Buku 86

86-00

Laman: 1 2 3 4 5

Telah Terbit on 17 Desember 2008 at 06:04  Comments (43)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-86/trackback/

RSS feed for comments on this post.

43 KomentarTinggalkan komentar

  1. Masih dong……

  2. Semangat mbubak lapak 86 nehh

  3. Apakah buku-86 merupakan bonus lagi ???
    Kita serahkan kepada Ki GD untuk mengaturnya..
    Setuju ?….setujuuuuuuu !!!

  4. aku yang ke-4 menanti yang ke-86…..

  5. “Hmmm… 86, mungkin hari ini Ki GD bermurah hati bagi2 girik tambahannya”

  6. “Hmmm… 86, mungkin hari ini Ki GD bermurah hati bagi2 girik tambahannya” ……….begitu kata Kakang Pandanalas….
    Menurutku, ibarat kata:..”demit ora ndulit, setan ora doyan….”

    Saya percaya bukannya Ki GD tidak “tak tersentuh” oleh keinginan para Cantrik untuk mendapatkan setumpuk jilid ADBM (versi djvu)…. tetapi Ki GD mencoba untuk tidak “mBan cindhe, mBan siladan”, terhadap poro Cantrik yang belum bisa mengunduh cepat konvert-an djvu…
    Bukan begitu Ki GD??
    Buat poro Cantrik, “nyebar godong koro” ya…..

  7. nyebar godhong Kara, sabar sauntara, rong untara, telung untara masiya patng untara panggah sabar.
    sing penting panggah sumangat

  8. “Tidak seperti kitab 85 yg penuh misteri yg membuat poro cantrik kehilangan pegangan & nalar, sptnya kitab 86 akan dgn mudah dikenali meskipun masih menjadi teka-teki…”

  9. Oalah.. kitab-86 kok tambah susah sih..

  10. sebenre kitab 86 wis iso diunduh opo durung se, penasaran rek!

  11. sepertinya msh terlalu pagi untuk acara unduh mengunduh……..,

  12. Semoga jurus2 di kitab 86 mudah dikuasai, kalau melihat tanda2nya, tetapi kita belum tahu…….
    Ki GeDe….absen dan antri menunggu jurus2 kitab 86 dengan sabar dan berdebar-debar…..
    Semoga tidak sama dengan kitab 85 yang menggoncang padepokan ADBM serta membuat para cantrik resah…..hehehe…….

  13. Ikut ngantri Ki Gede.
    Cantrik td iseng mbukak silsilah keturunan Brawijaya V. Kl ngurut jlr Ki Gede Pemanahan maka beliau adalah generasi ke 5 stlh Prabu Brawijaya (Bondan Kejawan-Getas Pandowo-Ki Ageng Selo-KI Ageng Ngenis-Ki Ageng Pemanahan).
    Sedangkan Sultan Hadiwijaya adalah generasi ke 3 stlh Prabu Brawijaya V (P. Handayaningrat-Kebo Kenongo-Sultan Hadiwijaya).
    Berarti Ki Gede Pemanahan bs dibilang cucunya Sultan Hadiwijaya dong. Tapi menurut Ki Juru Mertani kok usia KGP malah lbh tua.
    Mungkin para kadhang ada yg bs memberikan pencerahan?

  14. Kitab 86 akan sangat sangat mudah di unduh disini
    “Akan sangat tiba-tiba terunduh…” maksudte iki opo yo Ki GD? Apa sekonyong-konyong Kitab 86 akan muncul di emailnya para cantrik yang ngabsen pagi ini? Wah, asyik bangeetttt….. hehehe ..

  15. kelihatannya begitu, makanya saya ikut absen….hehe

  16. Ki GD dan para kadang semua, saya mohon petunjuk, bagaimana cara mencetak/print out file djvu ADBM ini ya ?

    Terima kasih sebelumnya……..

  17. Yth Mas Slamet,
    Kalau mas mau tahu tentang dejavu, coba sampean jalan2 saja di Halaman Lain, kemudian masuk ke halaman unduh. Disitu ilmu ngunduh, ilmu granting, ilmu panen, ilmu ijon ada semua.
    Selamat berjalan-jalan!

    Ki Truno Podang

  18. waah… kalo tiba2 kitab86 terunduh, seolah2 kita menunggu turunnya wahyu keraton. Seperti gumpalan cahaya cemlorot dari langit yang jatuh ke bumi

  19. karena ada klausul dari ki GD kalo kitab 86 “akan sangat tiba-tiba terunduh” maka saya juga akan antri mulai saat ini. mugo mugo ae gak sampek mengko sore

  20. Ki GD semakin lama ilmunya semakin mumpuni, kita para cantrik semakin dibuat kebingungan dengan ilmu2 baru Ki GD. Namun demikian agaknya itulah salah satu cara yang dipilih Ki GD untuk menurunkan ilmunya, ilmu yang sarat dengan kesabaran dan ketelitian serta bisa membedakan mana yang hanya bayangan semu (tepatnya harapan semu) dan mana yang benar2 suatu kenyataan yang harus dihadapi dan diuraikan maknanya dalam mencapai kesempurnaan yang tentu saja tetap dalam batasan wadag kita sebagai manusia.
    matur suwun Ki GD

  21. Ki GD ini muridnya siapa ya…Ki Ardi atau Ki Darpo ya…

  22. Ki Pallawa
    Menurut ilmu TITEN….yaitu Titenono…ki Gd mendapat kitab peninggalan dari Raden Gajah …yang terkenal mahapatih Gajah Mada juga sumber ilmu dari empu windujati maupun panembahan Ismoyo…issunya ilmu kolocokro itupun masih peninggalan raden Gajah….makanya dengan jurus kolo-kolo ngasih bonus sering dipakai……….

  23. Nyuwun sewu saderengipun..Ki Gede

    Kulo nderek antri kitab 86

    GD: Monggo, Ki Sanak. Langsung saja ke pendapa.

  24. Memang “ilmu Kolocokro” ini sangat nggegirisi, kita semua telah merasakan kedahsyatan ilmu ini. Sampai-sampai ilmu “waru doyong” tidak bisa menahan getaran ilmu kolocokro. Seluruh padepokan ADBM dibuat kalang-kabut, kocar-kacir…mungkin hanya ilmu “Topo Moco” yang bisa mengimbangi kedahsyatannya…

  25. kitabe metune awan apa bengi yo??? melu antri ahhh….ben cepet metu

  26. Ada lagi yang lebih dahsyat yaitu ilmu “kolo moblong”, kalau kitab 86 sudah muncul sendiri “moblong-moblong” lan “cetho welo-welo” tidak usah pakai ilmu “topo moco” pasti bisa dibaca

  27. Iya, tapi ilmu “kolo Moblong” hanya bisa dipakai untuk malam hari, kalau siang ilmu tsb kena pengapesannya…..

  28. Udah di unduhm teriakasih ki GD untuk kitab no 86nya

  29. barusan me-refresh langsung ada. makasih ki GD

  30. Matur suwun sanget Ki GD..sampun tak sedottt..

  31. Matur nuwun sanget Ki Gede

    Kitab 56 siap untuk dipelajari maknanya

  32. Matur suwun Ki GeDe….untuk kitab 86-nya. Jan gammmmpingggg sanget, ibarat makanan sudah tersedia tinggal ngemplok, gak usah racik2 hehehe……

  33. Sudah tak tunggu di pengkolan depan, ehh jebule bareng ta klik mak bedunduk langsung methungul
    Suwun sanget Ki GD

  34. @ Ki Rurud:

    Kalo menurut Wikipedia, Ki Gede Pemanahan dan Sultan Hadiwijaya itu sebaya, hanya berbeda umur sedikit.

    Ki Ageng Pemanahan, di salah satu referensi meninggal tahun 1575, tahun ini agaknya yang sesuai dengan ceritera ADBM, karena menurut ADBM saat Ki Ageng Pemanahan wafat, Sultan Hadiwijaya masih sehat. Sultan Hadiwijaya wafat tahun 1582. Sementara Ki Juru Mertani wafat tahun 1615.

    Di referensi lain, sebagaimana saya kutip di beberapa komentar sebelumnya menyebutkan Ki Ageng Pemanahan wafat tahun 1584. Namun referensi yang terakhir ini sepertinya keliru.

    Referensi:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Juru_Martani

    * Andjar Any. 1980. Raden Ngabehi Ronggowarsito, Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu
    * Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi
    * H.J.de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
    * Hayati dkk. 2000. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional
    * M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
    * Moedjianto. 1987. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius
    * Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu

  35. @ Ki J3b3ng,

    Matur nuwun atas pencerahannya

    Cuma yg saya herankan sampai beda dua tingkat generasi itu lho. Apa mungkin leluhurnya KGP ada yg kawin muda kali ya? Atau Bondan Kejawan dan Ki Ageng Pengging Sepuh walaupun sesama anak Prabu Brawijaya Pamungkas tapi beda umur yg cukup besar

    Maaf ini sekedar komentar sambil lalu aja.

  36. Ki Gede, apakah karena hilangnya songsong Kyai Mendung dan Kyai Plered serta Rudita maka Kitab 86 halaman 26 ke bawah juga turut lenyap ? Apakah inihanya bentuk semu yang ada pada laptop saya ? mohon pencerahan ??

  37. Arep melu ngunduh tapi kok ketho’e urung wayahe yo….sabar..sabar, wong gratisan njaluk cepet

  38. @ Ki Glagah Ireng

    Aku bisa unduh dan lengkap tuh Ki.
    Mohon dicoba lagi.

  39. Matur nuwun Ki Sukra, ternyata setelah saya ulangi sampai 3 kali sekarang baru bisa terunduh komplit. Barangkali karena saya ngunduhnya saat ini bukan dr tempat biasanya di Jogja tapi di wilayah tempat terpencil di Bali, yang katanya wilayah pelarian MAJAPAHIT hingga mungkin ada sedikit terganggu.

    • ki glagah ireng sungguh beruntung, aku sudah mengunduh belasan kali masih belum bisa komplit juga 😦

      • disinggek mawon ben dho ceblok ………………

        • wah rodo cocok niku ki mangku

          • lajeng lebokke kreneng papat .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: