Buku II-96

196-00

Laman: 1 2

Telah Terbit on 4 April 2009 at 04:18  Comments (115)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-ii-96/trackback/

RSS feed for comments on this post.

115 KomentarTinggalkan komentar

  1. Blaraknya bukan sembarang blarak tapi.. Nimbus 2000.

  2. Jabatan tumenggung sih biasa jaman sultan hadiwijaya, yang tidak biasa adalah.. ada jabatan tumenggung setelah pemerintahan pindah ke mataram dan pajang jadi kadipaten. Kok aneh dikadipaten ada tumenggung tapi dimataram cuma ada tingkatan senopati ya..
    Seharusnya yang dilakukan pertama-tama oleh sutawijaya setelah pemerintahan pindah mataram adalah:
    1. Promosi jabatan bagi yang berjasa (misalnya Ki lurah branjangan dan Untara, jadi tumenggung).
    2. Rotasi Jabatan bagi yang mendukung dan menentang mataram
    3. Peningkatan status wilayah pendukung mataram (misalnya perdikan menoreh jadi kadipaten, kademangan sangkal putung jadi perdikan, termasuk pesantenan dan mangir)
    Jadi seharusnya sutawijaya bukan cuma ngurusi pusaka-pusaka saja. Justru jika hal diatas tidak dilakukan bisa memicu pemberontakan dari kalangan pendukung..

    makasih nyi.

  3. bener banget bung Budhi Purwoko, seinget gue dulu stelah berhasil membunuh Tohpati, Ki Gede Pemanahan sempet ngomong ke Untara bahwa ia layak mendptkan jabatan tumenggung. Tp sampe skrg Untara koq ga tumenggung-tumenggung ya :mrgreen:

    btw, gue kagum ama karakter Untara. Kalo dipilemin kyknya sosoknya kuat banget.

  4. itulah cikal bakal pemberontakan ki budi…, para pejabat suka lupa siapa yang berjasa siapa yang cuma pandai menjilat…sampe sekarang masih gitu…, yg berkeringet sapa yang dapat jabatan sapa… hehe

  5. Jaman dhisek jebule kok yo wis ono nenek sihir…
    Tak ada sapu , pelepah pun jadi….!

  6. @Ki Budhi….

    bukannya di Mataram juga ada jabatan tumenggung? kalau tidak salah, di jilid sebelumnya, yang jadi ututsan Mataram kan seseorang yang berpangkat Tumenggung? Kalau gak salah inget Tumenggung Windubaya???

    Yang menjadi pertanyaan saya adalah…

    1. sebenarnya urutan jabatan/pangkat dalam keprajuritan waktu itu seperti apa? (kalau sekarang mungkin dari prajurit-kopral-sersan-dst)

    2. jabatan/pangkat yang disandang seseorang, membawahi prajurit berapa banyak??? seregu, sepleton, sekompi, atau seberapa?

    barangkali ada yang bisa share informasi?

  7. Lha … kan sama toh …. dengan Sultan Adiwijaya … yang berjanji akan memberi Alas Mentaok kepada Ki GD Pemanahan kalo berhasil menumpas Aryo Penangsang … Makan waktu berapa lama itu waktu akhirnya diberikan ijin kepada Ki GD untuk membuka Alas Mentaok itu …

  8. @ki Tigis..
    Saya idem dengan sampeyan….!
    Untara adalah seorang sosok yang seharusnya menjadi tokoh utama…berkharakter, tegas….!
    Ora koyo AS…gaweane klemar-klemer njelehi…!

    Sekar Mirah wae nganti gregeten koro AS….

  9. itulah yang memang jadi pertanyaan. seingat saya (mungkin salah) urutan pangkatnya dari tinggi ke rendah adalah tumenggung – rangga – lurah.
    seandainya urutan tersebut benar, sangat tidak masuk akal seorang lurah menjadi pemimpin pasukan gabungan.
    apa ada yang bisa menjelaskan urutan pangkat keprajuritan jawa ini?

  10. Harap Harap Cemas Menunggu Kitab Diwedar…..

    Sekalian absen nyi………

  11. Tumenggung – Rangga – Panji – Lurah – Perwira
    Dibawah perwira :
    Prajurit : Mungkin Prada -Pratu

  12. Sekedar pendapat:
    Senopati adalah jabatan pimpinan dari satuan pasukan perang dan dia mempunyai prajurit sebagai anak buahnya.
    Sedang Tumenggung belum tentu komandan satuan tentara dan belum tentu mempunyai prajurit sebagai anak buah.

    Jelasnya, kalo Senopati pasti anak buahnya adalah tentara. Sedang Tumenggung,anak buahnya PNS. Gitu kali’

  13. Sambungan.
    Negeri Mataram atau Pajang khan tidak melulu ngurusi perang, mwreka kan juga harus memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Lebih2 menjelang Pemilu, mana ngurusi Perpu, Perda, Kepper. Undang-undang, Nah kalo semua diurusi tentara kan jadinya negeri militeristik.
    Ato barangkali bisa juga ya..?? Senopati menjalankan Dwi Fungsi. Kayak Abri kita dulu itu..

  14. Wah rame tenan perange. Tapi kalau Panembahan Senopati sudah datang pertanda perangnya segera tamat. Menunggu lagi Nyi.

  15. itu tumenggung nggak sabar blarak klopo-nya diambil lidinya dijadiin sapu, maen ambil aja dipake mabur

    kitabnya masih lama ya?
    kalo gitu lanjut baca brisingr-nya christopher paolini
    dulu sambil nunggu kitab muncul.

  16. selain ADBM dan NSSI, kitab lainnya dari ki SHM yang ceritanya nggegirisi apa saja ya?

  17. SWANDARU GENI

    Sok sakti dan sok pintar
    Walau sebenarnya biasa-biasa saja
    Apalagi kalau bicara
    Nadanya nyebelin yang mendengarkannya
    Dia gak sadar kalau sering salah menilai orang
    Apalagi kalau ngomongin Agung Sedayu
    Rasa-rasanya bikin telinga jadi panas
    Untunglah dia nggak berurusan dengan Raden Rangga

    Gurunya pun sepertinya kurang tegas terhadapnya
    Entah kapan dia akan sadar
    Nampaknya suatu saat akan terkena batunya
    Ingin rasanya dapat segera sampai ke episode itu

  18. kalo gak salah (maap blom dapet referensi yang sahih), senopati adalah jabatan (kalo sekarang ya komandan lah), sedang tumenggung adalah pangkat (kalo sekarang ya kolonel, brigjend dan jend2 yg laen)

  19. yang jelas senopati itu, memiliki tugas-tugas sebagai berikut:
    1. Menjaga ketenangan suasana padepokan.
    Segala bentuk keributan silakan dilakukan di
    padepokan lain.
    2. Menjaga ketenangan hati para cantrik.
    Padepokan hanya untuk menuntut ilmu bukan untuk
    pamer kelebihan.
    3. Menjaga keteraturan penyampaian kitab.
    Baik rutinitas maupun penyimpanannya.
    4. Mengatur jadwal tugas.
    Tugas bukan ditunjuk tetapi mengajukan diri
    sehingga perlu ditata supaya tidak tumpang
    tindih. Jika kayu bakar di dapur habis, silakan
    membelah kayu.. dan bukan hanya bisa menyalahkan
    cantrik yang bertugas.

    dan jangan sekali-sekali memanggil dengan sebutan KI atau KYAI terhadap Senopati. Kisanak tentu tidak ingin memanggil IBU Kisanak dengan sebutan BAPAK bukan ? (apalagi muach..muach.. pada Senopati‚Ķ gak ngaruh ūüėÄ )

  20. iki piye tha??

    gerdu koq malah di nggo turu….

  21. Mungkin para cantrik pada malam mingguan……tanggal muda…mohon rontal 196 segera wedar agar yang dirumah dapat ikutan malam mingguan…hehe..maunya… salam buat semuanya

  22. Nge-ronda ndisik ….
    Lho …. Rondo lan Janda nya dimana ya ?
    Weeee … podo turu semuanya ….

  23. Slamat malam Ki Sanak

    Malem minggu ini siapa saja yang Ronda?

    Sudah ada jagung dan singkong untuk dibakar. Kayu bakar ada di belakang gardu. Gula, kopi, jahe, kuali untuk masak air sudah tersedia.

    Siapa tahu kitab segera diwedar sebelum ganti hari

  24. Ki Anggara,

    Pendapat sampeyan mengenai Swandaru Geni memang betul..
    Tapi yang lebih hebat lagi adalah Ki SHM, kok pintar sekali ya menciptakan bermacam-macam tokoh dan perangainya, bikin kita penasaran….hehe

  25. ikut ronda ya …….
    ada yg punya bandrek apa bajigur …

  26. sebentar lagi gong berbunyi…

  27. tak enteni…….

  28. goong apa nih ki banuaji….
    ki arema opo jagungne wis mateng ..

  29. pukul 12….. ganti hari….

    berarti kitab diwedar besok pagi.

    Jagongan saja ah.

  30. ki amat .. ronda = rondo lan janda
    di gardu disik ..
    kita nonton sapu terbang ..

  31. Ki zacky_74, ditinggal nganglang, jagunge gosong…., ha ha, tapi ojo kuatir iku sik ana sak karung ngik longkangan.

  32. nuwon ki arema … dari tatar sunda galuh ada bajigur n bandrek buat panjenengan ..

  33. Trima kasih Ki

    Di tlatah Malang memang sedang dingin sekarang. Bandrek rupanya cocok Ki.

    Habis ini, nganglang dulu Ki, nanti kembali ke Gardu

  34. mongo ki arema … saya jg gardu aja …
    ada 18 cantrik yg ikut ronda tapi pd kemana ya …

  35. Wah … lagi menyusuri gandok-gandok … untuk mengecek apakah lampu-lampu sudah dimatikan agar tidak terjadi kebakaran … Situasi masih aman dan terkendali ..

  36. gong kosong, nyaring bunyinya ūüôā

    permisi dulu ki sanak sedaya, mau ngeronda dulu…

  37. banuaji Said:
    lho mick jagger kenal sama ki sugeng tho???
    hadir nyai…
    play-nya juga pakai joy stick..
    coba tanyakan ke orang malay, terjemahan joy stick dalam mahasa mereka apa…
    eh bahasa -red
    jadi ingat komen-nya ki amat di gandok 191.
    Plato dalam ‚ÄúThe Symposium‚ÄĚ memaparkan bahwa manusia pada mulanya berpostur bulat, bertangan empat, berkaki empat, berwajah dua dan memiliki tiga alat kelamin. Ketika dewa membutuhkan manusia tersebut untuk menyembah mereka, maka Zeus sebagai dewa tertinggi, pun membelah manusia menjadi dua bagian. Sontak, manusia pun terpisah menjadi pria dan wanita.
    dan ternyata ada yang tidak berhasil dipisahkan dengan sempurna….
    he..he..he.. itu pengakuan dari salah satu orang terkenal yang tidak berhasil dipisahkan unsur-unsur antara wanita dan prianya
    dan memang begitulah dia menggambarkan dirinya pada waktu itu.
    dan memanggil dirinya shemale…
    lagi-lagi sumbernya dari nagarakartagama
    sepertinya kalau pohon nyamplung dicantumkan karena memang banyak terdapat di dalam cerita pada saat itu ki.
    mohon dimaafkan yang sebesar-besarnya karena saya sendiri agak sungkan untuk menambah pekerjaan ki gd dan nyi seno.
    tetapi kalau nyi seno berkenan, sayapun akan bersedia dengan semangat 45
    kuwi wong riau, tanggane ki pandan, jenenge hari puter
    yang jelas senopati itu, memiliki tugas-tugas sebagai berikut:
    1. Menjaga ketenangan suasana padepokan.
    Segala bentuk keributan silakan dilakukan di
    padepokan lain.
    2. Menjaga ketenangan hati para cantrik.
    Padepokan hanya untuk menuntut ilmu bukan untuk
    pamer kelebihan.
    3. Menjaga keteraturan penyampaian kitab.
    Baik rutinitas maupun penyimpanannya.
    4. Mengatur jadwal tugas.
    Tugas bukan ditunjuk tetapi mengajukan diri
    sehingga perlu ditata supaya tidak tumpang
    tindih. Jika kayu bakar di dapur habis, silakan
    membelah kayu.. dan bukan hanya bisa menyalahkan
    cantrik yang bertugas.
    dan jangan sekali-sekali memanggil dengan sebutan KI atau KYAI terhadap Senopati. Kisanak tentu tidak ingin memanggil IBU Kisanak dengan sebutan BAPAK bukan ? (apalagi muach..muach.. pada Senopati… gak ngaruh )
    iki piye tha??
    gerdu koq malah di nggo turu….
    sebentar lagi gong berbunyi…
    gong kosong, nyaring bunyinya
    permisi dulu ki sanak sedaya, mau ngeronda dulu…

    inilah cantrik yang paling pintar diantara para cantrik adbm, yang lain gong kosong

  38. harapan 1 jilid per hari nampaknya sudah harus dipupus dari dalam benak para cantrik, buat ngurangin rasa sakaw, atau rasa penasaran.
    siap mental mulai sekarang 1 jilid per 2 hari, atau mungkin baru seminggu kemudian diwedar jilid berikutnya..
    ada bagusnya.., semakin lama para cantrik akan terbiasa.., jadi ga mengharapkan lagi tiap hari akan diwedar 1 jilid.
    buat yang ga sabar paling akan nyerbu toko buku loak on line…, biar bisa baca sambil tiduran.., kalo tiduran sambil baca dari kompi sih yang ada benjol!!..
    …..
    selamat tidur kisanak…, yang mau ronda silakan…..

  39. Sugeng Enjing para sadherek,

    Kalau saya cermati, kisah dalam ADBM ini mirip sekali dengan Sayap-sayap yang Terkembang LLyT (saat ini sedang tampil di koran KR). Yaitu saat Mataram dan Pajang bertempur. Ada persamaan dan perbedaannya meskipun kedua cerita sama-sama karangan SHM.

    Persamaan:
    1. Perang Mataram vs Pajang terjadi di Pajang
    2. Pajang melibatkan orang-2 yg bukan prajurit

    Perbedaan:
    1. Dalam Perang tersebut, ADBM hanya Pajang vs Mataram, dalam LLyT, Pajang dikeroyok Mataram dan Jipang.
    2. DAlam ADBM, Panembahan tampil di akhir perang, dalam LLyT, Panembahan bahkan R Benawa hadir sejak awal.
    3. Dalam ADBM, peran Adipati Pajang sangat minim, tetapi dalam LLyT,adipati Pajang sangar berani

    Kalau kita lihat sejarah, kira-kira yg mana yang mendekati kebenaran….?

    Masih menuggu kitab wedhar 196….

  40. wuah tegang nonton pertandingan barusan. Akhirnya Liverpool menang juga 1-0 lewat gol injury time. Lega. YNWA!

    :mrgreen:

  41. Ahh …latihan nyontreng di sini dulu, biar tgl 9 besuk tidak kaget….
    Berhubung belum ada tanda2 pembagian rontal …habis latihan dan absen, ngeronda dulu….
    Antrinya besuk saja….
    Dinda Senopati hadir…..

  42. @padmanaba : seingat saya,pernah baca buku Babat Tanah Jawi, P.Benowo minta bantuan Panembahan Senopati untuk merebut tahta Pajang karena hak P.Benowo di kangkangi oleh Wirabumi dan P.Benowo hanya dijadikan bupati di Jipang…
    jadi menurut saya ya cerita di SSyT yg lebih mendekati sejarah…Pajang dikeroyok oleh Mataram dan Jipang..

  43. nah episode Tumenggung Wiladapa naik blarak ini dulu yang keliwatan! cepet nyi seno kitab 196, kakek sihir sampung rawuh

  44. Matur nuwun Nyai …

  45. makasih nyai

  46. alhamdulillah..dapat serangan fajar

  47. Cihui….
    Rejekni nomplok bener nih.
    Makasih Nyai

  48. alhamdulillah sudah diwedar….
    makasih Nyi

  49. @Ki maswal: Kapungkap…..

    Nyai Seno: matur nuwun….

  50. iseng2 buka di kamar mandi lho kok dah ada hrs buruan nih ganti pake pc biartulisannya gak kyk semut baris….nuwun nyai

    Di Covernya itu mungkin masuk blarak sineret tangguh pajang….ck..ck..ck.. Bener2 langka….(yg hobi ginian pasti setuju he he)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: