Buku III-73

273-00

Laman: 1 2

Telah Terbit on 18 Juni 2009 at 00:10  Comments (233)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iii-73/trackback/

RSS feed for comments on this post.

233 KomentarTinggalkan komentar

  1. Monggo sowan
    Sengkaling Indah II, km 10 arah Batu.
    Unjukan, camilan lan rontal sampun disiapaken!

    • Sial….

      • Nomere piro …. ?

        • 👿

          • wah keturon aku…pdhal wis siap2 jam 12 teng..ndilalah …jebret..lampu mati blaik kiwe….

          • 😉

      • Dadak kaget disik, kalah refelek karo sing enom.

      • ra popo, kalah karo priyayi-priyayi pengpengan

        • Matune sampun rampung to Ki, kok sampun saged sambang padepokan dalu-dalu.

          • hehehe…dereng cekap…mung kangen sanget kaliyan padepokan, raosipun ngglayut dipun tilar KG…

            • ditambah malih ibunipun lare nembe nyambangi tlatah panjenengan setunggal minggu

              • hiks …

    • Sak lawase urip Kudu Pisan pisan dadi jawara Numero Uno, Ngalahne Ki Widura, Ki Amera, Ki Kimin, Kul “enteng” Pokok e, hhheeeemmmmm, Ki Pandan alas yo iyo pisan lali Akuuuuuu

  2. 2,560,552

  3. wuuuuz nomero ?????/

    • nomer telu ki

      • Hiks, lumayan Ki Probo

  4. hore….

    • nomer papat

      • Wee lah cepet banget, ditunggu nang regol
        tetep kedisikan.

        sugeng enjang Ki Arema, Ki Widura, Ki Probondayu, Ki Benny tuwin kadang cantrik.

        • Jadi entuk nomor pira……….lima ?

          • Inggih Ki.
            Taksih ngajengipun Patih Lawa Ijo

        • sugeng enjang ugi ki

          • monggo dipun lajengaken ingkang boyokipun tasih rosa, kulo pamit rumiyin, tasih wonten sederek 11 ingkang njagi gandok…sugeng enjing

        • Sugeng enjang Ki.

          Lha nggih niku. Pancen kalah enom, taksih kalah mawon kalian piyantun LA niku.

          • Lha inggih Ki,

            wis pokoke ra iso dilawan, segala perangkat canggih, tapi ya penampilan selalu sederhana, sakmadya, terbukti masih kersa jadi tukang sapu…he he he.

  5. absen

  6. Hadir juga,

  7. Buat yang kurang paham bahasa Jawa Ngapak, terjemahan bebas dari komennya :
    On 17 Juni 2009 at 13:34 Ken Padmi Said:

    Gara-gara mas Joko menyebut-nyebut Megawati, saya jadi teringat seberapa konsistennya Megawati dan anggota fraksinya di DPR yang katanya berpihak kepada “wong cilik”. Sewaktu ada wacana capres harus lulusan S1, mereka kebakaran jenggotnya setengah mati. Segala argumentasi diajukan, dari yang katanya “sarjana yang belum tentu lebih pintar dari lulusan SMA”, si A lulusan SMA tapi bisa jadi pengusaha yang sukses, si B yang sarjana tetapi hanya menjadi pedagang kios di pasar” dan beberapa alasan lain yang artinya haya satu : pendidikan tidak ada gunanya. (Jika seseorang yang menghargai pendidikan, mestinya logikanya seperti ini : jika si A yang lulusan SMA saja bisa menjadi pengusaha sukses, apalagi kalau ia sarjana, kemungkinan akan lebih sukses lagi. Si B yang sarjana saja hanya bisa menjadi pengusaha tingkat kios pasar. Jika tidak sarjana mungkin tidak bisa berbuat apa-apa).

    Tetapi dengan adanya ketentuan guru-guru yang sudah berabad-abad mengajar diwajibkan mempunyai ijazah S1 untuk mendapat pengakuan sebagai guru profesional, orang-orang yang mengaku sebagai pembela “wong cilik” itu sama sekali tidak perduli akan nasib para guru.
    Saya sendiri sebetulnya tidak setuju apabila pendidikan formal dijadikan satu-satunya parameter untuk menilai kwalitas seseorang. Tapi mestinya harus yang adil. Apabila syarat untuk menjadi presiden saja tidak perlu sarjana, lah kok guru yang benar-benar guru, sudah membuktikan kemampuannya sebagai guru, mahu ikut sertifikasi saja tidak bisa hanya disebabkan guru tersebut bukan sarjana.

    Disinilah logika dan moralitas kita sebagai bangsa diuji. Dan buat Mega dan konco-konconya ada pertanyaan yang harus diajukan : Mengapa demi kepentingan Megawati, orang besar (gemuk) yang seumpama tidak jadi presiden juga tidak mengapa (orang sudah kaya) mereka berjuang mati-matian, sementara untuk membela kepentingan “wong cilik” yang sekedar ingin menikmati tambahan penghasilan yang jumlahnya barang 1–2 juta sebulan dari tunjangan sertifikasi mereka tidak pernah berbuat apa-apa. (Mungkin, jika Megawati ingin mengikuti sertifikasi guru, barulah mereka bakal berjuang mati-matian agar supaya syarat S1 tidak dicantumkan).

    Makanya, sangat ironis melihat Megawati berbicara soal pendidikan yang katanya amanat konstitusi pada saat debat capres yang diadakan pada forum rektor. Bagi Megawati, pendidikan itu tidak ada artinya. Lihat saja argumentasinya menolak syarat S1 untuk capres : Lulusan S1 belum tentu lebih pintar dibanding lulusan SMA. Apabila dilanjutkan : lulusan SMA belum tentu lebih pintar dibanding lulusan SMP, lulusan SMP belum tentu lebih pintar dibanding lulusan SD, jadi kesimpulannya : lulusan S1 belum tentu lebih pintar dibandingkan orang yang tidak sekolah. Lantas jika seperti ini, apa gunanya sekolah ?

    Di desa saya, terdapat seorang kepala sekolah yang sudah sepuh (lanjut usia), tetapi masih semangat mendaftar kuliah di UT (Universitas Terbuka). Kemudian saya bertanya, untuk apalagi, bapak kuliah ? Jawabannya sangat mengharukan : “Menemani anak buahku yang masih muda-muda agar semangat kuliah. Jika tidak sarjana S1 tidak bisa mengikuti sertifikasi guru.”

    Bapak Kepala sekolah itu sudah pasti tidak bakal bisa menikmati tunjangan sertifikasi, setahun lagi beliau sudah pensiun, sementara untuk menyelesaikan kuliah S1 perlu waktu paling tidak 4-5 semester (Pak Kepsek itu lulusan D2 PGSD). Tetapi demi kepentingan anak buahnya, beliau bersedia berkorban waktu, tenaga dan biaya.

    Bu Mega, mau kuliah? Demi Bu Mega sendiri, disamping demi rasa keadilan wong-wong cilik yang katanya panjenengan bela? Agar supaya tidak ada ketimpangan lagi, capres tidak perlu sarjana, tapi guru TK harus sarjana. Saya yakin, jika Bu Mega mempunyai ijazah S1, fraksi PDIP di DPR pasti bakal berinisiatif mengajukan RUU Pemilu yang mensyaratkan S1 untuk menjadi capres.

    Satu lagi : Pak Kepsek kampung tadi, yang sudah terbukti bersedia dan rela berkorban demi kepentingan anak buahnya, tidak pernah gembar-gembor menyebut dirinya pembela wong cilik. Mungkin bagi beliau, di alam semesta ini tidak ada orang yang pantes dianggap wong cilik. (Jika orang langsing so pasti ada, yaitu : Ken Padmi).

    • Ki Ismoyo,
      sepertinya mereka butuh kita hanya 5 menit saat dikotak suara, setelah itu apakah kenal dengan wong cilik lagi ?

      • Yang pasti mereka tidak akan pernah mengenal kita, Ki.

    • wah, wis pamit, nanging mboso nglirik tulisane ki Ismoyo kok njuk koyo diguyang banyu es…mak nyes…sueger…
      Mungkin luwih apik sopo wae termasuk Megawati nyadari nek sistem pendidikan neng negeri iki durung bener-bener trep menuju sasaran tujuan pendidikan kuwi dewe. Pendidikan iku bakal apik nek mampu menumbuhkan semangat belajar. Nah kemauan belajar iku kan kudune ora dibatesi karo ketersediaan sarana belajar koyo sistem sekolahan umume. Maksudku mergo terbatas fasilitas belajar ndadekno kemauan belajar ugo mandeg, dudu kuwi. Nanging nek siswa utowo peserta didik nduweni kemauan belajar sing bener, mulo deweke mesti berusaha mempelajari opo wae sing ono neng lingkungane. Deweke durung mandeg belajar nek durung ngerteni tenan materi pelajarane.
      Wah, susah nerangkene nek nganggo boso jowo…yo wis pokoke ngono kuwi…

    • ck..ck..ck..ki Ismoyo esuk uthuk-uthuk isih sempat dadi sulih bahasa.

      • Ki Cekolek,

        Alih bahasanya sudah kemarin waktu membaca komennya Ni Ken Padmi, tapi dimuat pagi tadi…biar rame.

    • bingung…deh kalo lihat capres2 di tipi sama kayak parpol2nya…
      setengah taon belakangan aja pada “akrab” sama rakyat kecil, ada yg ke pasar, ke sekolah, orang kena musibah dibantu kasih suport dll bahkan kalo ada yg rumahnya di lubang semut mungkin jg disamperin…
      emang 4 taon kemaren pada kemana???

      • ngumpet……..he he he

    • Saya setuju banget dengan usulan Ken Padmi,Saya pengin usul buat para capres, seandainya memang persyaratan untuk mengajar harus S1, berilah para guru kesempatan untuk meneruskan ijazah S1 nya dengan diberikan beasiswa untuk para guru yang belum berijazah S1, untuk anggarannya di ambilkan dari sebagian anggaran pendidikan jika tidak cukup bisa dilakukan berjenjang sampai para guru yang belum berijazah S1 habis, tapi untuk para guru yang masih belum berkesempatan untuk kuliah tetap diberi kesempatan untuk mengajar hingga mereka pensiun. Prasyarat juga perlu diberlakukan mengingat mutu pendidikan yang tidak merata, kasihan untuk para siswa yang ada didaerah, jika dilakukan penyetaraan. untuk itu perlu peningkatan mutu guru.

      • ora kaget….paugeran metune UU neng ranah RI iki khan mung ono 2 pasal :

        1. Sing ngorder sopo…?
        2. jml 0 ordene piro…?

    • Malah rasa-rasanya untuk jadi Capres S1 saja tidak cukup lho Ki…
      Lha wong mimpin Negoro je…
      Ojo nganti sing mimpin lan sing di pimpin luwih pinter sing di pimpin…
      Arep dadi opo Negoro iki….
      wis pokoknya aku setuju LANJUTKAN….

    • Udahlah, biarlah yang nyapres biar nyapres, nggak perlu dibawa-bawa ke sini, ada banyak forum di tempat lain yang bisa dipakai membahas para capres yang terhormat. Apalagi yang dibahas cuma salah satu capres, malah tempat ini bisa dikira simpatisan salah satu capres, kan berabe … bisa2 dimanfaatkan para tim sukses.

      • setuju ki

      • Jadi Pemilu Capres saat ini ada 3 pilihan :
        1. Nomer 1, Tamatan SMA;
        2. Nomer 2, Doktor (S3);
        3. Nomer 3, S1?.
        Kita bebas memilih mana yang terbaik menurut pikiran kita.

  8. Hadir ….absen

  9. Misteri umur, yang penting berkah.

    Umur manusia adalah perkara ghaib dan merupakan rahasia Tuhan Yang Maha Esa. Tak seorangpun tahu berapa panjang usia yang dijatahkan untuknya. Meskipun umur termasuk perkara ghaib, beberapa ulama besar mencoba membahas dan mengkajinya.
    Jalan menuju peringatan dan perenungan tentang tahapan usia yang dilalui manusia dibagi dalam lima tahapan :
    1. Pertama, sejak diciptakan nabi Adam AS dan membekalinya dengan keturunan.
    2. Kedua, sejak seorang manusia terlahir dari rahim ibunya hingga ajal menjemput.
    3. Ketiga, dimulai sejak kebangkitan manusia dari alam dunia melalui kematian sampai bertiupnya sangkakala Malaikat Israfil di Padang Mahsyar. Umur ketiga adalah masa penantian seseorang di alam barzah.
    4. Keempat, berlangsung sejak seorang manusia dibangkitkan dari alam barzah, bersamaan dengan ditiupnya sangkakala yang kedua hingga manusia melangkah di atas shirath al-mustaqim.
    5. Kelima, dimulai sejak seseorang memasuki pintu surga, atau terjatuh di jurang neraka.

    Masa muda dan masa dewasa merupakan fase terpenting dalam kehidupan manusia. Mengenai pentingnya masa muda, seorang bijak mengatakan, “Jika engkau tak bisa meraih kemuliaan di hari mudamu, tak akan mulia hidupmu sampai tua.”

    Yang sangat penting diingat, setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban tentang umur yang dianugerahkan kepadanya. Tak akan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai ia selesai ditanya tentang empat perkara, yaitu :

    tentang umurnya, dihabiskan untuk apa;
    tentang masa mudanya, dipergunakan untuk apa;
    tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan; dan
    tentang ilmunya, apakah sudah diamalkan.”

    Melipat kasur
    Yang dimaksud dengan “melipat kasur” ialah mengurangi tidur untuk memperbanyak ibadah.
    Usia 40 tahun dianggap usia yang istimewa. Ia dipandang sebagai tonggak awal kemapanan seseorang. Apabila umur telah mencapai 40 tahun, hendaknya bersiap-siap melipat kasur dan selalu ingat pada setiap tarikan nafas, bahwa kita sedang berjalan menuju akhirat, sampai tak merasa tenang lagi rasanya hidup di dunia.

    Setelah melampaui fase kedewasaan kita memasuki fase persiapan menghadap kematian, yakni pada usia 60 sampai 70 tahun. Oleh karena itu, amat sangat keterlaluan orang-orang yang sudah berusia diatas 60 tahun tapi masih juga melakukan maksiat, tidak akan menerima dalih seseorang sesudah Dia memanjangkan usia hingga 60 tahun.

    Usia lanjut juga merupakan sebuah keistimewaan. Ada orang-orang yang dianugerahi umur panjang dari orang-orang pada umumnya. Dan mereka mengisinya dengan berbagai kebaikan, sehingga hidup mereka penuh berkah dan tercatat dalam sejarah. Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya. Disamping itu ada pula orang-orang yang usianya pendek, tapi juga sangat berarti, karena dipenuhi berbagai amal yang baik yang diridhai Tuhan Yang Makaha Pengasih.

    Namun, bukan usia yang panjang yang terpenting, melainkan keberkahan usia. Keberkahan ditandai dengan bagusnya amal ibadah dan akhlaq serta karya yang bermanfaat bagi generasi sesudahnya. Amin.

    • Sejatining umur dowo iku dudu cacahing tahun, nanging sapira kabungahan kang tinampa karana celak Gusti Sing Murbeng Dumadi.

      • Dados kulo raosipun kok pingin nyuwun pirso..
        Sejatosipun poro cantrik kadang puniko sampun sami pinten to yuswonipun…
        Kok ngendikanipun sami kados Begawan…

        • Kadang kados tesih 17 tahun alias ABG, terkadang langkung 40-an.
          Dinten menika ngendikanipun kados begawan, mbenjang duko..??? Ningali anginipun,nuwun sewu kawulo mlajeng rumiyin.

          • hayo……

        • Ki Pras,

          sing nulis saya, ya sudah diatas limpul githu……

    • kalo saya yang penting ki:
      muda foya-foya
      tua kaya raya
      setelah mati masuk surga.

      itu baru namanya hidup

  10. meksa…. pokoke nomer siji….
    xixixi…

    • hiks….

  11. Ki Widura wis ngilang, kudu jemput anak disik rupane. Wingi tet jam 00.00 wib. gara-gara melu balapan absen, anakne kapiran, klalen dijemput. Engko nek ilang embuh lho.

    Aku sesuk kudu tangi isuk uthul-uthuk, pamit disik.

    • Aku kudu turu … sesuk arep tangi esuk uthuk-uthuk … wong lagi nyapu digoleki …

      Paro cantrik mlebu padepokan ora copot sandal,
      sepatune ono sing bletokan lumpur …
      tangane ora isuh disik ….
      Rebutan kursi … maneh … blaik!

      • dudu aku lho…

        • wis tak pamit tenan

  12. Nomer piro yo ?
    wes seng penting melu rondo eh ronda
    14 cantrik 36 coments

    • Sugeng enjang, Ki Biting … monggo ngaso … rumiyen!

      • Matur nuwun Ki Widurua, aku ta leyeh leyeh nang kene wae karo ngancani cantri liane

  13. Melu Ki Kimin,..Nomoer Sijii!!

  14. Melu …. hadir

  15. takut ah ronda sendirian…mending ikut tidur…

  16. aku nomer siji seko mburi yo ora popo…

  17. Absen. Wis suwe ora sempat absen opomaneh ngantri..

  18. Absen No sak kareb……

  19. mruput esuk2 antriiii….
    duh niat nggarap gawean nang omah e malah ketinggalan nang kantor dadi mangkat esuk iki..

  20. nek lagi ana 50 comment berarti kira-kira diwedar wayah srengenge lingsir ngulon.

    isih akeh wektu…..nggarap sawah dhisik.

  21. Hadir

  22. aku juga antri

  23. Dherek antri tumbas ticket nonton sodoran wonten alun-alun mataram.

  24. Jam semene kok durung podo tangi? Ning endi tho cantrik … ADBM. Opo podo meneng-2 ngunduh-e terus blayu ning tegalan …. nganti jam wedar sak teruse?

    😦

    • Wis pada ngurusi panguripane dewe-dewe Ki.

      • absen trus mblayu… durung ngunduh lo

      • tiwas esuk2 mau mruput mblayu neng kebon,..jebul isih kebak kabut…dadi jagung gembakar sing sediyane arep tak bakar nggo nyuguhi cantrik sing podho ngabsen durung iso tak panen….hiks

        • hiks….
          ngapunten nggih, bidal kantor bablas kemawon mboten mampir kebon.
          sekedap malih kulo tiliki kebon njenengan, ningali punaka jagungipun sampun saged dipun bakar.

        • we..lah…jebul sing ngebut kolo wau panJenengan tho ki,…tiwas jagungku podho ambruk keno kabluke….

      • Ooohh … iyo, yo sik esuk uthuk-uthuk.. Tak kira koyo aku wis wektune naik sepeda karo arek-2 … keliling padukuhan!

  25. wilujeng enjing ka sadayana… ngiring antri…

  26. Hadir nyadong kitab…

  27. Ngambil Nomor ANTRIan
    Ngisi Buku ABSENan
    Ngunduh Kitab WEDARan
    Nuwun…………….

  28. Nderek sowan.. kesiangan.. td masak nasi + nggoreng telur dulu sih..

  29. Ngantri, nengga legane manah Ki & Nyi bebahu padepokan.

  30. absen dan antli dengan lapi

  31. Weton : Kêmis Pahing – 18 Juni 2009
    01. Tanggal Jawa : 24 Jumadil Akhir 1942 – Je
    02. Tanggal Hijriah : 24 Jumadil Tsania 1430 (H)
    03. Windu-Lambang : Windu : Kuntårå, Lambang : Langkir
    04. Nama Wuku : Prangbakat
    05. Sadwara : Paningron
    06. Padewan : Umå
    07. Padangon : Kérangan
    08. Pancasuda : Lêbu Katiyub Angin
    09. Rakam : Mantri Sinaroja
    10. Paarasan : Lakuning Bumi

    Perwatakan Weton : Kêmis Pahing
    1. Dino : Kêmis
    Sangar menakutkan.
    2. Pasaran : Pahing
    Selalu ingin memiliki (barang), kesungguhannya
    penuh perhitungan untuk mendapatkan untung, suka
    menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya,
    kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka
    kebersihan.
    Sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa
    menemukan kembali.
    3. Padewan : Umå

    4. Sadwara : Paningron
    ( Ikan ) Kena tipu.
    5. Padangon : Kérangan
    ( Matahari ) Menghidupi (banyak rejeki), menerangi
    (luas wawasan).
    6. Pancasuda : Lêbu Katiyub Angin
    Cita-citanya sering tidak kesampaian, hartanya
    sering habis.
    7. Rakam : Mantri Sinaroja
    Memperoleh kemuliaan, mampu menjalankan tugas,
    angkuh.
    8. Paarasan : Lakuning Bumi
    Melindungi, mengasuh, sabar, mengalah.
    sumber :ki demang . com

    • Mohon kalau Sabtu Legi apa, Ki.. Matur Nuwun…

      • kemis pon ki njaluk tulung….

        • Antrian penanggalan jawa suwe2 tambah akeh.. Nggih, Ki PLS?

          • Ki Pandanalas,
            Oh.. ternyata saget dicek piyambak wonten http://www.ki-demang.com

            • wah..nek kulo penak maos teng mriki je…

              mbok tulung di-copaske ki….

              • Ki PLS,
                njenengan kedah memasukkn tgl, bln, tahun kelahiran.. lajeng klik keluar hasilnya..

                Contoh teng inggil tgl 18 juni 2009, kemis pahing.. lsp..

              • kulo kemis pon ki….

    • KI pawiro, kalau lahirnya misal
      tanggal 16 juni 2009 tetapi sudah jam 18.35 itu bagaimana ya mohon masukan terima kasih.

      • Anda tidak cocok bekerja di air ki…

        • Betul ndak keplebon Maruta…

  32. horeeeeeeee, numero uno plus plus plus

  33. Leyeh…leyeh…ah

    • ngrewangi aku wae…ndangir neng kebon…mengko nek wektune panen tak bagehi…..

      • sing mending ndangiri sing rungkut-rungkut….
        seni…

        • lah nek ora rungkut kan ra perlu didangiri tho ki…mosok ra paham sih…hiksss

          • Wah molai rada menjurus…….

          • lho ngangge jurus nopo ki benny

            • Hiks………..

  34. antri di sini emperan sini sambil nyruput teh wah enak tenan. hadir Ki

  35. antri…273

    • menang ki?

  36. Hadir sambil diaudit nih…

  37. hadir juga….

  38. 2,564,174 cantrik

    • Bagaimana kalau kitab 273 dikeluarkan setelah 3,000,000 click? Saya kira Nyi Seno okey-2 saja kalau semua SETOJO! Tak mblayu disik … sak durunge diadu karo banteng …..

      • Gak Setuju !!

        (karo nggawa watu)

        • Nek watune sak truk aku you gelem Ki Tambakyoso. Iso kanggo mbangun sanggar … sing luwih kuat.

      • setuju…

        setuju ngeroyok ki WDR

        • Priyayi siji iki paling sregep yen dikongkon ngroyok … bareng KP lan Nyi Manohara …. 👿

        • padahal gek iki aku melu nglurug lho…

          pas gegeran wingi, aku ora melu cawe2…..

      • Tiwas arep dak balang sandhal, jebul wis mblayu ..

        • Sandale endi? Asal dudu sandal nek njupuk saka langgar (mesjid) yo ora opo-opo … Ki. Iso tak loak-no!

          Heee …. mblayu maning ….

        • Arep mbalang sandal kok nunggu hari Jumaat, ono opo tho?

          • Matur suwun Mbah …. si mbah mbeto kangge kulo, kitab 273 ning asto kiwo lan mbeto watu ing asto tengen.

      • ora usah padu opo maneh nglurug karo ngowo watu.. ini ono oleh-oleh kitab 273.. sing podho rukun yo le..

        • Matur nuwun ki….

        • Terima kasih – terima kasih Ki mbodo, semoga tetap sehat selalu supaya kitab tetep lancar, kitabe sampun tak sruput, mak nyoss. Ki widura selamat bobo siang, biar ntar malam bisa no 1 lagi

        • Sebah nuwun Ki.

        • Nggih Ki, matur nuwun kitabe Ki.

        • matur nuwun ki,
          matur nuwun nyi seno,
          matur nuwun sedoyo…

          xixixixixi

        • Loh, iki kitab asli opo palsu yo?
          Wis tak sruput dhisik wae lah.

          • kalau ki mbodo ya, pasti asli ki… lha wong panjenenganipun niku ki tumenggung sepuh je…

            • oh iya, trims ki mbodo, nyi sena, ki gd, dan sesepuh serta bebahu yang lain…

            • kadosipun saestu ki banu …. tumenggung sepuh jebule ki mbodo…..(punopo artine mbodoni cantrik2…hiks?)

              • he..he..he.. iya ki… tapi koq seiring dengan seringnya ki mbodo bagi-bagi kitab, koq ki sukra sdh tidak pernah terlihat lagi ya ki…. hmmmm….

        • Nggih mbah, sandhale pun kula simpen malih, matur nuwun kitabipun.

        • Nun inggih ndoro tuan …

  39. hadir Ki Gd…. Hadir Nyi

  40. hadir untuk menjadi …..

    2.564.175 …… angka 7 dan 5 menjadi 12 ,dijumlah menjadi 3 .
    Jumlah Angka 3 Jutaan
    Ramalan yang kan mendekati kenyataan dalam beberapa hari lagi paling lambat akhir Bulan.

    Suwun

    • Masih jauh Ki. Paling akhir bulan Juli, bersamaan dengan kepulangan Nyi Sena dari tugasnya.

      • Nyi Seno ora sido mulih akhir Juli ….. setelah tugas butuh liburan rong sak wulan maning …. Ki Arema siap-2 didadekno Panembahan Malang alias Panembahan Intan. :D: Seneng tho!

      • Weh koyone Nyi Seno wis kondur, malah wis tugas.

  41. huuuuaaa…..dir

    • para cantrik`s…!!!!

      Ki Arema..!!

      Ki Pandanalas..!

      Ki Widura

      Ken…a. Rok

      Ken Dedes

      Ken P….
      ???????

  42. jare kitabe ora arep diwedar dino iki….
    leres nopo …

    • Mbok Menawi benjang enjing …….. (wektu kulo lho) he heh hee

    • xixixi… ki goenas rodho nesu ketoke…..

      • Sebabe ora iso nomer siji maning ….
        Disamping itu …. Ki Goenas kok sampun dangu motel ketingal ….. tindak pundi tho?

        Ni Nuniek kok yo melok-melok ngilang ya ….
        Loro-2ne pinter manteg aji Panglimunan …. he hee hee
        Aku ndelik disik …

        • hadir ki..
          disini saya.. apa kabar?
          xixixiixixi

      • mboten parenk nyebar issue sing mboten jelas ki…

        lah wong niku mpun jelas2 mboten cuma issue.. ..hiksss

        mblayuuuu…………..

        • Wong loro ngilang, nyebar aji panglimunan… begitu muncul jadi telu…

          ……………………mlayu kenceng……………..

  43. Kangge Ki Pandanalas,

    Berdasarkan dari ki-demang.com

    Dino : Kêmis
    Sangar menakutkan.

    Pasaran : Pôn
    Bicaranya banyak diterima orang, suka tinggal di rumah, tidak mau memakan yang bukan kepunyaannya sendiri, suka marah kepada keluarganya, jalan pikirannya sering berbeda dengan pandangan umum.

    Suka berbantahan, berani kepada atasan.

    Rejekinya cukup.

    Data lain (Dewane siapa, hari naas, dst) nggak keluar, karena nggak ada tanggal lahirnya..

    Kayaknya pas kah?

    • wah…matur suwun ki…. mung setunggal sing rodho kirang : berani kepada atasan dan bawahan….hikksss

  44. Kirang sekedik..

    Rejekinya cukup, cukup jagung saja…

    • nek kulo termasuk jagung brondong lho ki…regine langkung awis

  45. 40 cantrik podho desel2an neng pendopo….nyadong kitab…pdhal Tumenggunge gek nganglang….

  46. Lha sing desel2 mburi dewe kan aku dan Ki PLS… sambil towo2 jagung…

  47. ki mbodo tolong dikeluarken segera kitab e

  48. hadiiiiiiiiiiiir……..

  49. Iya Ki mbodo, habis zuhur mudah-mudahan
    kitab bisa diunduh. he. he

    • Kitab-e arep diwedar …
      Nanging nunggu aku turu disik ……

      Oohhh aaahhhh eeemmmmm …. nguantuk aku …

      Mak lllleeeessssssss …. kheeeerrrrr ….. ilere wiwit metu ….. pules tenan …..
      Wis ora eling mode …

      • Ki Widure sebelum bobok pipis dulu ya, lha bukannya iler yang keluara , eh malah ngom…………

        Lha wong nekat, usul kok 3 jutaan , tak balang duit Soeharto senyum , nek ketokan.

        Suwun

    • Lha kae Ki Mbodo wis teka…

      Lho… kok bali maneh. Wah sajake kitabe keri ning omah, lali durung digawa.

  50. Lha iku ilere sing marahi kitabe teles kabeh.
    Salam Ki Widura, selamat istirahat, ilere ditampung ya Ki.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: