Buku 72

72-00

Laman: 1 2 3 4 5 6

Telah Terbit on 27 November 2008 at 21:57  Comments (79)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-72/trackback/

RSS feed for comments on this post.

79 KomentarTinggalkan komentar

  1. esuk-esuk babat alas mentaok…
    menanti rejeki paringipun ki GD…
    ngejar setoran juara 1 nih…

  2. Lagi2… Ki Maswal nyolong palagan….

  3. Aku coba mendahului Ki Pandan Alas & Ki Maswal,…tetapi lapak 73 durung dibukak

  4. Tumenggung Balung Gerih, meng-endap2 semakin dekat. Hatinya berdebar2, melihat seseorang di Hutan yg belum terjamah manusia tsb.Dilihatnya seseorang sedang mengais2 tumpukan daun kering seperti mencari sesuatu.
    Samar2 di punggung baju orang tersebut terlihat tulisan, MASWAL.
    “Gila”, desis TBG, “Ternyata orang sakti itu telah hadir disini pula. Agaknya ia pun mencari2 Kitab 72 jg..”

  5. nuwun sewu sedherek semua…

    saya memang ditugaskan oleh ki DD untuk ikut mambabat alas mentaok dan menyingkirkan semua binatang buas dan berbisa yg ada, menyediakan lapak dengan menggelar tikar, sehingga para cantrik nantinya bisa antri dengan aman dan nyaman…

    kami hanya mengalami kendala di kapling 73 karena di kapling itu sangat wingit, ditungguin oleh hantu-hantu gentayangan yg sakti mandraguna, sehingga ki DD belum berkenan membukanya…

    mari berlomba mencari pahala dengan menjadi yang pertama membabat kapling 73 itu…

  6. sambil nunggu kitab ke-71, pesen kavling dulu ah….mumpung masih sepi

  7. Wah, ..Ki Maswal sudah merintis jalan, mbabati sulur-suluran dan semak duri ..

    Ki Pandanalas, di pojok sana, sibuk menebangi pohon besar bermodalkan sebatang kampak batu, sambil nembang Dandanggula ..

    Ki Tumenggung Balung Gerih bersama Ngabehi Mas-Aryo, menata kerja para cantrik membersihkan kapling no 72.

    Saya, yang belakangan datang dan belum kebagian kerja, yaah .., nyruput kopi saja dulu sambil ndlosor di tikar yang sudah disediakan.

    Absen, Ki GD DD.

  8. Aku juga ikut lesehan ah..

  9. Tiduran barang sejenak ahh…..sambil nunggu giliran jaga di gardu 72…..yang penting udah absen sama Ki GeDe…

  10. Ngabsen juga ah, nderek antri.

  11. Matur nuwun Ki GD, ulam ula naga raseksa ingkang dipun tilar PW, AS, SW, P, R dkk gurih sanget. Samenika kula nengga 72 ulam progo.

  12. Kula tumut ngantri mas DD

  13. Lapor ki Gede…

    KontosWedul hadiir

    maturnuwun

  14. Malam semakin larut. Rombongan itu masih tetap menembus gulitanya hutan itu.
    “Berhenti…!!” seru Rudita.
    “Tidakkah kalian menuruti perintahku,.. lihatlah 7 orang yg bergelayutan di dahan pohon itu.”
    Sementara 2 bayangan berkelebat diantara pohon2 yg rapat & besar…

    “Hmmm,..agaknya ada 7 2 orang yg mengintai kita”bisik Agung Sedayu.
    “Tetapi mereka sama sekali gelap bagiku” sahut Raden Sutawijaya setengah berbisik

  15. “Hei…kenapa pada berkerumun di sini?” Rudita memekik.

    “Bahkan malah ada yang menyelusup ke bilik 74. Bilik itu hanya aku yang berhak memasukinya,” Rudita mengawasi orang yang berkerumun sambil tersenyum senyum itu.

    “Kenapa kalian tersenyum-senyum?” lanjutnya.

    “Sudahlah Rudita, biarkan mereka. Justru karena mereka itulah padepokan ini menjadi ramai,” Pandan Wangi dengan menahan gejolak hatinya menenangkan hati saudara yang masih ada hubungan darah meskipun agak jauh itu.

    Prastawa yang membagi bagikan minuman hangat kepada para cantrik yang berkerumun itu pun semakin jemu saja kepada Rudita. Desisnya dalam hati, “Bisa bisanya Ki Maestro SHM menyelipkan tokoh tokoh yang bikin gemes.”

    Sementara Swandaru pun sudah mendengkur di bilik 75, sambil menunggu nunggu cantrik yang akan mengambil girik nomer pertama….

  16. Aku ora melok ngantri.
    Sebab selalu dapet nomer belasan terus.
    aku cuma tengak tengok..
    Maturnuwun.

  17. Tiwas pegel ndlosor, iki. Kopine yo wis entek 3 cangkir. Tapi poster (cover) no 72 kok durung dipasang Ki GD nang ngarepe gardu iki?

    Tapi yo ben wae. Tiada koper pun, tetap ada harapan.

    Ki GD, sambil nunggu rangsum 72, aku mau ngedit kapling no 69, kalau belum ada yang nggarap. Tapi nuwun sewu, kalau bisa sudah ditransfer ke file Word dulu, berhubung aku nggak punya aji-ajian (seperti Kakang Pembarep Adi Wuragil) buat mindah djvu to word. Mohon kirim via imel saja.

  18. nganglang di padepokan ADBM pagi ini ternyata belum ada pergerakan..
    bilik 72 yang mulai penuh sesak terasa apek oleh bau keringat ki pandanalas, ki truno podang dan ki kontos wedul…

    hmm..sebaiknya aku teruskan nganglang sambil mengawasi kapling 73 yang wingitnya ngedap-edapi….

  19. Sambil nunggu enaknya ngobrol. Waktu mengikuti cerita pernikahan Untoro yg dapet cewek Pengging, sy jadi teringat gurunya Mahesa Jenar, Ki Ageng Pengging Sepuh. Terus malah ingat juga teman kecilnya Mahesa Jenar, Nis Sela. Saya kok jadi punya dugaan bahwa Nis Sela ini adalah Ki Gede Pemanahan? Gimana para sedherek?

  20. Ya bukan atuh. Nis selo mah ke ageng selo.

  21. Iya betul, Nis Selo ya Ki Ageng Selo. dan Pemanahan saudara seperguruan di Padepokannya Ki Pengging Sepuh. Karena kesalahan Pemanahan meminum air dugan simpanan Nis Selo, maka keturunan Pemanahanlah yang menjadi penguasa di Jawa.
    Awas Ki Kontos Wedul jangan kemana-mana entar ditawar orang untuk dipotong hari senin.
    Ki Truno Podang

  22. Ki Truna,
    Nis Sela apa bukannya bapake si Pemanahan? Bukankah Nis yang minum degannya Ki Ageng Giring?

  23. Cuplikan dari buku Babad Tanah Kendal karya Ahmad Hamam Rochani …..Keturunan Ki Ageng Selo, dari 7 hanya satu yang laki-laki yaitu Ki Ageng Ngenis yang kemudian berputera Ki Ageng Pemanahan yang selanjutnya melahirkan Sutowijoyo

    jadi Anis selo teman Mahesa Jenar sepertinya bapaknya Ki Gede Pemanahan

  24. sampe matahari persis diatas kepala kok tanda2 akan munculnya kitab 72 masih belum ada ya, nunggu lagi ah, sambil leyeh-leyeh. terus sholat jumat dulu. siapa tau setelah sholat nanti kitap 72 langsung muncul gak hanya bungkusnya saja.

  25. makin menarik aja cerita ini, kita tunggu agung sedayu yang menjadi seorang anak muda pilih tanding, diantara 2 anak muda yang luar biasa, raden sutawijaya dan pangeran benawa. ditunggu juga intrik orang2 sekitar hadiwijaya yang berusaha membenturkan kekuatan pajang dengan mataram………

  26. heemmm… jadi binun …
    Ada yg menyebutkan, bahwa Mahesa Jenar hanya seorang tokoh dalam sebuah ceritera…
    Ada sebagian berkata, bahwa Mahesa Jenar menang pernah ada….
    heemmm….saya masih binun dan selalu akan binun… saya akan tanyakan ke mbahnya nenek mbah buyut saya…yang konon katannya… katanya lagi nee…adalah temen bermain gobak sodor si Mahesa Jenar

  27. Weh… Tak tinggal kenduren mulih2 wis rame. Tq ttg babad tanah kendalnya. Ternyata Nis Selo memang mbahnya Sutowijoyo. Ngomong2 soal gelar, ada Ki Gede ada Ki Ageng. Podho opo ndak sih?

  28. Wah acik, kopere wis ketok. Ya wis, saiki tak ngarit sik moga2 ngko jam nem sore Sutowijoyo wis nggoyang pasir sewukir.

  29. Bukannya ki ageng selo ada dua ke ageng selo sepuh dan ki ageng selo yg temenya MHS jenar. Ki Ageng selo sepuh inilah yg bisa nangkep ular gundala.gitu kan ya…

  30. Ha ha ha ha, ………. jebulnya di Wisata ADBM udah ada riwayatnya. Ini sedikit saya nukilkan untuk ngejawab pertanyaan Kiai Rurud, sbb.

    Babad Tanah Jawi juga mengisahkan keistimewaan lain yang dimiliki Ki Ageng Pamanahan selaku leluhur raja-raja Mataram. Konon, sesudah membuka desa Mataram, Ki Pamanahan pergi mengunjungi sahabatnya di desa Giring. Pada saat itu Ki Ageng Giring baru saja mendapatkan buah kelapa muda bertuah yang jika diminum airnya sampai habis, si peminum akan menurunkan raja-raja Jawa.
    Ki Pamanahan tiba di rumah Ki Ageng Giring dalam keadaan haus. Ia langsung menuju dapur dan menemukan kelapa muda ajaib itu. Dalam sekali teguk, Ki Pamanahan menghabiskan airnya. Ki Giring tiba di rumah sehabis mandi di sungai. Ia kecewa karena tidak jadi meminum air kelapa bertuah tersebut. Namun, akhirnya Ki Ageng Giring pasrah pada takdir bahwa Ki Ageng Pamanahan yang dipilih Tuhan untuk menurunkan raja-raja pulau Jawa.
    Yang Nukil,
    Ki Truno Podang

  31. Ki Truno, untuk nukilan diatas sepertinya sudah pernah ada yang menceritakan saat dilakukan pembabatan alas mentaok dulu. Waktu itu rupanya Ki Truno sedang tidak ada di tempat karena sedang mengabsen para cantrik sekaligus menyiapkan seperangkat seragamnya.

  32. Ini Adipati SHM sendiri yang menjelaskan di awal-awal kitab Nagasasra Sabukinten, mengenai hubungan Mahesa Jenar dan Karebet… Bapaknya Kerebet adalah Ki Ageng Pengging (Kebo Kenanga), Ki Ageng Pengging ini punya saudara muda perguruan bernama Mahesa Jenar…
    Tapi yang aku masih penasaran, justru apakah ada hubungannya antara Mahesa Jenar dengan Syech Siti Jenar ?……

    ********
    AWAN yang hitam pekat bergulung-gulung di langit seperti lumpur yang diaduk dan kemudian dihanyutkan oleh banjir, sehingga malam gelap itu menjadi semakin hitam. Sehitam suasana Kerajaan Demak pada waktu itu, dimana terjadi perebutan pengaruh antara Wali pendukung kerajaan Demak dengan Syeh Siti Jenar.

    Pertentangan itu sedemikian meruncingnya sehingga terpaksa diselesaikan dengan pertumpahan darah.

    Syeh Siti Jenar dilenyapkan. Disusul dengan terbunuhnya Ki Kebo Kenanga yang juga disebut Ki Ageng Pengging. Ki Kebo Kenanga ini meninggalkan seorang putra bernama Mas Karebet. Karena dibesarkan oleh Nyai Ageng Tingkir, kemudian Mas Karebet juga disebut Jaka Tingkir.

    Jaka Tingkir inilah yang kemudian akan menjadi raja, menggantikan Sultan Trenggana. Jaka Tingkir pula yang memindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Pajang.

    Pada masa yang demikian, tersebutlah seorang saudara muda seperguruan dari Ki Ageng Pengging yang bernama Mahesa Jenar. Karena keadaan sangat memaksa, Jaka Tingkir pergi meninggalkan kampung halaman, sawah, ladang, serta wajah-wajah yang dicintainya. Ia merantau, untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tak diinginkan.

    Telah bertahun-tahun Mahesa Jenar mengabdikan dirinya kepada Negara sebagai seorang prajurit. Tetapi karena masalah perbedaan ajaran tentang kepercayaan, yang telah menimbulkan beberapa korban, ia terpaksa mengundurkan diri, meskipun kesetiannya kepada Demak tidak juga susut.

    Hanya dengan bekal kepercayaan kepada diri sendiri serta kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mahesa Jenar mencari daerah baru yang tidak ada lagi persoalan mereka yang berbeda pendapat mengenai pelaksanaan ibadah untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

  33. Sutajia mohon antri Ki Gede… sambil kalau bisa mau ngintip Sekar Mirah dan Pandanwangi bersolek…

  34. Terus kalau Kebi Giro itu siapa..

    GD: Kebo giro itu yg mengiringi Ki Untara jadi manten

  35. Kebo kenanga itu saudara kebo kanigoro, nah kebo kanigoro ini kakak seperguruannya Mahesa jenar. Gurunya adalah Bapaknya kebo kanigoro. Nah ini yang dibunuh juga karena sealiran dengan syeh siti jenar.

  36. Absen aja ki Gede…

    Ada yang punya soft cp buku Gajah Mada 5 gak?

    Matur Nuwun

  37. Terus,.. benarkah Syech Siti Jenar penganut paham MANUNGGALING KAWULO GUSTI ?

  38. Katanya sih iya, tetapikhan persepsi orang bisa berbeda mengenai “Manunggaling Kawulo Gusti”

  39. Hari ini saya yakin akan tercapai 410.000 hit jika Ki GD me-release jilid 72 setelah matahari terbenam

  40. Sungguh Ia adalah bukti atas diriNya sendiri
    sebagaimana tiada bukti atas Wujud kecuali Wujud
    Sungguh Ia adalah bukti atas benarNya sendiri
    maka tiada Kebenaran, kecuali Ia menjadi penglihatanmu sendiri

    orang buta menyangka ia melihat dengan matanya
    orang ‘alim menyangka ia melihat dengan ilmunya
    orang kasyaf menyangka ia melihat dengan bashirohnya
    si faqir telah arif, Ia melihat dengan diriNya

    aku-lah bukti akan dia
    dan dia-lah bukti aku
    karena aku dan dia tak perlu menyatu, kerna tak pernah mendua
    kerna dia dan aku tak perlu bersatu, aku -lah dia -lah aku

    oh, pemilik hati, kenali dengan cinta
    bahwa Dia Cantik, Cantik Sendiri
    bahwa Dia Terang, Dengan Sendiri

  41. Ternyata kitab-72 berisi “silahkan cek lagi”
    he..he..

  42. Wah, dho jagongan dewe-dewe nganti lali wis parak sore..Lha ning kok sing ditunggu ketoke ora ngglape..trus piye?

    Lha nek jagongan sing podo-podo, dimen ora metu njobo, mengko nek wis padhang rahino..rak sing ditunggu trus teko.

    Tur meneh nek jagongan kudu nganggo nyamikan, rasah perlu direrasan, wong ketoke Ki Gde ora kalepyan, anggone matengake masakan, ugo perlu ambegan..

  43. O… Ki GD mau bagi2 cek kepada para cantrik ya. Acik, bisa buat sangu liburan nanti…

  44. Ki GeDe saya sudah mengecheck lagi lebih dari 20 kali, sepertinya sudah waktunya Ki Gede…………

  45. Duh gustiiiii paringono sabaaaaaarrrrrr

  46. Kita tunggu Dimas Sukra yang akan memberi nada titir bunyi kentongan 72x…

  47. Maaf jika pendapat saya keliru :

    Kebo kanigoro Anak sekaligus adik seperguruan Kiageng Pengging(Kebo Kenongo)Yaitu murid Kiageng Pengging Sepuh, Maesojenar murid Kiageng pengging(Kebo Kenongo), sehingga Kebo Kanigoro adalah Paman guru Maesojenar.
    KI Ageng Sepuh punya anak Ki Ageng Pengging punya anak Kebo Kanigoro.

  48. “Ah… Ki GD suka mempermainkan kami yg sudah tua2 ini” desis Kiai Gringsing.

    Kitab 72: jilid72 (ora iso diklik)

    Halaman: 1 2

  49. Weh. Tambah rame. Pertanyaan pertama ttg Nis Selo sdh terjawab. Ternyata beliau anaknya Ki Ageng Selo Sepuh, dan bpknya Ki Gede Pemanahan. Tapi bgmn dg yg ke 2 ttg sebutan Ki Gede dan Ki Ageng? Apakah keduanya sama aja? Menurut sy sama aja, tp kenapa ada 2 macem. Tq sblmnya

  50. Kebo kanigoro anak sekaligus adik seperguruan Kiageng Pengging Sepuh.
    Kebo kanigoro bersaudara dengan Kebo Kenongo(Kiageng Pengging, yang mempunyai anak bernama Putut Karang Tunggal – Karebet).
    Mahesa Jenar (Ronggo Tohjoyo) adik seperguruan Kiageng pengging(Kebo Kenongo).

    Ah.., saya ngarang ‘kale.

    Wah durung mateng to jenange mas kanjeng? Selak Isya lho


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: