Buku 73

73-00

Iklan

Laman: 1 2 3 4 5 6

Telah Terbit on 6 Desember 2008 at 00:00  Comments (36)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-73/trackback/

RSS feed for comments on this post.

36 KomentarTinggalkan komentar

  1. “hmmm.. tampaknya hutan ini masih benar-benar sepi. biarlah aku yang mulai terlebih dahulu. sehingga dapat memilih lokasi yang paling baik di antara lebatnya alas 73 ini,” kata Sukra.

    sejenak kemudian

    “ngaso dulu ah..”

  2. Lho….ingkang dumugi nembe Kang Sukra tho …?
    Wah bisa milih kapling yang cocok nich..habis tak bersihkan…nusul leyeh-leyeh, ngaso sama Kang Sukro.
    Ki GeDe kawula sampun bersihkan lahan dan pilih kapling di alas 73 dan absen no 2

  3. Kula absen no 3 Ki GD

  4. Ki KontosWedul kemudian datang juga di tempat yang masih banyak perdu2nya tersebut. Namun alangkah terkejutnya dia ketika melihat disana ternyata sudah ada 3 orang cantrik yang sudah datang terlebih dahulu.

    Akhirnya Ki KontosWedul yang mumpuni itupun ikut duduk bersama ketiga cantrik tersebut untuk menunggu regol di depan rumah ki Gede

    xixixi 😀

  5. numpang buka lapak disini juga Ki Gede…

  6. Absen Ki Gede

  7. Masih ada yang lebih pagi toh… Ikut antri ah…

  8. hmm…sungguh tak disangka-sangka, ternyata sudah banyak cantrik yg membantu ki DD membabat kapling 73…
    syukurlah akhirnya kapling yg wingit ini bisa dibuka juga…

  9. Lha ini baru mantep ..
    Aku ikut anrti Ki DD,lumayan dapet no 8.

    Maturnuwun

  10. antri juga ahhhhh

  11. “Wah Dimas Sukra tumben sudah sampai duluan, mengalahkan Ki Maswal dan Ki Pandanalas selaku kuncen lapak,.. hehehehe…”

  12. Selama ini aku ndak pernah absen, maaf ki

    salam
    Galib

  13. Ternyata racun itu tidak hanya bersarang di tubuh ki Gede, tapi telah menular kepada seluruh warga pedukuhan ini. Reaksi keras dari racun itu adalah sifat kecanduan setiap orang untuk ditambah dengan masukan2 baru dari jenis2 racun yang bernomor urut. Semakin tinggi nomor racun ternyata semakin tinggi kadar adictifnya.
    Hati2 ki sanak, yang belum kecanduan sebaiknya menghindarkan diri atau mencobanya sekalian.
    Ki Truno Podang

  14. Wah… jebulnya sdh bisa dibabat alas ini, minta ijin Ki GD… aku mbabat bagian wingit ini utk tanam jagung

  15. Wah,
    ada Ki Putut Nantang Nasi

  16. Ikutan absen Ki Gede

  17. ngantri girik ke Gede.
    sambil leyeh2

  18. “hooooooaaammmm….” (buka mulut lebar-lebar kayak kuda nil) maksude lagi angop…. “NGANTUK”… “numpang tidur aaahhh”

  19. Sepi… apakah para penyamun masih bersembunyi di sekitaran alas mentaok ? Ataukah orang-orang asing yang belum jelas sering menjegal para pendatang untuk meramaikan alas mentaok ini ???

    # mungkin URL nya harus seperti yang telah kita edit ya Ki Harry. 🙂

  20. Sambil ngantri, saya mau kasih komentar ama yang namanya Ki Kontos wedul. Gawe jeneng kok aneh-aneh.. he.. he..
    Ayo ki gede… udah nggak kukuh nih..

  21. aku ngikut ngambil jatah deh …

  22. MENYAMBUNG KOMENTAR CANTRIK ALPHONSE

    DITAWARKAN NAMA-NAMA cantik GRATISSSSS……

    Maaf tidak bermaksud………… stresssss nunggu ransum 73 kadit utem-utem. yok opo cak…….

  23. Den Ronggo… kok ngeres????

  24. Rudita mengendap-endap kesebuah rumah yang tampak terlihat ada kesibukan dimalam hari. Suasana nya begitu hingar bingar dan terang benderang. Ia mengamati suasana didalam rumah itu dari celah sebuah jendela yang tidak tertutup rapat. Terlihat ada kesibukan disana.

    “Kita harus segera menyelesaikannya malam ini” terdengar suara dari sebuah ruangan.

    “Tinggal tiga halaman terakhir Ki Gede” terdengar suara yang lainnya menjawab.

    “Jangan lupa diperiksa kembali formatnya agar pada saat upload tidak mengalami kendala seperti edisi 72 kemarin” jawab suara yang dipanggil sebagai Ki Gede itu.

    “Siap komandan” jawab suara yang lain menimpali.

    Rudita lalu bergeser kearah suara dimana Ki Gede sebagai komandan berada. Tanpa menimbulkan suara, ia merunduk dibawah jendela satu ke jendela lainnya.

    “Perlahan Kisanak ” tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundaknya.

    Rudita kaget bukan kepalang. Keringat dingin bercucuran seiring airmata yang mulai mengambang di pelupuk matanya. Nyalinya seakan hilang begitu saja.

    “Jangan tergesa-gesa” bisik orang itu. “Kau lihat bayangan yang bergerak-gerak dibalik pagar itu” sambil menunjuk pada gerumbulan perdu diluar pagar. “Ada lebih 20 orang cantrik yang sedang menunggu selesainya proses scanning didalam rumah ini.

    “Lalu kau sendiri siapa?” tanya Rudita memberanikan diri berkata.

    “Aku Dimas Sukra yang menjaga rumah ini” jawab orang itu pula. “Tunggulah engkau disana. Aku kan memberikan tanda isyarat bila pekerjaan didalam rumah telah selesai” jawabnya sambil membuka pintu dan masuk kedalam rumah.

    GD: Gimana perkembangan pasukan bogor, Ki Aul?

  25. ketoke alas 73 iki jaluk disarati ….jaluk dibelehno wedus gibas sing sungune loro-lorone kudu di potong…nanti kontosnya harus ditanam dekat pohon mentaok yang paling gede..sarat lain wedus tersebut tidak boleh disunat nanti kalau disunat bukan kontos wedul lagi namanya…

  26. Sebenernya ini juga yang dikawatirkan. Dengan alasan apapun, jangan sampai nama seseorang dibahas di sini. Itu termasuk wilayah SARA.
    Bagi sebagian orang mungkin enak saja, gak ada masalah. Tapi bagi yang berkuping priyayi seperti saya (hehehe) .. ya agak gerah. Maap ya Ki ..
    … ah akhirnya .. datang juga.
    Makasih Ki Gedhe.

  27. wah.. kitab 73nya kok tersamar

    btw
    matur nuwun

  28. Cool….

    tengkyu KI GEDE….

  29. Dahsyat hampir terkecoh…
    Bravo tuk Ki Gede

  30. Lha dalah…..
    Ki DD sekarang sukanya main tebak2an.
    Setelah celingukan ,cari2 dimana gerangan kitab 73 di sembunyikan.
    Ternyata INI yang dimaksud.

    Maju terus ABDM.

  31. Lapor Komandan,..

    Kami masih menunggu khabar dari Ki Ony mengenai kepastian atas kitab-kitab yang telah didapatkannya.

    Untuk proses scanning nanti akan dibantu oleh Ki Dewo dan Ki Alphonse.

    Saat ini saya sedang berusaha mencari Kitab Jilid III yang konon berada di sebuah lapak di Bogor.

    Demikian Ki, sekilas info dari saya,

    Salam, Aulianda

    GD: tolong sekalian dicek apkh jilid 07 seri II genap. Koleksi Ki Prasidi hilang hal 7, 78, 79.

  32. Matahari benar-benar tidak mampu menembus gelapnya awan di atas kapling hutan 73, sementara di tlatah kapling 73 sendiri angin kencang disertai hujan lebat menhajar sebuah gubug yang menaungi seorang bocah yang menggigil kedinginan.
    ‘Duhai eyang panembahan, mohon ampun cucunda tidak mengindahkan kata-kata eyang, cucunda terlalu laju mengejar binatang buruan di hutan 73, padahal hasil buruan di hutan 71 dan 72 sudah didapat, sekarang cucunda hendak balik langkah dulu kembali ke hutan 71 – 72 sebagaimana saran eyang, nikmati apa yang sudah didapat, jangan ingin lebih, nanti yang didapat tidak terasa nikmatnya jar.’ ucap bocah kemaruk itu dalam hati.
    Tiba-tiba kilat menyambar, kencang memekakkan telinga, sehingga kuping bocah itu selanjutnya mudah mendengar suara yang bagaimanapun kecilnya, sebagaimana suara angin lembut di ujung dentuman kilat yang membisikkan ‘Engkau tidak salah cucuku, hanya belum pengalaman saja, pulanglah ke hutan 71 -72, nikmati yang telah kau peroleh, hingga saatnya nikmat itu habis, eyang akan berikan hasil buruan di hutan 73 ini.’
    Bocah itupun melangkah keluar dari gubug, tidak peduli hujan petir masih melanda di hutan 73 karena yakin atas nikmat yang segera diperoleh di hutan 71 – 72. Sambil tersaruk-saruk melangkah si bocah berbisik dalam hati ‘Bagaimanapun juga, akan tiba saatnya lontar 73 kudapat sebagaimana janji eyang melalui bisik angin’

  33. ASyik…………
    duet Ki Waskita dan Ki Sumangkar akan segera menggoyang ereng2 perbukitan Menoreh.
    Pengendange Raden Sutawijaya dan Swandaru.
    Lha Pandan Wangi njoGet pora ra….?????

    • hora melu njoget, ladi kedatangan mBULAN…..hiKss,

      • mBulan Zamilah….???????

      • mBULANe kira2 kayak APA yaaa…..!!??

        sampe2 Pandan Wangi, hora gelem mingket leh lungguh
        ning sebelah ki Gun…..hayo di TEBAK….. >>>>>….???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: