Buku 15

PENGANTAR (BUKAN BAGIAN DARI BUKU)

Alhamdulillah, satu demi satu buku ADBM berhasil kita tampilkan. Semua ini berkat kemurahan hati BD, salah seorang ADBMers yang telah merelakan koleksi JPG-nya sebagai bahan baku. Kepada BD, terima kasih banyak. Mohon maaf kalau namamu cuma saya sebut BD. Soalnya sederhana. Dalam dunia maya, apa arti sebuah nama? (Jadi ingat Shakespier). Dunia maya adalah dunia tidak nyata, dunia fiksi. Jadi kita adalah homo fictus (pinjam istilahnya James N. Frey), bukan homo sapiens yang riil. Oleh karena itu, nama-nama kita juga nama-nama fiktif. NYAI DEMANG, DD, GI, BENSROBEN, …, SUKRA hanyalah nama-nama fiktif. Bahkan ada nama fiktif yang benar-benar fiktif, seperti –maaf– KONTHOS WEDUL. Tapi jangan lupa, novel dan film menjadi menarik justru karena sifatnya yang fiktif. Novel dan film tidak menarik kalau menceritakan karakter manusia yang riil. Jet Li menjadi tidak menarik kalau tidak bisa melempar pisau tepat mengeni leher musuhnya yang pada saat yang sama menembakkan pistolnya ke arahnya. Dalam dunia riil, tentu pemegang pistol akan memenangkan duel. Dalam dunia riil pistol tidak perlu mengepulkan asap setelah ditembakkan. Tapi, dalam dunia fiktif justru sebaliknya, pistol perlu mengepul supaya menarik. Bukankah begitu?

Ada beberapa ADBMers bertanya apakah DD ini laki-laki atau perempuan. Tentu saja saya bisa menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan. Toh, sepanjang ini, hanya ada satu orang saja yang tahu kebenarannya. Itupun sudah saya suruh tutup mulut. Jadi, saya membiarkan saja jenis kelamin DD menjadi teka-teki. Sekali lagi, karena saya berusaha memahami apa artinya mengada di dunia maya.

Sementara ADBMers (termasuk saya) berprasangka bahwa menghilangnya MAS RIZAL berkaitan dengan dunia maya yang dibangunnya. Jika ini benar, maka satu-satunya penjelasan adalah karena Mas Rizal menampilkan diri sebagai homo sapiens riil. Karena Mas Rizal menggunakan nama dan atribut-atribut homo sapiens riil. Nah, kita tidak mengharapkan bahwa ADBM ini mesti mengalami aborsi, kan?

Sekali lagi, terima kasih BD. Dan terima kasih juga untuk para relawan yang telah membantu kelancaran posting.

Si yol (DD)

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Telah Terbit on 18 September 2008 at 15:40  Comments (73)  

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/buku-15/trackback/

RSS feed for comments on this post.

73 KomentarTinggalkan komentar

  1. Dear DD,
    Whatever u say lah, kulo sih setuju wae. Sing penting ADBM iki iso terus dikerjakno sampe jilid sing terakhir lan lek iso gak suwe-suwe ngenteni komin’sun-e.
    to konthos wedul: “sepertinya kisanak dari jawa bagian timur ya? benarkah?”. “nickname yang asik tuh, se-asik nick teman saya dulu ‘kunam idheg'”
    back to DD: jatah belum tersalurkan selalu saya tunggu lho. kalo bisa sih sy kebut di bulan ini, lebaran mudik agak lama ;).

    • kunam idheg niku nek mboten klentu lak ki kartu

  2. Mas Nin, ada yang mengganggu dikiet. Itu di bawah gambar sampul di atas search box, kan ada identitas ADBM:

    Karya: S.H. Mintardja
    Gambar Kulit: Herry
    Wibowo Ilustrasi:
    Sudyono Penerbit
    Kedaulatan Rakyat
    Jogjakarta

    Menurut saya kurang sreg. Bisa gak diutak-atik supaya menjadi:

    Karya: S.H. Mintardja
    Gambar Kulit: Herry Wibowo
    Ilustrasi: Sudyono
    Penerbit: Kedaulatan Rakyat
    Jogjakarta

    Font-nya dikecilin kali ya?

    Terus ada pertanyaan bodoh: ntu ada box dengan tulisan “get meeb” buat apaan sih?

    DD

    • sing niki lho ki mangku

      • betul-betul ada to……

        • xixixi ki mangku wasis saestu

          • Lha dalah niku mung keleresan mawon ki ……….

  3. Mohon maaf kalau saya terpaksa urun rembug.
    Saya hanya mohon kepada teman2 yang punya tugas retype or convert dan yang paling akhir proof, untuk benar-benar teliti dan cermat, jangan sampai ada salah ketik or lebih2 ada paragraf yang hilang.
    Dan yang penting mohon agar tidak mengganti kalimat, kata atau istilahnya gaya bahasanya SH. Mintardja yang asli dengan kalimat panjenengan sendiri.
    Saya kirim naskah dalam format jpg dengan maksud agar temen2 punya bahan dalam meretype.
    Sekali lagi mohon maaf, kalau usul ini tidak berkenan.
    BD

  4. Sorry krn tadi pagi saya posting page sebelumnya, sementara mas DD sudah lari, maka comment saya, saya copy di sini:
    ==============

    Mas Dhe2 dan para sedulur pecinta ADBM
    Pagi ini saya kirimken hasil daripada scan ADBM Seri II, jilid 1 kepada Mas Dhe2…. dan tak lupa juga untuk tokoh penting dibalik layar yang telah berbaik hati meminjamkan koleksinya. Katanya akan juga diexport ke kakanya yang di USA. (deketan ga nih ya dengan Mas Dhe2). Mas Dhe2, mungkin beliau bagus juga kali ya dikirimi pdf yang sudah rapi itu.

    Mas Yiko (wis semua tak sapa pake mas aja ngga tahu ini masuk golongan Pandan Wangi atau Swandaru….) siap, saya sudah masukkan dalam YM. Monggo nanti setelah kondur dari YK kontak saya.

    Kiai Pasingsingan di Senayan,
    Kapan saja mau bantu silahkan kontak, seneng banget deh. Sebelumnya silahkan kulonuwun dan kontak yang punya koleksinya. Nanti saya sampaikan nomor kontak beliau. Nanti kita atur gimana mengrubut beliau eh bahan dari mentah darinya. Apakah diambil di tempat atau kita ketemu darat.

    Salam kobaran api di bukit menoreh,

    Nyai Demang

    DD: Nyai Demang (jadi ingat Senopati Pamungkas), kiriman sudah aku terima dengan selamat.
    Kalau ada imel kakaknya yang di Amrik, pasti saya kirimi juga.

    • ikut ‘menerima nyai demang’
      eh kalimate bener nggak ya …. πŸ˜€

  5. Tanggapan untuk BD:
    Sebagai final proof reader, saya bertanggung jawab jika ada kesalahan seperti itu. Namun, sepanjang ini saya belum pernah punya keberanian mengganti, apalagi menambah, kalimat sendiri. Tetapi, karena kita berada pada era EYD maka penulisan kata saya sesuaikan dengan ejaan yang berlaku: Djipang menjadi Jipang, kekademangan ke kademangan, dihati di hati, paman Widura Paman Widura, tiba2 tiba-tiba, Widurapun Widura pun, dsb. Saya yakin, ini sama sekali tidak mengubah gaya bahasa SHM.

    Mungkin kawan2 ada pendapat lain?

    DD

  6. ohm dhe dhe…
    punyaku manaaa???
    tambah lagi dong… 30 ato 40 hal gituu..

  7. aku dah kirim jilid 15 hal 32-56 nya lho mas..

    DD: Iya. Kok pada ganti nama sih. Pake selamatan gak?

    • hayo mana bubur merah kuning ijonya ki nin

  8. @mas DD,
    soal perubahan sesuai EYD, saya setuju. Mungkin yang jangan dilakukan adalah mengubah kata-kata seperti Kiai menjadi Kyai (walau yang belakang ini lebih lazim), mentakbiri (jika teks aslinya begitu) menjadi mentabiri (walau takbir punya arti yang lain ..), dan beberapa kata ‘keliru’ yang khas SHM.

    wukir

    D2: Bisa bapak tunjukkan di jilid berapa masih pake “Kyai”? SHM memakai “mentakbiri” dengan makna “menutupi”. Saya ganti menjadi “mentabiri” karena kata ini sepadan dengan “menutupi” (silakan periksa kamus). Sedangkan “takbir” artinya mengucap “ALLAHU AKBAR”. Jadi, “mentakbiri” saya anggap suatu typo. Kata keliru SHM seperti “pertanggungan jawab” saya pertahankan meskipun beberapa editor telah mengubah menjadi “pertanggungjawaban”. Seperti kata bapak, agar khas SHM.

  9. Wah, panjang deh..

    Klu saya mestinya ya konsisten saja, pakai EYD dan mungkin yang sudah disempurnakan lagi, dengan sasaran terhadap kesalahan-kesalahan kata (sekali lagi: kata) yg dianggap menyolok…

    Misalnya kata “dimuka banjar desa”, ya dirubah saja menjadi: “di depan banjar desa”; atau “pertanggungan jawab” ya mestinta: “pertanggunjawaban”.

    Saya kok yakin perubahan ini sepanjang tidak merubah kalimatnya, tetap saja menarik dan bahkan tidak “mengganggu” selera membaca dengan munculnya kata2 yang kurang pas. Keyakinan saya yang lebih dalam, dengan merubah “sedikit” kesalahan tsb, tidak mengurangi kecintaan membaca cerita silat dengan balutan sastra yang adiluhung ini, bahkan dng dmk merupakan “bentuk lain” untuk menjunjung tinggi “Sang Empu” untuk sejajar dengan sastrawan-sastrawan yang setara.

    Bukankah, waktu naskah Pak Singgih (SHM) diserahkan ke penerbit KR yang mengedit juga para redaktur KR. Saya yakin tulisan yang sampai skr bisa kita nikmati tsb, bukan tulisan asli SHM melainkan sdh melalui editing dari para penyunting di KR (pada wkt itu belum ada Scaner), tentunya dengan “selera” dan keterbatasan masing-masing.

    Salam
    (HER)

    • leres ki h.e.r., wekdal niku sing tukang ngedit wonten keraton k.r. piyantune gundul-gundul tur gembleh-gembleh …

  10. ohm dhe dhe….

    yang dikirim smalem (7-31).. udah aku kembaliin tuh…
    selanjutnya ditunggu ya ohm…

    • ohm-ampere-watt

      • angen-angene tukang ledheng .

  11. Bung DD, untuk menjaga alur/sistematika cerita, apa ndak sebaiknya komentar dibiarkan tanpa nomor? Juga kalau boleh usul nomor yang belum ada isi ceritanya dihilangkan saja, karena nampaknya ini menjadi salah satu membengkaknya nomor “hit” ADBMC ini.
    Salam, GI

    D2: Hla kami justru lagi mencari kiat2 untuk meningkatkan hit tuh Mas GI. Tapi don wory, kami tidak akan menambah nomor kosong.

  12. He he.., maksud saya yang “real” hit. Soalnya, seperti saya, pasukan Untara yang panasaran biasanya meng’klik’ nomor kosong itu berkali-kali .. hanya karena ingin cepat sampai ke pertempuran. Jadinya hitnya banyak .. tapi orangnya yang itu-itu saja…
    Saya ndak tahu kalau wordpress punya sarana untuk counting unique hit. GI

  13. BUAT MAS HERRY dan lainnya,

    Monggo kalau mau lebaran dahulu. Pulkam kah?
    Aku mau tunggu jakarte saja kali ini…..

    Nanti kalau tenaga udah pull abis lebaran silahkan memperkuat pasukan scanner.
    Untuk logistiknya nanti kita bicarakan.

    Oh ya jangan khawatir UKI-nya ga jauh dari Kalibata kok.

  14. mas, meebo nya koq ilang?
    belom dipake lho.

    bwt P_sawukir, anda teliti sekali sampai ejaan jg diperhatikan betul2.
    klw saya ga bakalan deh, menyimak alur cerita yang begitu nyaman mengalir sudah cukup menguras kapasitas imajinasi di otak sy.
    selain itu, biar cerita ini di translate ke bhs inggris, sy yakin tetep dahsyat!

    mas dhe2, berhubung mo lebaran, minta job dong, yg agak banyak. pasti waktu habis bwt kumpul2 ma keluarga n teman2 lama.

    D2: Silakan cek imel kamu.

  15. Pro: OREL Yth,

    Beberapa waktu yang lalu saya memang pernah komunikasi dengan mas Doelah soal bantu retype or ngeproof, tapi karena 1 & lain hal, bahan yang dikirim ke saya belum sempat saya kirim balik & melihat perkembangan yang ada saat ini, bagian saya itu sudah jadi jauh tertinggal. Bahan yang dikirim ke saya Buku 11, hal 7-25, itupun yang kirim ke saya bung Rizal.

  16. waduh.. 😦
    baru kerasa gak enaknya nge-proof nih.
    minimal 2 hari ke depan masih belum ada cerita baru, selain yang udah di proofing kemaren.
    grrrrr… 😦
    lain kali 1 proofing untuk 1 hari dong.. biar gak kelamaan nunggunya. πŸ™‚

  17. mandek hari ini yach bung DD

  18. Tumben neh,..

  19. kemana nih.. mas DD

    D2: Oooi…! Masih di sini Bens.

  20. “Akhirnya datang juga,..” Trim’s Mas,..

    D2: Kan masih hari ini…

  21. Nyai Demang yth

    Matur nuwun klu saya dipercaya utk bantu tenaga scan, hanya saja saya semoyo bar lebaran aja, meski saya Pulkam (solo) mungkin malah bar lebaran..

    Pokoke siap-grak! oh ya…saya bantu scan klu bisa kerja sambilan, sementara kerjaan pokok tetap proof..tapi mesti sambilan, saya tetap serius kok..

    Mekanismenya gmn ya? apa Nyai Demang kasih saja jadwal saya utk ngambil modulnya?

  22. Mas Dhedhe kirimanku ke email kok bounching ya.
    Aku kirim logistik seri 2 buku 2.
    Lalu yang sms juga belum ada reply.

    Soal hit itu.
    Aku sendiri kadang nengok sehari 2-3 kali.
    Padahal udah tahu kalau sehari kirimnya satu ya…

    D2: Nyai, coba di-zip jadi 2 paket terus dikirim satu2. Mungkin speedymu gak kuku. Kalau disini gak ada masalah ko. O ya, sekedar mengingatkan: buku yg sudah discan dikembalikan ya.

  23. Mas Herry (dan juga Mas Pasingsingan),
    Saya barusan selesaikan abdm Seri II jilid 2.
    Ini juga nyicil kok, bangun pagi-pagi, lalu sebelum brangkat nyangkul sempet scan beberapa halaman. Kemarin abis tak ambil dari UKI malah ditinggal ke luar kota segala. Jadi nyantai saja….. dan tetap fokus di proofing.

    Monggo silahkan silaturahmi dulu, nanti pulang dari lebaran kita kontak lagi. Ini imel saya gpossentig@gmail.com.

    Mas Pasingsingan, kemarin saya sms no Anda tapi kok tidak ada reply. Apa salah nomor ya.

    Matur nuwun.

  24. wah bahagianya aku pagi ini
    buku 8 s/d 10 dah terbit
    makasih buat yg meng-edit ulang

  25. Buat Nyai Demang: Paket II-102 sudah aku terima. Banyak halaman yang tidak kebaca tuh: 8-10, 12, 14, 18, 36, 45, 65, 69, 72. Terserah Nyai Demang halaman2 itu mau diapakan. Aku sudah coba baca dengan 500%, tetep juga gak bisa diraba.

  26. @ p_sawukir, justru kalo kiai itu yg sesuai EYD. Bukan kyai. Di media cetak tiap hari pake itu kok. ^_^

    Cuman pengen komen ajah dan maap.. gak bisa bantuin proofreading dll 😦

  27. Mas DD, saya ndaftar sebagai prajurit retype, dan siap setelah lebaran

    salam
    galib

    D2: OK, Tx

  28. Dear Teman-Teman,

    Selamat Hari Raya Idul Fitri MINAL AIDIN WAL FAIDZIN

    Mohon Maaf Lahir & Batin

    Terima Kasih Banyak untuk semuanya.

    Doyoks

  29. Kisanak,
    Wiratamtama Laskar Pajang,

    Sebelum Ramadhan pergi
    Sebelum Idul fitri datang
    Sebelum operator sibuk
    Sebelum sms pending mulu
    Sebelum pulsa habis
    Dari lubuk hati terdalam ngucapin

    Taqobbalallahu Minna Waminkum
    Taqobal Yaa Kariim

    MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

    Wassalamu’alakum wr wb,
    Sumarmo Hs
    ==========

  30. @OREL,
    ..hla, iya, kenikmatan orang lain-lain sih. Saya justru menikmati tulisan pak SHM sampai ke ‘kesalahan-kesalahan kecil’ yang biasa jadi ciri beliau. Jadi kadang-kadang terasa, ..oh, ini sudah berubah. .. ini bukan gaya SHM. Gitu.

    @akira, barangkali Anda benar. Saya cuma melihat ada dua ejaan, Kyai dan Kiai, sementara pak SHM biasa menggunakan yang kedua.

    bagaimanapun, saya ingin ikut mendukung proses yang telah dibangun oleh mas Rizal, mas DD dan banyak lagi teman-teman yang lain. Meski saya hanya bisa kontribusi sedikit-sedikit.

    untuk seluruh warga pecinta ADBM, dengan datangnya Hari Raya Lebaran, saya juga ingin memohon maaf lahir dan batin. Taqobbalallahu minna wa minkum.

    p_sawukir

  31. Anonim mengatakan… alias lurah_basman@yahoo.com …. mana lanjutannya ?

  32. Anonim alias lurah_basman@yahoo.com …. mana lanjutannya ?

  33. pak lik.. bulik… kok ga ada lanjutannya ?

    makasih
    bondet@gmail.com

    D2: Tunggu retype selesai dulu, biar jaraknya gak jauh2 amat.

  34. budheeeeeeee….. mana lanjutannya…
    udah lama kok gak nongol ngongol…

    bondet@gmail.com

    nb.
    bagi pemilik email LURAH_BASMAN@YAHOO.COM : mreneo lek njaluk duit :> tak parut untumu sisan :)):))

  35. BUDHEEEEEEEEEEEE….. MANAAAAAAAAAAAAAA ????
    KOK GAK BERLANJUT ?

    MAAF LHO BUDHE… KALAU AKU TANYA TERUS…

  36. opo tho iki ?

    • waduh waduuuh
      hmmm
      apa ya ?
      πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†

  37. Mbak mas om paklik ato apalah……muat juga dong karya SH Mintarja yg laennya. “Naga Sasra Sabuk Inten”

  38. wong jokau iki gimane sih, kok jilid 15/10 enggak bisa mentul-mentul, piyeee…masak mau baca disuruh nunggu besok, sesok..kan pemilu capres, yang jelas alap alap jalatunda pasti golput

    • berlanjut ke kamar sebelah (16) ki…

      • senthong sebelah sampun bikak ta ki banu ?

  39. Alhamdulillah, ketemu juga ADBMers, tak cari kemana mana ampe puyeng, ini bacaanfavoritku Th 87an, sampe mata minusku nambah dari -3 jadi -8. hihihihi,…
    saya mau gabung jadi anggota ADBMers. gimana sih carane?

  40. Wah makasih banget nih, sedang kedinginan di moskow (suhu..lagi minus, tapi bukan suhu kiai grinsing lho)dapat bacaan yg hangat karena mengingatkan masa2 remaja puluhan th lalu. sekali lagi, balsoi spasiba (makasih banget…kalau gak salah tulisannya)

  41. Mas..kadung tresno ,ki piye..? terusane..?

    • nek kadung tresno ya ndang dijaluk to mas djoko

  42. WIRA LELE,

    Wira = ter
    Lele = kutuk.

    hiikss, lha wong dudu penjahat kok dijuluki terkutuk.

    • …mungkin karena wira…wiri..! πŸ˜€

      • wir=dawa
        ale=cambah
        le=cah lanang
        wira lele= ?

        • wira : kancaku
          lele : ning blumbang

          wira lele : kancaku kejebur ning blumbang

  43. komenku kok ilang…….kecegat ki akisMET ayake

    • riko komen nang gagak seta kok, ora nang kene ki ndul

    • Lha mengkruk-mengkruk teng nginggil niko , Diganthol mawon ki mengke nak ceblok .

  44. leres niku usule ki mangku cesplenggreng tenan

    • halah ndadak pisah karo nduwure niki pripun to ?

      • Lho sing pundi melih ki

  45. ikut akh…orang sunda ne..tapi sukaaaa banget sama crita jowo seperti ini..

  46. bisa ndak temen2 group membantu saya mereplika ulang film api dibalik bukit menorehnya ……. ?????

  47. hubungi qu di 082134790605 kl sdh siap replika filmnya

    • Jangan om nanti itu dikira nomer togel lho .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: