Buku III-28

228-00

Laman: 1 2

Telah Terbit on 2 Mei 2009 at 14:00  Comments (195)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-iii-28/trackback/

RSS feed for comments on this post.

195 KomentarTinggalkan komentar

  1. Nomer satu

    • nomer satu be

      • nomer satu ce

        • nomer satu de

          • nomer satu ee
            dan

            • Weeee lha…

              kene barang yo wis bukan to.

            • podho njupuk bilik siji2, terus dikebaki dewe….
              san soyo mbeling2 cantrike

              (diguyu senopati ndelok cantrike mbeling2)

    • Nomer Siji juga

  2. nomer satu ef
    wis ndak ra do kumanan

    • iki nyai senapati le gegojegan tenanan.
      untuk aku ndeprok nang ngarep lawang terus,dadi selalu siap ngebrokks

      • nomer loro

      • he3X…ora mung gegojekan ki, nyi Seno ngajari latihan mlayu cepet karo mlumpat2 gandok 225 tekan gandok iki bolak-balik, ben iso madani Glagah Putih

  3. nomer loro be

    • loro ce

      • loro de

        • loro ee

          • loro ef

            • loro ge

              • Nyi Seno, paringane bonus minggu meniko aslinepun pinten to?

              • bonuse cover karo gandok

                kitab??? kumaha juragan wae atuh

                • eleh-eleh… iyeu budak bangor pisan ouy

  4. test

    • test a

      • test b

        • test c

          • ah, gilo aku .. 😡

            • he…he…he….

  5. tak enteni kitab e, gak oleh nomer gak popo….. santai lagi ah……

  6. RADEN RANGGA:
    Ini satu versi legenda Raden Rangga putra Panembahan Senapati:

    Raden Rangga adalah Putra Panembahan Senoati yang hidup pada masa kerajaan mataram. Dia dikenal tampan dan sakti. Akan tetapi kelebihannya itu justru membuatnya menjadi sombong. Bahkan kepada ayahandanya sendiri.

    “Rangga, tolong pijati ayah, rasanya ayah sakit – sakit dan pegal,” ujar Panembahan senopati suatu hari.

    Sebagai anak yang patuh pada orang tua, Raden Rangga segera memenuhi permintaan ayahnya. Ketika memijat ayahnya itulah, Raden Rangga ditegur atas sikapnya yang sombong selama ini.

    “Rangga, dalam hidup ini tidak ada orang yang paling sakti. Di atas gunung masih ada gunung,” kata ayahnya dengan lembut. “Selama ini Kamu merasa paling sakti bukan?” ujar ayahnya sambil sedikit menggeser tubuhnya.

    Raden Rangga hanya menunduk mendengar teguran ayahnya. “Cobalah kalau Kamu benar – benar sakti, patahkanlah jari telunjuk ayah,” ujar Panembahan Senopati sambil menyodorkan jari telunjuknya.

    Raden Rangga dengan sekuat tenaga berusaha mematahkan jari telunjuk ayahnya. Panembahan Senopati hanya tersenyum melihat muka Raden Rangga yang merah padam karena memendam malu dan sakit hati.

    Dengan wajah tertunduk, Raden Rangga mohon maaf kepada ayahnya dan berjanji tidak akan bersikap sombong kepada orang lain. Akan tetapi, dalam hati ayahnya tahu bahwa janji Rangga tidak dinyatakan setulus hati. Karena itulah, Panembahan Senopati meminta Raden Rangga untuk melakukan olah batin di kediaman Adipati Wasis Jayakusuma di Pati.

    Ketika baru berada di Kadipaten Pati, Raden Rangga memang menunjukan perubahan. Akan tetapi, lama kelamaan penyakit lamanya kambuh lagi. Suatu hari ia berjalan – jalan di alun – alun Smbil membawa pedang. Untuk menunjukkan kehebetannya, pedang itu ditusuk – tusukkannya ke tubuhnya sendiri. Apa yang terjadi? Bukannya tubuhnya yang menderita luka berdarah tetapi justru pedang yang digunakan melengkung dan patah.

    Tidak cukup sampai disitu, Raden Rangga dengan suara menghardik memanggil seorang prajurit yang terbengong – bengong melihat kesaktiannya.

    “He, Kamu ke sini! Tunjukkan siapa orong paling sakti di Kadipaten ini. Biar aku coba kesaktiannya!” ujar Raden Rangga dengan mata tak berkedip.

    Karena takut, akhirnya Raden Rangga diantarkan prajurit tersebut mendatangi seorang pertapa yang bersemedi di tengah hutan. Ketika melihat pertapa itu, Raden Rangga dalam hati merasa takjub. Meskipun pertapa itu tubuhnya tampak kurus tak terurus, dari kepalanya terpansar cahaya keputihan.

    Rasa takjub itu justru membuat Raden Rangga segera ingin mencoba kesaktian Sang Pertapa. Dengan tangan kiri, dipegangnya rambut kepala Sang Pertapa, ”Kalau Kamu memang sakti, ayo lawan aku.”

    Pertapa itu hanya diam, memandang ke tanah. Dengan sekali sentak, Raden Rangga menghantam batok kepala Sang Pertapa. Sng Pertapa ternyata tidak memberikan perlawanan sedikit pun. Tubuhnya akhirnya roboh ke tanah. Namun, sebelum menghenbuskan napas terakhirnya ia berujar, “Terima kasih Ki Sanak, telah mengantarkanku menghadap Hyang Widhi. Tetapi bagaimanapun juga Ki Sanak perlu mendapatkan pelajaran, “ujar pertapa itu sambil menghela napas sebentar, “sudah menjadi kehendak Hyang Widhi Wisesa bahwa nanti Ki Sanak akan menerima kematian akibatr lilitan Ular Naga, “ujarnya dengan mata kelihatan sedih.

    Apa yang dikemukakan pertapa itu akhirnya terbukti. Ketika Raden Rangga diminta pulang ke Kerajaan Mataram oleh Adipati Wasis Wijayakusuma, dia berpapasan dengan seekor Naga yang dengan ganas melilit dan meluamat tubuhnya. Mengetahui peristiwa itu, Panembahan Senopati sangat sedih. Dengan ketabahan batin Panembahan Senopati senantiasa berdoa agar segala kesalahan putranya diampuni Yang Mahakuasa.

    sumber: Luki wordpress

    R. Rangga adalh putra panembahan senopati yg gagah dan sakti…namun sayang tabiatnya yang Jumawa (sombong) dan suka pamer itulah yang menyebabkan salah satu faktor kematiannya…

    ketika Pajang mendengar berita bahawa mataram akan memberontak, sultan hadiwijaya (jaka tingkir) tidak percaya, karena Panenbahan Senopati dulu adalah anak angkat kesayangannya…maka diutuslah Pangeran Benawa (anak Jaka Tingkir) ke mataram.
    di mataram, rombongan Pangeran Benawa, diberi sambutan dengan digelar acara makan2 pagelaran penari2 tombak dari tuban, memperlihatkan keahlian memainkan senjata dan unjuk kebolehan (semacam debus, dll)…disana R. Rangga tidak tahan, lalu dia naik ketas pentas, dan memperlihatkan kesaktiannya..dan para penari itu disuruh melawannya..semua senjata tidak ada yg dapta melukainya..bahka dengan pukulan tangan kosong para penari yg sakti2 itu tewas seketika…padahal maksudnya R. Rangga cuma bercanda, namun malah semua terbunuh…
    Hal inilah yg membuat laporan ke Pajang jadi simpang siur, padahal Pangeran Benawa melaporkan bahwa Kakak angkatnya tidak akan membrontak, namun isu yg terdenganr bahwa mataram mempersiapakan kekuatan..dan menakut2i pajang dengan pagelaran dan tewasnya para penari2 sakti itu…

    kejadian kedua, ketika ada utusan2 banten datang ke Mataram, kembali R. Rangga tidak suka melihat ada orang yg menunjukkan kesaktian didepannya..lalu juga dengan maksuid bercanda, semua utusan2 banten itupun disuruh mengeroyoknya…dan dengan sekali pukul…mereka semua terbunuh…

    banyak banget kejadian2 spt itu terjadi, sehingga Ayahnya Panembahan senopati cemas,
    lalu dia menitipkan R. Rangga ke Pati tempat Pamannya (Ki Penjawi), disana dia juga membuat onar, dengan menghancurkan batu2 besar yg dianggapnya menghalangi jalannya…semua kagum..nah itulah yang membuat dia besar kepala…bahkan disana dia membunuh seorang Pertapa sakti..yang tidak bersalah, sang pertapa itu tidak melawan dan akhirnya terbunuh…namun sempat melkukan sumpah untuk mengutuk R. Rangga dengan kelakuannya itu…

    Panembahan senopati semakin cemas, lalu dia memanggil anaknya, “Anakku, kamu harus menyadari, bahwa pameran kesaktian yg kamu lakukan itu bukanlah perbuatan yg terpuji, itu hanya akan menimbulkan perpecahan anatar sahabat atau kawan. Aku takut apada akhirnya nanti kamu takakan mendapat keselamatan. karena diatas langit ada langit lagi, contohnya..patahkan jari telunjukku ini…”
    R. Rangga agak tersinggung mendengar nasehat ayahnya itu, dikiranya tak ada lagi orang yg sakti selain dia, oleh karena itu ia hendak memperlihatkan kekuatannya kepada ayahnya. Dipegangnya kuat2 telunjuk ayahnya itu dan dicobanya mematahkannya. Tetapi segala usahanya tak berhasil sama sekali, walaupun kakinya dalam sikap kuda2 yg tangguh..
    Panembahan senopati tersenyum “lihat sekarang..”
    digerakkannya jari telunjuknya sedikit, tubuh R. Rangga terbuang melalui jendela dan jatuh menumbuk tembok pagar. Pagar itu berlubang, R. Rangga malu sekali…
    lalu Pnamebahan senopatai menyuruh R. Rangga pergi ke tempat neneknya Ki juru Martani untuk belajar mengaji dan sikap, untuk memperbaiki sikapnya itu…

    R. Rangga tertawa dalam hati, apalagi kehendak ayahnya itu, di Pati dia telah membuktikan bahwa semua disana tidak ada yg mengalahkannya, apalgi disana..begitu ujar R. Rangga jumawa..
    ketika sampai sana ki juru sedang sembahyang, sambil menunggu, ia bermain2 dg melubangi batu tangga dengan jari2nya, jari2nya dapat menembus masuk dengan mudahnya, seakan2 batu itu tanah liat belaka, Ki juru yg memperhatikan itu berkata :
    “Cucunda R. Rangga, apakah jari2mu tak sakit? batu itukan keras..”

    R. Rangga menoleh melihat neneknya.
    “Ah” pikirnya, spt tidak meliat saja nenek ini, dia kembali menunduk, tapi dia menjadi heran, lubang2 di batu itu telah hilang. Batu itu kembali pada keadaan semula. Ditusukkannya lagi jari2nya kedalam batu, tapi kali ini batu ini sungguh keras. R. Rangga menjadi sadar, Ia langsung menyembah “Benarlah kata Eyang, batu ini keras dan tangan hamba menjadi sakit..”

    “Baiklah cucuku, kau datang kemari untuk belajar menagji, marilah kita mulai…”

    Singkat cerita, R. Rangga belajar mengaji dan tata krama, sehingga lambat laun ia dapat mengontrol dirinya, tidak lagi terbakar hal2 yg remeh, R. Rangga hidup disana dengan tentram. sehingga suatu hari Rakya disana digelisahkan dengan munculnya seekor naga besar yg mengganggu rakyat, R. Ranggapun tak tinggal diam, dengan maksud menolang rakyat, maka R. Rangga pun datang ketempat naga itu. dan dengan segera mereka bertarung…kononnya pertarungan itu sampa lama sekali, pada akhirnya Naga itu dapat dikalahkan R. Rangga dengan memtus kepala dan ekornya….tetapi R. Rangga tidaklah keluar sebagai pemenang, badanya terasa sakit sekali karena ternyata tubuh naga itu beracun…sehingga akhirnya R. Rangga yang gagah dan sakti itu sampai apada ajalnya….

    R. Ranggapun dikenang oleh Rakyat itu sebagai pahlawan, dan banyak yg mengagumi sikap berani mati demi membela rakyat, meski mengorbakan jiwanya…
    sehingga diujung kematiannya, R. Rangga yg telah tobat terkenal dengan sikap kepahlawanannya…
    Panembahan Senopatipun yg mendengar cerita tentang aksi berani putranya itu, menjadi kagum, senang sekaligus sedih…

    begitu bro, sekilas info tentang R. Rangga…
    ilmu R. Rangga itu didapat dari ibunya, yg konon adalah Nyai Roro Kidul….penguasa Ratu Selatan….
    (diambil dari kaskus.us)

    • sepertinya saya suka cerita yg kedua
      dan di adbm juga disebutkan ilmunya dari ibunya berada di segoro kidul yg naik kuda diatas air laut
      apa bener dia keturunan penguasa segoro kidul??

      • waktu kecil saya pernah ke kotagede dan ditunjukin pakde yang kebetulan abdi dalem di masjid kotagede lubang di tembok yang katanya bekas ditabrak orang yang dislenthik panembahan sampe jatuh di alun alun..apa itu ya bekasnya?

    • @Ki wong_anyar,

      Kalau tidak salah saya artikel di atas sudah pernah dibahas oleh Ki Ismoyo beberapa bulan yang lalu, bahkan ditulis dengan kalimat yang ringkas dan padat dan mudah dicerna bahkan sudah mendapat tanggapan positif dari para cantrik di padepokan.
      Tapi apapun, menjadi lebih baik diingatkan kembali akan tulisan bebarapa bulan yang lalu.

      Namun dalam pada itu, sangat banyak sisi positif dari Raden Rangga.

    • Sebenarnya Penguasa Ratu Pantai Selatan itu ” Ratu Kencono Wungu” atau Nyai Roro Kidul to…?

      Mungkin ada yang bisa memberikan pencerahan…

      Kalo Penguasa Padepokan ADBM udah jelas Nyai Senopati…

      • Ratu Kencono Wungu, Ratu Majapahit Ki !
        naliko zaman timur-e Damarwulan. Sakwise Dhamarwulan bisa ngasorake Menakjinggo, Ratu Ayu Kencono Wungu dipundhut garwo Dhamarwulan, dadi garwane Dhamarwulan loro, sijine Dewi Anjasmara, rayine Layang Seto lan Kumitir sing radha kenthir…. he he he.

  7. selamat pagi dunia……

  8. pakai ajian kakang kawah adi ari ari untuk antli tiga gandok

    • Apa bukan begini :

      pakai ajian kakang kawan adi ali ali untuk antli tiga gandok

      • benal itu ki ismoyo balu saja belajal ngomong llllll lha koq kembali lagi kelualnya lllll lagi llllll lagi 😀 😀 😀

  9. hadir lagi disini..

  10. Ikut antri di gandhok 228…jebule uwis akeh sing padho nginguk…??

  11. ndang cep….

  12. slamet siang….semua

  13. absen dulu

  14. Thanks Nyi……
    di 227 biarpun hanya bayangan saja…….
    nunggu lagi siapa tau ada bonusnya..

  15. nomer 227 belum diwedar, turon no gandok kene wae dari pada sakaw

  16. Ing ngarso sok kuoso, ing madyo gawe cilaka tut mburi di entuti

  17. NGantri disini…..

  18. Tan keno kinayo opo …

  19. matur nuwun, kula mantun ngrapel…..

  20. Ikut Ngantri……Sekalian Absen Hadir

  21. ikutan ngantri juga ah

    semoga cepet diwedar

  22. Selamat datang bonuuuuuusss…

    • Matur nuwun 227-nya, nyadhong 228-nya

    • gosip apa fakta ki?

      • persiapan, kalo-kalo dateng bonus beneran,..latihan saja ki,..hehe

        • kira’in serius lho, soalnya yang ngomong kan petugas telik sandi padepokan adbm hehehe . . .
          tapi kalau dapet bonus beneran ya pasti akan diterima dengan senang hati (apa ada yang nggak suka bonus tho?)

  23. O..ternyata tidak ada bonus..
    yo wis ngantri wae lah..

  24. hoahem..
    hadir. kok ngantuk ya pagi ini..
    siapa saja ni cantrik alim dan cantrik mbeling yang jaga?

  25. Nek moco critane 227…
    kesimpulane AS ora tresno karo SM..(kepekso)
    lha wong garwane di godha wong liyo..
    kok mendhel mawon…nesu ora , cemburu yo ora.
    mulo ora dhuwe-dhuwe anak (aras2an nggawe..)

    • lha kan seko mbiyen mula sing ngoyak-oyak si SM..

    • coba nek Pandan Alas pas kuwi neng Menoreh,… PW iso dipek dewe

      • yayine kok yo di embat to ki…(pudakwangi)
        SM karo PW nek tak amat2i ki ora ayu blass..
        Mulano suwe lhe duwe anak (ora di DP)

        Nek ayu mesthine dipek karo Pandanalas eh…Penembahan Senopati..

  26. Selamat siang…
    Ikutan antri.. Terima kasih kitab 227 …

  27. Sambil nunggu kitab 228….

    TES UANG PALSU

    Mumpung lagi tanggal muda nih,kita banyolin cara ngetes uang gaji kemarin Asli apa palsu. Menurut tukang copet cara ngetes uang Asli apa palsu sebenarnya gampang dan tidak perlu pake lampu ultrafiolet segala,cukup ikuti cara sederhana berikut ini.

    Mengetes uang Rp.100.000,

    1.Lipat menjadi 4 bagian secara simetris memanjang.
    2.Tekan uang yg sudah dilipat tersebut dengan
    perasaan secukupnya,jangan banyak2 perasaannya.
    3.Buka perlahan-lahan lipatan uang tersebut.
    4.Bila kacamata Bung Hatta pecah bekeping-keping,
    berarti uang itu palsu.

    Mengetes Uang Rp.50,000

    1.Lipatlah lembaran uang itu berbentuk segi tiga sama
    kaki,jangan segi tiga sama tangan nanti ga ketahuan
    asli apa palsu

    2.Colokan salah satu sudut segitiga sama kakinya ke
    colokan computer mu selama 5 menit.

    3.Kalau I Gusti Ngurah Rai minta tolong karena
    kesetrum itu berarti uang itu palsu

    ___
    (^_^)
    — —

    • klo ngetest ki sulusuh ini aseli opo palsu, piye corone ?

      • seng arep di test opo ne Ki Pandan ?

    • Kalo ngetes palsu tidaknya duit Rp- 1.000…
      piye ki…?

      • gampang ki,… takonano wong mataram, okeh sing njaluk duwet sewu (nyuwun sewu)

      • Dhuwit kertas: brengose pattimura dikileni nganggo wulu, yen gebres-gebres berarti palsu.
        Dhuwit logam: yen dicokot gempil berarti palsu.

    • kalau yang megang yang kesetrum,berat yg megang palsu…

  28. jogoboyo muncul lagi….

    akhirnya setelah sekian lama padepokan di brendel sama negara mata sipit kulit kuning ini…..akhirnya terbuka juga brendel annya….

    gak kuat ama sorot matanya sedayu ni…..
    kakakakakaka[tertawa bahagia…….dan puasssssssss]

    • Slaman, slumun, slamet…..

      • ya ki Pembarep, ada apa panggil2 nama saya?

  29. biasa,,,palango maturnuwun sik…
    sekalian nitip antrian…
    tinggal ning pojokkan sik golek sego bungkus,,,

  30. Gandok Dua2 Delapan terasa sepi…….pi pi pi

  31. Isih nomer 60

    Antriiiiiiiiiiiiiiiiii Nyi Seno. Trm ksh atas wedharan kitab saking gandok 25-26-27.

  32. dari pagi sampai sore, klak-klik-klak-klik, belon ada juga… nanti malem atau besok subuh kali ya….

  33. Matur Sembah nuwun Nyai ….
    Kawulo waged sinau olah roso sepindah nengo wangsit kitab ingkang kaping 228.

  34. Matur nuwun Nyai, atas rontalnya.

    • Ki Djko kitabe wis diwedar nopo njenengan damel bayangan semu

    • kitab 227 wis kawedar ….

    • Maksudnya matur nuwun atas rontal-rontal yang sudah diwedar dan sudah bareng-bareng kita unduh, he he he
      kalau yang kitab 228 ya tentu saja beluuuum.

      Para cantrik sudah pada keblinger semua……. ben tambah rame huaa…kak…kak.

      Mohon maaf para cantrik sekali-kali nongol rupanya saya sudah jadi provokator dan bikin ksruh deg..deg…pyur.

      Ki Pandanalas saja coba jadi provokator tidak bisa, priyayi baik-baik sih.

      • tambah siji cantrix mbeling ….

        • ora gur mbeling nanging kurangajar, cantrik anyaran wae wis gae kisruh. Untung Ki Gede Sabar

          • Ki Hernowo,
            ampun dhuko, kajengipun rame
            Ki djoko tak sawang kaya cantrik lawas, tapi gak pernah absen, mung emane jedul pisan-pisan kok yoo nggawe ontrang-ontrang.
            Ning yo nggak po-po Ki, kareben tambah grengseng.

        • sst… ojo terpropokasi,
          pancene kudu nganggo srono ngene iki ben cepet diwedar …

          (padahal wis ngerti yen senopati iku ora tedas tapak komporing propokator)

          • mbah e cantrik mbeling iki…..

            piss ki pandanalas…..

          • aku lali carane nulis gaya miring iki..

            Ampun diseneni ki hernowo..
            kersane tambah rame..cantrik’e!
            Menghindari Padepokan Yang Suram

          • ora sah miring2,

            three mas kenthir koq durung nongol yo..?

            • aku isih kuesell ki…
              kesel ngenteni kitabe ra metu-metu, padahal ora tak kareti lho

  35. Opo yo kitab 28 sudah keluar dimana ya

  36. Ki Djoko…rontal nomor berapa ya…apa Ki Djoko sudah mendalami ilmu bayangan semu dari Ki Waskita….??

  37. Matur nuwun atas infonya ki…

  38. tul ki djoko pinter…, matur nuwun juga.

  39. Suasana Gandok mulai rame…..tanda2
    mulai timbul teruss KI……..Lanjut

  40. matur nuwun, dhereng di wedar nggih?

  41. mampir ah, nyenengke tenan gandoke tambah gayeng, ning kok ketoke dino iki ki Arema ra ono suarane

  42. mugo-mugo mengko mbengi rontal 228 diwedhar sak urunge bola dadi iso moco ben ora ngantuk…….absen ki gede

  43. Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:

    Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)

    Dalam ayat lain Allah berfirman: “…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

    Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur’an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:

    … dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

    Juga dinyatakan dalam Al Qur’an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. “Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Qur’an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, “…menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)
    Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.

    Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur’an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.

    Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
    Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang

    Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:

    Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.

    Sebuah tulisan berjudul “Forgiveness” [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.

    Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.

    • Suatu pencerahan yang sangat mendidik Ki Hernowo.
      Apabila kita bisa mengamalkannya Insya Alloh slaman-slumun-slamet. Pernah juga saya memperoleh petunjuk bahwasanya kemarahan adalah merupakan racun yang bersemayam pada jiwa raga, apabila kurang cermat mewaspadainya akibatnya akan menggerogoti kesehatan ragawi dan jiwani.

  44. Aku kok deg-degan yo…kuwi lho, covere sing wedar mbrujul minggu wingi kari 3. Opo yo kersane nyi Seno? Soale minggu iki dinane isih kurang limo, njut minggu wingi ono keluwihan wedaran kitab 2 (nek awake dewe kan nganggep kuwi bonus….)

  45. ngambil nomer antrian…..

    ki widura sampun rawuh dereng meniko ???

  46. nderek antri mugi mugi ndalu niki kitab di wedar

  47. Matur nuwun Nyi Seno…..

    • nderek maturnuwun ugi…

      • Inggih, punopo kemawon inkang dumados
        tetep matur nuwun…..terima kasih.

        • kamsia, viele danke, arimato gojaimazta, mauliate

  48. matur nuwun nyai seno

    • hatur nuwun

  49. Melu absen…
    Matur nuwun Kang mbokayu Ati…
    wedaring kitab 227…

  50. @Ki Pandanalas,

    Kenging punopo nggih, kadosipun Nyai Senopati sampun ndangu mboten nate umpan balik komentaripun para cantrik ?

    • Mungkin Nyai Senopati lagi ngambek..(Mugi-mugi mboten lho nyai)
      Gara-garane cantrik2 mbothen nate sanjang “Matur Nuwun” sak wisipun ngunduh rontal..

      Lha buktine saiki podho balapan matur nuwun..
      kersane kedah di wedar …( tapi ora ngaruh je..)

      • “matur nuwun”

        • sami-sami….

          • sami opo ki…
            sami keleleran ngentheni yo…

    • sajak-e pancen nembe sibuk super banget, ora mbales komen, ora ono woro-woro ….

      nek meh medar kitab yo ujug2 mak mbedundug ….

      ki goenas ayo dijawab …

      • Sik tak mbukak contekane


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: