Ular-ular buku 145


Berikut terlampir tugas  Senopati sebagaimana ditulis di dalam Surat Tugas :

  1. Menjaga ketenangan suasana padepokan.
     Segala bentuk keributan silakan dilakukan di padepokan lain.
     
  2. Menjaga ketenangan hati para cantrik.
    Padepokan hanya untuk menuntut ilmu bukan untuk pamer kelebihan.
     
  3. Menjaga keteraturan penyampaian kitab.
    Baik rutinitas maupun penyimpanannya.
     
  4. Mengatur jadwal tugas.
    Tugas bukan ditunjuk tetapi mengajukan diri sehingga perlu ditata supaya tidak tumpang tindih. Jika kayu bakar di dapur habis, silakan membelah kayu.. dan bukan hanya bisamenyalahkan cantrik yang bertugas.

Demikian untuk dapat dipahami.

Aturan tambahan :
Jangan sekali-sekali memanggil dengan sebutan KI atau KYAI terhadap Senopati. Kisanak tentu tidak ingin memanggil IBU Kisanak dengan sebutan BAPAK bukan ? (apalagi muach..muach.. pada Senopati… gak ngaruh :D )

ttd
Senopati.

Mohon pengertian dan kerja samanya. Nuwun. 

Sumber : Buku 145

Iklan
Published in: on 15 Maret 2009 at 18:22  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://adbmcadangan.wordpress.com/2009/03/15/ular-ular-buku-145/trackback/

%d blogger menyukai ini: