Buku 79

79-00

Laman: 1 2 3 4 5

Telah Terbit on 11 Desember 2008 at 21:35  Comments (36)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-79/trackback/

RSS feed for comments on this post.

36 KomentarTinggalkan komentar

  1. Pertama ………… capek kelamaan naik kopaja 78, waktunya istirahat di kapling 79, semoga babat kapling 79 bisa lebih cepat di munculkan he..he…

  2. Nomor satu… 🙂

  3. Nomor dua deng… 😦

  4. ikut antri ah….
    dapat nomor gak ya

  5. sudah malem, tiduran disini dulu

  6. Number…empat…kok Ki Pandanalas dan Ki Maswal belum kelihatan…jangan2 ketinggalan KOPAJA 78.
    Hehehe berarti mereka masih di Menoreh.

  7. ….kerrrrr kerrrrrr kerrrrrrr
    loket peron udah buka belon ya??…
    jam berapa ntar??….
    tidur lagi ah…………..(gelar tiker..)

  8. Selamad pagi, sambil terdengar suara azan subuh saya ikut ngantri ki Gede

    maturnuwun,
    Ki KontosWedul

  9. Absen Ki GD, katiwasan jebulnya KOPAJA 79 sdh mli angkut penumpang…..

  10. absen juga ah…mumpung masih dapat seat depan….

    nuwun
    Ro_Man

  11. Ikuuutt….ikuuuuutt…

  12. Kitab 79 akan diberikan jika Sultan Hadiwijaya sudah memaafkan Sutawijaya…

    Maafin ya… please…

  13. wah, ngapunten ki gede dan sederek2, comment sy rodo keladuk.
    amargi nenggo kitab 78 suwi banget, dadi waringuten.

    lha sakmeniko, kulo nderek numpang KOPAJA 79, pareng to?
    Tp mbok yen saget, kendaraane ganti Bus AC, kersane radi sekeco.

    Btw kemaren liat2 groups ADBM di facebook,
    namanya ga nyambung dgn nick tmn2 disini, Cm tau mas Sukra sama Mas Wal saja..

  14. ki Gedhe lan sedherek2 sedaya,

    tumut absen…

  15. meski belum sempat nggandol kopaja 78 karena lewatnya malam dan sekarang lagi gawe, saya juga akan ikut ngantri untuk menunggu bus 79. nanti siang ba’da duhur langsung naik bus. boleh to?

  16. senengnya dapet ceweq kalinyamat, dimaafin lagi…..hehhehee….
    seperti biasa ikut antrian mumpung belum terlalu rame….

  17. Di trilogi Roro Mendut-nya Romo Mangun, nanti keturunan Sutawijaya juga mengalami kejadian serupa. Pelakunya Amangkurat (berapa..ya? lupa) yang penyelesaiannya kejam sekali. Perempuan simpanan yang masih belum dewasa benar itu akhirnya dihukum mati.

    Nderek ngantri, Ki Gedhe..

  18. yg di facebook ADBM kok malah banyak ceweknya, padahal yg nongol antri kitab kayaknya para lelaki semua…apa yg sering antri disini justru ga gabung di facebook ?
    hayo rame2 gabung kalo gitu

  19. Kakang Panji,…mungkin di dunia luar sana poro cantrik sdh mesu-rogo. Jadi gak dpt dipastikan apakah cantriknya cewek atau cowok……..who knows

  20. Jabang bayik…poro cantrik kok wis pating jenggeleng….

  21. “Kanjeng romo sultan, nanda mohon maaf atas kekhilafan nanda. Sebab sewaktu berdekatan, nanda tidak kuwat menahan gelora di dada ini. Selain itu situasi saat itu sangatlah mendukung untuk melakukan perbuatan nista tersebut. Nanda pasrah kepada paduka, apapun hukuman yang akan romo sultan jatuhkan, nanda akan menjalaninya.”
    “Ha ha ha ha, …………… Jebeeeeng, sudah, …. sudahlah. Kaca yang retak tidaklah bisa dipake bercermin lagi, rambut yang putus tidaklah bisa disambung lagi. Sudahlah, …………. lupakan saja kejadian itu. Yang penting saya sudah senang kamu sudah secara kesatria mengakui kesalahanmu. Itulah sesungguhnya yang menjadikan hatiku tenteram, karena ternyata Joko Tingkir tidak salah mengangkatmu sebagai puteraku. Aku justru bangga memiliki putera seperti kamu Jebeng, karena hanya orang seperti kamulah yang nantinya pantas menjadi pemimpin di Nuswantoro ini.”
    Ki Gede Pemanahan terperanjat mendengar titah Baginda yang memuji Sutawijaya. Kalau begitu pantas saja kalau Sri Sultan tidak keberatan dengan kegiatan pembukaan Alas Mentaok menjadi dukuh Mataram.
    “Tetapi”, Sultan Hadiwijaya melanjutkan “kelakuanmu itu harus berakhir sampai disini saja. Jangan sekali-kali kamu mengulangi perbuatanmu melanggar pager ayu. Contohlah ayahmu ini, ….. walaupun aku memang senang dengan batuk klimis, tetapi semuanya saya lakukan dengan benar, dengan melamarnya dan kemudian mengawininya.”
    “Sendiko dawuh romo”. Sutawijaya serasa melayang ke langit sap pitu mendengar pengampunan yang disabdakan oleh ayahnya itu. Berhari-hari sudah Sutawijaya gelisah dan khawatir atas kemungkinan hukuman yang bakal diperolehnya. Namun ternyata kanjeng romonya telah memaafkannya.
    “Tetapi” Sekali lagi Srie Sultan melanjutkan sabdanya dengan kata ‘tetapi’ “Saya ingatkan kamu agar bertanggung jawab atas perbuatanmu itu, dengan mengawini gadis Kalinyamat itu. Ubarampe perkawinan akan segera dipersiapkan, dan nanti aku yang akan melamarnya, bukan untuk diriku, tetapi untuk puteraku. Bersiap-siaplah untuk itu”.
    “Nun inggih sendiko kanjeng romo”
    “Paman Pemanahan, berhubung semuanya sudah selesai, maka kita cukupkan pertemuan kita untuk saat ini. Tolong bicarkan dengan Tumenggung Glagah Putih mengenai segala sesuatu tentang pernikahan si Jebeng.”
    “Baiklah angger Sultan, mudah2an semuanya berjalan lancar.”
    “Sendiko dawuh Baginda Sultan, hamba akan mengatur segala sesuatunya dengan teliti.” sembah Glagah Putih.
    Stelah satu per satu yang menghadap menghaturkan sembah dan meninggalkan sitinggil kraton Pajang, maka Srie Sultanpun kemudian lengser dari singgasananya.
    Lain ceritera di lain hari, Sutawijaya sedang memadu kasih dengan Putri Kalinyamat, di sebuah Sturbuck Cafe di kawasan Jati Anom.
    Aduuh maaf, komputerku hang,…………..

  22. Waaah,.. jadi dalam beberapa episode ini isine mung mantenan thok yoo? Piye iki Ki Truno,..?
    Blom nanti, mantenannya Swandaru, Agung Sedayu,. Bisa berapa Kopaja tuh undangan yang datang,..

    Berhubung Kopaja 79 jurusan Kalinyamat – Pajang – Mataram baru malam sampainya, silahkan dilanjutkan Ki Truno ceritanipun,..

  23. iya seperti biasanya kayaknya, kopaja datangnya malam, eh nih kopaja atau bis malam ya he..hee.. nuwun sewu Ki GD, tumut ngantri

  24. Ki Truno ceritanya di terusin dong

  25. Hari-hari gini kalau tidak ada Ki Truno Podang tidak asyik. Ada ada saja ceritanya.

    Yang saya jadi heran, lha wong komputernya “hang” kok masih bisa ngirim “comment”. Pake ilmu apa ya, jangan-jangan tulisan itu hanya “semu” saja hasil Ki Truno ngangsu kawruh kepada Ki Waskito.

  26. kayane skrg temanya bkn kopaja lg ni…,kira2 nanti mlm tulisan nyuwun pangapuntennya jd apa ya……..

  27. Yo wis Jebeng .. kowe siji aku siji

  28. halah malah dum duman….mbok’e (Ratu Kalinyamat) yang masih nganggur tuh

  29. matur sembah nuwun ki DD, kitab 79 sudah tak ambil. enak kalo kitabnya bisa jam segini terus soale bisa langsung diunduh untuk dibawa pulang ke rumah dan dinikmati di rumah. sekali lagi, terima kasih banyak ya ki DD

  30. Kakang Panji ngersakaken? monggo loh .. Ki Gede sudah mengendap2, selak kedhisikan

  31. Trimakasih Ki Gd.

    Tapi tidak libur kok. Kita piket di stasiun 80,81 ADBM

  32. ooooo… yyeeeeesssssss

  33. aku donlot dah 10 kali kitab 79 ne, gagal maning gagal maning son sooon, piwe jane? pa kompiku errors apa ya?

  34. Lapor Ki GD, jurus 71 – 72 dalem sampun lalui, nembe mawon mendhet lontar jurus 73 – 78. Suwun nggih.

  35. Matur suwun nggih sampun pikantuk antri maos ADBM ngantos nglontok

  36. Dandun lari sipat kuping
    melihat Ki Menggung, eh Raden Sutawijaya datang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: