Buku II-37

Cover termasuk spoiler… jadi tunggu jam tayangnya.

Iklan

Laman: 1 2 3 4 5 6

Telah Terbit on 4 Februari 2009 at 08:07  Comments (43)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-ii-37/trackback/

RSS feed for comments on this post.

43 KomentarTinggalkan komentar

  1. Wah2 para cantrik pada ke mana ?

  2. hadir ki…saya ikut jaga disini…

  3. pagi2 bandung hujan nih…..
    berteduh dulu di padepokan ….

  4. Kira-kira apa ya gambar covernya. Kok sampai dianggap spoiler.

  5. wah, antrian nomer 5.. lumayan..

  6. tumutttt……..

  7. NuMBeR 7 ….4 ?

  8. koper termasuk sopo ngiler ????

  9. Aaaaah, masih sedikit yang menunggu,,
    alangkah nikmatnya bisa menjulurkan kaki dan meregangkan badan….
    Gelar kelasa aahh..

  10. wah…udah mulai ramai….
    jebul akeh manuk neng mburi pendopo….

    dolanan manuk sik…ah,
    sinambi ngenteni den baguse Sukro ngewedar Kitab…

  11. Maksudnya gambar covernya SPOILER Mobil…
    ah.. ada ada aja…nih..

  12. “koper = kolot and kuper…”he-he 37X…..

  13. mending ngantri nang kene bae sing esih omber. sambil nunggu kitab 35

  14. tampaknya ki gd semakin berhati-hati dalam mengungkapkan ilmunya yang telah mencapai peningkatan setelah bermesu diri…

  15. Ada cover ada spoiler?

  16. Tuku lemper diwadahi nampan, metu cover berarti ada harapan.

  17. Melu ndlosor neng kene wae lah, sopo ngerti sesuk esuk sak durunge pasar temawon Ki GD langsung medar 136 n 137…

  18. Koyone cover 137 ilang soko paseban, …

    wes hewes hewes ……… ora nganggo cover yo ra po po sing penting iso cepet diwedar …..

    piye ki GD?

  19. SERI ADBM MODERN :
    Memenuhi permintaan Ki Nunu, maka seri ADBM Modern ini saya coba untuk di-launching tiap jilid, tapi gak janji selalu ditepati layauw!. Kalau yang suka boleh baca, kalau gak suka dilewati saja.
    ==================
    Kunjungan mereka ke Jati Anom berakhir setelah makan siang. Sebagaimana perjalanan ketika berangkat, maka disaat pulangpun tidak ada halangan suatu apa. Namun mereka terkejut ketika memasuki halaman rumah, maka dihalaman rumah ada Sepeda Motor terparkir. Ada tamu siapakah gerangan. Benar saja ketika mereka turun dari Mobil, maka seorang anak muda telah menyambutnya, ”Hampir saja aku menyusulmu ke Jati Anom kang Ndaru, untung ayahmu melarangku, karena yakin bahwa kalian tidak akan terlalu lama di sana”.

    ”Apa khabar Pras, semuanya baik2 saja khan?”.

    ”Alhamdulillllah kami semua di Menoreh baik2 saja”.

    ”Syukurlah, ………… paman Argapati dan paman Argajaya sehat2 saja khan?”

    ”Sehat2 semua Kakang, …………. aku hanya ingin main saja ke sini, sekalian menyampaikan pesan Uwakku”.

    ”Lho kok ngobrolnya disini, hayo kita masuk ke dalam, kan tidak baik menerima tamu di halaman” , Sekar Mirah mempersilahkan tamunya.

    Ternyata di ruang tamu sudah menunggu teman2 Prastowo yang sedang ngobrol dengan Pak Walikota, ayah Swandaru.

    Setelah saling menanyakan kabar masing2, maka Pak Wali bertanya kepada Swandaru, ”Bagaimana khabarnya Agung Sedaya dan kawan2 di Jati Anom Swandaru, ……. mereka baik2 saja semuanya bukan?”.

    ”Alhamdulillah mereka baik2 saja ayah. Kakang Agung Sedayu sudah baikan, tinggal pemulihan saja. Ayah dapat salam dari Proffessor Grink Singh, Paman Widura dan juga dari yang lain-lain.”

    ”Terima kasih Swandaru, syukurlah kalo Agung Sedayu sudah membaik penyakitnya. Ini kalian ditunggu tamu kita dari Menoreh, ada pesan dari Ayah Pandan Wangi, katanya sudah rindu sama kalian”.

    ”Betul Kang Ndaru dan Yu Angi, Uwak Argapati mengharap kalian datang berkunjung ke sana, bilamana waktu dan kesempatanmu ada.”, ujar Prastowo.

    ”Ya ya ya, …………… memang sejak pernikahan kita, kita belum berkunjung ke ayahmu Wangi, ………….. tetapi situasinya kok masih begini, saya agak ragu untuk meninggalkan Sangkal Putung dalam kondisi yang masih penuh pergolakan”, sergah Swandaru.

    Tiba-tiba kesunyian menyergap ruangan itu, masing-masing yang berkepentingan berbicara pada suara hatinya.

    ”Ehem, ehem, ……….. kok jadi terdiam semua”. kata-kata Pak Walikota mencairkan suasana ”Okelah tidak masalah kalian pergi barang tiga atau empat hari, insya allah tidak ada apa-apa. Memang wajar ayahmu sudah akan sangat rindu padamu Wangi, apalagi kamu adalah anak semata wayangnya. Sedangkan ayah yang punya dua anak, kalau ada salah satu yang pergi lama juga rindu lho”.

    ”Terima kasih ayahnda, atas ijinnya” , jawab Pandan Wangi.

    ”Baiklah ayah, kami akan segera mempersiapkan diri secepatnya, mungkin besok pagi kami akan berangkat.” Swandaru melengkapi.

    ”Kamu bagaimana Pras, apa kita akan berkonvoi walaupun kamu pakai sepeda motor dan kami bermobil?” , tanya Swandaru kepada rombongan dari Menoreh.

    ”Maaf Kang Ndaru, mungkin kami mendahului pulang ke Menoreh hari ini, sekalian memberitahu Uwak Argapati tentang rencana kunjungan kalian”, jawab Prastowo.

    ”Lho jadi kalian tidak menginap di sini, kasihan teman-temanmu itu Prastowo kan belum pernah jalan-jalan di Sangkal Putung melihat-lihat tempat pembuatan kerajinan perak, tempat pembuatan keris, atau nonton wayang golek di Balai Manganti?”, sergah Sekar Mirah.

    ”Nggak usahlah Mbakyu, nanti gampang lain waktu kita khususkan bermain kesini barang satu minggu, agar puas melihat-lihat kemajuan Kota Sangkal Putung dibawah kepemimpinan Bapak Walikota yang handal ini.”, jawab Prastowo sambil mengerling ke arah ayahnya Swandaru.

    Pak Wali merespons sambil tersenyum ke arah Prastowo, ”Ya pasti maju lah Nak Prastowo, siapa dulu Walikotanya. Melihat-lihat kemajuan kota apa kecantikan gadis-gadisnya Nak Pras?!”.

    ”Ha ha ha ha, …………!!!!”, hampir serempak yang di ruangan itu tertawa membahana.
    BERSABUNG

  20. Ma kasih eyang Truno Podang, besok tak tunggu di tempat antrian berikutnya

  21. Ralat, maksudnya di-launching bersamaan dengan tiap jilid ADBM yang keluar.
    Nggak janjiiii looo!
    Ki Truno Podang

  22. Lho, mana Ki Dwijokangko, katanya mau pindhah lapak ke sini ?

  23. nek neggo kitab 137 ojo neng kene, lah wong wis diparingi woro2 karo ki GD, yen kitab 137 dadi spoiler neng mbulak 136………….

  24. Meskipun sudah diwedar di bilik samping… bilik ini jangan dilupakan…

    Ayo podo leyeh-leyeh disini sinambi menikmati rontal 136-137

  25. BoNus DaRi Ki GD opo Ki SukRA … MatuR NuwoN … MatuR nuwon Ki PandanAlas atas petunjukny….

  26. di bilik ini ada bonus katanya..
    kok panah sindaren nya belon nyampe Ki Gede??..
    buat nemenin ngeronda nih…

    selamat atas blog sejuta kliks nya…!!

  27. Matur nuwun ki Gedhe, kula cantrik enggal saking negari “jejer kauman” sampun saged pikantuk rontal 37

  28. oooaalllah….
    terima kasih ki Gede bonus 137 nya…
    makin baek hati dan makin makin maknyus Ki Gede….
    sudah didonlot…

  29. nampaknya para cantrik sudah terlalu lelah menunggu,
    tenaga sdh terkuras habis..
    giliran ransum bonus diwedar, mlh udah pada ngorok, hehehehe,
    pada kemana nih??…

  30. Aku cuma nengok, wong rontal 137 sudah ditangan, langsung ke gerdu 138 aaaaah…

  31. Setor muka ki Gedhe…
    Meskipun kitab 137 udah di wedar di halaman sak derenge…
    Hatur nuwun

  32. matur suwun ki gede,ki sukra lan tim

  33. Kalo nggaj lewat Gardhu 137 rasanya kok nggak lengkap

  34. bonus telah kami terima,tapi kantuk telah berjangkit karena semalam begadang mlototi pintu pendapa dibuka nungguin kalo2 kitab akan diewdhar,e….le…p

  35. Setelah mesu diri ba’da subuh akhirnya rahasia penyimpanan rontal-rontal (095 – 137)dan cara mempelajarinya dapat kewedar seluruhnya hari ini.

    Matur nuwun Ki Gedhe.

    Suatu cara cerdas dalam memotivasi para cantrik dalam menjelajahi seluruh isi padepokan ADBM ini. Dengan demikian para cantrik tidak sekedar belajar ilmu kanuragan tata gerak saja, tetapi juga mulai mengenal tenaga cadangan dan ngangsu kawruh lainnya yang tidak kalah pentingnya.

  36. setelah dirawat karena sakaw menunggu kitab 136, skrg mendadak sembuh dpt obat mujarab seigus vitamin 137. nuhun ki gede…….

  37. Ki Gede….dimana nih mo downloadnya??maap saya selalu mengganggu…suami msh nunggu..makasih 🙂

  38. setelah 2 hari internet down, hari ini balas dendam…

    trims ki gd and ki sukra

  39. Sapa kah gerangan org bcdar itu ? Menunggu lg…..

  40. Maap lagi Nyai Seno/Ki Gede

    konvert buku 137 aku taruh sini……

    Prasidi’s Collection ” Scanned by Herry WSN For: adbmcadangan.wordpress.com

    ” Mengembalikan keadaan ini seperti semula. ” jawab orang itu ” adalah kebetulan saja kau dan orang-orang Pajang itu bertemu dalam satu kepentingan. Dan adalah kebetulan pula aku melihat kau mengikuti perjalanan Swandaru. Marilah kita anggap, bahwa kebetulan-kebetulan itu tidak pernah terjadi. Biarlah mereka bertempur. Anak-anak Sangkal Putung dengan Ki Waskita, sementara orang-orang Pajang bersama orang yang mempunyai nama Jayadilaga dan Suranata. ”

    S sudah disimpan di bangsal pusaka

  41. terusannya……..

    Dengan demikian, agaknya Raden Sutawijaya tidak ingin pertempuran itu terganggu seandainya ada orang yang melihat dan kemudian ingin turut campur.

    Dengan segenap kemampuannya, Ki Pringgabayapun telah melibat lawannya dalam pertempuran yang garang. Seperti saat ia bertempur melawan Ki Waskita, maka ia telah melibat lawannya dengan serangan-serangannya yang mengejutkan.

    S sudah disimpan di bangsal pusaka

  42. lanjutannya….

    Meskipun demikian Swandaru sama sekali tidak mengendorkan kesiagaannya. Ki Waskita dan kedua pengawal dari Mataram itupun menasehatkan kepadanya, agar Sangkal Putung tetap dalam kesiagaan tertinggi menghadapi perkembangan terakhir.

    S sudah disimpan di bangsal pusaka

  43. di manakah cover untuk kitab ini?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: