro Ayu padmi…..

      • He he he, ……….. jadi Nyi/Ni Ken Padmi nyolong pethek ya. Jebulnya Nyi/Ni Ken ini kaya Riris, pacarnya Risang dan Kasadha kalo di SST, dan pacarnya Tejo Prabowo kalo di ABDM. Pantesan Ki Pandanalas sudah muach muach terus.

        • akhirnya pada kesengsem kan…….

          mentrik yang lain mbok ya muncul, Jeng Nuniek, Nyi Untari, Rara Hoyi, Rara Wulan….masih banyak yang sembunyi di………

          • Ki Is.., jadi penasaran nih… sepertinya seru juga lho kalau disediakan sarana Blog khusus seperti facebook untuk saling mengenal dan melihat para ADBMers.., saya yakin bisa menjadi ajang paseduluran yang lebih raket…, siapa tahu kita bisa saling ketemu suatu saat.

            • ni/nyi ken padmi kaya’nya bener bener perempuan perkasa..penggemar cersil sampe sampe hafal semua tokoh..

            • aku malah curiga mBak Padmi iki wujud semune cantrik lawas….

              • cantrik lawas apa mentrik lawas ki?
                kalau cantrik lawas berarti jati diri sebenarnya adalah seorang pria tho?

                • Nunggu rontal malih sinambi nunggu mentrik…

              • aku yakin iki cantrik..dudu mentrik…

  41. tumut antri nengga wedaring rontal.

  42. sugeng enjang lan nderek antri ugi.

    maturnuwun

  43. melu nongol sek, banjur kerjo malih..
    matur nuwun wis dikei kitab malih…
    piiis…

  44. nderek antri….

  45. hadir……..

  46. Nggih tumut antri BLK suwun

  47. Wisanggeni dan Antasena

    Ketika Pandawa hendak bertempur melawan Korawa dalam Perang Bharatayuda, para dewa di kaendran Jonggring Saloka menuntut agar Wisanggeni dan Antasena harus tiada, agar Pandawa menang di dalam peperangan itu. Pakem wayang ini memang agak unik dan sarat dengan piwulang yang amat luas pengertiannya. Memang di dunia wayang, dua ksatria Pandawa yang tak mengenal tata krama atau tidak mampu berudanegara ini tak ada yang mampu melawan. Dengan kata lain tanpa tanding.

    Antasena kerap disebut sebagai orang bambung, sementara Wisanggeni disebut sebagai orang edan. Antasena mempunyai senjata sungut, sementara Wisanggeni tak mempan segala senjata yang ada di dunia ini. Kedua-duanya mempunyai senjata yang terletak di mulutnya. Dua ksatria ini lambang keluguan, lambang kesederhanaan, lambang prasaja. Ksatria ini juga simbol generasi muda yang ingin agar negaranya makmur, sejahtera, dan orangtuanya jaya di medan perang. Perang dalam hal ini adalah mengisi kehidupan di dunia ini.

    Antasena lambang sebuah tekad generasi muda yang siap membedah bumi ibaratnya. Tekad baja dengan bekal semangat dan kekuatan yang luar biasa. Tetapi semuanya harus dikendalikan, diracut. Demikian pula Wisanggeni, raja api yang berkobar di dalam diri manusia, tak lain dan tak bukan adalah nafsu angkara murka untuk menguasai jagad ini mesti diracut, disirnakan. Perang di jagad raya ini besarannya adalah perang melawan keangkaramurkaan, kedurjanaan. Namun di dalam hal yang lebih mikro, perang melawan nafsu, melawan sifat-sifat buruk manusia sendiri. Justru di sinilah perang sesungguhnya. Kalau perang melawan keburukan dunia itu gampang dimanifestasikan dalam gerakan moral, gerakan budaya, dan gerakan-gerakan yang lain.

    Tetapi perang melawan keburukan dan sifat diri yang jelek sulit untuk dimanifestasikan kecuali dengan diam, bertapa, berpuasa, bermatiraga. Dua ksatria itu memang tidak mengenal udanegara, bukannya mereka tidak tahu, tetapi memang mempunyai tekad dan semangat yang ‘sundul langit’. Walau mereka lugu, tetapi dalam kehidupan perlu keluwesan, perlu strategi, dan perlu penguasaan pancaindera. Pandawa harus menang dengan kekuatan sendiri, tanpa dibantu oleh kekuatan yang luar biasa yang datang dari kekuatan lain.

    Kemenangan yang dihasilkan dengan kekuatan besar alias kekuasaan itu kemenangan yang wajar, kemenangan yang dipaksakan, bukan lantaran usaha sendiri dengan semangat dan perjuangan sendiri. Sifat Antasena yang kadangkala terasa kebablasen, demikian pula Wisanggeni yang selalu dalam lindungan SangHyang Wenang harus dihentikan, diracut. Orang Jawa Bilang ”Yen harsa sumurub urubing tirta, kendalenana taline mega”.
    ‘Urubing tirta’ merupakan manifestasi rasa, dituntut menahan dan mengendalikan nafsu. Manusia jadi ‘nglegena’ bukan tanpa keinginan bukan tanpa ikhtiar, tetapi manusia harus pasrah-narima dan selalu mengalah-mengejar, berupaya jalan Allah.

    • Filosofi yang luar biasa Ki ….. suwun pepadanganipun

    • Sepertinya karakter dan kesaktian Antasena dan Wisanggeni ini menjelma kedalam sosok Raden Rangga dalam ceritera ADBM ini ya Ki.

      • Pas…..Ki,

        Raden Rangga nyleneh, tapi semata-mata untuk mengabdi dan membela leluhur/orang tua dan kerajaannya.
        Hanya mungkin caranya kurang mengikuti paugeran bagi orang-orang tua, demikian pula halnya dengan Antasena dan Wisanggeni, Raden Ranggapun meninggal kala masih masih muda belia.

  48. Terima kasih….hadir

  49. apapun isi komentarnya,
    tetap setia menanti kitab diwedar.

    • dan akhirnya,

      matur nuwun Ki mBodo…..

      • selanjutnya absen untuk ngantri 280….

  50. tanpa bentuk semu, kitab sampun di wedar di pelataran wingking.. monggo di seruput..

    • suwun ki…

      ki Mbodo hadir..ki Sukra menghilang…

      aji kakang kawah adi ari2…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: