Bundel ADBM jilid 181 sd 200

Buku 181
Buku 181
Buku 182
Buku 182
Buku 183
Buku 183
Buku 184
Buku 184
Buku 185
Buku 185
Buku 186
Buku 186
Buku 187
Buku 187
Buku 188
Buku 188
Buku 189
Buku 189
Buku 190
Buku 190
Buku 191
Buku 191
Buku 192
Buku 192
Buku 193
Buku 193
Buku 194
Buku 194
Buku 195
Buku 195
Buku 196
Buku 196
Buku 197
Buku 197
Buku 198
Buku 198
Buku 199
Buku 199
Buku 200
Buku 200
Telah Terbit on 22 Maret 2009 at 13:29  Komentar (36)  

The URI to TrackBack this entry is: http://adbmcadangan.wordpress.com/bundel-adbm-jilid-181-sd-200/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini.

36 KomentarTinggalkan komentar

  1. lhooo…..
    ora ono penghunine thoo???

    hiii….. takuuuuuttt…

  2. ho oh .. sepii

  3. ditemenin Ki..

  4. Ikut ngeramein…..

  5. Kaplingan baru sudah dibuat.

    Para cantri jangan lewat pintu butulan lagi untuk ambil tiket antrian

  6. absen ki…..

  7. ikut antri….

  8. Sepuluh besar oyy…..

  9. di sini gak ada yang namanya sepuluh besar nyi untari, adanya sepuluh tebal atau sepuluh miring atau sepuluh tebal rada miring :mrgreen:

  10. ki sukra dan nyi senapati, ada apakah dengan bilik 184? hari ini jam 0840, bilik ternyata kosong sama sekali; bahkan cover pun ikut menghilang. semoga tidak terjadi apa-apa dengan bilik 184. salam

  11. ada masalah dengan gandok 184 ??? kok the page cannot be found ya ??? malah kesasar ke padepokan http://avg.urlseek.vmn.net/

  12. @Bebahu Padepokan ADBM Yth,
    Betul kata Ki Dwijokangko, di bilik 184 pintu tertutup, dan di depan pintu tertulis :

    “Maaf, tidak ada tulisan yang memenuhi kriteria Anda.”

    Terus dibawahnya saya tulisin :

    “Maaf kerusakan tidak pada monitor anda, tetapi pada mata anda.”

    Mohon pencerahan.
    Regards,
    Ki Truno Podang

  13. sugeng siang sedulur sedoyo…bilik 184 kok mboten ketingal…wonten menopo..

  14. Kapling 184 kok malah belum dibuka ya, weleh2 sudah kemrunngsung pengin tahu kelanjutan perang tanding AS…BTW setelah absen 4 hari datang sowan langsung dapat jatah 181 182 & 183
    Terima kasih buat Ki GD & Nyi Seno

  15. Nunggu bilik 187 buka…mandeg nang kene wae…

  16. Kitab 186 covernya pasti bukan made in Ki Herry, soale blas ga nyambung sama cerita didalamnya, lain kalau Ki Herry yg buat, setengah sopongiler tapi asyik

  17. Kakang Pandji, covernya nyambung kok. Hanya saja di cover ilustrasi tokohnya terlalu tua dibandingkan dengan yang ada di buku. Hal itu juga seringkali terjadi di beberapa cover di buku yang lain, seperti gambar Pangeran Benawa yang mirip Kiai Gringsing di buku 174, dll.

  18. Bener Ki Anggara, memang kalau kita agak melupakan kalau sosok R Rangga itu masih remaja…..lha mosok R.Rangga gedhenya sama dengan Agung Sedayu, jadi ilustrator yg baru itu ga baca apalagi menjiwai isi ceritanya, makanya jadinya ya jaka sembung

  19. antri kitab berikutnya…..

  20. kitab 187 di wedar kapan…………jare sedino rong kitab…..

  21. Nyi Seno, para cantrik sepertinya kebingungan melihat pintu gandok 187 yang belum dibuka…..ini malah pada antri di pendopo

  22. siram siram sek rek….ben seger

  23. @Kakang Panji,
    Terkadang selagi membaca kita memang menyempatkan melihat gambar ilustrasinya. Hal ini penting untuk membayangkan atau melakukan abstraksi terhadap kejadian yang sesungguhnya. Namun memang sangat disayangkan bahwa gambar2 ilustrasinya terkadang tidak sesuai dengan nalar yang sebenarnya.
    Seperti gambaran tentang Raden Rangga dan Glagah Putih. Kalau di cover bahkan digambarkan lebih tua dari sebenarnya, namun kalau di halaman dalam digambarkan terlalu anak kecil. Dalam narasi dijelaskan bahwa Raden Rangga adalah anak muda, lebih muda sedikit dari Glagah Putih. Kalau kita umpamakan Agung Sedayu berusia 22 tahun, maka dalam nalar kita melihat bahwa Glagah Putih dinyatakan masih perlu pengamatan khusus terhadap perkembangan pribadinya maka usianya diperkirakan 16-17 tahun. Nah jikalau demikian maka Raden Rangga diperkirakan usianya 13-14 tahunan. Nah di dalam gambar ilustrasi kayaknya kok masih sekitar 9 – 10 tahunan. Saya amati di lingkungan saya, anak usia 14 – 16 tahun tingginya sudah sama dengan saya, bahkan banyak yang lebih tinggi, padahal saya termasuk kategori sedang tingginya (168 cm).
    Oh ya saya punya tetangga, usia sekitar 10 tahun, lha kok ya persis yang digambarkan sebagai Sukra, si anak tetangga. Rambutnya ada yang mencuat ke atas 3 helai. Lha dhalah anaknya ya kethus kayak tabiat Sukra seperti itu. Kebetulan yang pas!!!
    Regards,
    Ki Truno Podang

  24. He he he …Ki Truno memang lucu…mosok ilustrasi Ki Sukra kayak yang gambar anak tetangga itu…apalagi kalau disinyalir Ki Sukra itu seperti yang dikatakan Ki Maswal di fb, wah gede orangnya Ki…

    Ki Truno, saat Sutawijaya melawan Daksina senapati pajang yang mbalelo disebutkan kalau nyi semangkin sedang hamil, yang berarti R Rangga, taruh kata saat itu Sutawijaya yang agak lebih tua dari AS berumur 25 th, maka AS saat itu kira2 20 th, saat R Rangga diusia sekarang taruhlah 15 thn, maka usia AS saat ini 35 thn…jadi sdh agak ga pantas kalau menyebut AS anak muda

  25. yg dimaksud kisukra itu yg mana?
    yg temanya glagah putih ato ug pernah punya padepokan
    adbm ini?
    berarti kecil2 sudah pinter mengelola blog

  26. @ki putut karang tunggal

    yang pernah mengelola padepokan inilah teman dari glagah putih itu. memang kecil-kecil sudah pinter mengelola blog.

  27. karena besok hari raya nyepi, hari ini nyi seno sedang bersiap-siap untuk nyepi…

  28. nyepi bukan berarti sepi kitab kan???

  29. xixixixi lha gebernya sudah dibuka, koq malah pada playon…

  30. dari sekian banyak cantrik-cantrik adbmers adakah yg mengetahui keberadaan “Paguyuban Persatuan Keluarga Jatinom” PeKaJe sekarang ini…..?? Mohon Infonya….??

  31. mas mau tanya, filenya koq pakai OpenOffice 3.0.1 ndak bisa dibaca ya?

  32. knock knock knock…kulonuwun & thx

  33. Teng yu Dinda Senopati……

  34. saudara-saudara ku setanah air dan seperjuangan,mbah mau tanya jilid 201 di simpen di mana????

    • coba deh lihat dikolong meja, kali aja jilid 201 jatuh disana…

  35. Mulai kitab 182 kok saya jadi gak tahu ya bacanya, mohon petunjuk kisanak. Saya pikir formatnya word, tapi waktu saya coba buka ternyata ga bisa.
    O ya perkenankan saya mengenalkan diri, bahwa saya salah satu penggemar ADBM ini, dan saat ini saya sudah sampai kitab 182, dan menjadi kebingungan dimana isi kitab ini sebenarnya.

    matur nuwun sakderengipun, mbokbilih kerso maringi pitedah.


    S sudah dicoba masuk ke Halaman Lain, Ki Sanak..
    Salam Kenal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 134 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: