Api di Bukit Menoreh

Blog ini dihadirkan sebagai bagian dari misi ambisius yaitu untuk menghadirkan API DI BUKIT MENOREH (ADBM), adi cerita milik bangsa sendiri, ciptaan sang maestro, Singgih Hadi Mintardja atau SH Mintardja, ke dunia siber. Meskipun ada beberapa situs yang menyediakan cerita ADBM, saya harus menyebut Mas Rizal adalah pelopornya. di sini.

Tidak hanya ia yang memulai pertama kali, tetapi saya berkeyakinan bahwa ADBM di situs lain mengambil bahan dari blognya Mas Rizal. Kini blog API DI BUKIT MENOREH-nya Mas Rizal vakum beberapa lama. Mas Rizal sendiri, entah kemana, entah dimana, entah bagaimana, tidak ada kabar beritanya. Komunitas ADBM sudah lama menantikan, merindukan Mas Rizal. Kita semua berharap bahwa Mas Rizal dalam keadaan sehat wal afiat tak tak kurang suatu apa.

Sementara menanti kemunculan kembali Mas Rizal, dengan semangat pasukan Sangkal Putung, kami mencoba melanjutkan ADBM ini. Sebelumnya, kami sempat bermarkas sebentar di http://adbm2.wordpress.com yang masih berpenampilan seadanya dan compang-camping. Lalu, kami pindah ke sini. Anakmas Sukra-lah yang telah menyediakan markas yang cantik ini. Semoga kehadiran blog ini mampu menjadi penawar bagi kerinduan kita pada Mas Rizal. Lebih jauh, semoga bisa menjadi bagian proyek ambisius tersebut.

Karya: S.H. Mintardja
Gambar Kulit: Herry Wibowo
Ilustrasi: Sudyono
Penerbit Kedaulatan Rakyat Jogjakarta

PdLS-III

PdLS-II sudah cukup sesak, perlu dibuatkan gandok baru yang agak lapang. Monggo dipun rahapi:

PdLS-11

Diterbitkan di:  on 7 Desember 2009 at 19:04 Komentar (12)

PDLS II

Menurut laporan telik sandi, PDLS I sudah sumpeg karena sudah ada 700-an cantrik yang mampir. Jadi kami perlu siapkan gandok baru. Dimulai dari jilid 8 (tadinya sih mau mulai yg ke 11).

PdLs-08

O ya, jilid 9 dan 10 sedang dalam perjalanan ke Jkt. Jadi mohon maklum kalau nanti hadir terlambat.
Tidak lupa, sugeng makaryo lan sugeng maos.

Telik sandi padepokan yg dikomandani Ki Arema telah blusukan hingga ke pasar loak, perpustakaan tua, dan segala tempat yg disinyalir memiliki PDLS jilid 9 dan 10. Perburuan itu tidak sia-sia. Jilid 9, meskipun hanya fotokopiannya, bisa dibawa ke markas padepokan. Tetapi kami memerlukan beberapa hari untuk merawat sehingga layak disuguhkan kepada para cantrik sekalian. Meskipun demikian, JILID 10 MASIH BELUM KETAHUAN RIMBANYA. JADI, KEPADA PENGUNJUNG YANG MENGETAHUI JEJAKNYA, DIMOHON KEIKHLASANNYA UNTUK DAPAT MENGIRIMKANNYA KE PADEPOKAN. BOLEH ASLI, FOTOKOPI ATAU FILENYA SAJA.

PdLS-09

Ki GD

Sementara Ki GD masih sibuk, wedaran rontal di sini saya wakili.
Alhamdulillah, setelah melewati perjalanan panjang, PdLS-10 sudah sampai di bangsal pusaka. Monggo Ki sanak

PdLS-10

Arema

Diterbitkan di:  on 24 November 2009 at 13:10 Komentar (517)