Buku 51

visitor-11-11-08-at-10-33-wib
Inilah visitor ADBM pada tanggal 11 November 2008 @ 10.33 WIB

Laman: 1 2 3 4 5 6

Telah Terbit on 7 November 2008 at 11:36  Comments (70)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-51/trackback/

RSS feed for comments on this post.

70 KomentarTinggalkan komentar

  1. mas dd , kuwi posisi orangnya apa posisi servernya ?

    D2: Posisi pengunjung, On

  2. tenan yo tak enteni tekanmu le….jam 10.00 thit!!,
    “matur nuwun dateng poro crew ingkan sampun caos tenogo, wektu lan biaya kagem pisowanan wonten in moyo meniko.”

  3. jam 10 WIB atau waktu amrik ??

    DD: WIB sama CST sama kok, cuma beda siang dan malam aja

  4. “Prastawa…., jangan kau undur2 lagi. Cepat serahkan jilid 51 malam ini juga, jam 10 tit” teriak Sekar Mirah.

  5. maaf .. belum bisa batu rakyat Menoreh … sedang sibuk mendapat tugas dari Sultan Pajang memantau perkembangan di Alas Mentaok.

  6. weh… kok masaryo minta malem ini juga?

    Bukannya besok jam 10 pagi?

    xixixi 😀

  7. sabar subur gelis katur jilid seketsiji

  8. Gupala memandang langit sebelah timur yang semburat merah. Dan seakan-akan dia pun menjadi sangat gelisah.

    Gupita berdesis, “agaknya kau menjadi waringuten, ada apakah yang mengganggu pikiranmu?”

    “Matahari seolah-olah lambat sekali bergerak..,” Gupala bergumam

    “Ah, itu hanya perasaanmu saja. Apakah yang kau harapkan dari matahari itu?”

    “Seharusnya matahari itu hendaknya segera meloncat ke atas, sehinga kitab no limah puluh satu menjadi ikut muncul…,”

  9. wah jarang2 lancar, sekali download sung berhasil

  10. belum keliatan juga….

  11. Pandan Wangi menjadi terdiam, diendapkannya kemarahannya. Sedang Swandaru masih asik mengunyah jenang nangka di depannya, tak dihiraukannya permintaan Pandan Wangi barusan.

    Agung Sedayu yang telah mengenal tabiat saudara seperguruannya hanya dapat menghela nafas.
    “Semoga hal ini tidak membuat Pandan Wangi menjadi berpikiran lain. Dia harus lebih dapat memehami watak Swandaru, dengan demikian mereka akan menjadi keluarga yang semakin mapan. Sedang adi Swandaru juga seharusnya ..”

    Belum selesai pemikirannya, tiba-tiba terdengar teriakan Sekar Mirah. “Kakang .. kakang Swandaru.. kenapa kakang masih disini.” Masih berteriak Sekar Mirah melanjutkan, “lihat matahari telah hampir sepenggalah.. cepat kakang… semua sudah menunggu kakang.”

    Swandaru terkejut mendengar teriakan itu. Hampir saja dia tersedak jenang nangka, buru-buru jenag alot itu ditelannya. Agung Sedayu dan Pandan Wangi tak kalah terkejut. Tanpa sadar keduanya mendongak ke atas. “Hampir saatnya..” terdengar Agung Sedayu mendesis.

    “Kakang.. sebentar lagi Ki Gede akan membuka perayaan di banjar desa dan aku tidak ingin tertinggal. Aku ingin berdiri paling depan. Jika kakang lebih menyukai jenang itu. Baik lah kakang disini saja.” Sekar Mirah segera meraih tangan Pandan Wangi. Diliriknya Agung Sendayu agar mengikutinya.

    Agung Sedayu hanya menghela napas. Dilangkahkan kakinya menyusul kedua perempuan itu. “Keramaian di banjar itu begitu menarik .. pasti akan jauh lebih menarik dari jenang nangka itu,” gumamnya.

    Swandaru segera bangkit, masih sempat dimasukkannya beberapa buah jenang nangka dalam bajunya. “Wangi.. Mirah.. tunggu.. bukannya pembukaannya masih lama.. kakang.. tunggu aku, kakang..”

    Perayaan kemenangan itu memang akan berlangsung dalam sepekan, tapi siapa yang mampu menunggu jika dalam perayaan itu akan dibagikan kitab 51. Satu setengah jam dari sekarang .. sedang waktu terus berjalan.
    Jelas .. Sukra tidak mau tertinggal.

  12. Mas DD rakyat Menoreh sudah pada tidak sabar menunggu, harus segera dicermati, kalau tidak bisa pada bergabung dengan Prastawa dkk hehehe…..

  13. Matahari sudah mendekati sepenggalah. Para cantrik sudah mulai berkumpul. Sayang, baru dapat tugas keluar …

  14. ” Ck..ck..ck… Tepat waktu, keluar juga sesuai woro-woronya.. ” gumam gembala tua.

  15. Wah, pas banget. Jam 10 teng ….

  16. akhirnya …..

  17. “Sukra? Hmm, ke mana lagi dia?” gumam Sekar Mirah. “Lele-lele itu belum lagi disiangi. Katanya mau membuatkan mangut,” gerutunya lagi.

    Lalu dibukanya perlahan-lahan pintu lereg yang mengarah ke halaman belakang, dan dengan hati-hati dijengukkannya kepalanya. “Astaga,” desisnya, “sudah sedemikian tinggi matahari. Tetapi kok belum ada juga kabar dari Kakang Agung Sedayu? Apakah ia belum berhasil menguasai dan mengaplod jilid-51?”

  18. “Oh.. oh, ternyata aku yang keliru,” gumam Sekar Mirah cepat-cepat. “Kukira akan masuk lewat pintu butulan, jebulnya jee..”. Dengan tergesa-gesa perempuan itu masuk ke senthong tengah, dan ..kembali ke laptop. Donlod jilid-51.

    Matur suwun.

  19. 😀 😀 😀
    terdengar sukra di atas pohon tertawa, di depannya berserak lontar-lontar berisi kitab 51 😛

  20. Setelah selesai semua bundel ADBM ini, perlu dibuat bundel ADBM versi plesetan…isinya seperti comment yg muncul disetiap jilid….

  21. Hebat….dan salut….ternyata Ki DD Menoreh cepat dan tanggap keinginan rakyat Menoreh yang meletup-letup..hehehe….salut…salut…

  22. jadwal 52 belum ada ya ?

  23. “Ada gambar sampul, berarti ada harapan” jawab Sekar Mirah kepada Ki Sukra yang menanyakan jilid 52.

  24. “Cobalah bersabar, ngger, supaya semuanya berjalan dengan wajar. Dalamilah kitab 51 sebelum beranjak ke tingkat berikutnya.” tambah Ki Sumangkar.

  25. he3
    Menurut peta spasial yg dapat dipercaya, ternyata perguruan windujati sdh menyebar tidak saja di tlatah Demak-Pajang di tanah Jawa, tapi Australia, tanah Melayu, Philipinus, Jepon, Euro, bahkan Amrik..ternyata hebat perguruan orang bercambuk ya…mudah2an ilmunya gak semakin pudar hanya krn bedanya jarak dan waktu..

    GD: Itu pun belum menghitung bahwa pelajaran2 yg diberikan kpd para cantrik di padepokan ini juga direlay oleh padepokan lain (meskipun secara diam-diam). Dan padepokan2 yg merelay itu juga dikunjungi ribuan cantrik.

  26. # On November 12, 2008 at 1:42 pm Aulianda Said:

    “Ada gambar sampul, berarti ada harapan” jawab Sekar Mirah kepada Ki Sukra yang menanyakan jilid 52.
    …..
    sekedar nambah info.. sukra itu “batur” yang tinggal di rumah Agung Sedayu – Sekar Mirah. tugasnya ngisi pakiwan ato bikin mangut (lirik p_sawukir) jadi bukan ki ato kiai 😀

  27. Ki Dede Menoreh, maafkan saya, karena anak saya baru sakit, maka tugas untuk jilid 050 belum bisa aku kerjakan.

    GD: Gpp, Ki Pratama. Mudah2an yg sakit segera saras.

  28. Cool man……..
    tengkyu

  29. wah, baju baru. tambah cantik
    mangan sego kucing, karo nyawang prawan ayu..
    ki dede n ki sukra manteb tenan…

  30. DD, gimana kalau disisipkan kamus bahasa Jawa/Yogya yg menurut saya/rekan2 agak awam : seperti Jebeng, Gandok, Nenggala, dll. sampai sekarang aku belum ngerti apa arti kata2 tsb.

    trim

    D2: Usul yang baik. Akan kita sediakan halaman KAMUS. Para sederek-lah yang memberikan entrinya. Kita nanti tinggal susun menjadi susunan yg mudah.

  31. Beberapa istilah Jawa:

    Gandok = dapur
    Pring ori = bambu ori
    Jebeng = Ngger,Anak. Ki Pemanahan memanggil Sutawijaya sebagai Jebeng
    Pakiwan = lavatory, toilet (berasal dari kata pa-kiwa-an, kiwa = kiri, sebagai gambaran kalau membersihkan dengan tangan kiri)
    Agung = Besar, grand, prominent
    Geni = Api
    Pringgitan = ruangan di belakang pendopo, open structure in front of mansion, behind the pendopo, for showing shadow plays or receiving visitors

    Sumber:
    http://www.bausastra.com
    http://kamus.kapanlagi.com
    Beberapa istilah kemungkinan dapat dicari di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), sayang sekali saat ini saya tidak membawa dan memegang KBBI.

  32. nuwun sewu kiai jebeng,

    sak pengertos kulo selaku wargo tlatah mataram (kulo saking bantul red, gandok meniko sanes dapur, anangging ruang tambahan ing kiwo utawi tengen rumah induk.

    (sepengetahuan saya sebagai orang asli mataram ; saya berasal dari bantul red, gandok itu bukan dapur, tetapi ruang tambahan yang besar yang berada di samping kanan atau kiri rumah induk.

    matur nuwun

  33. Hoax Asli,
    Hatur nuwun Nyi untuk 51-nya. Wah gambar covernya Agung Sedayu naik kuda, tapi kok bawa tombak ya? Berarti sudah siap menuju Madiun.

  34. Hua..ha..ha…

    Ki TP sampe nyasar-nyasat sampe sini. Ki TP juga bisa iseng ya.
    Ngaget-ngageti saja

  35. melu kesasar ah ….

    nek ra melu ndak ora dibagehi ….

  36. Asem tenan iki, melu kapusan nyasar mrene

  37. Wah .. senangnya bisa nyasar bareng ….

  38. Podo ngopo nang gondok 51, nyiapin makar yah mau memberontak Negeri Mataram !!!!, hahahahaha , kekekeke 😀 😀

  39. Ki TP seneng jebakane berhasil
    akeh seng nyasar

  40. Wah….

    Guyonan Ki TP memang cespleng.

    Saya yang mulai tadi siang pusing, sekarang jadi sembuh gara-gara ketawa terpingkal-pingkal karena ulah Ki TP yang nyasar dan membawa gerbong beberapa orang ke gandok 51.

    Terima mkasih Ki.

  41. melu-melu kesasar dech ……….

  42. hiks, memang kalo udah sakaw
    jadi gampang ketipu
    he he he

    ikut nyasar juga aah

  43. trims nyi gede kitab 51 nya….udah diunduh

  44. kalau jaman sekarang, Swandaru tentu sudah berteriak :
    “aku galauuuuuuuuuuuu………”

    • pada jaman itu bunyinya “ki mbleh kacau beliau……”

      • wuih…, wis tekan kene
        he he he …. sugeng dalu meh parak esuk Ki

        • Sugeng esuk2,,, 😀

          • …esuk2 maem karo gendhuk…eh..gethuk 😀

      • pada jaman yang akan datang “Ki AS berkicau belia”

        • “kemana dimana kemanaaaaaa,,,,,mungkin kayak gitu ya ki ”

          sugeng enjang sadaya kadang padepokan ADBM.

  45. melu mbukak alas,ben iso d tnduri klopo sawit..gkgkgk

    • wis mbukak…….pinten Ki ? 😀

      • terus terang bukak-bukak-an terang terus

        • sing dibukak sopo jal

          • kartu-as-e lha niku sing menang tur mbeling puoooolll

            • e roro mendut pake kartu as to

              • Njih leres terus dibungkus godhong gedhang niku lho .

                • ..gedhang-e sinten ? 😀

                  • sing gadhah mung kyai-ne .

              • kok malah do mbahas pusoko kangjeng kyai gedhang to

                • Lha nggih to wong niku karemane Nyai A**M

                  • apem ? 😀

                    • o kyai gedang melawan nyai apem ngunu ta wkkkkkk

              • Jan sak nomer tenan ki , niku lho kartu as sing mentul-mentul lan mendut-mendut .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: