Buku 52

52-00

Iklan

Laman: 1 2 3 4 5

Telah Terbit on 7 November 2008 at 11:37  Comments (50)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-52/trackback/

RSS feed for comments on this post.

50 KomentarTinggalkan komentar

  1. yang katanya jam 10, itu jilid 51 ato jilid 52 yah ? he he ….

  2. adakah yang berani mengobral janji lagi? Klo jilid 52 bakal terbit malam nanti?
    Buktikan menorehmu!!!
    tetap semangaaaat

    • Sugeng enjing mbah man….sudah sehatkah ?
      ..terusan Adbmnya mana…?

      • sugeng siang ki kartu….mbah mannya mana ?

  3. sabar kisanak, sabaaaar

    xixixi 😀
    Ki KontosWedul

  4. Nek ra sabar..main silat dewe wae..

  5. “Entahlah Kiai, rasa-rasanya kepalaku menjadi semakin pepat menunggu kepastian. Seandainya saja gambaran itu tertulis di atas lontar, aku pun mungkin tidak menjadi semakin pening.” katanya kepada Kiai Gringsing.

  6. “Akupun sebenarnya masih menduga-duga, siapa sebenarnya hantu2 itu. Tetapi aku yakin hantu itu tidak akan muncul nanti malam, karena belum ada tanda2 covernya” desis Kiai Gringsing.

  7. “…hmm, setahun lagi mungkin akan berdiri puluhan atau bahkan ratusan perguruan orang bercambuk diseantero negeri ini. Para cantrik yang sekarang sedang giat-giatnya mengunduh ilmu di padepokan inilah yang nantinya akan jadi penerusku”.
    “Semoga mereka tidak menjadi keblinger, dengan mengkomersilkan kitab-kitab yang sudah aku wariskan semua”, gumam Gembala Tua dengan penuh harap.

  8. “Tetapi guru, apakah kita akan membiarkan saja keadaan ini ? Rasa-rasanya aku sudah tidak bisa menahan diri lagi.” geram Swandaru.

  9. Wah wis pinter-pinter yho saiki…ngompori ben ndang metu po

  10. Yah, covernya ja blom da… Mdah2an ga lama lg…

  11. sabar ngger, ada kalanya kekecewaan adalah jalan menuju ketabahan. semuanya ada waktunya. kepedihan ini ini akan menjadikan kita semakin dewasa…Hanya orang2 yang merasakan kepahitan yang akan mengecup manisnya rasa.

  12. pada menunggu bangkit nya hantu Ki Tambak Wedi ya…

  13. blom ada tanda2 keliatan…

  14. “Sutawijaya,…semenjak Kiai Gringsing & kedua muridnya ikut membuka alas Mentaok, penunggang2 kuda misterius itu tidak pernah muncul 2 hari ini.” kata Ki Gede Pemanahan.
    “Apakah mereka sedang merencanakan sesuatu Ayah?” tanya Sutawijaya.
    “Hhhmmm…mungkin, hal itu sangat mungkin sekali anakku. Mungkin juga mereka sedang menguji kesabaran kita.” desis Ki Gede Pemanahan.

  15. “Apabila diperkenankan, biarlah kami nganglang ke daerah di sekitar tempat Kiai Gringsing dan kedua muridnya membuka hutan, dan mencoba menyisir gubug-gubug yang sudah ditinggalkan penghuninya itu. Siapa tahu kami dapat menemukan hantu-hantu tersebut beserta covernya yang berharga.” kata Dipasanga.

  16. “Apa kisanak sudah pada mampu meningkatkan jurus2 di jilid 52 ?” Kyai Gringsing berta dengan sareh, bersabarlah, setapak demi setapak kemampuan kisanak akan sampai ke sana, matangkan dulu jilid 51 hehehe….

  17. Agung Sedayu sejenak termangu-mangu memandang pepatnya hutan. Hm, tidak mudah memang, untuk menyisiri Alas Mentaok sampai ke Pliridan sana, menemukan kitab Jilid-52 yang agaknya tercecer di antara pohon-pohon yang rapat berjejalan, gerumbul-gerumbul semak berduri serta oyod bebondotan …

  18. “Guru, apakah kita akan melanjutkan lagi penebangan hutan ini lebih kedalam?” tanya Agung Sedayu.

    “Sebentar dulu ngger. Kita masih memerlukan alat-alat tambahan sesuai petunjuk-petunjuk pada buku jilid 52” jawab Kiai Gringsing.

    “Semoga saja buku itu segera diantarkan oleh moderator” jawab Swandaru. “Tanpa buku itu kita tidak tahu pula siapa sebenarnya hantu-hantu yang mulai menggelisahkan warga padukuhan ini”

  19. Ketika sedang mencari orang – orang berkuda misterius yang telah mencuri kitab jilid 52, sampailah Swandaru ke depan sebuah gua. Dengan hati – hati diintipnya sisi dalam gua itu. Dan dada Swandaru berdesir. Di dalam gua itu tidak didapatinya orang – orang berkuda yang di carinya, akan tetapi dilihatnya dua orang yang sedang main kuda – kudaan…

  20. Masa seh, moderator ga panas dg komentar2 yg bikin gregetan itu….

  21. “Guru,… suara derap kaki kuda itu kian dekat, sekilas nampak bayangan2nya. tetapi masih samar.” bisik Agung Sedayu.
    “Ya,… setidak-tidaknya ada harapan karena aku liat kudanya sudah mulai nampak diantara rimbunan pohon2 itu.” sahut Kiai Gringsing.
    “Aku tak bisa menahan diri lagi Guru…” tiba-tiba Swandaru berteriak sambil meloncat menyongsong kedatangan penunggang2 kuda misterius itu, tetapi dia tertahan karena sepasang tangan yg kokoh memegang lengan tangannya.
    “Sabar Swandaru,… yg datang baru covernya. Ada cover ada harapan…”

  22. Sabar kisanak. Seperti kata Ki Demang, ada cover ada harapan

  23. Waaah… gambarnya kok lawan tengkorak berkuda gitu.. ada apalagi niiih…

  24. bersabarlah……
    berilah kesempatan gembala tua untuk “ngaso” sejenak
    mungkin kyai “scanner” juga butuh istirahat
    bayangkan…
    sudah beratus-ratus lembar yang telah di “sorot”..
    dan ribuan lembar lagi yang harus disorot
    semua itu … hanya untuk kita semua

    kita cuma bisa bilang
    maturnuwun…..

  25. “……ngger, gendonganmu kok semakin besar, makanan siapa yang angger ambil?” Sumangkar berkata selagi istirahat. “….. huh … biar saja kiai, biar kapok mereka! Jawab Sekar Mirah dengan kesal. “Siapa yang akan kapok…” Dengan heran Sumangkar bertanya lagi.
    Ketika Sumangkar membuka isi gendongan muridnya, ia agak heran melihat beberapa kumpulan tulisan kuna di dalamnya.
    “Ngger …. kalau salinan kitab nomer 52 sampai 60 kamu bawa…. bagaimana Swandaru dan Agung Sedayu mengisi kekosongan waktunya setelah bekerja keras….? tegur Sumangkar. Sekar Mirah hanya tersenyum … saja. Ia merasa menang, karena bisa membuat pusing orang banyak.

  26. “mudah-mudahan, ngger….”, berkata Kiai Gringsing dengan sarehnya.

  27. ” maaf kiai… ” berkata Dipasanga “penghubung yang ditugaskan untuk membawa kitab tersebut, ternyata di cegat oleh petugas telik sandi Pajang, kami akan segera mengirimkan bantuan untuk menjemput… mudah2-an sebelum matahari terbenam utusan itu sudah kembali”.

  28. “Biarlah angger Agung Sedayu mengawani utusan Ki Dipasanga itu, untuk mengurangi kekisruhan yang mungkin terjadi. Namun demikian, berhati-hatilah, kita tidak tahu pasti perkembangan yang akan terjadi, walaupun cover tersebut memang memberikan harapan.” jawab Kiai Gringsing.

  29. “Terima kasih Ki DDe… atas petunjukmu kini kami bisa bertemu dengan penunggang kuda misterius ini.” sahut Kiai Gringsing

  30. jilid 52 dah daku terima
    makasih kyai

  31. Kalo comment untuk setiap jilid dikumpulkan, bisa jadi suatu buku yang lumayan nyeleneh….he…he

  32. urun konvert-an buku 52 ki…
    langsung ke emailnya ki gde menoreh

  33. “akhirnja hari ini djuga kita temukan obat penawar ratjunnya itu”, ujar Kiyai Gringsing kepada Agung Sedayu. “Tjepat batja buku 52-nya supaja, Swandaru tjepat pulih dan ratjun di sekujur tubuhnja tjepat hilang.”

  34. buat Ki goenas yang punya convertannya, boleh dong aku minta

  35. mbaca komentar wong-wong ki jan ndadekke aku koyo wong gendeng, ngguya-ngguyu dewe, wis jan apik tenan, koyok’e wis dho oleh ilmune Ki Gede SH Mintardja kabeh.

  36. “Sokurlah, ngger, akhirnya Jilid 52 ini bisa kita terima bersama dengan rangsum kiriman dari Menoreh,” ujar Kiai Gringsing kepada kedua muridnya.

    Lanjutnya lagi, “Nah, dengan semangat baru ini kuharap kalian tidak perlu takut lagi kepada hantu-hantu itu dan bermalas-malasan membuka bidang hutan yang menjadi bagian kita, setidak-tidaknya sampai datang kiriman jilid yang baru.”

    Kedua bekas gembala itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengiakan, namun matanya tak lepas-lepas dari lembar-lembar jilid yang menarik hati itu.

  37. “Swandaru gerakanmu masih dijilid 51, coba tinkatkan spt Agung Sedayu yang sudah meningkat ke jilid 52, mungkin nanti malam sudah ke jilid 53, Angger kurang sabar..”Kata Kyai Gringsing.
    Di mana Agung Sedayu kok tidak kelihatan,”Lagi di belakang Kyai, mesu diri untuk mempersiapkan ilmu di jilid 53 nanti malam” Kata Swandaru Geni.
    “Hmmm….contohlah kakakmu Ngger….”Kata Kyai Gringsing
    Swndaru semakin menundukkan kepalanya…….

  38. Dho kesurupan di alas Mentaok

  39. komentarnya lucu2 banget….jadi geli liat semua warga padukuhan pada gregetan…

    buruan apa ki Dede…aku juga deg degan nungguinya…aku punya penyakit lemah jantung (beneran..)

  40. ngger, berkata ki Sumangkar kepada kedua murid kiai Gringsing :” apa kamu berdua sudah dapat mempelajari jurus cambuk jilid 50 dan jilid 51?”. Belum ki,gurru belum mengijinkan, tapi aku sudah bisa mengungkapkan tenaga cadangan jilid 52 yang diberi guru tadi pagi,jawabnya.
    “O” desis ki Sumangkar, ya kalau begitu sabar.

  41. “aku sedih kakang, meskipun berhasil mengungkapkan rahasia kitab 52 namun aku belum berhasil membuka kitab 50 dan 51, maukah kau menolongku kang?” berkata Swandaru kepada Agung Sedayu. “Berikan convertnya kang……….”

    GD: Aku jadi kasihan kepadamu, Met. Jadi, tadi aku suruh Gupala untuk mengantarkan Kitab 50 langsung ke rumahmu. Jadi, tengoklah rumahmu, mungkin sudah sampai.

  42. banyak terima kasih, sudah diberi kesempatan untuk membaca adbm. Moga2 bisa sampai jilid terakhir …..

    matur nuwun sanget mas2 dan mbak2 .. yang sudah bersusah payah untuk menampilkan adbm di dunia maya … hehe …

  43. Kerennnnnnn….wah nggak sabar ngejar para cantrik yg di ujung-ujung…

  44. aku malah jadi nyasar ke sini??…
    lha ga ada orang je???

  45. Hiaaaat, tanpa terasa sampe siNI juga akhirnya……!!??

    • sugeng enjang

      • haduuu kaged akuuu

        • aja kagetan,
          aja gumunan,
          aja….aja….ana apa2ne


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: