Buku 84

84-00

Laman: 1 2 3 4 5 6

Telah Terbit on 11 Desember 2008 at 21:38  Comments (84)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-84/trackback/

RSS feed for comments on this post.

84 KomentarTinggalkan komentar

  1. Hmmm sepi nglangut di alas Mentaok ini… apakah ini bakal pasar Kotagede dan pusat kerajinan perak ?… mungkin….mungkin sekali… wah kapan nih Ki Ageng Mangir dijebak ?…

  2. disini pun sudah ada pengawal pula, bukan main tanah perdikan adbm ini…….

  3. OOOOOHHHHH OOOOHHHH OOOOOHHHHH Telat Maning Telat Maning

  4. Lumayan wis ana batire, ora wedi antri dewekan ……

  5. Kulo rewangi mbabat alas Mentaok…

  6. Turut berdukacita atas wafatnya Ki GD Pamanahan..
    Tetapi seperti yang sudah2,akan selalu setia absen menanti sajian dari Ki DD.

    Salam.

  7. Dari kitab satu ke kitab yang lain…dari jurus yang satu ke jurus yang lainnya…semakin menarik dan sedikit aneh-aneh…jan ngedap-ngedapi dan nggigirisi ilmu Ki GeDe…..Heeebattt….Joss….Salut ama Ki GeDe

  8. Weleh….
    Panembahan Agung khan sudah hilang ilmu pengangen-angennya karena bertempur sama ki waskita, lha jadi ndak tahu dimana kitab 84 itu disembunyikan.
    salam kenal buat ki Gede, dan para cantrik2 serta para pengawal lain

  9. Dari penjelasan Kiai Gringsing, bahwa ia adalah murid dari sahabatnya yaitu Kebo Kanigoro. Para pembaca NS&SI pasti tahu bahwa sahabat Kebo Kanigoro adalah Mahesa Jenar. Tetapi di dalam ceritera itu bukankah murid Mahesa Jenar hanya satu, yaitu Arya Salaka. Dan Kiai Gringsing juga menceriterakan bahwa akhirnya Arya Salaka menjadi Ki Gede Banyubiru. Lalu siapakah gerangan murid Mahesa Jenar yang lain selain Arya Salaka?
    Cantrik Sukra, Cantrik Hartono, atau Cantrik Palawa-kah yang kemudian jadi murid Mahesa Jenar yang ke II?
    Ki Truno Podang
    (Muridnya Ki Truno Rungu)

  10. jadi, di mana kitab itu ki GD?

  11. Sebenernya sudah bisa diunduh blom yaa???

  12. barusan sudah ngunduh buku 83 dan kini sedang menanti bonus dari ki GD, yaitu buku 84. matur sembah nuwun ki GD

  13. kitab 84 sdh bs di tutul blm si…

  14. Ki Truno badhe matur, menopo Aryo Salaka meniko Ki Gede Banyubiru, ingkang dados Guru (menawi mboten lepat) Ki Waskita (mbuhlah bingung nek di-urut2, wong sik ngarang wae ra ono sangkut2-ane)
    He he he he he he

    Ki GD, matur suwun sanget dipun paringi donlot-an ingkang sae meniko

  15. ADBM-ers Yth,
    Wah gara2 hantu spoiler menggerayangi Alas Mentaok dengan baunya yang gemerincing, menyebabkan para pengantri ketakutan tidak berani mengeluarkan suara sama sekali. Jangankan bersuara mengambil nafas juga sangat hati2.
    Spoil, kalo diterjemahkan artinya busuk. Tapi kalo dilihat kasusnya di sini, yaitu menceriterkan kejadian yang akan dimuat di ADBM jilid y.a.d, karena seseorang pernah membacanya, itu namanya spoil.
    Sama halnya kalo kita nonton pelem, ama orang yang udah pernah nongton. Die nyrocos terus nyritain setelah ini lalu begini, setelah begini lalu begicuuuu sepanjang pemutaran pelem. Kita yang baru nongton dadi kesel ame to orang, ….. betuuulll?
    Nah kalo yang begicu sememang tidak boleh lah. Tapi kalo ane betul2 asli menganalisis berdasarkan nalar dalam rangka mencerna jalan ceritera sekaligus menebak ke arah mana jalan pikiran sang penulis yang maestro. Daripada menunggu jurus2 Ki Gede dengan kalimat2 yang sama diulang-ulang, bukannya lebih bermanfaat kalau kita berdiskusi hal2 positif hingga keluarnya jilid lanjutan. Kemudian kalo kita nanya hal yang telah diceriterakan dalam buku jilid yang lalu, untuk diskusi sehat, khan bukan spoiler namanya.
    Nah di sini Ki Truno Podang betul2 sedang bingun, wong muridnya Mahesa Jenar cuman satu yaitu Arya Salaka, kok Kiai Gringsing mengaku sebagai murid dari sohib Kebo Kanigoro yang tak lain ya Mahesa Jenar itu? Gitu lho, dijamin bukan “spoil”. Kalo spoil ki Gede tentu sudah nyetop-top-top-top.
    Regards,
    Ki Truno Podang
    Kesepian nih gak ada yg mau diajak ngobrol

  16. Ki GD, kasih bocoran dong…Ki Sukra nyimpennya dimana ? kok aku belum lihat jilid-84 nya..

  17. bonusnya mana ya, ditunggu kok belum mak nyus…mesti sabar emang. Maaf ki DD, bonusnya saya tunggu buat nemeninmakan siang.

  18. Mendengar pesan2 Ki GD, kmi yg tua2 ini semakin sadar bahwa ingatan dan daya tangkap kami semakin berkurang.
    Dengan jurus2 barunya, Ki GD sudah membuat poro orang tua semakin berdebar2 menebak-nebak setiap jurus

  19. Mendengar pesan2 Ki GD, kmi yg tua2 ini semakin sadar bahwa ingatan dan daya tangkap kami semakin berkurang.
    Dengan jurus2 barunya, Ki GD sudah membuat poro orang tua semakin berdebar2 menebak-nebak setiap jurus

  20. Ki Truno,

    kalau Ki Truno menebak gurunya Kiai Gringsing adalah Mahesa Jenar maka kesimpulan yang ditarik bisa aneh sebab : menurut Kiai Gringsing gurunya itu selain sahabat Kebo Kanigoro tetapi juga sekaligus adik seperguruan dari Empu Windujati. Seandainya gurunya itu Mahesa Jenar, maka saudara perguruan Mahesa Jenar adalah Ki Kebo Kenanga. Kesimpulannya : Empu Windujati adalah Ki Kebo Kenanga. Berarti Empu Windujati bapaknya Karebet. Karena Kiai Gringsing cucunya Empu Windujati, berarti Kiai Gringsing keponakan Karebet. (atau malah mungkin anaknya Karebet) he..he.. bingung kan? atau cuma saya yang bingung ???

    Mohon Pencerahan Ki Truno ..

  21. Sepertinya Ki GD masih suka bermain2 dengan jurus2 aneh, terutama langkah yg ke-84 ini

  22. Bha ha ha ha, ………… bingung kok nular. Makanya saya mau nanya ama Ki Hartono yang pernah ketemu Mahesa Jenar. Ato nanya Ki Pandanalas, mertokunya Mahesa Jenar.
    Tapi kayaknya pendapat Ki tqmrk benar adanya, karena berarti bahwa tokoh ini memang sama sekali tidak dikenal di NS&SI.
    Suwun,
    Ki Truno Podang
    Lumayan dapet temen walopun namanya huruf mati semua.

  23. @ki truno.p

    sebernya sy jg pingin nemeni mbahas itu,,tp sy ko dah agak2 lupa ns&si….,,o iya apa bener ada episod lanjutan ns&si yg berjudul Kembalinya Mahesa Jenar??

  24. Pakde Truno,
    dalam NS&SI, Mahesa Jenar adalah murid Ki Kebo Kenanga, jadi hubungannya dengan Ki Kebo Kanigoro adalah paman gurunya, jadi tidak mungkin sahabat Ki Kebo Kanigoro adalah Mahesa Jenar. Ketika disebut Pangeran Buntara atau Panembahan Ismaya, Kyai Gringsing diam saja, padahal pangeran Buntara atau pasingsingan sepuh punya murid 3 orang yang semuanya tidak ada aliran darah keturunan Majapahit, berarti Kyai Gringsing bukan murid Panembahan Ismaya, atau mungkin dalam pengembaraannya yang tidak diceritakan dalam NS&SI pangeran Buntara yang masih adik Prabu Brawijaya Pamungkas bertemu dengan Raden Pamungkas dan mengangkatnya menjadi murid terakhir, bisa saja itu terjadi, bukankah mereka sama sama keturunan Majapahit?
    demikian otak atik embah.

  25. @ ki truno podhang…bukannya dulu pada waktu menerapkan ilmu “mbambung kesaru” mengaku murid “Ki Brathi Podhang”

  26. Ki Truno, setelah Rara Wilis menikah dgn Mahesa Jenar, maka aku segera mengasingkan diri di Gunung Kidul bersama Surapati. Sejak itu aku sdh tidak mencampuri lagi dunia persilatan, bahkan sahabat2kupun seolah2 sdh kehilangan aku shg aku tidak dpt menceritakan sambung-rapet antara Empu Windujati & Kebo Kanigoro. Sejauh perjalananku di seputar mentaok, tumaritis & gunung kidul aku blm pernah mendengar nama Empu Windujati,… atau aku yg kuper nggak pernah chatting, SMS maupun akses internet shg ketinggalan cerita dunia luar sana (keasyikan tanam jagung???)

  27. wah iki mesti si ki Ardi, …tapi kok raine koyok sabungsari yo????????

  28. Seingatku Mahesa Jenar bukan murid Ki Kebo Kenongo (Ki Ageng Pengging)tetapi saudara seperguruannya. Gurunya adalah Ki Ageng Pengging Sepuh, ayahanda dari Ki Kebo Kenongo dan Ki Kebo Kanigoro.

    Dibawah ini ada sedikit cuplikan dari NS&SIS,

    Syeh Siti Jenar dilenyapkan. Disusul dengan terbunuhnya Ki Kebo Kenanga yang juga
    disebut Ki Ageng Pengging. Ki Kebo Kenanga ini meninggalkan seorang putra bernama Mas
    Karebet. Karena dibesarkan oleh Nyai Ageng Tingkir, kemudian Mas Karebet juga disebut
    Jaka Tingkir.
    Jaka Tingkir inilah yang kemudian akan menjadi raja, menggantikan Sultan Trenggana. Jaka
    Tingkir pula yang memindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Pajang.
    Pada masa yang demikian, tersebutlah seorang saudara muda seperguruan dari Ki Ageng
    Pengging yang bernama Mahesa Jenar. Karena keadaan sangat memaksa, Jaka Tingkir pergi
    meninggalkan kampung halaman, sawah, ladang, serta wajah-wajah yang dicintainya. Ia
    merantau, untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tak diinginkan.

  29. Ki Truno iki sing marakne podho bingung….yang sudah agak pasti bisa disimpulkan :
    1. Ki Waskita adalah murid Ki Gede Banyu Biru atau Arya Salaka, jadi cucu murid Mahesa Jenar
    2. Guru Kiai Gringsing sahabat Ki Kebo Kanigara, tapi dari keterangan Kiai Gringsing gurunya bukan murid langsung/tidak langsung dari perguruan Pengging, sedangkan Mahesa Jenar adalah murid Ki Ageng Pengging Sepuh/Pangeran Handayaningrat, jadi kesimpulannya Guru Kiai Gringsing BUKAN Mahesa Jenar, memang sahabat Ki Kebo Kanigara tapi bukan dia, lalu siapa sahabat Ki Kebo Kanigara itu ?

    Gimana Ki Truno

  30. thanks atas dunlut 84nya…

  31. Upss salah, ternyata Ki Waskita bukan murid Ki Gede Banyu Biru/Arya Salaka meskipun masih jalur Perguruan Pengging, jadi siapa guru Ki Waskita itu ? Mahesa Jenar ? Ki Kebo Kanigara ? atau siapa ?
    Makin bingung…..

  32. kl gak salah cerita, kiai windujati masih saudara dengan raden buntara, jadi kiai gringsing mungkin murid panembahan ismaya setelah punya 3 murid terdahulu, masih ingat cantrik muda teman arya salaka, yang selalu menemani dan melayani panembahan ismaya, mungkin dia itu kiai gringsing sekarang

  33. kakang palawa, mbok aku dikasih tahu dimana posisi kitab 84 kalo bener kakang palawa sudah menemukannya.

  34. @ ki Pallawa
    dimana yach link donlot kitab 84-nya?saya kok sampai saiki durung nemu. tunjukin dong please

  35. Itu lho deket sama dewo ruci…kalau masih belum ketemu sampeyan takon karo bopo druno….yen gak enek jawaban takon karo ki Sukro

    …..Aku dehwe ae durung iso donlot isane ..dunlut makane sing ke save gambare thok….

  36. Ki Truno,

    saya sebenarnya suka mengikuti ‘otak-atik’ nya Ki Truno yang memang kreatif dan bikin pusing… Ditunggu otak-atik selanjutnya Ki Truno.

    Saya kira pendapat terakhir Ki Truno benar, hanya Ki Ageng Pandanalas selaku mertua MJ yang bisa menjelaskan kepusingan ini. Tetapi rupanya Ki Ageng Pandanalas yang hadir disini sudah ketularan penyakitnya Kiai Gringsing, pura-pura tidak tahu.

    regards.
    TerimaQasih MeReKa yang bisa baca ADBM online.

  37. Sorry kang Joko lan Kang Seno lan poro kadang….iki mau cuma sebatas “Selasa MOP” supaya Ki Gede cepet2 ngetokne jurus ilmu “Panglemunan”….

  38. Ki Waskita merupakan murid dari Ki Gede Banyu biru tua atau Gajah Sora, setelah Ki Gede Banyubiru menyerahkan pimpinan pemerintahan ke Arya Salaka, kemudian mendirikan perguruan, salah satu muridnya itu Ki Waskita, ini menurut penerawangan saya dengan dasar cerita yang ada.

  39. Menurutku, yg paling bisa membeberkan rahasia ini hanya Ki Sukra, karena beliau hidup di 3 zaman : Zaman keemasan Pasingsingan (Majapahit), kemudian Zaman Mahesa Jenar mencari NS-SI (Demak) & Jamannya Sutawijaya (Pajang-Mataram).
    Ayo Ki Sukra, tunjukkan jati dirimu & beberkanlah rahasia2 besar yg masih menjadi perdebatan poro cantrik ini

  40. Matur Suwun Ki GD,.. 84 wis tak unduh ning pucuk tugu

  41. iya nih mana Ki Sukra, menurut Ki Gede kan hadiah tergantung Ki Sukra, tp Ki Sukra nya gak muncul2

  42. Saya belum baca kitab berikutnya tapi penjelasan Kiai Gringsing memang belum tuntas. Dia tidak menyebut dengan jelas nama gurunya, juga dua murid kakeknya (Windujati alias Wirawardana). Dia hanya bilang, gurunya adalah adik seperguruan Windujati. Gurunya adalah sahabat yang dekat dengan Kebo Kanigoro. Dia pernah menjelajahi Merapi, Merbabu, bahkan Bali.
    Mungkin kita bisa bertanya: siapakah sahabat Kebo Kanigoro yang dimaksud, yang mewarisi ilmu dari Pengging? SHM memang jago mencampur fakta dan fiksi. Mahesa Jenar dan AdBM adalah kisah fiktif tapi pelaku dan lokasi kejadian benar-benar ada. Jadi, pertanyaan ini mungkin akan terjawab pada kiitab berikutnya. Saya tidak tahu.

  43. pandan alas pucuk tugu sing endi?

  44. jangan menggoda ki pandanalas. tak klik bolak-balik tetap saja jpg.

  45. tambahan untuk ki pandanalas: saya cuplik dari wikipedia

    Dalam perantauannya, Mahesa Jenar bersahabat dengan Ki Ageng Gajah Sora dari Banyubiru. Ki Ageng Gajah Sora adalah putra sekaligus murid dari Ki Ageng Sora Dipayana yang juga adalah sahabat gurunya. Uniknya, sebelum saling menyadari, keduanya terlibat pertarungan dahsyat yang nyaris merenggut nyawa mereka berdua. Persahabatan mereka berdua pula yang membawa Mahesa Jenar terlibat perang saudara di Banyubiru dan akhirnya harus melarikan diri setelah Ki Ageng Gajah Sora difitnah telah mencuri keris Nagasasra dan Sabukinten. Dalam pelariannya itu, dia membawa putra Ki Ageng Gajah Sora, Arya Salaka yang belakangan diangkatnya sebagai anak dan murid. Secara tidak diduga, dalam pelariannya selama hampir lima tahun itu, dia bertemu dengan saudara seperguruannya, Ki Kebo Kanigara, yang memiliki kesaktian jauh lebih dahsyat dari gurunya sendiri. Dan lewat bimbingan dari Kebo Kanigara pulalah Mahesa Jenar akhirnya bisa melewati batas kemampuan ilmunya sendiri yang membuat ilmunya meningkat berlipat-lipat hingga diapun juga berhasil melampaui kesaktian gurunya.

  46. Nyuwun sewu poro kadang,… kalimatku durung ono (.) Bar tak unduh isine mung gambar pemakamane Ki Pemanahan.

    Aku kawatir Ki Sukra ki kesaren, dadi mungkin tengah wengi kitab-84 nembe diuncalke neng pucuk tugu

  47. SHM sengaja tidak menyebutkan nama guru Kyai Gringsing, masalahnya dalam NS&SI, beliau tidak menyebut atau pernah mengisahkan bahwa Ki Kebo Kanigoro punya seorang sahabat, bahkan nama empu Windujati tidak ada dalam NS&SI. sebenarnya SHM ingin membuat alur yang menyambung dari NS&SI dengan ADBM, namun sayang dalam NS&SI sudah terlanjur tidak ada nama perguruan windujati, padahal dengan hilangnya kedua keris tersebut seharusnya perguruan windujati akan ikut mencari sebagaimana perguruan2 lain.sangatlah janggal apabila perguruan sebesar dan setenar windujati tidak tersebut dalam percaturan Demak dalam kisah NS&SI, ini agaknya salah satu yang terlewatkan oleh SHM.

  48. Benul eh betul mbah_man….sepertinya siapa guru Kiai Gringsing akan tetap menjadi teka-teki, tidak seperti guru Ki Waskita yg sudah dijawab oleh Ki ayas yaitu Ki Ageng Gajah Sora….mungkin sengaja dibuat gitu oleh Penembahan SHM atau memang kelewatan

  49. Matur Nuwun Sanget Ki GD
    Akhirnya bisa mengurai jalur semu 84, dan terbuka
    Sukses Ki GD

  50. Wah, sedino utuh menthelengi kompi
    nunggu jilid 84. lagi metu saiki.
    suwun Ki Gede.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: